Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Bayi


__ADS_3

"Kamu sengaja?" Bisik Rayyan yang berdiri tepat di belakang Maysa.


Sontak Maysa langsung menusukan tatapan tajam kearah Rayyan "Jika kemarin saja bersama kenapa hari ini tidak?" Sengaja Maysa berbisik namun dengan sedikit penekanan.


"Kamu cemburu?" Dengan sedikit senyuman Rayyan bertanya.


"Apaan sih!" Ketus Maysa yang langsung berjalan mendahului Rayyan.


Mereka berjalan menuju tenda penginapan para korban bencana, dan saat Maysa dan team nya baru saja sampai ada seorang bapak-bapak paruh baya sedikit berlari mendekati mereka berempat.


"Dek tolong, istri saya mau melahirkan, dan dokter yang biasa menangani nya belum datang" Ucap bapak-bapak itu dengan sedikit panik.


"Maaf pak, boleh antar kan kami ke tempat istri bapak?" Dengan sopan Maysa menyahuti.


"Boleh dek, tapi apakah kalian bisa menangani nya?" Tanya bapak-bapak itu sedikit ragu.


"Percayakan kepada kami pak, Insya'Allah kami akan membantu sebisa kami" Ucap Maysa meyakinkan bapak-bapak itu.


Sebelum mereka berjalan menuju tempat ibu-ibu yang hendak melahirkan Maysa mendekati Iko.


"Ko tolong lo Vidio Call nomor ini" Ucap Maysa, Iko pun langsung meraih secarik kertas yang Maysa keluarkan dari dalam pouch nya.


"Emang nya ini nomor siapa May?" Tanya Iko sambil menunggu panggilan yang sudah tersambung itu di angkat.


"Itu nomor dokter Zulfa" Ucap Maysa, dia tidak mau mengatakan kalau itu nomor bunda nya, entah mengapa Maysa terlalu menutupi identitas nya dari teman-teman nya.


"Hallo Assalamu'allaikum?" Terdengar suara dari alat canggih itu.


"Hallo Waalaikumussalam, dok ini saya Maysa, langsung ke inti nya saja ya dok?! ada yang mau melahirkan dan ini jauh di kota Y, di tempat bencana" Ucap Maysa, Zulfa yang mendengar itu langsung menyuruh Maysa agar tetap tenang.


"Ok kalau saya kesitu membutuhkan waktu lama, sekarang yang terpenting kamu tidak boleh panik, siap kan barang-barang yang saya sebutkan nanti, dan kamu jangan matikan telfon nya" Ucap Zulfa dari seberang telfon.


Maysa dan team nya langsung menuju ketempat dimana ibu yang hendak melahirkan itu berada dengan diantarkan bapak-bapak yang tadi mencari nya.


"Kak tolong cari kan baskom dengan air bersih dan satu baskom lagi dengan air hangat, Rahma kau ikuti bapak itu untuk mencari kain bersih ya, Iko kamu hubungi teman-teman yang lain untuk membagikan makanan yang tadi kita bawa!" Maysa dengan cekatan membagi tugas teman-teman nya, dan mereka semua menurut tanpa membantah.


Maysa berjalan mendekati ibu hamil yang sudah berbaring di atas ranjang kecil yang memang di sediakan oleh beberapa relawan yang lain.


"Ibu jangan mengejan ya bu, tarik nafas dalam-dalam, lalu keluarkan, sabar ya bu, ibu boleh bersuara namun jangan mengumpat ya bu, istighfar ya bu... Astagfirullah... Astagfirullah... ingat kepada Allah bu yang memberikan kita semua kehidupan bu" Ucap Maysa menuntun ibu hamil itu dengan sabar.


"Permisi saya lihat dulu ya bu, sudah bukaan berapa" Maysa meminta ijin, dan sang ibu hamil itu hanya mengangguk


"Alhamdulillah sudah masuk 8, sebentar lagi, ingat ya bu kalau saya belum memberi aba-aba ibu jangan mengejan, ayo pelan-pelan ibu miring ke kiri dulu" Dengan kelembutan nya ia menyuruh ibu hamil itu untuk memiringkan tubuh nya kearah kiri.


"Ibu miring ke kiri pelan-pelan ya bu" Ucap Maysa lalu ia melihat kearah Iko yang sudah menyambungkan lagi panggilan nya dengan Zulfa.

__ADS_1


"Sudah pembukaan 8" Ucap Maysa setelah melihat wajah Zulfa dari dalam ponsel Iko.


"Kalau sudah 8 jangan disuruh miring itu, suruh telentang dan kaki nya ditekuk kedua tangan berpegangan di pergelangan kaki! ingat pinggul jangan sampai di angkat itu berbahaya!" Ucap Zulfa, dan semua nya langsung di lakukan oleh Maysa.


"May ini air nya" Ucap Rayyan.


"Iya letakan di sini" Ucap Maysa sambil menarik kursi yang ia dekat kan dengan ranjang.


"Kain nya butuh berapa banyak May?" Teriak Rahma yang saat itu juga baru datang.


"Berikan pada ku tiga lembar yang lain berikan pada ibu-ibu yang nggak ada kerjaan itu suruh pegang dan menutup area ini dengan kain!" Ucap Maysa yang langsung dituruti oleh Rahma.


"Baiklah bu sekarang ibu telentang ya?" Ucap Maysa.


"Tapi mbak ini seperti nya bayi nya sudah mau keluar!" Sedikit tertahan ibu hamil itu bersuara.


