
"Ternyata kak Aziz?" Terkejut setelah mengetahui semua nya, gadis itu pun kembali men scrool foto-foto Aziz, dan betapa tersanjung nya ia ketika mendapati foto diri nya yang saat itu masih kecil mencium pipi Aziz.
"Aaaaaaaaaaa... kok aku agresif banget sih" Teriak Maira yang kemudian langsung menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
TOK TOK TOK Terdengar suara pintu kamar Maira diketuk. Gadis itu pun menoleh ke arah pintu kamar nya.
"Ira sayang? ada apa nak?" Terdengar suara Maysa dari balik pintu itu.
"Duh gawat ternyata Ummah mendengar teriakan ku, gimana ini?" Batin gadis itu yang sesegera mungkin memutar otak nya untuk mencari alasan yang tepat agar Maysa tidak curiga.
CEKLEK!!
Pintu pun terbuka dan Maira dengan senyum pepsodent nya menampilkan wajah kikuk nya.
"Eh Ummah, ada apa ya?" Tanya Maira.
"Kamu tadi teriak ada apa sayang?" Tanya Maysa yang melihat ke dalam kamar Maira, namun tak ada apa-apa.
"Ah itu tadi Ira baca-baca di laptop dan ada yang horor jadi Ira teriak deh" Alasan Maira yang membuat Maysa mengerutkan kening nya.
"Baca laptop?" Tanya Maysa yang mengoreksi penjelasan yang keluar dari mulut sang anak.
"Hah? itu lo Ummah, cerita nya di laptop, gituh hehehe... " Ucap Maira dengan menggaruk tengkuk nya.
"Owalah, ya sudah, ini sudah larut loh, baca nya besok lagi, sekarang Ira tidur ya nak, besok ada jam kuliah kan?" Ucap Maysa dengan mengelus kepala putri nya itu.
Maira pun segera masuk ke dalam kamar setelah Maysa berjalan meninggalkan kamar nya.
Pagi hari di kamar Sasya...
Terdengar suara Sasya yang tengah mengeluarkan semua isi perut nya.
"Huegh... huegh... " Dengan berdiri di depan wastafel Sasya memuntahkan semua makanan yang baru saja ia makan pagi tadi.
"Kita ke dokter saja gimana Yank?" Rahmah dengan sabar memijit pelan tengkuk istri nya itu.
"Emm... " Sasya tak mampu menjawab ia hanya menggelengkan kepala nya dengan tangan kiri nya yang mengusap dagu nya.
"Tapi semua yang kau makan tidak ada sedikit pun yang akan memulihkan tenaga mu" Ucap Rahmat dengan menampilkan raut wajah khawatir nya.
CEKLEK!!!
Suara pintu kamar Sasya dan Rahmat di buka oleh Aziz.
"Ummi kenapa Abi?" Tanya Aziz yang dengan segera mendekat ke wastafel.
"Biasa, Ummi mu mual lagi" Sahut Rahmat yang masih setia menopang tubuh Sasya.
"Sudah bi ayo kita keluar" Ajak Sasya dengan suara lemah nya.
"Ummi yakin nggak mau ke dokter?" Sekali lagi Rahmat bertanya.
__ADS_1
"Lah kenapa harus ke dokter? Nenek kan ada" Ucap Aziz dengan menyandarkan punggung nya di daun pintu.
"Oh iya, tolong nak panggilkan nenek mu!" Ucap Rahmat, Aziz pun menganggukkan kepala nya dan segera turun ke lantai bawah untuk mencari Zulfa.
Zulfa yang mengetahui kondisi Sasya melalui Aziz pun segera berjalan menuju kamar Sasya.
"Kenapa Sya? mual lagi?" Tanya Zulfa setelah memasuki kamar Sasya.
"Iya bun, kayak nya minta nyemil terus deh, soal nya kalau sekira nya pengen nyemil terus nggak buru-buru cari cemilan, ya gini jadi nya mual" Sahut Sasya yang masih duduk di atas ranjang.
"Ya sudah nanti biar mas belikan cemilan ya, kita stok aja" Ucap Rahmat.
"Em... nggak mas, soal nya nggak tentu juga mau nyemil makanan yang ada" Jelas Sasya.
"Ya sudah berati kalau sekiranya kamu pengen sesuatu, cepat bilang ya! sebelum mual mu datang" Ucap Rahmat dengan mengelus pucuk kepala Sasya.
Sasya hanya menganggukkan kepala nya dengan senyum yang mengembang.
...****************...
Di kampus...
Maira tengah berjalan di koridor, ia baru saja datang, pagi itu ia dengan sejuta pikiran yang mengusik otak nya berjalan dengan menundukkan kepala nya.
BRUGH!!! Tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang berdiri di depan nya.
"ADUH!!!" Dengan suara lantang nya Maira mengaduh sambil mengelus kening nya.
Perlahan ia mendongakkan kepala nya dengan alis yang hampir bertautan, dan kedua alis itu semakin mengkerut dengan mata yang terbelalak ketika ia mendapati Aziz lah yang berdiri di hadapan nya.
"Apa?! terpesona lihat ketampanan gue?" Ucap Aziz dengan senyum semirik nya.
"Astagfirullah 33x" Ucap Maira dengan menutup mata nya dan menyingkir dari hadapan Aziz dan kemudian ia melangkah kan kaki nya untuk melewati Aziz, namun dengan sigap Aziz meraih satu tangan Maira dan menahan nya hingga gadis itu berbalik menatap Aziz yang berdiri di belakang nya.
