Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
MENIKAH


__ADS_3

"Lalu kenapa kalian berpelukan ketika saya membuka pintu?" Pertanyaan Haidar mengagetkan Abah yang baru saja datang,


"Kalian berpelukan?" Abah memijit kening nya sambil berjalan menuju kursi kebesaran nya.


"Tapi ini tidak seperti yang kau lihat" Ucap Rayyan kepada Haidar,


"Jika memang tidak seperti yang ku lihat, tolong jelas kan" Haidar meminta penjelasan agar masalah ini selesai dan tidak berkepanjangan.


"Jadi tadi nya kita duduk berjauhan namun tiba-tiba Maysa berteriak dan melompat kearah saya, karena saya kaget saya menangkap nya begitu saja, dan ketika saya lihat ternyata ada kecoa dilantai" Jelas Rayyan dengan berhati-hati dan tidak menambah-nambah kan bumbu apa pun.


"Benar begitu May?" Tanya Haidar yang meminta penjelasan kepada Maysa juga, gadis itu mengangguk kan kepala nya "Iya ustadz memang begitu ada nya, saya juga tidak bermaksud untuk memeluk ustadz Rayyan jika tidak ada sesuatu yang mengagget kan saya" Jelas Maysa dengan suara lirih nya, gadis itu takut jika sampai Rayyan juga terkena hukuman.


"Jangan sampai ustadz Rayyan terkena hukuman gara-gara aku, takut nya hukuman ku yang belum selesai ini juga akan ditambah oleh nya karena aku sudah membuat nya terkena hukuman" batin Maysa dengan sesekali mencuri pandang ke arah Rayyan, namun ketika Rayyan juga menatap ke arah nya gadis itu sesegera mungkin mengalihkan pandangan nya.


"Abah sebenar nya ini salah saya yang kurang teliti tidak melihat plakat gender yang ada di pintu depan" Ucap Maysa berusaha menjelaskan kepada Abah yang sedari tadi terdiam.


"Lalu bagaimana cara ku menghilangkan rasa malu yang sudah menyebar ini? nanti nya akan ada berita yang menyebar, ustadz Rayyan anak nya Abah pemilik pesantren diam-diam mencabuli santriwati nya, bagaimana supaya berita seperti itu tidak menyebar" Ucap Abah yang pusing dengan permasalahan putra sulung nya ini.


"Kenapa Abah harus bingung? nikah kan saja mereka" Usul itu meluncur begitu saja dari mulut Fasha dan membuat Rayyan juga Maysa kaget dan berteriak bersamaan.


"APA? MENIKAH?" Kedua nya berdiri dan menatap ke arah Fasha yang duduk dengan santai nya.


"Benar juga kata Fasha, kita sebarkan berita kalau mereka berdua itu ta'arufan, tapi cepat atau lambat mereka harus benar-benar dinikahkan" Ucap Haidar menyetujui ide dari Fasha, sedangkan Maysa dan Rayyan sama-sama menghela nafas dan tangan kedua nya pun sama-sama memijit kening masing-masing,


"Memang kalau jodoh itu kelakuan nya sama" Kekeh Abah mencoba untuk mencairkan suasana, mendengar candaan dari Abah Rayyan dan Maysa pun langsung memindahkan tangan nya dari kening mereka


"Tuh kan berhenti nya juga barengan" Goda Fasha yang ikut memperhatikan kedua tersangka.


"Mari kembali ke topik pembicaraan saja" Ucap Rayyan mengalihkan pembicaraan mereka,

__ADS_1


"apalagi yang harus dibahas? kan sudah ketemu solusi nya, apa kamu tidak mau tanggung jawab nak, ini anak perawan orang loh, dan se enak nya kamu peluk-peluk" Abah menceramahi Rayyan


"Tapi dia masih sekolah bah" Rayyan seolah mencari alasan supaya tidak jadi di nikahkan dengan Maysa,


"segitu nya sampai bilang aku masih sekolah, kalau nggak mau ya udah sih bilang aja nggak mau, nggak suka" batin Maysa yang melirik kearah Rayyan, dan ketika Rayyan balas menatap nya gadis itu langsung mengalihkan pandangan nya.


"Ah masalah itu bisa diatur, asal kamu bisa menahan diri saja semua gampang" Ucap Haidar dengan menjentikkan jari nya.


"Ya sudah cukup untuk pertemuan malam ini, selamat beristirahat, dan jangan lupa besok Rayyan antar kan Maysa pulang ke rumah nya dan jangan lupa juga bilang sore hari nya kita akan berkunjung" Ucap Abah yang langsung berdiri hendak meninggalkan ruang tengah itu.


