Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Kondisi Hati


__ADS_3

"BRUGH!!"


Tubuh Nur menabrak sesuatu dan ia memejamkan mata nya namun saat tangan nya meraba benda yang berdiri tegap di depan nya itu, ia merasa memegang dada bidang yang terasa basah.


Perlahan ia membuka mata nya dan sedikit mendongakkan kepala nya


"Aaaaaaaaaaaaaa!!!" Teriak Nur setelah mengetahui bahwa tubuh Iko lah yang di tabrak nya, dan juga dada bidang milik Iko yang barusan di raba nya.


"Sssssttt!! Berisik" Cetus Iko yang segera berjalan mendekati kursi yang ada di belakang Nur.


Nur terdiam namun mata nya mengikuti kemana pun Iko pergi.


"Apa? Terpesona sama suami sendiri?" Sengaja Iko menyindir Nur yang sedari tadi menatap nya.


"Hah?! e... e... enggak! Apaan sih PD banget!" Ketus Nur yang segera memalingkan wajah nya dan setelah itu ia melangkahkan kaki nya untuk masuk kedalam rumah.


"Dugh!"


"Awas tembok!" Teriak Iko namun terlambat karena kening Nur sudah terlebih dahulu membentur tembok.


Tanpa menoleh kearah Iko Nur langsung berjalan masuk kedalam rumah, sungguh saat ini wajah nya merah karena menahan malu.


Sedangkan Iko melihat kelakuan istri nya dari tepi kolam dengan mengulum senyum.


"Dasar wanita, sok-sokan jual mahal, lihat saja nanti, akan ku buat kau menjadi bucin akut" Ucap Iko dengan seringaian nya.


Iko pun segera menyantap sarapan yang baru saja di siap kan oleh Nur.


Di dalam rumah Nur tengah berjalan menuju lantai dua.


"Hih dasar bocil, PD banget sih! iiiihhh kenapa juga aku harus pegang-pegang dia tadi!" Sepanjang jalan menuju kamar nya yang ada di lantai dua Nur terus saja nggedumel.


Karena merasa jengkel Nur pun memutuskan untuk berendam di bath up, ia melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi dan langsung mengisi bath up dengan air hangat, tak lupa ia memasuk kan minyak aroma terapi kedalam nya.


Setelah terisi penuh Nur pun melepas semua pakaian yang melekat pada diri nya, dengan tujuan menenangkan pikiran juga merilekskan otak dan juga hati Nur segera merendam tubuh nya kedalam air hangat yang sudah ia siapkan.


"Bik? bibik?" Teriak Iko dari pinggiran kolam, tak lama kemudian pun datang seorang wanita paruh baya dengan setengah berlari mendekati Iko.


"Saya tuan muda?" Tanya bi Asih, ia adalah ART yang mengurus rumah Iko sejak Iko masih kecil.


"Panggilkan Nur untuk membawakan handuk ku!" Perintah Iko yang kemudian menyedot jus Anggur.


"Baik tuan muda" Sahut bi Asih yang langsung undur diri untuk mencari Nur.


Bi Asih mencari Nur di dalam kamar namun tidak di temukan nya, sampai wanita paruh baya itu keliling rumah, tak juga ditemukan istri majikan nya itu.


"Maaf tuan muda, nona Nur tidak ada di mana-mana, saya sudah mencari ke sekeliling rumah" Ujar bi Asih menjelaskan, Iko hanya memandang nya dan menghela nafas, kemudian tanpa berkata apa-apa Iko langsung berjalan menuju kamar nya karena handuk nya ada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Kemana dia?" Gumam Iko yang langsung membuka pintu kamar nya, sebelum melanjutkan langkah kaki nya untuk memasuki kamar nya itu Iko menyempatkan diri untuk menyapu kan pandangan nya ke seluruh sudut ruangan itu.


Dan benar, tidak ada Nur di dalam kamar nya itu, "Berani sekali dia pergi dari rumah ini tanpa pamit, awas saja nanti sampai pulang!" Iko nggedumel sambil terus berjalan menuju kamar mandi nya.


