Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Pertolongan berujung salah paham


__ADS_3

Pagi hari setelah mandi dan mencuci Maysa istirahat dikamar, dengan merebahkan tubuh nya yang terasa pegal-pegal.


"capek May?" Fasha yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar membuat Maysa mengurungkan niat nya untuk memejamkan mata nya.


"eh kak Fa, iya kak sedikit capek" ucap Maysa dengan menarik selimut guna menutupi sebagian tubuh nya.


"lo lo lo, kok malah mau selimutan, aku kesini tu diutus kak Rayyan loh, kata nya suruh nanyain ke kamu, udah hafal belum hukuman nya kemarin" Fasha menyampaikan pesan dari Rayyan yang bertemu dengan nya sebelum ia berjalan menuju kamar.


"Astagfirullah kak! aku lupa" ucap Maysa yang langsung bangun dari posisi rebahan nya, gadis itu pun langsung beranjak dari tempat nya dan melangkahkan kaki nya menuju pintu.


"mau kemana May?" tanya Fasha yang heran melihat teman satu kamar nya itu terburu-buru.


"mau menghafal dulu kak, di masjid" sahut Maysa dengan berbalik dan menatap Fasha yang kini tengah duduk di ranjang Maysa.


"kenapa nggak di hafalin dikamar aja?" Fasha bertanya dengan posisi masih duduk ditepian ranjang Maysa.


"maaf ya kak, aku nggak bisa mikir, kalau disini bawaan nya pengen tidur aja" ucap Maysa yang langsung berlari meninggalkan kamar nya.


"dasar bocah, udah semalam nggak tidur ini mau tidur di suruh hafalan, hemm... yang sabar ya May" gumam Fasha dengan melihat Maysa yang telah menghilang di balik pintu.


Maysa yang berjalan terburu-buru tidak sempat melihat kanan dan kiri nya, tanpa sengaja ia pun menabrak Nur yang tengah membawa buket bunga lengkap dengan coklat Silverqueen nya "BRUGH!"


"Aduh-aduh maaf kak maaf" Maysa berkali-kali mengucapkan kata maaf sembari tangan nya memunguti buket bunga dan juga coklat yang berserakan.


Nur yang masih terduduk dengan kepala menunduk mendengar suara Maysa yang mengucap maaf berkali-kali di hadapan nya pun langsung menatap tajam kearah gadis yang tengah mengumpulkan bunga dan coklat yang berserakan.


"kamu! kenapa sih kamu selalu merusak rencana baik ku? !" geram Nur yang tak suka melihat Maysa lah yang berada di hadapan nya.

__ADS_1


"maksud kakak?" dengan wajah polos tak mengerti apa yang di maksud oleh Nur, Maysa menghentikan kegiatan nya yang tengah mengumpulkan bunga dan coklat milik Nur dan berbalik menatap Nur yang masih duduk namun menatap Maysa dengan tatapan tak suka.


"kamu sengaja kan nabrak aku sampai buket yang aku buat sendiri ini jatuh dan rusak!!" tuding Nur


"buket?" Maysa masih loading dengan tudingan yang diarah kan pada diri nya.


"ya ampun Nur! kamu kenapa bestie?" Rahma dan teman-teman Nur yang lain pun datang dan melihat Nur yang duduk di lantai sedangkan Maysa berdiri dengan membawa rangkaian buket yang rusak.


Maysa melihat kearah teman-teman Nur yang berteriak dengan sedikit berlari kearah Maysa dan Nur berada.


"Ooo jadi dia biang keroknya yang sudah bikin kamu jatuh Nur" dengan membantu Nur berdiri Rahma mengoceh tiada henti.


"Astagfirullah! ya ampun! Nur, ini kan buket yang semalaman kamu buat, sampai kamu tidak tidur" ucap Laily dengan tangan yang merebut rangkaian buket rusak dari tangan Maysa.


Nur tidak menjawab kata-kata yang di ucap kan oleh Laily, ia masih geram dengan buket nya yang rusak dan lagi itu karena Maysa.


