Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Bayi Sinta


__ADS_3

Di Klinik ada seorang ibu hamil yang hendak melahirkan, siang itu Zulfa menelfon Andre yang memang menjadi partner nya dalam bidang kesehatan.


"Kemana sih ni dokter! di hubungin kok susah banget!" Kesal Zulfa karena disaat-saat genting seperti ini Andre tidak bisa dihubungi.


Zulfa berusaha memutar otak nya mencari siapa kira-kira yang dapat segera membantu nya karena asisten pribadi nya sudah mulai cuti.


"Astagfirullah kok bisa aku melupakan Maysa" Dengan menepuk kening nya Zulfa berucap, ia pun segera men scroll layar ponsel nya untuk mencari kontak Maysa, setelah menemukan nya ia pun segera menghubungi putri bungsu nya itu.


Tuuuuuuuttttt...


Tuuuuuuuttttt...


Tuuuuuuuttttt...


Di kediaman Rayyan...


Rayyan segera meraih pinggang ramping Maysa dan ditarik nya sampai tidak ada jarak lagi di antara mereka.


Mata mereka beradu pandang, dengan melihat intens lekuk wajah dan bentuk bibir merah sexy merona itu, Rayyan perlahan mendekatkan bibir nya ke bibir Maysa, namun belum sampai bibir mereka bertemu gawai tipis yang terletak di atas nakas menyita perhatian mereka berdua.


drrrrrrtttttzzzz...


drrrrrrtttttzzzz...


Sepasang kekasih itu menoleh secara bersamaan ke arah dimana sumber suara itu, kemudian mereka kembali saling memandang.


"Sebentar ya mas" Ucap Maysa yang berjalan mendekati alat komunikasi canggih tersebut.


Di geser nya tombol hijau yang ada di dalam layar gedjet itu.


"Assalamu'allaikum bunda?" Sapa Maysa riang senang karena Zulfa lah yang menghubungi nya.


"Waalaikumussalam, ini darurat May, tolong kamu kesini sekarang ya! ada yang mau melahirkan dan bunda sendirian, bantu bunda ya nak!" Ucap Zulfa dari seberang telefon dengan nada setengah memaksa.


"Oh ok bun, May segera OTW" Sahut Maysa setelah itu ia memutus sambungan telefon dan segera bersiap-siap.


"Ada apa sayang?" Tanya Rayyan yang penasaran kenapa istri nya menjadi terburu-buru seperti itu.


"Ada yang mau lahiran mas dan bunda minta aku ke klinik sekarang" Ucap Maysa sambil mengganti pakaian nya di ruang ganti.


"Ok mas antar ya?!" Rayyan segera mengenakan celana panjang dan menyambar hoodie yang di gantung di dalam lemari kemudian keluar dari kamar untuk menyiapkan mobil untuk perjalanan mereka ke klinik milik Zulfa.


Setelah selesai Maysa pun keluar dari rumah tak lupa ia mengunci pintu rumah nya dan kemudian segera ia masuk dan duduk di dalam mobil.


Mereka pun segera melajukan mobil itu untuk menuju klinik.


Di dalam klinik Zulfa melangkahkan kaki nya menuju kamar bersalin, di sana ada seorang ibu hamil bersama dengan seorang ibu paruh baya yang fashion nya cukup untuk di sebut ibu-ibu sosialita.


"Selamat siang bu, tadi sama suster Fitri ya?" Zulfa menyapa pasien nya dengan suara halus dan ramah khas seorang dokter kandungan.


"Iya dok, tapi suster Fitri langsung keluar sebelum dokter datang" Ucap pasien.


"Oh iya itu tadi dia pamit karena hari ini harus nya dia sudah mulai cuti" Jelas Zulfa sambil memasang stetoskop di telinga nya dan memeriksa detak jantung bumil juga calon debay nya, juga tak lupa Zulfa mengecek tekanan darah bumil muda ini.


Tak lama kemudian Mobil Rayyan yang di tumpangi oleh Maysa pun berhenti di depan klinik Zulfa.

