Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Balapan


__ADS_3

Maysa mempercepat langkah nya, gadis itu langsung mendekati mobil Anita yang sudah menunggu nya di sebrang jalan.


Rayyan kehilangan jejak Maysa, ustadz tampan itu sudah sampai di depan masjid.


"Kemana lari nya? kok sudah hilang saja?" Rayyan celingukan didepan masjid mencari keberadaan Maysa, namun ketika ia melihat ke dalam masjid rasa paniknya pun hilang karena di sana ia melihat seorang perempuan tengah melaksanakan ibadah.


Rayyan pun lega akhir nya ia kembali ke ruangan nya tanpa menunggu Maysa yang tengah beribadah.


Ada tiga orang yang mengenakan mukenah, salah satu dari mereka pun akhir nya menengok kearah luar masjid dan berkata.


"Ustadz Rayyan sudah tidak ada" Ucap seorang santriwan yang tak lain adalah Zainal, kemudian Zainudin dan juga Wahyu pun ikut menengok kearah luar dan ketika mereka tidak melihat siapa pun di luar sontak mereka langsung melompat-lompat kegirangan.


"Yes yes yes berhasil berhasil hore!! Ayo Gasss keburu Black Angel datang, nanti kita terlambat" Ucap Zainudin yang mengajak kedua teman nya segera berangkat ke lokasi balapan.


Ternyata mereka adalah santriwan penggembar Black Angel.


#FLASH BACK...


"Din bangun Din! sudah jam sebelas nanti kita ketinggalan balapan nya, kata info terkini Black Angel nanti hadir lo" Wahyu membangunkan Zainudin sedangkan Zainal membuka pintu kamar, ia memastikan diluar aman.


Zainudin langsung bangun dengan semangat ketika ia mendengar bahwa Black Angel akan hadir di balapan malam ini.


"Yang bener kamu kalau ngomong Wahyu! kan akhir-akhir ini dia jarang ikut balapan" Ucap Zainudin yang tengah bersiap-siap mencari hoodie nya.


"Aman coy buruan!" Bisik Zainal yang memastikan kalau jalan keluar sudah aman dan sepi.


Setelah Zainudin mengenakan hoodie nya dengan benar mereka bertiga dengan hati-hati berjalan menuju pintu gerbang, setelah mereka sampai di depan masjid ketiga nya mendengar suara teriakan.


"MAY!" Suara itu menghentikan langkah mereka bertiga, ketiga santri itu langsung masuk kedalam masjid, salah nya mereka masuk di dekat lemari mukenah.


"Ini tempat cewe Zai!" Ucap Wahyu yang hendak melangkahkan kaki mereka keluar dan berniat untuk pindah.


"Udah diem dulu di sini! Nah lo liat tu ada santriwati lari ke arah sini buruan pakai ini!" Zainal menyodorkan mukenah kepada kedua teman nya, ketika melihat seorang santriwati berlari melewati masjid mereka bertiga buru-buru mengenakan mukenah nya dan segera duduk menghadap kiblat.


Setelah beberapa menit...


"Coba Din kamu tengok! santriwati tadi masih ada nggak?" Wahyu menyuruh Zainudin untuk menengok dengan berbisik-bisik.


"Kok aku?" Mula-mula Zainudin menolak karena tidak mau melihat kebelakang.


"Halah... tinggal noleh doang apa susah nya sih! " Bisik Zainal yang akhir nya menolehkan kepala nya sambil mencuri pandang kearah luar masjid, mata nya terbuka lebar, pemuda itu terkejut dan kembali menoleh kan kepala nya kearah kiblat.


"Gimana coy? masih ada kah?" Tanya Wahyu antusias.


"Ada sayang ada" Bisik Zainal yang langsung pura-pura bersujud dan di ikuti oleh kedua teman nya. Lumayan lama mereka bertiga bersujud, akhir nya Wahyu menoleh kearah Zainudin.


"Eh coy, udah belum?" Wahyu bertanya dengan nada sedikit berbisik.