"Halah udah deh, jangan sok-sokan kamu" dengan kasar Nur menepis tangan Maysa.


Rayyan yang saat itu berjalan hendak mencari Fasha pun melihat adegan itu dari kejauhan, ustad tampan itu pun segera menghampiri gerombolan santriwati yang terlihat tengah berdebat itu.


"Ada apa ini?" tanya Rayyan yang sudar berada di antara para santriwati itu, Maysa yang mendengar suara Rayyan pun langsung menunduk, mengingat hukuman nya belum ia selesaikan, dan sekarang ia terlihat tengah terlibat dengan para santriwati.


"pak ustad, Maysa sengaja merusak buket yang saya buat, tadi nya buket itu buat pak ustad tapi... " belum selesai Nur mengadu, Rayyan malah bertanya kepada Maysa.


"Hukuman mu sudah jatuh tempo! ikut saya ke ruangan saya!" setelah mengucapkan perintah itu kepada Maysa, Rayyan langsung berbalik dan berjalan menuju ruangan nya.


Maysa masih berpikir, karena ia dijatuhi hukuman itu baru beberapa hari, tapi Rayyan baru saja bilang kalau sudah jatuh tempo.

__ADS_1


"kenapa diam saja? CEPAT!" ucap Rayyan yang menengok kearah Maysa dan gadis itu masih terdiam di tempat nya.


Dengan sedikit bentakan dari Rayyan Maysa pun tersentak dan tersadar dari lamunan nya, gadis itu segera berjalan mengikuti ustad tampan yang memberi nya hukuman.


"kurang ajar! anak baru itu pasti sengaja meminta maaf saat melihat pak ustad berjalan kearah sini" geram Nur yang masih berdiri ditempat bersama dengan teman-teman nya.


"sudahlah Nur, nanti kita beri pelajaran saja pada anak baru itu" ucap Rahma, mereka pun berjalan menuju kamar.


Sesampai nya di depan ruangan Rayyan, Maysa yang sedari tadi merasa gelisah akhir nya memberanikan diri nya untuk bertanya.


"maaf pak ustad, bukan nya ini baru beberapa hari ya, kok hukuman saya sudah jatuh tempo?" tanya Maysa dengan tergagap, bagai mana ia tidak merasa takut karena sedikit pun ia belum menghafal hukuman nya.


Rayyan yang berada di depan Maysa pun langsung berbalik menghadap kearah gadis itu karena mendengar pertanyaan dari gadis yang sekarang berada di hadapan nya itu.


"kamu sadar tidak? kalau tadi sampai ustadzah atau ustad lain yang melihat kamu akan mendapat hukuman lagi" ucap Rayyan dengan sedikit geram.


"loh saya kan hanya mau meminta maaf" ucap Maysa menjelaskan, namun Rayyan malah menggeleng-geleng kan kepala nya pelan.


"iya kamu meminta maaf, tapi apa kamu tidak merasa kalau mereka itu tidak sedikit pun mempunyai keinginan untuk memaafkan mu" Rayyan dengan memegang kedua pundak Maysa menjelaskan keadaan Maysa barusan.


"tapi pak, saya kan benar-benar hanya meminta maaf, salah nya dimana coba?" dengan masih tidak mengerti Maysa bertanya kepada Rayyan yang mulai gemas dengan gadis yang tengah di pegang pundak nya itu.


"kamu itu cantik-cantik bodoh ya?" pertanyaan itu pun sungguh berhasil menyentil ke sensitifan hati Maysa, gadis itu pun langsung menepis kedua tangan Rayyan yang bertengger di pundak nya.


"maksud pak ustad apa? iya saya baru disini, ia saya belum pandai tapi saya masih berusaha!" setelah sekian kata ia ucapkan, Maysa berjalan dengan hati yang dipenuhi emosi meninggalkan Rayyan.


"Astagfirullah, salah paham ni anak" dengan menepuk dahi nya ustad tampan itu memasuki ruangan nya dan duduk di sofa...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2