Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Dekat tapi rasa jauh


__ADS_3

Lagi-lagi mereka terpaku ketika melihat cincin yang tengah bertengger di jari manis Maysa.


"Kalian lihat kan?" Tanya Wahyu sambil menunjuk kan cincin yang ada di foto.


"Iya, tapi dimana? kaya belum lama ini aku melihat nya" Zainal berkata dengan jari telunjuk yang mengetuk-ngetuk kening nya.


"Dahlah keburu subuh ntar! yok balik yok! itu mobil nya juga sudah datang" Ucap Zainudin.


Akhir nya mereka bertiga kembali ke pondok dengan rasa penasaran yang masih mengganjal di hati dan pikiran mereka.


Maysa sampai di pondok dengan aman.


"Ok makasih nit, gue masuk dulu ya? babay!" Setelah menutup pintu mobil Maysa melambaikan tangan nya.


"Ok say, oh iya tadi Nando bilang kalau pagi ini mulai ada kuis jadi jam enam harus sudah stay di sekolah" Anita menyampaikan pesan dari Nando.


"Ok makasih info nya, hati-hati dijalan" Jawab Maysa.


"Ok siap Ndan! sampai ketemu di balapan selanjutnya! babay" Setelah melambaikan tangan nya Anita langsung menginjak pedal Gas nya.


Maysa masuk kedalam pondok dengan aman namun ketika ia memasuki area asrama putri gadis itu merasa ada seseorang yang sedang mengamati nya.


Maysa pun memberanikan diri untuk menoleh kebelakang, dan benar saja ia melihat tiga bayangan hitam berjalan menuju asrama putra.


Maysa yang penasaran pun berniat hendak mengikuti bayangan itu namun dari arah belakang ada yang memanggil nya.


"May? sedang apa disini?" Suara itu membuat Maysa menengok kearah sumber suara.


"Astagfirullah kak Fa, bikin kaget saja" Ucap Maysa dengan tangan yang mengelus dada.


"Ayo masuk ke kamar sebelum semua santri bangun" Ajak Fasha. Mereka pun langsung berjalan masuk kedalam kamar.


"Kamu tadi kok malah berjalan ke sana, mau kemana?" Tanya Fasha ketika mereka sudah sampai di dalam kamar.


"Tadi itu May ngerasa kaya ada yang ngikutin, terus pas May nengok, ternyata benar, ada tiga malahan, bentuk nya kaya siluet orang gitu tapi ketiga-tiga nya belok ke arah asrama putra, May yakin itu orang, maka nya May mau kejar siapa tau itu maling atau orang yang lagi jadi cctv untuk May" Jelas Maysa.


"Sudah-sudah yang penting kamu nggak papa kan?" Fasha menanyakan keadaan Maysa, karena Fasha takut jika sampai ada luka.


"Aman kak, aku nggak papa kok, malahan dapat banyak cuan, hehehe... " Maysa bercanda dengan menunjuk kan bingkisan yang berisi lembaran-lembaran uang hasil dari balapan nya tadi.


"Dasar bocah! kalau tentang duit aja otak nya jalan" Celetuk Fasha


"Lah penting itu kak, Uang memang bukan segala nya, tapi segala nya butuh uang" Dengan ekspresi bangga dan bahagia gadis itu berkata.


Fasha hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala nya, tidak mengerti dengan jalan pikiran calon kakak ipar nya itu.


"Ya sudah tidur-tidur, keburu subuh" Ucap Fasha dengan merebahkan tubuh nya di atas ranjang, begitu juga dengan Maysa gadis itu merasa begitu letih karena panjang nya trek balapan yang tidak seperti biasa nya juga lawan nya yang kebanyakan cowok, beruntung ada Halim yang selalu berperan dibalik layar menjadi mekanik motor nya, sehingga gadis itu berhasil melaju dengan kecepatan penuh dan melewati semua lawan nya dengan sangat mudah.


Setelah sholat subuh Maysa langsung menyiapkan perlengkapan sekolah nya, gadis itu setengah enam pagi sudah siap untuk ke sekolah.