"Coba kamu tengok!" Ucap Zainudin yang masih dengan posisi sujud nya.


Akhir nya Wahyu pun duduk dan menolehkan kepala nya untuk melihat keluar,

__ADS_1


"Aman coy" Ucap Wahyu sambil menepuk punggung Zainudin yang masih nungging.


"Yes yes yes berhasil berhasil hore!! Ayo Gasss keburu Black Angel datang, nanti kita terlambat" Ucap Zainudin yang mengajak kedua teman nya segera berangkat ke lokasi balapan.


#FLASH BACK OFF...


Berbeda dengan Rayyan yang mulai memejamkan mata nya untuk beristirahat Maysa baru saja sampai di arena balap motor.


"Are you ready My Angel?" Tanya Anita yang menoleh ke arah Maysa yang baru saja selesai mengganti baju nya di dalam mobil Anita.


"Yes, I'm ready!" Jawab Maysa dengan suara yang mantap sambil mengangkat satu alis nya.


"Lima juta, I'm coming" Dengan senyum an yang susah untuk orang awam membuktikan nya Maysa menatap ke seluruh anggota pembalap yang sudah tiba dan stay di garis star.


"Ini kunci motor, lo harus bisa seperti biasa! lo harus menang!" Nando memberikan kunci motor nya kepada Maysa, ia juga memotivasi nya supaya gadis itu semangat.


"Ok siap!" Dengan sikap hormat Maysa menjawab. Mereka bertiga pun berkumpul dan berdo'a terlebih dahulu sebelum Maysa menempati garis star.


"Ok gue ke sana ya! do'a in gue!" Pamit Maysa yang langsung mengendarai motor nya untuk menuju ke garis star.


"Wooooooo BLACK ANGEL!!!" Teriak semua fans Maysa ketika ia tiba di garis star.


Wahyu, Zainal, dan juga Zainudin baru saja tiba dengan mobil grab. Mereka bertiga langsung berlari menuju kerumunan untuk melihat apakah idola mereka sudah tiba di sana.


Sorak-sorak para fans nya Maysa terdengar oleh ketiga santri yang baru saja datang itu.


"Tuh kan, kita ketinggalan, ayok buruan!" Wahyu berlari lebih cepat dan mencari tempat yang masih longgar untuk mereka bertiga menonton balapan itu.


"Cih sombong banget sih tu Black Angel!" Salah seorang fans lawan mengatai Maysa yang sudah menyempatkan diri untuk membalas panggilan para fans nya dengan cara melambaikan tangan nya.


"Dia itu bukan nya sombong, malah kesan nya itu lebih mendekati elegan" Ucap fans Maysa.


Suara motor sudah mulai mengisi keheningan malam yang lumayan mencekam ini.


Maysa menarik gas motor itu dengan pelan


"Sudah siap semua nya?" Teriak seorang yang hendak mengawali aba-aba.


Maysa menatap tajam lurus ke depan, gadis itu fokus seperti biasa.


"3-2-1 Go!!!" Teriak si pemberi aba-aba dengan suara lantang nya.


Seperti pada balapan sebelum nya Maysa masih menunggu aba-aba dari Anita.


Zainal dan kedua teman nya celingukan dan saat menemukan Black Angel kebanggaan mereka masih stay di garis star.


"GO BLACK ANGEL GO!!" Teriak ketiga santri itu dengan semangat nya.


"Din coba lo lihat jari manis Black Angel dengan benar!" Cetus Wahyu yang tiba-tiba mengenali sesuatu yang familiar dari Black Angel kebanggaan nya.


"Iya coy, cincin itu kaya pernah lihat, tapi dimana ya?" Saat Zainudin tengah mengingat-ingat dimana ia pernah melihat cincin yang sama dengan yang dikenakan oleh Black Angel tiba-tiba saja Anita yang kebetulan tengah berdiri di samping nya berteriak memberi aba-aba secara khusus untuk Maysa.

__ADS_1


"SEKARANG!!" Mendengar suara itu Maysa langsung melesat dengan kecepatan penuh.