"Sabar bu ini masih jauh, kalau ibu tidak nurut nanti bisa kena jahitan banyak lo" Ucap Maysa dengan sabar.


Ibu hamil itu pun nurut dan tidur dengan posisi terlentang, Maysa menuntun ibu hamil itu agar menekuk kaki nya dan mengarahkan kedua tangan ibu hamil itu agar memegang erat pergelangan kaki.


"Aduh mbak sudah nggak tahan ini mbak" Ucap sang ibu.


"Sabar bu tarik nafas, keluarkan, tarik nafas keluarkan" Maysa masih menuntun, ia kemudian menyibak sedikit kain yang menutupi kaki sang ibu untuk melihat pembukaan nya.


"Kak Rayyan, Iko tolong kalian keluar atau berbalik lah karena ini menyangkut rasa malu ibu ini" Ucap Maysa.


"Sabar-sabar! kamu enak, lah aku yang ngerasain sakit ini!" Ibu itu terdengar tengah berkata sedikit kasar kepada suami nya.


"Saya lihat dulu ya bu" Ucap Maysa menyibak kain yang menutupi bagian pinggang ibu itu sampai kaki.


"Wah sudah dekat bu, ayo pelan-pelan bu, dalam hitungan ketiga ibu mengejan ya bu 1, 2 , 3 Ayo bu sedikit lagi bu, pinggul nya jangan di angkat bu" Ucap Maysa memberi aba-aba.


"Huh huh huh henggggg!!!" Terdengar suara ibu itu berusaha mengejan.


"Tarik nafas dulu bu, kita coba lagi ya 1, 2 , 3 ayo bu sebentar lagi bu!" Masih dengan kesabaran nya Maysa menuntun ibu itu untuk mengejan.


"Huh huh hengggg!!!" Akhir nya bayi lucu masih berlumuran darah dan cairan ketuban itu muncul juga dari dalam goa.


"Alhamdulillah" Ucap Maysa sambil menangkap bayi mungil yang hendak jatuh kelantai itu.


"Rahma tolong ambil kan handuk itu" Setelah mendengar suara Maysa, Rahma yang tadi nya memejamkan mata karena merasa takut dan kasihan dengan kondisi sang ibu langsung memberikan handuk yang sedari tadi ia kalung kan di leher nya itu.


Maysa segera meraih nya dan membersihkan bayi mungil itu.


"Mbak? bayi nya kok nggak nangis?" Tanya salah satu ibu-ibu yang memegangi kain sebagai pagar penutup.

__ADS_1


Maysa langsung panik begitu mendengar kata-kata itu, ia langsung memanggil Iko.


"Iko Iko!" Teriak Maysa dengan panik.


"Iya May ada apa?" Tanya Iko yang langsung masuk.


"Telfon dokter Zulfa, sekarang!" Tanpa menunda lagi Iko langsung menelfon Zulfa.


"Ada apa lagi May?" Tanya Zulfa dari sambungan telfon.


"Bayi, bayi, ba... bayi nya nggak nangis" Ucap Maysa sedikit tergagap.


"Nggak papa, jangan panik dulu, coba kamu tepuk-tepuk itu telapak kaki bayi nya" Ucap Zulfa.


"Begini?" Tanya Maysa dengan menepuk pelan-pelan telapak kaki bayi kecil itu.


"Sampai berbunyi May! tepukan mu itu tai ayam aja nggak penyet kau tepuk!" Teriak Zulfa dengan sedikit geram.


"PLAK PLAK PLAK... " Terdengar suara tepuk kan antara tangan Maysa dan telapak kaki bayi kecil itu...


"Oeeekkk Oeeeekkk Oeeeekkk..." Terdengar suara tangis bayi memecahkan ketegangan yang ada di antara para warga.


Air mata haru mengalir membasahi pipi Maysa, gadis SMA itu tak percaya hari ini ia telah membantu ibu hamil yang melahirkan putra pertama nya.


"Kamu hebat May!" Ucap Rayyan sembari mengelus pucuk kepala Maysa. Gadis itu masih menggendong bayi yang baru lahir itu, tersenyum tanpa melihat kearah Rayyan.


Bayi kecil itu terlihat tengah menyesap jempol nya sendiri yang tak sengaja nempel di pipi nya.


"Lihat mas dia sudah haus" Ucap Maysa, Rayyan mengusap lembut pipi bayi yang di gendong Maysa itu.


"Iya, berikan kepada ibu nya, nanti kalau sudah waktu nya kita bikin yang lucu seperti ini juga" Bisik Rayyan di samping telinga Maysa, yang membuat pipi Maysa memerah bak kepiting rebus.


Maysa pun segera membersihkan bayi itu dan segera memberikan nya kepada sang ibu agar segera di susui.


"Selamat ya bu" Ucap Maysa sambil mengelus pipi halus bayi merah itu.


"Terimakasih ya mbak, semua berkat pertolongan mbak" Ucap ibu itu.


"Tidak bu, saya hanya perantara saja, semua karena Allah yang mengijinkan saya untuk menolong ibu" Ucap Maysa.


Selang beberapa menit ada pihak puskesmas yang datang.


"Mana yang mau melahirkan?...


bersambung...

__ADS_1


Yuk jangan lupa jempol nya diajak sedekah like, vote, favorit, hadiah, komen juga boleh, 🥰🥰🥰


see you...


__ADS_2