
"Tunggu! memang nya serumit itu ya tadz pemikiran perempuan?" Tanya Rayyan.
"Ya nggak semua sih, tapi lebih banyak iya nya" Sahut Haidar.
"Duh jangan-jangan benar Maysa malam ini balas dendam karena semalam aku tinggal tidur duluan" Gumam Rayyan, Haidar yang mendengar samar-samar suara Rayyan pun langsung bertanya.
"Loh?? jadi semalam kalian juga belum Unboxing?" Teriak Haidar yang terkejut kalau pengantin baru itu belum menyentuh istri nya.
"Sssssttt jangan kenceng-kenceng ngomong nya!" Rayyan menyuruh Haidar untuk menjaga suara nya agar tidak sampai terdengar sampai ke luar klinik pondok.
Sejenak Haidar menghela nafa dan kembali bertanya "Bagaimana bisa kamu belum menyentuh istri mu?" Tanya Haidar dengan sedikit geram.
"Ekhem... itu... anu... " Ucap Rayyan yang tiba-tiba tergagap.
"Jangan-jangan kau tidak tau cara nya? padahal di dalam novel hasil sitaan mu itu banyak sekali adegan yang seperti itu, mulai dari yang masih rapet sampai yang di rapet-rapetin, saya pernah baca itu yang ada step by step nya... " Ucap Haidar setengah berbisik.
"Heh dasar! mesum kau ya!" Hardik Rayyan.
"Eh bukan mesum dong, ya kan buat bekal nanti, malam pertama saya, biar istri saya tidak saya anggurin" Sengaja Haidar menggoda Rayyan.
"Dasar kau! awas saja nanti kalau kau sudah menikah!" Ucap Rayyan seperti memberikan ancaman kepada Haidar. Namun Haidar hanya terkekeh sambil melanjutkan mengemas obat-obatan dan juga kotak P3K.
Setelah selesai mereka semua menata barang-barang itu kedalam mobil supaya besok pagi tinggal tancap gas.
Setelah selesai mereka semua kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.
"Ray?" Sengaja Haidar memanggil Rayyan, ustadz tampan yang tak lagi lajang itu pun menghentikan langkah nya dan menoleh kearah Haidar yang berada di belakang nya.
"Jangan lupa dicicil dulu malam ini, besok bakalan LDR kalian, dan kayak nya bakalan lama deh sekitar satu bulanan" Haidar sengaja memberitahukan lama waktu tinggal mereka di kota Y untuk menggoda Rayyan.
"Ah yang bener? masa sampai satu bulan?" Tanya Rayyan antar percaya tak percaya.
"Iya benar, maka nya jangan lupa malam ini sebelum kalian LDR, usahakan tembak dalam dulu, kalau nggak kau di kota Y akan kepikiran terus hahahha... " Ucap Haidar kemudian ia terkekeh sambil berjalan meninggalkan Rayyan di depan kamar nya.
Rayyan menggelengkan kepala nya kemudian ia membuka pintu kamar nya yang kebetulan sudah ada di hadapan nya.
Rayyan melangkahkan kaki panjang nya menuju kamar, dilihat nya Maysa yang tengah tertidur pulas, Rayyan melepaskan pakaian nya dan menyisakan boxer hitam yang ia kena kan.
Rayyan duduk di samping Maysa yang tidur dengan sangat pulas "May? kamu beneran tidur?" Tanya Rayyan sambil mengelus pipi Maysa.
"kayak nya beneran tidur deh, tapi ngomong-ngomong yang di katakan ustadz Haidar tadi bener nggak ya?" Gumam nya yang kemudian langsung ikut menelusup kedalam selimut yang sama dengan yang dipakai Maysa.
Rayyan tidur dengan memeluk tubuh istri nya, ia cium kening dan pipi Maysa dengan lembut, kemudian mata nya tertuju pada bibir Maysa yang sedikit memerah akibat perbuatan nya sore tadi, tiba-tiba jantung Rayyan berdebar ketika mengingat pergulatan yang terganggu sore tadi, tanpa pikir panjang ia pun langsung ******* bibir Maysa dengan sangat hati-hati, namun semakin lama semakin membuat Rayyan ingin melakukan yang lebih dari itu, tangan nya yang semula berada di tengkuk Maysa kini meraba turun kebawah dan lagi-lagi tangan Rayyan dimanjakan oleh dua gundukan squishy yang sangat kenyal dan lembut di tangan nya.
Kembali Rayyan mencium pipi, telinga, leher kemudian semakin ke bawah ia pun meninggalkan bekas kepemilikan nya di sana.
__ADS_1
Sebenar nya Rayyan ingin sekali menjelajah kehutan belantara di bawah sana, namun ia takut jika itu akan menyakiti istri tercinta nya itu, akhir nya Rayyan menghentikan perbuatan nya itu dan memeluk Maysa dengan erat kemudian ia memaksakan untuk memejamkan mata nya.
Pagi hari sebelum adzan subuh Haidar sudah berada di ruangan Abah.
"Apa kita tidak membawa beberapa santriwati untuk membantu juga Bah?" Tanya Haidar
"Ya nanti kita bawa yang tidak ada jadwal padat selama kurang lebih satu bulan" Ucap Abah.