Zainudin kaget karena suara Anita begitu lantang, juga berhasil membuyarkan pikiran nya yang fokus terhadap cincin yang tengah dipakai oleh Maysa.


"Wah mbak nya ini tokoh dibalik kemenangan Black Angel ya?" Dengan girang Zainudin bertanya kepada Anita yang masih fokus dengan kecepatan Maysa.


Mendengar ada yang menyapa nya Anita beralih pandang dan melihat kearah Zainudin.


"Nggak kok, dia emang hebat dari sana nya, gue cuma mau ngeprank lawan aja, hehe... " Dengan tawa nya Anita menjawab pertanyaan Zainudin.


"Waaaahh... kalau dari awal Black Angel tancap gas mengikuti aba-aba, balapan jadi cepat selesai dong?" Tanya Zainudin


"Yes, that right, pintar sekali, dan gue paling suka melihat ekspresi para penggemar yang tadi nya dengan sombong karena kebanggaan mereka di garis depan balapan ini, lalu tiba-tiba jadi kecewa karena bukan kebanggaan mereka yang mencapai garis finis, melainkan Black Angel kebanggaan kita hahahha... " Tawa Anita membuat Zainudin dan kedua teman nya menatap heran serta bergidik ngeri.


"Gila ini tokoh dibalik layar nya Black Angel ngeri juga, dia suka mempermainkan perasaan lawan nya, sungguh pemikiran yang susah untuk dimengerti" Batin Wahyu yang diam-diam mendengarkan perbincangan antara Zainudin dan Anita.


Ditengah keasikan para penonton yang bersorak-sorak Maysa telah berhasil melewati garis finis selang lima detik sebelum lawan nya yang bakal menduduki juara dua juga melewati garis finis.


"Sial, padahal dikit lagi gue berhasil!" Umpat sang juara dua ketika Maysa mendahuluinya mencapai garis finis.


"Wooooo You are My Angel!!" Sorak-sorak para penggemar Black Angel pun langsung mengerubuti Maysa yang baru saja keluar dari arena balap motor.


"Black Angel foto dulu dong"


"Black Angel selamat ya!"


"Congratulations ya Black Angel" Dan bla-bla-bla banyak sekali ungkapan kata selamat untuk Maysa sampai gadis itu hanya tersenyum dan berkata


"Iya terimakasih, ini semua berkat semangat dan do'a dari kalian semua" Ucap Maysa dari balik helem full face nya.


"Maaf untuk para penggemar Black Angel bisa minggir sebentar karena sang juara harus menerima piala juga hadiah nya" Ucap MC yang membuat Maysa terlepas dari kerumunan para fans nya.


Setelah penerimaan hadiah dan sesi foto selesai Maysa langsung kembali kedalam mobil Anita, namun ketika ia hendak masuk tiba-tiba Zainal, Zainudin dan juga Wahyu memanggil nya.


"Black Angel, boleh foto nggak? tadi di sana kita nggak ke bagihan waktu" Ucap Wahyu yang membuat Maysa kaget karena ia kenal betul mereka adalah santri pondok Darussalam.


"Mampus! jangan-jangan mereka ngenalin gue" Batin Maysa dengan menjaga cadar nya tetap aman menutupi wajah nya.


"Boleh kok, jangan lama-lama ya!" Ucap Maysa, mereka ber empat pun foto dengan berbagai macam pose.


"Makasih idola ku!" Teriak Wahyu ketika Maysa sudah masuk kedalam mobil dan melesat bersama Anita menuju pondok.


"Gila tu Black Angel, walau pun hanya kelihatan mata nya doang tapi cantik dan kharismatik nya itu dapet banget yakin!" Zainal memuji idola nya sambil melihat-lihat foto yang ada di didalam kamera digital nya nya.


Lagi-lagi mereka terpaku ketika melihat cincin yang tengah bertengger di jari manis Maysa.


"Kalian lihat kan?" Tanya Wahyu sambil menunjuk kan cincin yang ada di foto.


"Iya, tapi dimana...


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like and komentar🤗🤗🤗🤗


__ADS_2