
Demi kalian para pembaca yang setia, ku berikan beberapa bonus bab untuk kalian
HAPPY READING🥰🥰🥰
Waktu terus berlalu, tahun demi tahun pun terlewati kini baby Maira sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik jelita.
Gadis cantik itu hidup seperti Rayyan Abi nya, hidup di dalam pondok pesantren, namun karena mungkin kini ia sudah lulus dari Sekolah Menengah Atas, gadis itu ingin tinggal di rumah dan berkuliah di kampus yang di inginkan nya.
Rayyan tengah dilanda dilema karena masa remaja adalah mada dimana seorang anak mencari jati diri dan Rayyan pun takut jika sampai putri sulung nya itu salah dalam pergaulan nya.
"Ada apa mas?" tanya Maysa yang melihat suami nya tengah duduk termenung di balkon. Sejenak Rayyan menghela nafas.
"Mas takut kalau dia salah dalam pergaulan nya" Ucap Rayyan dengan nada yang lirih.
Maysa tersenyum dan menyandarkan kepala nya di pundak suami nya.
"Dia itu sedingin es sama seperti mu, tak akan salah pergaulan seperti yang kau khawatirkan mas" Ucap Maysa yang membuat Rayyan sedikit menoleh ke arah Maysa.
"Jadi? mas sedingin itu kah?" Tanya nya dengan mengangkat satu alis nya, Maysa pun terkekeh.
"Nggak kok kalau sama May hangat" Ucap Maysa memeluk pinggang Rayyan, Rayyan pun beralih memandang Maysa dan menangkup kedua pipi istri nya itu, perlahan mendekatkan bibir nya ke bibir Maysa namun tiba-tiba.
"Astaghfirullah, anak udah gede woy tau tempat dong!" Terdengar suara Maira dari arah belakang mereka.
Kedua nya pun segera menjauh dan mengalihkan fokus Maira agar tidak berpikir yang iya iya.
"Sebelah sini mas, masih ada yang ganjel" Ucap Maysa dengan menunjuk mata nya.
"Ummah kelilipan?" Tanya Maira dengan polos nya, dan segera mendorong Rayyan agar menjauh dari Ummah nya.
"Sini sini Ira tiupin" Dengan PD nya gadis remaja itu duduk didepan Maysa menghalangi Rayyan yang tadi nya duduk di depan Maysa.
Dengan menahan tawa Maysa menuruti perkataan putri nya itu, memang mereka berdua Maira dan Rayyan jika di rumah bersama seolah seperti memperebutkan Maysa.
"Untung kau perempuan kalau laki... "
"Memang nya kenapa kalau laki-laki? mau adu panco ayo!" Tantang Maira yang saat itu juga menyela serta menghadap kearah Rayyan.
"Ira! No sayang! nggak boleh ngomong gitu sama Abi" Ucap Maysa tegas.
"Iiiihh Ummah kok bela in Abi! " Dengan menghentak-hentakkan kaki nya Maira beralih menghadap ke arah Maysa.
"Dia kan Abi mu sayang, imam keluarga kita, ingat kata ustadz Haidar?" Kata Maysa mengingatkan.
"He'em, maaf Abi" Ucap Maira yang langsung menunjukkan raut wajah cemberut nya.
"Hem... Abi maaf in tapi... " Rayyan segera berdiri dari duduk nya dan berjalan melewati Maira kemudian menggendong tubuh Maysa ala bridal style.
"Hari ini Ummah milik Abi" Ucap Rayyan yang membuat kedua wanita itu melongo. Tapi Rayyan segera membawa Maysa menjauh dari Maira.
"Abiiiiii!!!" Teriak Maira yang ingin segera mengejar Abi nya namun niat nya itu ia urungkan ketika sebuah mobil terdengar berhenti di depan rumah nya.
TIN TIN TIN...
Tindak hanya Maira yang menoleh ke arah pintu, Maysa yang di gendongan Rayyan pub segera turun dan berjalan mendekati pintu utama.
"Assalamu'allaikum" Seru seorang wanita dari luar.
"Waalaikumussalam" Sahut mereka bertiga.
