Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
hampir ketahuan


__ADS_3

Dari : Anita


May ntar ada balapan di sirkuit biasa pukul 02.00WIB lo nggak akan nggak datang kan? kebanggaan kita cuma lo, dan satu lagi cuan nya gede May, kalo lo gak ada motor, sore tadi bapak sama gua udah siapin motor


ok bestie, gua tunggu di depan pangkalan martabak


Ya begitulah isi dari surat yang dibawa oleh Fasha, Maysa pun menoleh kearah Fasha yang masih duduk di samping nya.


"jelasin May! kau mau keluar pagi nanti? kalau sampai ketahuan kau bisa di hukum" ucap Fasha memperingati, tapi di otak Maysa bimbang antara hukuman atau cuan...


Setelah sekian jam pun akhir nya Maysa membuat keputusan "gini kak, kak Fasha mau bantu aku kan? soal nya ini penting banget buat aku" Maysa memohon dengan menggenggam kedua tangan Fasha.


"aku nggak yakin May nanti kalau sampai ketahuan gimana?" Fasha menggeleng-geleng kan kepala nya pelan dengan raut wajah yang khawatir, karena ia takut jika Maysa sampai mendapat hukuman lagi.


Maysa pun berjalan kearah pintu ia membuka pintu kamar dan melihat ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang yang menguping pembicaraan mereka berdua malam ini.


"aman" gumam Maysa dengan menutup kembali pintu kamar dan mengunci nya, gadis itu berjalan mendekati Fasha dan duduk serta membicarakan rencana yang ada di dalam otak nya.


.../.....°°°...... /...


Di Rumah Sakit....


Nando sedang duduk di samping ranjang pasien tangan nya terus saja di genggam oleh Sinta yang tengah menuju alam mimpi.


"kata nya kecelakaan tapi kok kayak dia baik-baik saja, jangan-jangan dia sudah tau kalau malam ini ada jadwal Maysa balapan" batin Nando dengan raut wajah yang gelisah.


Setelah menunggu cukup lama akhir nya Nando mendengar suara dengkuran halus dari nafas Sinta, perlahan Nando melangkah meninggalkan ruangan itu, baru saja ia melangkahkan kaki melewati pintu ia mendengar suara bisik-bisik di samping tembok ruang rawat Sinta.


"iya kasihan ya, mas nya itu polos apa bodoh sih, masa iya nggak bisa beda in mana yang sakit beneran mana yang bohongan" suara seorang wanita terdengar sayup-sayup, Nando yang penasaran pun akhir nya melangkah lebih dekat


"bukan nya gitu lo ndri kamu sendiri, kenapa ngurusin urusan orang sih? kita disini itu cuma perawat, kerja, merawat, gajian udah" sahut neli teman indri yang sama-sama perawat di rumah sakit itu


"iya sih nel tapi kasihan aku sama mas-mas nya itu, udah setia, ganteng, nurut, perhatian, masih aja di bodoh i, udah gitu, pak dokter tadi kayak nya juga sekongkol deh sama si cewe nya" indri mengira-ira dengan mengingat waktu diri nya menjadi asisten sang dokter yang memeriksa Sinta.


"hus kamu itu jangan gitu ndri, dokter itu gimana pun pekerjaan nya menyembuhkan dan mengobati" ucap neli


"maaf" Nando yang tiba-tiba muncul di belakang mereka pun membuat dua gadis perawat yang tengah asik bergibah itu terkejut.

__ADS_1


"mbak? saya mau tanya, yang barusan mbak gibahin itu saya bukan? maaf lo ya, tapi saya mendengar nya kok kaya saya merasa ya" ucap Nando to the point.


Kedua perawat itu hanya saling pandang kemudian menunduk kan kepala nya "maaf mas" ucap mereka berdua dan langsung berjalan meninggalkan Nando yang masih berdiri di tempat dengan perasaan yang bingung.


"apa sih maksud nya? aku di bohongi Sinta gitu? ah au ah, kalau pun iya, berati gak salah kalau aku juga bohongi dia" dengan senyum semirik Nando berjalan menuju basement.


.../......°°°...... /...


Tepat pukul 01.45 WIB Maysa sudah bersiap-siap, tak lupa ia membangunkan Fasha yang masih asyik di dalam alam mimpi nya.


"kak, kak Fa! kak Fasha! " Maysa menggoncang-goncangkan pelan tubuh Fasha.


"emh... apa sih May?" sahut Fasha dengan suara khas bangun tidur.


"sudah jam satu lewat itu loh, ayo ayo ayo" ajak Maysa dengan menarik tangan Fasha supaya bangun dari tidur nya.


Dengan susah payah Maysa membangunkan Fasha akhir nya mereka telah bersiap menuju gerbang utama pondok. Ketika mereka berdua melewati gang perbatasan asrama putra dan putri tak sengaja mereka bertemu Rayyan


"mau kemana malam-malam begini?" suara Rayyan yang tiba-tiba terdengar sangat dekat tepat di belakang Fasha dan Maysa membuat kedua gadis itu tersentak dan mendadak menghentikan langkah kaki mereka.


"kenapa diam? tidak bisa kah kalian menjawab pertanyaan saya?" sekali lagi Rayyan bertanya dengan nada yang dingin dan pasti nya tatapan mata yang begitu tajam.


"eh pak Ustad, saya kira makhluk apa pak, hehe... soal nya tadi tidak ada siapa-siapa dibelakang kita dan... "


"saya tanya malam-malam begini, mau kemana kalian?!" cetus Rayyan yang memotong kata-kata Maysa dengan tatapan mengarah ke gadis yang amat sangat mengagumi nya itu.