__ADS_1


"Loh May, pagi sekali?" Fasha yang baru selesai mencuci baju bertanya pada Maysa yang sudah siap keluar dari kamar untuk berangkat sekolah.


"Iya kak, ada info dadakan, kata nya bakal ada kuis pagi ini, ya sudah May takut telat, May berangkat sekolah dulu ya kak Assalamu'allaikum?" Pamit Maysa


"Iya hati-hati ya, Waalaikumussalam" Sahut Fasha.


"Eh May, nggak minta tolong suruh antar kak Rayyan aja?" Fasha menawarkan kakak nya.


"Eh terlalu pagi ini, nggak enak aku" Ucap Maysa yang langsung berlari keluar dari kamar.


Setelah Maysa berangkat sekolah, selang setengah jam Rayyan menghampiri Fasha yang tengah beberes kamar nya.


"Assalamu'allaikum" Ucap Rayyan dengan wajah muram.


"Waalaikumussalam, ada apa kak?" Tanya Fasha


"Ekhem... itu... emm... Maysa sudah berangkat sekolah?" Tanya Rayyan dengan sedikit rasa malu.


"Sudah, tadi pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke sekolah" Fasha melihat gelagat sang kakak tidak seperti biasa nya pun mulai bertanya.


"Kakak sama Maysa sedang bertengkar?" Pertanyaan yang sangat tidak ingin didengar oleh Rayyan pun meluncur begitu saja dadi mulut Fasha.


"Bertengkar? tidak, saya hanya... " Rayyan tidak melanjutkan penjelasan nya karena ia merasa mengatakan itu tidak penting, toh nanti Fasha yang mula nya tidak tau akan menjadi tau titik permasalahan nya.


"Hanya apa kak?" Tanya Fasha.


"Ah tidak, ya sudah saya pamit Assalamu'allaikum" Rayyan memilih untuk pergi meninggalkan kamar Fasha, ia berpikir untuk menjelaskan semua nya nanti saja jika sudah bertemu dengan Maysa.


Siang Hari Rayyan tengah bersiap-siap untuk menjemput Maysa, ustadz tampan itu dengan persiapan yang matang ia akan menjelaskan masalah semalam, ia sangat takut jika Maysa salah paham pada diri nya.


Kini Rayyan sudah sampai di depan sekolah Maysa, ditempat biasa gadis pujaan nya itu menunggu nya.


Sudah hampir setengah jam Rayyan menunggu akhir nya ada siswa dan siswi SMA keluar dari dalam gedung SMA itu, senyum Rayyan mulai mengembang karena ia pikir penantian nya akan segera berakhir.


"Baiklah sebentar lagi" Gumam nya.


Didalam sekolah Maysa baru saja keluar dari dalam kelas nya ia berjalan menuruni tangga dari sana ia dapat melihat mobil Rayyan yang berhenti di samping gerbang sekolah.


Gadis itu dengan senyum yang mengembang hendak berlari mendekati ustadz tampan yang tengah menunggu nya, namun niat nya itu harus ia urungkan karena tiba-tiba Kirana seorang guru biologi memanggil nya.


"May? kamu kata nya mau ikut kelas tambahan?" Panggil Kirana


"Eh iya bu, gimana bu?" Jawab Maysa yang langsung menghentikan langkah nya.


"Kelas itu sudah dimulai dari kemarin lo, kemarin kamu sudah tidak masuk, apa hari ini juga kamu akan bolos lagi?" Tanya Kirana setengah bercanda.


"Eh iya kah bu? saya tidak tau, maaf bu, saya tidak akan bolos kok" Jawab Maysa yang langsung mengikuti langkah Kirana yang berjalan menuju laboratorium biologi.


Sudah dua jam penuh Rayyan menunggu Maysa yang tak kunjung keluar dari sekolah nya, Rayyan melihat Nando yang mengendarai motor nya dan berhenti hendak menyebrang, bagai menemukan kunci dari peti harta Karun Rayyan segera keluar dari mobil dan mendekati Nando.

