Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Terluka


__ADS_3

Anita yang telah mendapatkan foto Sinta yang tengah dipeluk oleh Raka langsung berbalik dan pergi meninggalkan dua sejoli yang terlihat tengah memadu kasih.


Sinta berusaha menghindar ketika Raka hendak mencium bibir nya, dan juga gadis itu menepis tangan Raka yang sedang mengelus perut nya.


"Why? kenapa honey? lo bukan lagi menghindar dari gue kan? lo tau ini didalam sini ada darah daging gue" Ucap Raka dengan tangan nya yang kembali mengelus perut Sinta yang masih rata.


"Jangan disini sayang, lo tau di sana ada Nando" Ucap Sinta setengah berbisik.


"Nando? bukan kah dia hanya lo manfaatin doang?" Ucap Raka dengan tatapan tajam nya


"Jangan bilang lo mulai berpaling dari gue!" Sambung nya dengan penuh penekanan.


"Tidak, bukan seperti itu, gue hampir saja kehilangan kepercayaan dari nya, jadi gue sedang berusaha mengambil lagi perhatian nya, biar ATM makin lancar" Bisik Sinta dengan seringaian nya.


"Cerdas" Ucap Raka yang langsung meraih dagu Sinta dan mengecup nya.


Sesaat kedua nya terbawa suasana, tangan Raka sudah meraba sampai kemana-mana, ketika pemuda itu hendak menyibak baju Sinta, gadis itu menahan tangan Raka dan mengakhiri ciuman panas itu.


"No honey! jangan, ini bukan waktu yang tepat" Sinta menolak Raka yang sudah tentu menegang dibawah sana.


"Aaarrrgghh" Raka mengacak rambut nya frustasi, ia meraih lengan Sinta dengan lembut hendak mengajak gadis itu pergi ke suatu tempat.


"Mau kemana?" Tanya Sinta yang masih berdiri ditempat.


"Come on honey! lo jangan nyiksa gue dong" Dengan tatapan memohon penuh harap Raka berucap.


"Sabar dong Ka, ntar aja, sekarang gue kasih tugas lo" Ucap Sinta dengan melirik ke kanan dan kiri.


"Tugas apa?" Tanya Raka.


"Gue mau lo buka identitas Black Angel didepan semua orang" Ucap Sinta.


"Maksud lo, buka cadar nya?" Tanya Raka dan hanya dijawab oleh Sinta dengan anggukan kepala yang disertai senyuman licik.


Maysa yang sudah menyelesaikan balapan nya pun berjalan menuju mobil Anita, sedangkan Anita bersama Nando masih sibuk mengurus hadiah dari juri mau pun dari para fans. Maysa berjalan sendirian kearah mobil Anita.

__ADS_1


Di pondok, Rayyan terbangun dari tidur nya ustadz tampan itu mencoba untuk memejamkan lagi mata nya namun tak bisa ia pun memutuskan untuk bergegas ke kamar mandi dan mengambil wudhu kemudian melaksanakan sholat tahajud.


Setelah selesai sholat Rayyan duduk di sofa, ia mencoba menghibur hati nya yang tiba-tiba merasa gelisah.


Maysa merasa diri nya di ikuti oleh seseorang di belakang nya, namun ketika ia melihat ke segala penjuru arah gadis itu tak mendapati siapa pun yang tengah mengawasi nya, semua orang masih sibuk, gadis itu mempercepat langkah nya dan ketika ia baru saja memegang handel pintu mobil, seseorang membungkam nya dari belakang, Maysa berusaha meronta sekuat tenaga, namun apalah daya tenaga pria itu lebih kuat dari nya.


Wahyu yang sedang berjalan sendiri untuk menghubungi taxi online yang akan mengantar nya pulang bersama kedua teman nya, tak sengaja melihat sang idola yang sedang dalam bahaya santri ndugal itu pun berjalan mengendap-endap untuk melumpuhkan sang penjahat.


Karena ia melihat gadis idola nya itu akan segera dibawa pergi oleh laki-laki tak dikenal itu pun Wahyu langsung berlari dan juga melempar kerikil tepat di kepala laki-laki yang menyandra Black Angel.


"Lepaskan dia!" Dengan keberanian yang ia kumpulkan wahyu si santri ndugal itu nekat menolong gadis idola nya.


"Kalau aku tidak mau?" Suara dari balik helem full face yang di kenakan laki-laki itu sungguh membuat Maysa terperanjat.


"Dia laki-laki tulen, bagaimana ini jika aku melawan terang-terangan sudah pasti kalah tenaga, mikir May pakai otak mu" Batin Maysa yang masih berusaha tenang walau ia melihat laki-laki itu mulai mengeluarkan pisau lipat nya dari saku.


"Jangan sakiti dia!" Teriak Wahyu yang perlahan melangkahkan kaki mendekati Maysa yang masih di sandra oleh laki-laki yang tak lain adalah Raka orang suruhan Sinta.


