
Maysa malah sedikit gelisah dibuat nya.
"bukan kah selama ini kau seperti mendekati nya? atau jangan-jangan kau seperti itu juga jika bersama laki-laki mana pun?" Fasha sengaja mengatakan kata-kata yang sedikit menusuk Maysa agar gadis itu mau jujur kepada nya, bagaimana pun semua demi cinta kakak nya yang mulai berkembang.
"Astagfirullah kak Fa! jangan sembarangan dong kalau ngomong!" Maysa sedikit meninggikan suara nya,
"Ya udah kalau emang enggak berati cuma khusus kak Rayyan dong kamu begitu?" Ucap Fasha yang membuat pipi Maysa merona karena malu untuk mengakui nya,
"Awal nya sih, aku gemes sama ustadz Rayyan, soal nya dia itu kan keliatan kaya bongkahan batu es gitu kan kak, kaya susah buat di deketin gitu, jadi ya gitu deh, aku coba aja tantangan yang tidak berhadiah ini" Jelas Maysa,
"Jadi kamu tidak menyukai kak Rayyan?" Tanya Fasha yang mendengar bahwa Maysa hanya coba-coba,
"Suka sih, siapa coba yang nggak suka sama ustad tampan, lihat aja kak Nur, hampir setiap hari membuatkan buket bunga campur coklat dan heh... setiap hari juga ditolak" Sekejap Maysa menghela nafas dan memandang langit-langit kamar nya.
"Nyali ku tidak sebesar kak Nur" Maysa diam sejenak dan memejamkan mata nya.
"Aku tidak mau mengejar sesuatu yang selalu menjauh jika dikejar, aku lebih suka mendekati Sang Pencipta Nya, biarkan Dia yang membolak-balik kan hati, dan aku tinggal terima jadi" Ucap Maysa dengan senyuman yang mengembang menghiasi wajah nya.
"Sungguh pemikiran yang bijak, kebanyakan orang kalau suka dia akan terus mendekat May, tapi kamu, kamu malah seperti menarik ulur, jika ini politik kau adalah tokoh yang licik dan penuh tipu muslihat" Sahut Fasha dan kemudian kedua nya tertawa bersama,
"Tidak lah kak, aku tidak selicik itu, aku kan hanya menerima kehendak dari Nya, sudahlah ini sudah larut mari kita tidur" Ajak Maysa, dan mereka pun beranjak tidur di ranjang masing-masing.
Rayyan tengah berbaring di ranjang nya dengan posisi telentang dan satu tangan nya digunakan untuk alas kepala nya.
"Besok setelah subuh aku harus berbicara pada nya, harus ku ungkapkan juga isi hati ku, yang sebenar nya menyetujui rencana pernikahan ini" gumam Rayyan sebelum memejamkan mata nya menuju alam mimpi.
Alunan suara Adzan membuat Maysa terbangun dan betapa terkejut nya gadis itu saat ia melihat ke arah ranjang Fasha yang sudah kosong.
"Ya ampun aku terlambat bangun" Ucap nya dengan meraih handuk dan segera mandi sebelum pergi ke masjid,
__ADS_1
"Ini pasti gara-gara mimpi aneh barusan" Maysa tak henti-henti nya nggedumel selama perjalanan nya menuju masjid.
Falsh back mimpi...
Maysa keluar dari masjid seusai sholat subuh dan menuju ruangan Rayyan untuk menyetorkan hafalan nya.
"Tok-tok-tok" gadis itu mengetuk pintu ruangan Rayyan, karena belum dibuka Maysa mengira kalau ustadz tampan itu masih di masjid, gadis itu pun membalik kan tubuh nya dan menyenderkan punggung nya di daun pintu yang tertutup.
"perasaan tadi sudah keluar dari masjid tapi kok masih kosong ruangan nya" ucap Maysa.
"CEKLEK!" Daun pintu yang di gunakan Maysa untuk bersandar pun terbuka dari dalam alhasil gadis itu terjatuh kebelakang namun dengan sigap Rayyan langsung menangkap nya, dengan nafas yang ngos-ngosan karena sama-sama terkejut kedua insan itu saling menatap satu sama lain, wajah mereka pun sedikit demi sedikit mendekat dan Maysa memejamkan mata nya, namun disaat ia memejamkan mata nya ia merasakan sesuatu yang lembut, empuk juga kenyal menyentuh bibir nya, gadis itu memberanikan diri untuk membuka mata nya, betapa terkejut Maysa saat ia tahu bahwa Rayyan dengan mata terpejam tengah merenggut ciuman pertama nya....
Flash back mimpi off
"Astagfirullah, hiiiihhh... untung hanya mimpi" Sambil membayangkan kejadian di alam mimpi nya gadis itu mengusap-usap bibir nya dengan kesal.
"Kenapa bibir nya di usap-usap?" cibir Ika saat Maysa berjalan di samping nya.