__ADS_1


"Makasih ya mas" Ucap Maysa yang langsung meraih tangan kanan Rayyan dan sekilas mengecup nya, Rayyan pun balas mencium kening Maysa.


"Iya sayang, nanti kalau mas nggak bisa jemput, pulang sama bunda aja, ntar mas jemput ke rumah ya" Ucap Rayyan dengan senyum nya yang membuat hati Maysa selalu meleleh di buat nya.


"He'em" Senyum Maysa sambil menganggukkan kepala nya, Rayyan pun mengelus pipi Maysa.


Maysa segera keluar dari dalam mobil setelah mengucap salam, ia langsung melangkahkan kaki nya menuju ruang bersalin.


Sedangkan Rayyan melajukan mobil nya membelah jalanan menuju pondok.


"Assalamu'allaikum" Maysa mengucap salam ketika memasuki ruang bersalin dimana didalam sana hanya ada tiga orang termasuk bunda nya.


"Waalaikumussalam" Sahut nya serempak.


Maysa berjalan mendekati pasien dan betapa terkejut nya ia ketika melihat pasien yang hendak melahirkan adalah teman satu sekolah nya.


"Sinta? elo?" Terkejut Maysa melihat teman satu sekolah nya itu sudah mau melahirkan padahal pesta kelulusan baru saja usai kemarin lusa rasa nya.


"Loh May? kok lo disini?" Tanya Sinta yang tak kalah terkejut nya dengan kehadiran Maysa yang tiba-tiba.


"Iya dia yang bakal gantikan suster Fitri selama suster Fitri cuti" Jelas Zulfa dengan nada halus nya.


Maysa mengangguk dan tersenyum kepada Sinta, awal nya Sinta membalasnya dengan senyuman juga, namun tak berlangsung lama bumil itu kini meringis kesakitan sambil tangan nya memegangi perut nya.


"Haaahh huuuuhhh dok sakit dok!" Keluh Sinta dengan memegangi perut nya yang terasa sakit.


"Tarik nafas panjang, keluarkan pelan-pelan" Zulfa memberikan aba-aba, sedangkan Maysa menyiapkan alat-alat yang akan digunakan bunda nya untuk menolong persalinan Sinta.


"Coba saya lihat dulu ya?" Zulfa meminta ijin untuk menengok sudah buka berapa jalan lahir milik Sinta.


Maysa mendekati seorang ibu yang setia menemani Sinta sedari tadi, "Maaf bu? ibu ini ibu nya Sinta?" Tanya Maysa dengan sopan.


"Tidak nak, bukan, Saya ibu nya Raka" Ucap bu Yuli ibu nya Raka.


"Lah Raka nya kemana bu? ini istri nya mau melahirkan kok malah tidak di samping nya untuk mendampingi?" Tanya Maysa


"Raka nya lagi ada urusan bisnis sebenar nya dia bilang hari ini akan segera pulang tapi entah kenapa belum datang juga" Jelas Yuli.


"Ya sudah, biarkan Sinta berjuang bersama dokter Zulfa, mari kita siap kan pakaian untuk dede bayi nya!" Ajak Maysa.


Maysa bersama Yuli pun berjalan menuju ruang rawat yang ada di sebelah ruang bersalin.


Baru saja mereka berdua menata baju bayi dan perlengkapan nya, dari ruang rawat mereka mendengar tangis bayi yang sangat keras dari ruang bersalin di samping.


"Alhamdulillah, neng itu suara cucu saya ya?" Tanya Yuli dengan mata yang berlinang, menahan tangis haru bahagia.


Maysa pun segera berjalan menuju ruang bersalin dan mendapati Zulfa tengah menggendong bayi merah mungil yang tak henti-henti nya menangis.


"May ini kamu bersihkan baby nya, bunda mau ngurus ibu nya dulu, soal nya ari-ari nya belum mau keluar" Ucap Zulfa dengan tangan yang mengulurkan bayi kecil itu ke Maysa.