"Kalian kembalilah ke kamar masing-masing, Abah juga mau istirahat" sambung Abah yang kemudian menghilang dibalik tirai.


Mereka berempat pun berjalan keluar dari ruangan Abah dan berjalan menuju kamar, ditengah perjalanan Haidar asik mengobrol dengan Fasha sedangkan Rayyan bersama Maysa hanya saling diam.


"May?" Panggil Rayyan yang memecahkan kesunyian diantara kedua nya.


"Eh iya? gimana ustadz?" Sahut Maysa yang sedikit kaget karena tiba-tiba Rayyan memanggil nya.


"Saya sih menerima apa pun itu karena memang saya salah, tapi jika Ustadz tidak mau tidak apa-apa saya bisa meminta hukuman yang lain kepada Abah" Ucap Maysa mantap. Rayyan menatap nya dengan lekat.


"Kenapa kamu bicara seperti itu? kamu pikir saya akan lepas tanggung jawab? kamu pikir saya laki-laki macam apa?" Tanya Rayyan dengan memegang kedua pundak Maysa.


"Bukan begitu ustadz, saya kan masih kecil, masih sekolah, dan ustadz kan sudah berumur sudah waktu nya ber rumah tangga" celetuk Maysa yang membuat Rayyan semakin emosi dan harus menahan nya.


"Sudahlah ustadz saya lelah saya ingin segera beristirahat" Kata Maysa dengan menepis pelan tangan Rayyan yang tadi bertengger di pundak Maysa, gadis itu segera berjalan meninggalkan Rayyan yang masih terpaku melihat kepergian Maysa dari hadapan nya.


Didalam kamar Maysa terjadi perdebatan kecil antara Maysa dengan Fasha,


"Kak Fa kok tadi kasih saran nya gitu sih?" Ucap Maysa begitu memasuki kamar nya, Fasha yang mengetahui Maysa telah tiba pun langsung berdiri dan menuntun gadis itu supaya duduk terlebih dahulu.

__ADS_1


"Sini-sini duduk dulu, jangan emosi dulu dong" Ucap Fasha dengan tangan masih memegang tangan Maysa.


"hemm... " Maysa hanya menghela nafas, sedangkan Fasha mulai menjelaskan kenapa ia memilih ide untuk menikahkan Rayyan dengan Maysa.


"Jadi begini, kakak itu menyimpan rasa sama kamu... " Baru saja Fasha membuka penjelasan langsung di potong oleh Maysa.


"Lah nggak mungkin" tepis Maysa


"Dengerin dulu May!" Fasha sedikit meninggikan suara nya supaya gadis yang ada di depan nya bisa diam sejenak untuk mendengarkan penjelasan dari nya.


"Jadi begini, kamu sabar dulu, diem dulu, dengerin sampai aku selesai ok!" Pinta Fasha yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Maysa.


"Kakak itu sebenernya orang yang dingin, orang yang nggak pernah peduli kecuali emang dia cocok atau orang tersebut bisa mengimbangi mood nya, kamu tau ustadz Haidar kan?" Sejenak Fasha menghentikan kata-kata nya memastikan Maysa masih mendengarkan ocehan dari nya.


"Iya aku tau, yang tadi buka in pintu di toilet kan?" Sahut Maysa.


"Nah dia salah satu laki-laki yang bisa mengimbangi moodnya kak Rayyan, aku sendiri saja masih belum begitu mengerti bagaimana cara berbicara dengan kakak kalau memang bukan dia yang mengajak nya berbicara terlebih dahulu" Fasha menghela nafas sejenak.


"Aku yang adik kandung nya saja jarang berbicara atau pun di bahas, tapi kemarin dia tiba-tiba bertanya tentang mu pada ku, itu pun dengan modus nya yang kata nya kamu punya tanggungan hafalan" Sambung Fasha


"Maksud kamu kakak kamu ada sedikit melempar perhatian nya ke aku?" Tanya Maysa dengan hati-hati karen dia takut dikira ke PD an.


"hemm" Fasha hanya mengangguk kan kepala nya, dan Maysa malah sedikit gelisah dibuat nya.


"bukan kah selama ini kau seperti mendekati nya? atau jangan-jangan kau seperti itu juga jika bersama laki-laki mana pun?...


bersambung...


jangan lupa jempol nya di kondisikan ya untuk like dan komen, supaya author semangat

__ADS_1


makasih untuk para readers yang tetap setia mengikuti Rayyan dan Maysa, jangan lupa tanam bunga mawar atau secangkir kopi lah gak papa buat mereka hahahahaa maaf kan author yang maruk ini,


__ADS_2