
"Maaf Abah, saya sudah mempunyai pilihan saya sendiri, saya mohon pamit, Assalamu'allaikum" Rayyan yang tidak mau menerima perjodohan itu langsung pamit undur diri dan meninggalkan ruangan Abah dengan suasana hati yang sangat kacau.
"Waalaikumussalam" Sahut Abah dengan raut yang sedikit kecewa.
"Sudah lama ku pendam dan sekarang saat bertemu akan dipisahkan oleh perjodohan, aku tidak akan membiarkan diriku atau pun diri mu menikah dengan yang lain Sya, aku akan memperjuangkan nya" Batin Rahmat yang langsung berjalan menuju ruangan nya.
Sore hari setelah pulang dari sekolah Maysa berjalan menuju dapur pondok, gadis itu merasa lapar karena pagi tadi ia hanya meminum segelas susu.
Sesampai nya di dapur gadis itu lumayan terkejut karena begitu banyak santri yang makan di ruang makan samping dapur,
"Tumben jam segini rame" Gumam Maysa sambil berjalan kearah dapur untuk mengambil makanan, namun belum belum sampai di rak piring yang ia tuju Maysa tiba-tiba di tabrak oleh santriwati yang tengah membawa sayur panas "BYUR!"
"Aaaaakkk! Astagfirullah panas" Dengan mengibas-ngibaskan rok nya yang terkena sayur panas Maysa tak melihat ada orang yang sengaja menumpahkan sambal cabai tepat di rok nya yang terkena sayur panas.
"Aduh kak, maaf-maaf saya tidak sengaja" Ucap gadis yang membawa kuah panas.
Maysa tak menjawab nya ia langsung berlari ke kamar mandi yang dekat dengan kamar nya, Fasha yang tengah berjalan bersama Rayyan kebetulan bersimpangan dengan Maysa, mereka berdua heran kenapa Maysa terlihat terburu-buru, sampai-sampai mereka tidak disapa nya.
"Kenapa tu anak?" Tanya Fasha, Rayyan hanya melihat dengan mengangkat kedua bahu nya.
Tak lama kemudian ada gadis yang mengejar Maysa, dan saat ia berpapasan dengan Fasha yang bersama Rayyan, gadis itu bertanya,
"Maaf kak, kakak dan pak ustadz tadi melihat santriwati yang berlari lewat arah sini tidak?" Tanya gadis itu dengan tangan yang membawa kotak P3K.
"Maysa maksud kamu?" Tanya Fasha, dan gadis itu mengangguk kan kepala nya.
"Iya kak, yang tempo hari di umumkan sebagai calon istri nya ustadz" Ucap gadis itu yang tak lain nama nya adalah Tania.
"Oh iya, tadi dia lari kearah sana" Fasha memberitahukan dengan menunjuk ke arah mana Maysa berlari.
"Memang nya ada apa kau mencari nya? kenapa membawa kotak P3K segala?" Fasha yang mulai curiga pun menahan agar gadis itu tidak berlari.
"Itu kak, tadi saya tidak sengaja menumpahkan sayur panas dan menyiram rok nya kak Maysa" Jujur gadis itu dengan gemetar karena raut wajah Rayyan tak lagi enak di pandang.
"Ya sudah ayo kita ke sana" Ajak Rayyan yang khawatir jika terjadi sesuatu kepada calon istri nya.
__ADS_1
Fasha mengecek kamar nya, tapi kosong, akhir nya mereka bertiga mengecek kamar mandi yang terdengar ada suara rintihan.
"Aduuuuhh kok perih sih, malah aku nggak bawa ganti duuuhh gimana nih" Gumam Maysa yang terdengar oleh Fasha, Tania dan juga Rayyan.
"Kalian ketuk dulu pintu nya, aku mau ke kamar ambilkan baju ganti buat Maysa" Ucap Fasha yang langsung berlari kembali ke kamar.
"TOK-TOK-TOK"
"May? kamu di dalam kah?" Suara Rayyan yang memanggil Maysa membuat gadis itu menghentikan kegiatan nya mengipasi paha nya yang terkena sayur panas barusan.
"Iya ustadz saya di sini" Jawab Maysa dari dalam.