"Jangan menghindar nanti malam nggak bisa tidur loh" Sengaja Aziz menggoda Maira dan ketika Maira menatap Aziz, pemuda itu sedikit menolehkan kepala nya kebelakang dan melemparkan senyuman juga lirikan maut nya yang membuat setiap wanita tergila-gila pada nya.
"Hah??!" Maira menganga dengan menaikkan salah satu alis nya.
"Tutup mulut mu, atau mau aku yang menutup nya?" Ucap Aziz dengan perlahan melangkahkan kaki nya mendekati Maira, netra indah milik Maira pun mengikuti setiap pergerakkan yang di lakukan oleh Aziz.
Ketika perlahan wajah Aziz semakin mendekat ke arah wajah nya, jantung gadis itu semakin berdetak begitu kencang.
Nafas Maira pun semakin tak beraturan terlihat dari dada nya yang semakin terlihat naik turun.
"STOP!!" Teriak Maira dengan tangan yang menahan dada Aziz yang tepat berada di depan dada nya.
"Why?" Tanya Aziz dengan memiringkan kepala nya.
"Em... Ng... Nggak... Nggak!" Ucap Maira dengan menggelengkan kepala nya dan berjalan mundur.
Entah apa yang sedang menggelitik otak Maira saat ini sungguh gadis itu merasa geli sendiri jika mengingat wajah Aziz yang begitu dekat.
__ADS_1
Akhir nya Maira pun berjalan mundur beberapa langkah dan kemudian berbalik arah dan berlari menjauhi Aziz sesegera mungkin.
"Hahaha... dasar bocah" Gumam Aziz dengan tawa nya, ia masih saja memandangi punggung Maira yang semakin menjauh.
"WOY!!!" Teriak Riko dengan menepuk bahu Aziz, ia baru saja tiba di belakang Aziz dan benar-benar mengagetkan pemuda tampan itu.
"Astagfirullah! Kaget gue!" Dengan mengelus dada nya Aziz pun mengalihkan pandangan nya dari Maira yang sudah tak terlihat lagi.
"Eh eh eh... roman-roman nya ada yang lagi jatuh hati nih" Goda Riko dengan menaik turunkan kedua alis nya.
"Jatuh hati-jatuh hati apa an sih lo gak jelas" Ucap Aziz dengan mengulum senyum nya dan berjalan menjauhi Riko yang terus saja membuntuti nya.
Di dalam kelas, Maira segera meletakkan tas nya dan duduk di bangku nya.
Ya dia tidak satu kelas dengan teman-teman pondok nya, sungguh suasana kebersamaan mereka selalu di rindukan oleh Maira ketika ia mulai merasa kesepian seperti saat ini, sampai datang seorang laki-laki dengan langkah besar nya dan ia menempati bangku kosong di belakang Maira.
"Hai?!" Sapa nya ketika ia baru saja duduk di belakang Maira.
"Oh hai Assalamu'allaikum?" Spontan Maira merespon laki-laki itu.
"Waalaikumussalam" Dengan senyum yang memperlihatkan gigi gingsul nya laki-laki itu menjawab salam dari Maira.
"Anak baru ya?" Tanya Maira yang memang belum pernah melihat pemuda itu sebelum nya.
"Iya, siapa nama mu?" Tanya nya to the point.
"Maira, biasa di panggil Ira" Ucap Maira tanpa menanyakan nama si pemuda.
"Kau tak mau balik bertanya?" Tanya pemuda itu.
"Hah?" Maira tak mengerti.
"Ya aku sudah bertanya nama mu, apa kau tidak mau bertanya siapa nama ku?" Tanya pemuda itu dengan senyum manis nya.
"Hehe... boleh ku panggil si manis nggak?" Ucap Maira yang membuat sang pemuda itu mengerutkan kedua alis nya.
"Ahahhaha... itu maksud ku, karena kau terlalu manis menjadi laki-laki, apa lagi dengan hiasan gingsul mu itu" Dengan tawa ringan nya Maira membuat wajah pemuda itu memerah bak kepiting rebus.
"Astagfirullah, kau malu? lihatlah pipi mu sampai memerah" Goda Maira dengan menoel-noel pipi pemuda itu.
"Sudah lah jangan di bahas lagi nama ku Mahendra, terserah kau panggil bagaimana tapi jangan memanggil ku manis" Sangkal Mahendra dengan wajah yang semakin memerah, mengetahui itu, sifat jahil Maira yang diturunkan dari Ummah nya pun semakin menjadi.
"Ah nggak enak ah, enakan Manis" Ucap Maira dengan mencubit hidung Mahendra.
"Aduh duh sakit dong jangan di tarik" Kedua nya pun saling balas mencubit dan terlihat akrab walaupun baru pertama bertemu, ya sifat hangat Mahendra membuat Maira nyaman seperti saat ia bersama pra beatie nya.
Sampai sepasang mata mengawasi nya dari balik jendela ruangan kelas nya.
"Berani-berani nya dia menyentuh Maira ku!!!...
Yok yok yok di ramaikan kolom komentar nya, like nya juga hadiah nya kopi, mawar, dan lain sebagai nya 🥰🥰🥰 biar author lancar mikir nya biar author nggak pelit bagi-bagi bonus eps. nya, lanjut nggak nih?
__ADS_1