Dibuka nya pintu kamar mandi, ia segera masuk dan


"ASTAGA!" Serasa copot jantung Iko ketika melihat rambut panjang yang ada di bibir bath up.


Nur pun sama kaget nya ia pun langsung duduk tanpa memikirkan jika dada nya kini terekspos oleh mata Iko.


"Ih bocil apaan sih! Main masuk aja! awas lo sampai macam-macam!" Ucap Nur dengan suara lantang nya dan tangan yang menunjuk ke arah Iko.


"Sebenar nya hanya satu macam, dan satu macam itu kamu" Ucap Iko dengan merunduk kan tubuh nya dengan tangan yang ditopang kan di bibir bath up.


Wajah mereka berdua pun kini sangat dekat dengan tatapan tajam masing-masing namun sudah pasti berbeda arti.


"Ma... ma... maksud kamu?" Tanya Nur dengan memundurkan wajah nya juga dengan suara yang tergagap.


"Maksud ku, kau sengaja menggoda ku dengan tidak mengunci pintu saat kau mandi, dan sekarang kau menunjukkan penampilan mu yang seperti ini" Ucap Iko dengan melirik kan mata nya ke arah aset berharga nan kenyal yang separuh nya tertutup busa namun masih terlihat belahan montok nya itu.


Nur pun terdiam dan memikirkan, bahwa memang benar dia tidak mengunci pintu namun bukan karena ingin menggoda Iko melainkan ia benar-benar lupa tidak mengunci pintu itu, setelah bergulat dengan pikiran nya sendiri Nur baru sadar jika pandangan Iko terarah ke arah busa, Nur pun mengikuti kemana arah mata Iko berlabuh.


"Dasar bocil mesum!" Teriak Nur dengan tangan yang hendak memukul Iko namun dengan sigap Iko menangkap nya.


Nur yang merasa tangan nya di cengkeram kuat oleh Iko pun segera menarik nya kembali dengan kekuatan otot yang dia paksakan agar ia terlepas.


Karena Iko menggenggam tangan Nur dengan sangat kencang, dan Nur juga menarik nya dengan kencang pula akhir nya,


Iko pun ter cebur kedalam bath up dengan posisi tubuh yang tengkurap dan menindih Nur.


Tanpa sengaja bibir kedua nya pun menyatu, Nur yang terkejut juga syok, ia mematung dengan membelalakkan mata nya.


Sedangkan Iko yang juga terkejut merasa ada benda kenyal nan lembut menekan di dada nya, juga bibir nya mulai merasa kan benda kenyal dan menggugah hasrat nya sebagai laki-laki dewasa terbangun.


Karena Iko juga lelaki normal, tanpa ia sadari perlahan ia mel***t bibir Nur dan menarik tengkuk nya untuk memperdalam ciuman mereka.


"DUGH!" Nur sengaja membenturkan kening nya ke kening Iko agar Iko sadar dan melepaskan bibir nya, setelah Iko melepaskan ciuman nya "PLAK!" Nur melayangkan satu tamparan di pipi Iko yang membuat Iko mengerutkan kening nya dan menatap tajam ke arah Nur.


"KAU!" Geram Iko ia pun segera mengangkat tubuh polos Nur yang masih berlumur busa.


"I... Iko jangan macam-macam Iko!" Tergagap Nur sedikit takut dengan apa yang akan di lakukan Iko pada nya.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Nur Iko berjalan ke bawah shower dan menurunkan Nur di sana, dinyalakan nya air Shower yang akan membasuh tubuh kedua nya.


Setelah kaki Nur menapak di lantai ia berusaha mendorong dada Iko agar menjauh dan ia bisa pergi dari sana.


Namun dengan cekatan Iko menahan kedua tangan Nur dan ditahan nya ke atas, dengan begitu nampak lah pemandangan yang sangat menggugah gairah.