__ADS_1
"Biar Ira yang buka aja Ummah" Ucap Maira yang berjalan mendahului Ummah dan Abi nya.
Maysa dan Rayyan pun mengiyakan nya, mereka berdua mengamati putri nya yang tengah berjalan menyambut tamu yang baru datang itu.
CEKLEK...
"Mairaaaaaa!!!" Teriak tiga orang perempuan yang langsung menghambur ke pelukan Maira.
"Loh kalian kok tau rumah ku disini?" Tanya Maira.
"Hehe Abah yang kasih tau, jadi gimana nih kita jadi ke sanggar panahan nggak? jadi ikut club nya nggak?" Ujar salah satu teman Maira.
"Ira? teman nya nggak di ajak masuk sayang?" Maysa berucap sambil mendekat ke arah Maira dan teman-teman nya yang masih berdiri di ambang pintu.
"Oh iya Ummah, jadi girls ini Ummah aku yang paling cantik yang paling aku sayang" Ucap Maira membanggakan Maysa yang ada di samping nya dengan memeluk pundak Maysa.
"Ratna tante" Ucap Ratna sambil menyalami tangan Maysa.
"Zahra tante" Ucap Zahra dengan menyalami tangan Maysa juga.
"Ayu tante" Ucap Ayu yang juga melakukan hal yang sama dengan kedua teman nya.
"Ah iya... kalian masuk dulu ayo, Maira nya nggak ngajakin ya?" Ucap Maysa dengan melirik Maira yang hanya nyengir.
"Eh nggak usah tante ini kita ke sini mau jemput Maira, mau berangkat latihan panahan" Ucap Zahra dengan sopan.
" Oh sudah mau di mulai ya kelas nya?" Tanya Maysa. Mereka ber empat langsung menganggukkan kepala nya.
"Ya sudah kalian hati-hati" Ucap Maysa, ke empat gadis itu pun segera menyalami tangan Maysa untuk berpamitan.
Setelah berpamitan mereka pun masuk ke dalam mobil yang di sopiri oleh Ratna, "Na lo yakin bisa bawa mobil?" Tanya Maira takut.
"Yakin udah, lo tenang aja" Ucap Ratna meyakinkan.
"Iya Ra kalau nggak yakin mana mungkin kita sudah sampai di sini" Sahut Ayu yang duduk di samping Ratna.
Mobil yang mereka tumpangi itu pun melaju menuju tempat panahan.
Sesampai nya di sana, Ratna memarkirkan mobil nya sedangkan ketiga teman nya menunggu di jalan masuk lapangan.
"Untuk Anak baru berkumpul di sebelah sini!" Terdengar aba-aba dari seorang yang lebih senior dari mereka.
"Eh buruan yuk, ntar kita keburu telat" Ucap Zahra yang takut terlambat dan mendapat hukuman.
"Nggak setia kawan lo tunggu Ratna dong!" Ujar Maira.
"Au ah Ra gue takut, masa iya baru masuk udah kena hukuman" Ujar Zahra, Zahra dan Ayu pun segera berlari meninggalkan Maira, sedangkan Ratna sudah masuk, ia tidak masuk melalui pintu depan melainkan lewat area parkir, Maira yang melihat kalau ternyata Ratna sudah ada di dalam barisan anak-anak baru pun segera berlari masuk ke dalam barisan juga namun belum sampai ke barisan BRUK!! Maira terjatuh karena menabrak seorang laki-laki yang mungin itu senior nya.
"Maaf" Ucap Maira yang segera berdiri dan hendak lari menuju barisan.
"Eit... mau kemana? terlambat kan kamu?" Tanya senior itu dengan menahan tangan Maira.
"Eh hehehe... sebenar nya bukan terlambat kak, itu tadi saya lagi itu... "
"Iya itu kamu lagi terlambat dan mencari alasan" Sela senior yang menahan tangan Maira.
"Eh bukan kak nggak gitu... " Ucap Maira yang lagi-lagi di sela oleh senior nya.
"Sudah jangan banyak alasan! ikut saya" Ucap Senior itu yang segera berjalan dengan tangan yang masih menggenggam tangan Maira.