"Jangan mendekat atau gadis ini akan tergores!" Ancam Raka yang mulai mendekatkan pisau nya di arah wajah Maysa yang masih tertutup cadar.


"Aaaaakkk!! Black Angel! tolong-tolong ada rampok!" Teriak Sinta yang membuat Raka lengah dengan pertahanan nya, saat itu Wahyu langsung menarik lengan Maysa tapi Raka yang berusaha mempertahankan Maysa malah salah menarik dan cadar Maysa terlepas, sontak gadis itu langsung menyembunyikan wajah nya di dalam dekapan Wahyu, dengan cekatan Wahyu pun melepas jaket nya dan menutup kan nya di kepala Maysa.


Karena semua orang berlari kearah mereka Raka yang tak mau kena amuk masa pun mengalihkan perhatian orang-orang dengan melempar pisau ke arah Maysa namun dengan sigap Wahyu menghalangi nya naas pisau itu pun menancap cantik di punggung Wahyu.


Raka yang mengumpat karena salah sasaran pun langsung berlari, ada sebagian orang yang berlari mengejar Raka namun lebih banyak yang mengerumuni Wahyu, dengan luka para yang penuh darah santri ndugal itu masih mengamankan wajah Maysa.


"Tenang lah wajah mu aman" Ucap Wahyu dengan menahan sakit.


Segera tiba di tempat kejadian Anita dan Nando, Nando memapah Wahyu yang berlumur darah ke dalam mobil Anita sedangkan Anita menuntun Maysa yang masih menutup kepala nya dengan jaket Wahyu.


"Kita ke rumah sakit sekarang!" Ucap Maysa yang kini duduk di samping Wahyu dan baru menyadari bahwa Wahyu terluka parah namun bocah itu tetap melindungi nya. Anita langsung menancap gas menuju rumah sakit terdekat.


Nando yang sudah pernah bertemu tiga sekawan itu langsung mendekati nya dan bertanya.


"Kalian naik apa?" Tanya Nando kepada Zainal dan Zainudin yang masih terpaku melihat teman nya berlumur darah.

__ADS_1


"Kita naik taksi yang tadi di pesan wahyu" Ucap Zainal dengan suara lemah.


"Ok setelah taksi datang kita ikuti mereka" Ucap Nando yang setia menanti kedua teman Wahyu itu.


Di dalam mobil Wahyu yang duduk ditopang oleh Maysa pun sedikit demi sedikit mulai kehilangan kesadaran nya.


"Yu kau harus bertahan yu! Wahyu kau kuat" Ucap Maysa menyemangati penyelamat nya itu.


Dengan perlahan dan pandangan sedikit mulai buram Wahyu menolehkan kepala nya kearah Maysa dan ia memanggilnya.


"Black Angel... kau mirip dengan calon istri ustadz ku" Dengan mengusap pipi Maysa, Wahyu berkata dengan terbata-bata karena menahan rasa sakit.


"Diam lah, situasi seperti ini malah bercanda!" Ucap Maysa yang masih diliputi kepanikan dan ketakutan akan kondisi Wahyu.


"Aku tidak bercanda, jika saja kalian dapat ketemukan akan ku tunjuk kan kepada ustadz tampan itu, haha... jika aku juga bisa mempunyai gadis yang sama cantik nya seperti yang dia punya haha... " Dengan tawa nya yang garing Wahyu mulai memejamkan mata nya.


"Wahyu! Wahyu! Wahyu!" Beberapa kali Maysa menepuk wajah pria yang kini bersandar pada bahu nya itu.


Sesampai nya di rumah sakit saat Wahyu ditangan ni sebelum Nando dan kedua teman Wahyu datang Maysa sudah lebih dulu membenahi hijab dan juga cadar nya yang sempat berantakan.


Setelag menunggu lumayan lama, Nando datang namun tidak hanya bersama dengan Zainal dan juga Zainudin, di sana ada ustadz Haidar dan juga ustadz Rayyan yang membuat Maysa langsung menundukkan kepala nya, ia berusaha menghindari tatapan dari calon suami nya itu.


"Bagaimana kronologi kejadian nya?" Suara Haidar bertanya, Anita yang tanggap langsung menjawab.


"Seperti nya saudara Wahyu melindungi Black Angel kami dari lemparan pisau dan malang nasib nya pisau itu malah menancap di punggung nya" Jelas Anita.


"Siapa Black Angel? kamu?" Suara dingin Rayyan terdengar dan ustadz tampan itu berjalan mendekati Maysa, di tatap nya gadis bercadar itu, tanpa ragu Rayyan pun menyentuh dagu Maysa dan mengangkat nya, ia tatap mata yang tak asing itu dalam-dalam.


"Seperti nya tidak asing" Batin Rayyan


"Kau...


Bersambung...


Hai para readers ku yang tersayang yang termampir yang tersetia yang ter like like yang ter ter pokok nya, semoga kalian sehat selalu, terimakasih sudah setia, dan jangan lupa untuk tetap setia apa lagi jempol nya harus klik like, favorit, dan vote 😅 see you again...

__ADS_1


__ADS_2