__ADS_1


"NANDO!" Teriak Rayyan yang membuat Nando segera merespon panggilan itu.


Nando memutar balik kan motor nya dan mendekati Rayyan yang berdiri di depan mobil nya.


"Eh pak ustadz, Assalamu'allaikum?" Sapa Nando dengan sopan.


"Waalaikumussalam, oh iya Maysa sudah pulang kah?" Tanya Rayyan tanpa basa basi.


"Wah mohon maaf pak, saya tidak tau, tapi tadi saya lihat kelas Maysa sudah kosong pak, mungkin dia sudah pulang" Jelas Nando.


"Oh begitu, ya sudah terima kasih ya Nando, mari saya duluan, Assalamu'allaikum" Ucap Rayyan yang langsung masuk kedalam mobil nya.


"Iya pak ustadz sama-sama Waalaikumussalam" Teriak Nando karena Rayyan sudah mulai menstarter mobil nya.


Rayyan mulai merasa bimbang, ustadz tampan itu mulai berpikir kalau Maysa sedang tidak mau di ganggu oleh nya alias Maysa sedang menghindari nya.


"May, kamu marah ya?" Batin Rayyan dalam perjalanan pulang ke pondok.


Rayyan menunggu Maysa didepan ruangan nya sampai sore hari, karena waktu sudah menunjuk kan pukul lima sore Rayyan pun memutuskan untuk masuk kedalam ruangan nya dan menutup pintu itu karena diri nya sudah merasa lelah dan akan mandi.


Maysa turun dari angkot, gadis itu pulang sekitar pukul lima sore.


"Ternyata lelah juga ya ikut kelas tambahan, tapi kalau nggak ikut, ya sayang juga sih, orang gratis ini, gak ada bayar tambahan, itung-itung dapet ilmu gratis hehe... " Batin Maysa dengan berjalan menuju kamar nya, saat ia melewati depan ruangan Rayyan gadis itu berhenti sejenak.


"Tumben tertutup rapat, keluar kali ya orang nya" Gumam Maysa yang langsung melanjutkan langkah nya menuju asrama putri.


Rayyan keluar dari ruangan nya dan bersiap untuk berangkat ke masjid. Sesampai nya di masjid Rayyan melihat Fasha duduk sendiri di teras masjid, ia menghampiri adik nya itu.


"Fa? Maysa nya mana?" Tanya Rayyan yang duduk di samping Fasha.


"Maysa masih di kamar kali, tadi sekitar jam lima an dia baru pulang, palingan sebentar lagi dia datang" Ucap Fasha yang kembali fokus dengan kitab yang sedari tadi di baca nya.


Rayyan hanya mengangguk-angguk kan kepala nya, namun adzan maghrib sudah berkumandang tapi Maysa tak kunjung datang, Rayyan bersama dengan seluruh warga pondok pun masuk kedalam masjid untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib.


Sesampai nya Maysa di kamar, gadis itu langsung mandi dan segera menyusul Fasha yang sudah di masjid sejak ia baru memasuki gerbang pondok jam lima sore tadi.


Mendengar suara adzan Maysa pun segera berlari dari kamar nya menuju masjid.


"Alhamdulillah, tidak terlambat, untung sudah wudhu tadi" Gumam Maysa yang langsung bergabung di shaf paling belakang.


Ibadah sholat maghrib pun berjalan dengan lancar, Maysa langsung balik ke kamar setelah nya.


"May? nggak nunggu sholat isya?" Teriak Fasha yang melihat Maysa hendak meninggalkan masjid.


"Nggak kak, ntar aku balik" Ucap gadis itu sambil berlari menjauh.


Rayyan yang mendengar suara Maysa pun langsung keluar dari masjid namun ia terlambat karena Maysa sudah tidak ada dihalaman masjid...


bersambung...

__ADS_1


Hayoooo jangan lupa like, favorite and komentar nya ya guys


see you...


__ADS_2