Dengan cekatan Maysa menyambar bayi itu dan membawa nya ke ruang yang sudah ia siapkan barusan.


"Masya'Allah... ini cucu saya neng?" Tanya Yuli, ketika Maysa memasuki ruang rawat.


"Iya bu, sebentar saya bersihkan dulu ya" Ucap Maysa, dan di angguki oleh Yuli.

__ADS_1


Setelah ari-ari sudah keluar dan Sinta sudah dalam keadaan baik-baik saja Zulfa berjalan menemui Yuli dan Maysa yang masih stay di ruang rawat.


"May, baby nya bawa ke ibu nya ya biar dia nyusu dulu" Ucap Zulfa yang hanya menongolkan kepala nya di pintu.


"O bun" Ucap Maysa yang langung menggendong bayi kecil itu dan hendak di bawa nya untuk menemui Sinta.


"Mom?" Suara seorang laki-laki yang baru saja datang menghampiri Yuli membuat Maysa menghentikan langkah nya.


"Loh Raka? ini Raka kan?" Tanya Maysa setelah membalik kan tubuh nya.


"Iya, ini?" Tanya Raka dengan melihat kearah bayi yang tengah di gendong Maysa.


"Iya nak ini neng Maysa anak nya dokter Zulfa yang menangani Sinta" Jelas Yuli


"Dan ini bayi mu, dia cantik sekali" Sambung Yuli, Raka pun hendak mengambil nya dari gendongan Maysa.


"Bolehkah ku gendong sebentar saja?" Pinta Raka tanpa mengalihkan pandangan nya dari bayi mungil itu.


"Tentu, tentu saja boleh" Maysa pun menyerahkan nya kepada Raka, laki-laki itu pun tersenyum kemudian segera mengadzani bayi kecil itu.


Di pondok Rayyan berjalan keluar dari ruangan nya, sore itu ia hendak menjemput Maysa ke klinik namun saat ia bertemu dengan Zainal, Zainudin, dan Wahyu yang baru saja pulang dari kerja, Rayyan menghentikan langkah nya dan ia teringat tentang pipa gorden nya yang belum di benahi.


"Assalamu'allaikum Ustadz?" Sapa ketiga nya ketika berpapasan dengan Rayyan di depan masjid.


"Waalaikumussalam, kalian baru pulang dari nguli?" Tanya Rayyan kepada ketiga santriwan itu.


"Iya ustadz, ustadz mau pulang ya? dengar-dengar dari kabar, ustadz Rayyan sudah punya rumah sendiri ya?" Tanya Wahyu.


"Iya, main yuk ke rumah" Ajak Rayyan.


"Ekhem... ngajakin main apa suruh benerin pipa gorden nih?" Sengaja Wahyu menggoda Rayyan, karena tadi di tempat kerja ia mendengar cerita tentang terbongkar nya identitas Black Angel.


"Ekhem-ekhem... ya bantu bantu juga nggak papa lah" Ucap Rayyan dengan mengalihkan pandangan nya demi menyembunyikan rasa malu nya.


"Ok siap!" Ucap ketiga nya.


"Tapi kita mandi dulu ya ustadz" Teriak Zainudin sambil berlari, Rayyan pun mengangguk dan menunggu mereka sambil duduk di teras masjid.


Sore hari di Klinik...


"May mau pulang ke pondok?" Tanya Zulfa yang sudah selesai dengan pekerjaan nya.


"Nanti mas Rayyan jemput kok bun" Ucap Maysa.


"Bunda antarkan saja yuk, sudah hampir maghrib ini" Ucap Zulfa.


"Lah nanti yang jagain klinik siapa?" Tanya Maysa.


"Malam ini ada jadwal dokter Andre jadi aman" Ucap Zulfa.


"Hayooo lagi gibahin saya ya?" Ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan Zulfa.


Sontak Maysa dan Zulfa pun menoleh secara bersamaan.


"Dokter Andre?" Ucap Maysa dengan senyuman mengembang di sudut bibir nya, Andre pun berjalan mendekat dengan merentangkan kedua tangan nya...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2