"Oh itu yang anak baru?" ucap seorang santri
"Iya dia kemarin yang bersama ustadz Rayyan" Sahut santri lain nya.
"Ih masih bau kencur gitu kok udah berani menggoda ustadz yang sudah dewasa, kira-kira mereka ngapain aja ya? hahaha... " Mereka menertawakan Maysa yang lewat di samping mereka, Sepanjang jalan menuju masjid ada saja orang yang bergunjing.
Saat sampai di pintu masuk masjid Maysa dihadang oleh Nur
"Kau! kau kemarin pasti sengaja kan menggoda ustadz Rayyan, kita disini semua adalah penggemar ustadz Rayyan tapi kita tidak menggunakan cara kotor yang kau lakukan kemarin!" Tuding Nur, saat itu sudah banyak santriwati dan santriwan yang berkumpul di depan masjid karena mendengar suara Nur yang begitu lantang.
Maysa hanya diam saja, sedangkan Fasha yang melihat nya pun langsung berlari mencari keberadaan Rayyan.
__ADS_1
"Kenapa hanya diam saja! jawab! kamu sengaja kan biar kepergok terus kamu bisa dapetin ustadz Rayyan" Tak henti-henti nya Nur menuding Maysa dihadapan banyak santriwan dan santriwati.
Maysa melihat mereka semua satu persatu, terlihat tatapan penuh kebencian didalam mata mereka tertuju kepada Maysa.
"Lebih baik kau segera angkat kaki dari sini dan pergi meninggalkan pondok pesantren ini, aku, kita semua tidak mau satu pondok dengan gadis tidak tau malu seperti mu" Nur dengan suara lantang nya mencaci maki Maysa yang hanya diam saja.
Dari arah belakang Maysa, Rayyan datang dan menarik syal yang ia kalung kan di leher nya dan menggunakan kain itu untuk menutupi kepala Maysa, ustadz tampan itu kemudian mendekap kepala Maysa dan ia sandarkan di dada nya.
Abah yang datang bersama dengan Rayyan pun meredam tudingan yang mengarah kepada Maysa.
"Nur cah ayu! kamu itu santri teladan tidak pantas jika berkata kasar seperti itu" Ucap Abah dengan nada yang halus.
"Tapi Abah... dia sudah berani menggoda ustadz Rayyan" Nur masih dengan emosi nya yang meluap-luap menunjuk kearah Maysa yang masih didalam dekapan Rayyan.
"Kenapa harus pakai bahasa menggoda? toh misalkan Maysa mau menggoda ustadz Rayyan itu sah-sah saja, kan memang dia calon istri nya, dan itu pilihan saya untuk ustadz Rayyan" Mendengar penjelasan dari Abah, Nur melongo tak percaya mulut nya menganga, ia beberapa kali menggeleng-gelengkan kepala nya tidak percaya "Tidak, tidak, tidak! TIDAK MUNGKIN!! Abah pasti hanya mengelabuhi kami semua kan?" oceh Nur yang masih tidak percaya, Abah hanya terdiam, sedangkan Rayyan yang sudah berhasil menenangkan Maysa, ia membuka kain yang menutupi hijab Maysa, seketika gadis itu mendongak kan kepala nya menatap mata Rayyan yang tidak seperti biasa nya.
"May!" panggil Rayyan halus, namun Maysa masih terdiam menatap nya, begitu juga semua santri yang ada di sana, mereka menyaksikan tangan Rayyan yang mulai meraih tangan Maysa dan memakaikan cincin di jari manis nya.
"May Mau... " Belum selesai Rayyan mengutarakan niat baik nya untuk melamar Maysa tiba-tiba Haidar berteriak.
"Oh sudah ketemu cincin nya?!" teriak Haidar yang membuat semua orang mengalihkan pandangan nya kearah Haidar yang baru saja datang.
"Harus nya ngomong dong kalau sudah ketemu kan saya bisa istirahat! semalaman saya mencari nya ternyata sudah di berikan kembali kepada pemilik sah nya" Celoteh Haidar yang berjalan mendekati Rayyan, sedangkan Rayyan masih tidak mengerti maksud Haidar apalagi Maysa yang tiba-tiba di pakaikan cincin yang bukan milik nya.
"Maksud nya?" Tanya Rayyan yang sama sekali tidak paham.
"Itu cincin pertunangan milik calon istri mu ternyata sudah ketemu, May lain kali jangan ceroboh ya! kalau perlu jangan dilepas, dipakai saja" Ucap Haidar yang langsung dimengerti oleh Rayyan dan juga Maysa, Abah pun lega mendengar nya.
"oh jadi sudah bertunangan" ucap santri-santri yang ada di sana, kemudian mereka semua masuk kedalam masjid untuk melaksanakan ibadah sholat Subuh...
__ADS_1
bersambung...