"em itu... kita mau ke... masjid iya masjid, iya kan kak? " Maysa menoleh dengan memberi isyarat yang dapat di mengerti hanya oleh Fasha saja. Fasha pun langsung mengangguk kan kepala nya dengan yakin supaya Rayyan percaya dengan yang baru saja di ucap kan oleh Maysa.


"emmm" dengan Mengangguk-angguk kan kepala nya Rayyan memandang kedua gadis yang ada didepan nya dengan tatapan menyelidik.


"ekhem... kak maaf, tapi kakak nggak boleh lihat wajah Maysa dengan cara seperti itu, karena kalian bukan... " belum selesai Fasha mengingatkan Rayyan, ustad tampan itu langsung mengelak.


"siapa yang memandangi nya? aku hanya melihat kebohongan yang ada di raut wajah kalian" ucap Rayyan dengan berjalan meninggalkan kedua gadis yang masih terpaku menatap kepergian Rayyan.


"May gimana? kak Rayyan kalau sudah bilang begitu biasa nya memang dia curiga" Fasha membuyarkan lamunan Maysa dengan kepanikan nya.


"kak Fa tenang aja, kakak gak bakal kena hukuman kok" ucap Maysa dengan menarik tangan Fasha untuk diajak nya melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Karena mereka berkata hendak pergi kemasjid akhir nya kedua gadis itu mampir ke masjid untuk melaksanakan ibadah sholat tahajud.


Anita yang stay di pangkalan martabak dengan mobil nya sekitar satu jam lebih pun bolak-balik memandangi jam tangan yang melingkar cantik dipergelangan tangan nya.


"tok-tok-tok" Nando yang berada di luar mobil dengan menduduki motor, akhir nya mengetuk kaca mobil Anita.


"gimana? kamu yakin surat mu sampai ke Maysa?" tanya Nando yang semakin gelisah karena waktu semakin mepet.


"udah! Lo tenang aja! atau nggak gini aja deh, Lo dulu an ke tempat event ntar lo bilang kalau ada satu peserta yang masih OTW gitu!" baru saja Anita menyelesaikan saran yang didengarkan dengan hikmat oleh Nando, Anita melihat Maysa tengah berlarian menyebrangi jalan raya dan menuju kearah mobil dimana Anita memarkirkan mobil nya.


"Nah tu anak nya, udah nyampe" dengan menunjuk menggunakan dagu nya Anita menunjuk Maysa yang kian mendekat kearah nya.


"hai guys! hp lo mana? gue tinggalin di sini ntar buat jalan gue balik masuk ke pondok! biar di bawa sama teman yang satu kamar sama gue!" baru saja sampai di samping Nando dengan nafas yang masih ngos-ngosan Maysa langsung nyerocos panjang kali lebar.


"nafas dulu May!" ujar Nando yang melihat Maysa terengah-engah.


"bacot lo! buruan! waktu kita mepet!" dengan satu tangan memukul helem bagian belakang milik Nando dan satu tangan meminta ponsel milik Nando untuk di pinjam kan ke Fasha.


"ok gitu dong! jangan lama-lama! dan lo turun lepas tu helem, lo masuk ke mobil Anita, gua yang bawa motor nya!" ucap Maysa setelah meraih ponsel dari tangan Nando.


"lo yakin May mau ikut balapan?" tanya Nando yang membuat Maysa semakin naik pitam.


"maksud lo kasih pertanyaan gua kaya gini apa an sih Ndo! terus buat apa coba gua udah nyampe sini kalau nggak buat ikutan balapan!" dengan nada pelan tapi penuh penekanan Maysa meremas kerah baju Nando.


"sabar May sabar! maksud gua ini lo, lo yakin mau ikut balapan dengan menggunakan gamis? kita udah siapin baju THE BLACK ANGEL loh identitas lo" ucap Anita yang menongolkan setengah tubuh nya berusaha untuk melerai kedua teman nya.


Maysa dengan kikuk memandangi pakian nya dan melepaskan kerah Nando yang sempat kucel akibat remasan tangan nya.


"oh... gua kira, ya udah lo kasih ni hp ke cewek yang masih berdiri di dekat gerbang itu, gua yang ikut mobil Anita sekalian ganti baju" ucap Maysa yang langsung membuka pintu mobil bagian belakang sedangkan Nando menggunakan motor nya mendekati Fasha yang berdiri di belakang gerbang pondok.


"kak ini titipan dari Maysa kata nya buat jalan pulang nanti" ucap Nando dengan sopan kepada gadis yang ada di balik gerbang pondok


"iya mas, saya juga nitip Maysa ya, jangan sampai terluka" terdengar suara lembut dengan penuh kasih sayang dibalik bibir tipis tanpa make up namun mata tertunduk, yang membuat Nando semakin penasaran.


"siap mbak, sampai bertemu lagi nanti" ucap Nando setelah mengulurkan ponsel dan diterima oleh Fasha, gadis itu hanya menganggukkan kepala nya tanpa berkata atau pun tersenyum, Nando pun langsung melesat menuju tempat balapan....


bersambung....

__ADS_1


maaf iya say, readers ku yang tersayang, mata othor lg kurang sehat jadi jarang update 🤧🤧 kuharap kalian masih setia dengan like and komentar yang mendukung karya ini


see you...


__ADS_2