__ADS_1


"Kau yang memulai nya!" Bisik Iko di samping telinga Nur, yang membuat sang empu nya meremang.


"Aku suami mu, bukan lagi anak kecil! kau sebut aku bocil kan? biar ku tunjukkan kalau aku sudah dewasa" Bisik Iko masih dengan posisi menahan tangan Nur ke atas kepala Nur dan berbisik di samping telinga, bahkan dengan nakal sesekali digigit nya daun telinga Nur, sampai membuat sang empu menghela nafas demi menahan ******* agar tidak keluar dari bibir nya.


Iko pun mulai mengecup ceruk leher Nur dan menyesap nya hingga meninggalkan bekas.


"Emmhh Ikooo, hen... ti...kan!" Dengan terbata+bata dan nafas yang sudah tidak beraturan Nur mencoba menghentikan Iko.


"Hem? apa sayang? bukankah ini nikmat?" Ucap Iko di depan wajah Nur, kemudian ia menyambar bibir Nur dan me***at nya dengan rakus.


Karena masih tidak mendapatkan balasan dari Nur iko pun beralih ke si kembar yang sedari tadi di himpit nya dengan dada bidang nya.


"Lep... pas... Iko!" Nur Masih berusaha berontak. Namun semakin dia bergerak dan membuat si kembar terombang-ambing, naik turu ke kanan ke kiri, malah semakin membuat Iko terbakar oleh nafsu nya.


Ciuman Iko pun semakin turun ke area perut dan kembali bermain di area squeeze yang sementara ini menjadi area favorit nya.


Perlahan tangan Nur pun lepas dari cengkeraman Iko.


Nur berusaha mendorong pundak Iko namun tak mau kalah akal, jari Iko tiba-tiba menelusup ke dalam semak belukar dan mengelus lembut sesuatu yang menonjol di sana, dengan begitu Nur yang awal nya akan mendorong pundak Iko malah refleks ia menekan kepala Iko hingga wajah Iko terbenam di antara squeeze nya.


"Emmmhhh... " Dengan menggigit bibir bawah nya, Nur meloloskan satu ******* yang membuat Iko semakin bertambah gila lagi bermain dibawah sana.


Namun ketika Nur merasa ada banyak kupu-kupu menggelitik di bawah sana, dengan tiba-tiba Iko menyudahi permainan nya.


Dengan tatapan kecewa Nur menatap mata Iko dan dengan seringaian nya Iko menatap Nur.


"Kau... sangat basah sayang" Ucap Iko dengan membelai wajah Nur. Dengan hati yang bertambah mengganjal seperti menginginkan lebih, Nur memalingkan wajah nya dan melangkahkan kaki nya meninggalkan Iko.


Nur segera meraih handuk dan melilitkan di tubuh nya, Iko hanya memandang kepergian istri nya itu, ia pun melirik ke arah bawah dan bergumam,


"Sabar ya Jon! kita tunggu sampai dia siap, aku tau kau sudah tidak sabar mau menerobos masuk, tapi hati ku masih tidak mau melihat dia sakit" Gumam Iko.


...****************...


Di klinik, sudah satu minggu Maysa menginap di klinik, hari ini mungkin ia akan pulang, pagi ini Andre yang mengontrol kondisi Maysa.


"Pagi May?" Dengan senyuman tampan penuh karisma Andre menyapa Maysa.


"Pagi juga dok" Sahut Maysa dengan senyuman juga.


"Sudah lebih enakan?" Dengan mengecek tensi darah Maysa, Andre memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar kondisi tubuh nya.


"He'em, berkat kalian semua" Ucap Maysa, Andre tersenyum dan hendak mengelus perut Maysa yang sudah mulai membesar.


"Jangan nakal ya nak! kasihan Bunda mu!" Ucap Andre dengan mengelus pelan perut Maysa.


Rayyan yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi yang ada di ruang rawat itu pun segera melangkahkan kaki nya cepat untuk mendekati Andre dan,

__ADS_1


"PLAK!!...


bersambung...


__ADS_2