"Sabar ya sebentar lagi Fasha datang membawakan ganti untuk mu" Ucap Rayyan menenangkan Maysa.
"Iya" Ucap Maysa yang kembali mengompres paha nya dengan air dingin.
Akhir nya Fasha muncul juga dengan membawa satu setel Baju ganti untuk Maysa.
Fasha masuk kedalam untuk membantu Maysa ganti baju, setelah itu mereka semua mengobati luka Maysa di dalam kamar nya.
"Sekali lagi aku minta maaf ya kak, aku benar-benar tidak sengaja, tadi itu ada yang mendorong ku dan kebetulan kakak yang ada di depan ku" Ucap Tania menjelaskan.
"Kamu didorong?" Maysa mengulangi kata-kata Tania.
"Iya kak," Jawab Tania
"Fix ini tu sudah direncana kan, aku yakin pelaku nya salah satu fans nya pak ustadz" Ucap Maysa dengan sesekali memandang ke arah Rayyan.
"Terus gimana May? mau di cari?" Fasha menawarkan ide untuk balas dendam.
"Sudah lah, biarkan saja, nanti kalau aku sudah sembuh mereka pasti beraksi lagi dan di sana aku akan turun tangan sendiri" Dengan senyum semirik Maysa mengatakan rencana nya itu.
"Saya tinggal sebentar ya" Ucap Rayyan yang langsung keluar dari ruangan itu.
Maysa memandang Tani dan Fasha dengan bergantian.
__ADS_1
"Menurut kalian, siapa orang nya?" Tanya Maysa kepada Fasha dan juga Tania.
"Siapa fans fanatik garis besar nya kak Rayyan kalau buka Nur and the genk" Ucap Fasha yang menuding Nur dan teman-teman nya sebagai pelaku.
"Tapi masa iya sih? mereka nekat gitu? bahaya lo tadi itu, untung saja kena rok kalau kena wajah kan bisa rusak" Tania yang geram pun ikut berkomentar.
"Tapikan belum tentu mereka juga" Sangkal Maysa.
"Kemungkinan May kemungkinan! mereka kan nggak suka sama kamu" Fasha masih kekeh dengan tuduhan nya kepada Nur and the genk.
Sedangkan Maysa mulai memikirkan tuduhan Fasha terhadap Nur and the genk.
"Benar juga kata kak Fasha, ada kemungkinan Nur pelaku di balik semua ini, soal nya kemarin saja dia berani menyerang ku terang-terangan di depan masjid" Batin Maysa.
Rayyan kembali masuk kedalam kamar, dia membawa semangkuk soto lengkap dengan minuman nya.
"May, makan dulu ya! sedari pagi kamu belum sempat makan bukan?" Rayyan meletakkan nampan yang berisi semangkuk soto dan segelas es teh di meja yang terletak di dekat ranjang Maysa.
Tania dan Fasha pun berpindah tempat duduk ke ranjang Fasha, mereka memberi tempat untuk Rayyan duduk di samping Maysa.
"Sakit banget ya?" Tanya Rayyan yang memandang kearah paha Maysa yang sudah tertutup rapi dengan rok panjang nya.
"Sudah mendingan kok" Jawab Maysa dengan senyum yang mengembang.
"Maaf ya May, saya tidak ada di sana ketika kau di sakiti" Ucap Rayyan dengan tatapan sendu nya.
"Tidak apa-apa toh semua terjadi begitu saja" Tanpa mengurangi senyuman yang menghiasi wajah nya, Maysa mulai menyendok soto hangat yang di bawakan Rayyan barusan.
Di kamar lain, Nur bersama dengan teman-teman nya sedang bercanda.
"Kalian lihat nggak ekspresi nya tadi?" Tanya Ika yang langsung di sambut dengan gelak tawa ketiga teman nya "Ahahhahhaha... " Suara mereka begitu terdengar bahagia.
"Tapi harus nya tadi itu kuah nya kena wajah nya aja sekalian biar dia nggak bisa lagi tu sok cantik di depan ustad Rayyan" Ucap Nur.
"Sabar dulu dong bestie, itu rencana selanjut nya, kita kan masih banyak rencana...
__ADS_1
bersambung...