"Bagaimana kalau Fasha? dia kan tidak begitu sibuk?" Ucap Haidar, dan itu membuat Abah sedikit menggoda nya.
"Ekhem... dia putri ku, dia pasti selalu ikut acara bakti sosial seperti ini, tapi jangan macam-macam walau pun aku tidak ada akan ada Rayyan yang menjaga nya" Ucap Abah dengan senyum semirik nya.
Mendengar Abah berkata seperti itu Haidar merasa seperti tersangka, ia mengusap pelan wajah nya.
Di waktu yang sama di dalam kamar, Maysa mengerjap-ngerjap kan mata nya ia merasa ada sesuatu yang berat menimpa perut nya. Saat ia benar-benar membuka mata nya ia mendapati Rayyan yang masih memejamkan mata sedang memeluk erat tubuh nya.
"Sayang" Bisik Maysa lirih sambil satu tangan mengelus pipi Rayyan dan satu tangan nya menopang kepala nya.
Rayyan yang terkejut karena ia merasa ada sesuatu yang menjalari wajah nya refleks langsung menangkap nya dan menindih nya.
"Aaaakk!!" Teriak Maysa yang kini dibawah kungkungan Rayyan.
Rayyan melihat dengan benar, ia melihat Maysa yang ternyata ada dibawah kungkungan nya.
"Maaf sayang, ku kira tadi apa" Ucap Rayyan tanpa merubah posisi nya.
Perlahan Rayyan menurunkan wajah nya dan mempertemukan kedua bibir yang kini saling bertaut, Rayyan menelusup kan lidah nya dan memperdalam ciuman nya namun Maysa segera mendorong nya sampai terlepas lah kedua bibir yang saling bertaut barusan.
"Kenapa sayang?" Tanya Rayyan.
"Ini sudah pagi, sebentar lagi adzan subuh, mandi dan siap-siap ke masjid yuk" Ajak Maysa yang langsung beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Rayyan belum memberitahukan kepada Maysa kalau diri nya akan ikut serta ke kota Y dan ia akan di sana kurang lebih satu bulan lama nya.
Ia sendiri bingung bagaimana akan menyampaikan pada Maysa.
Setelah Maysa keluar dari kamar mandi Rayyan langsung meraih pinggang nya dan menarik kedalam pelukan nya.
"Mas aku pakai baju dulu" Ucap Maysa yang memang hanya mengenakan handuk yang dililitkan menutupi dada sampai atas lutut nya saja.
"Mas mau ngomong, dengerin dulu" Rayyan berkata dengan meletakkan dagu nya di atas pundak Maysa karena Rayyan memeluk istri nya itu dari belakang.
"Mau ngomong apa?" Tanya Maysa yang sedikit melirik kearah Rayyan.
"Nanti setelah sholat subuh mas mau ke kota Y sama santri dan ustadz yang lain" Ucap Rayyan.
__ADS_1
"Ada cewek nya nggak?" Pertanyaan Maysa memicu tawa yang ditahan oleh Rayyan hanya mengeluarkan kekehan kecil.
"Kok ketawa?" Tanya Maysa sambil menarik hidung mancung Rayyan yang diam-diam mengendus leher jenjang Maysa.
"Ya acara kaya gitu kalau ngajak cewek tu cuma bikin ribet sayang" Jelas Rayyan yang membuat Maysa menekuk wajah nya.
"Jadi maksud mas, cewek itu cuma bikin ribet?" Ketus Maysa dengan suara yang lumayan keras.
"Duh salah ngomong nih" Batin Rayyan sambil memejamkan mata nya.
"Bukan gitu sayang, maksud ku... "
"Ya udah ya udah, berati nggak ada cewek nya bener?" Tanya Maysa yang berusaha menetralisir emosi nya.
"Kamu marah yang?" Tanya Rayyan.
"Nggak kok" Jawab Maysa ketus.
"Maksud aku tadi tu, ini kalau di tempat bencana kan bakal ribet dan harus gerak cepat, kalau bawa cewek kan pasti pergerakan nya terbatas sayang, kecuali dokter kan memang jarang ada cewek yang ikut acara beginian" Jelas Rayyan.
"Hemm... ok deh, ya udah mandi sana!" Ucap Maysa.
"Ok sayang"
"Muach" Rayyan mengecup pipi Maysa kemudian langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi.
*
*
*
*
*
Seusai sholat subuh semua anggota yang akan berangkat ke kota Y berkumpul di depan masjid.
Maysa menemani suami nya, yang saat itu juga berkumpul di depan masjid.
"Santriwati yang jadi ikut Fasha sama siapa yang dua?" Tanya Zainal kepada Haidar.
"Tadi ada Nur sama Rahma yang daftar" Jawab Haidar, Maysa yang tidak sengaja mendengar nya pun langsung menatap sinis kearah Rayyan.
"Kata nya nggak ada cewek? kok itu ada?...
__ADS_1
bersambung...
Hayooo jangan lupa jempol nya di kondisikan jangan los dol scroll terus kalau lihat tanda jempol ya di klik dulu biar author makin semangat, untuk kalian yang sudah setia like and komen makasih ya dan jangan berpaling semoga kesabaran kalian semakin luas 🥰🥰🥰