Sesampai nya di pinggir lapangan yang teduh senior itu duduk, dan ketika Maira hendak ikut meletakkan bokong nya.
__ADS_1
"Siapa yang nyuruh kamu duduk?" Tiba-tiba Senior itu melarang Maira untuk duduk.
"Lah terus saya harus apa?" Tanya Maira tanpa rasa takut.
"Lari lima kali putaran saja!" Perintah itu keluar dari mulut senior nya.
"Hah? kak lapangan ini luas loh" Ucap Maira memelas.
"Kamu pilih lari apa pilih mencari semut hamil?" Gertak senior itu.
Maira pun segera berlari memutari lapangan tanpa banyak bertanya lagi.
baru dua putaran Maira memasuk kedalam barisan saat senior itu tidak melihat nya.
"Mana tu anak, kok nggak nyampe-nyampe?" Ucap senior itu dengan celingukan.
"Aziz! lo ngapain disitu?" Teriak seorang senior yang sudah akan memulai pelatihan. Aziz pun menoleh ke sumber suara.
"Ah oke gue datang!" Teriak Aziz yang tadi celingukan menunggu Maira langsung berlari mendekati para senior.
Mereka pun membagi pelatihan,
"Ziz lo pegang anak baru ya!" Ucap Fitri salah satu senior cewek.
"He'em" Sahut Aziz yang segera berjalan menuju perkumpulan para junior baru nya.
Sebelum memulai pelajaran memanah Aziz terlebih dahulu memperkenalkan diri nya, dan setelah itu ia menjelaskan cara memegang busur juga cara menarik anak panah supaya dapat melesat dengan cepat dan jauh tak lupa ia menjelaskan cara membidik dengan benar.
"Sudah jelas semua nya?" Tanya Aziz setelah selesai menjelaskan.
"Sudah Kak!" Seru semua junior dengan serempak.
"Kalau sudah tolong salah satu dari kalian maju untuk mencoba" Ucap Aziz yang membuat semua junior nya seketika terdiam.
"Kok diam? kalau begitu biar saya saja yang memilih" Ucap Aziz kemudian, Maira yang mendengar itu pun segera menundukkan pandangan nya berharap Aziz tidak menunjuj nya, namun keberuntungan sedang tidak memihak diri nya, Aziz menunjuk asal tunjuk dan semua junior menepi ke kanan dan ke kiri sedangkan Maira yang menunduk jadi terlihat jelas dari depan.
"Ya kamu yang menunduk! sini maju" Ujar Aziz dengan santai nya.
Maira yang terkejut dan merasa di panggil pun memandang ke depan dan menunjuk hidung nya sendiri dengan jari telunjuk nya.
"Saya?" Ucap Maira yang kemudian menengok ke kanan dan ke kiri melihat semua teman-teman nya.
"Iya buru maju!" Bisik teman-teman Maira.
"Kamu iya kamu! siapa lagi?!" Ucap Aziz sedikit bercanda, Maira pun dengan jantung yang berdegub tak karuan berjalan ke depan.
"Mampus gue, mimpi apa sih semalam, udah tadi dikasih hukuman, terus gue curang lagi" Batin Maira dengan melangkahkan kaki nya maju.
"Pegang busur nya!" Perintah Aziz, Maira pun memegang nya.
"Pasang anak panah nya!" Lagi-lagi Maira menuruti perintah Aziz.
"Ok sip lah jos! tarik dan lepas sesuai bidikan ya!" Aziz memberikan Aba-aba.
Maira menuruti nya dan saat serius tengah membidik sasaran Maira tak sengaja memindahkan kaki nya kebelakang dan tersandung box yang ada di belakang nya, gadis itu pun refleks melepaskan anak panah nya ke atas dan tubuh nya hendak terjatuh namun dengan sigap Aziz menangkap nya dan juga anak panah yang akan menjatuhi mereka berdua berhasil ditangkap Aziz dengan satu tangan nya.
Kedua nya pun sama-sama menatap anak panah yang tertangkap oleh tangan Aziz tepat di atas dada Maira dan kemudian kedua nya saling tatap.
Lanjut bonus lagi nggak nih???
__ADS_1