Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Persiapan


__ADS_3

Hari pun berlalu begitu saja dan hari yang ditunggu-tunggu Rayyan pun telah tiba, ustadz tampan itu kini sudah rapi dengan stelan Jaz nya.


Semua warga pondok sibuk mempersiapkan acara pernikahan Rayyan dan Maysa, Haidar berjalan menuju ruangan Rayyan


"Assalamu'allaikum" Rayyan mengucap salam ketika ia memasuki ruangan Rayyan,


"Waalaikumussalam" Terdengar sahutan dari dalam kamar yang ada di ruangan Rayyan, Haidar melanjutkan kaki nya masuk menuju kamar pribadi Rayyan, sesampai nya ia di ambang pintu kamar Rayyan di lihat nya Rayyan tengah bercermin.


"Ray? sudah siap?" Tanya Haidar, Rayyan menoleh kearah sumber suara Haidar.



"Hemm... sudah" Jawab Rayyan singkat dan kembali menatap pantulan diri nya yang terpampang di cermin.


"Sudahlah sudah ganteng itu" Ucap Haidar sambil berjalan keluar dan berdiri di depan rak buku.


Rayyan tersenyum melihat pantulan diri nya di depan cermin sana "Maysa Muzayana" Lirih Rayyan.


Di kamar Maysa...


"HACIH!!" Maysa tiba-tiba saja bersin gadis itu kini tengah di make up, Fasha yang menemani nya mengetahui kalau Maysa bersin segera memberikan tisyu kepada nya.


"Kau sehat kan May?" Tanya Fasha kepada calon kakak ipar nya itu.


"Sehat-sehat aman kok" Ucap Maysa setelag mengusap hidung nya.


Di rumah Moza...


"Bun pasangkan dasi ayah!" Teriak Moza dari dalam kamar sedangkan Zulfa berjalan setengah berlari dari dapur "Iya tunggu sebentar"


Sasya sudah rapi dengan balutan gamis nya hendak keluar kamar namun tangan nya ditahan oleh Rahmat "Mas keburu siang lo" Ucap Sasya dengan kelembutan nya.


"Sebentar saja" Rahmat langsung memeluk istri nya itu dengan erat.


"Mas, kaya yang mau pergi jauh aja" Ucap Sasya melerai pelukan nya.


"Kan nanti di sana pasti pada sibuk dan kamu pasti nya lebih sering ninggalin aku" Dengan memasang tampang memelas Rahmat menarik pinggang Sasya agar lebih dekat dengan nya.


"Ih mulai deh" Sasya memalingkan wajah nya namun Rahmat segera meraih dagu istri nya dan mengangkat nya.


Rahmat mengembangkan senyuman nya kemudian memiringkan kepala nya sekilas ia mencium bibir sexy yang telah menjadi candu nya itu.


"Manis" Gumam Rahmat yang langsung kembali me***at bibir istri tercinta nya itu.


Sasya yang hampir hanyut dengan permainan lidah Rahmat segera mendorong dada suami nya itu sedikit keras.


"Mas! lipstik ku rusak ini!" Dengan cemberut Sasya berjalan kearah meja rias nya untuk membenahi lipstik nya.


Dengan senyum penuh kepuasan Rahmat menyusul Sasya dan memeluk nya dari belakang.


"Jangan cantik-cantik, nanti banyak yang ngelirik" Bisik Rahmat yang membuat Sasya tersipu malu.

__ADS_1


"Sya!! Ayo kita berangkat keburu kesiangan!" Teriak Zulfa dari ruang tengah.


Sasya mendengar suara Zulfa yang memanggil nya langsung melepas tangan Rahmat yang melingkar di pinggang nya.


"Sudah! kita lanjut nanti malam!" Ucap Sasya kemudian mengecup pipi Rahmat dan berjalan melewati nya, Rahmat sedikit terkejut dengan kelakuan istri nya itu, ia mengikuti langkah Sasya yang keluar dari kamar dengan senyuman yang mengembang.


Sesampai nya diruang tengah...


"Sudah semua?" Tanya Zulfa


"Sudah Bun" Jawab Sasya dan Rahmat bersamaan, sekilas mereka saling menatap.


"Ya sudah kita berangkat sekarang" Moza langsung berjalan menuju mobil yang sudah siap di halaman depan. Mereka pun meluncur melewati jalan raya yang lumayan ramai dengan pengendara lain.


Disaat seluruh warga tengah sibuk menata juga mengurus ini dan itu Nur malah duduk di dalam kamar nya ia sibuk berkutat dengan pikiran nya sendiri, gadis itu geram karena selalu gagal membuat Rayyan jauh dari Maysa.


"Tidak akan aku biarkan kalian berdua melakukan nya malam ini, tapi bagaimana cara nya?!" Gumam Nur yang berpikir keras.


"Ah lebih baik aku keluar dulu siapa tau dapat ide" Nur beranjak dari duduk nya ia keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar Maysa entah apa yang tengah ia pikirkan.


"Nur?! mau apa kau?" Ketus Fasha ketika melihat Nur yang nyelonong masuk ke kamar nya.


"Tidak ada, aku hanya ingin mengucap kan maaf saja kepada Maysa dan selamat ya kamu sebentar lagi menjadi istri ustadz Rayyan" Ucap Nur sambil mengulurkan tangan nya, Maysa tanpa curiga ia langsung menjabat tangan Nur dengan senyum yang mengembang, Maysa masih sibuk memikirkan siapa gadis yang menganggu pikiran calon suami nya belakangan ini.


Karena Maysa sudah memaafkan Nur maka Fasha pun mau tak mau juga memaafkan gadis itu "Nah gitu kek dari kemarin, terima kenyataan" Ucap Fasha. Mereka pun tersenyum dan Nur ikut membantu Fasha.


"Kamu sedang apa Fa? aku bantu ya?" Fasha menganggukkan kepala nya menyetujui tawaran Nur.


Tak lama kemudian Rombongan keluarga Maysa sudah sampai di pondok setelah Moza memarkirkan mobil nya mereka turun dan menuju kamar calon mempelai wanita.


"Waalaikumussalam" Serempak mereka yang ada di dalam kamar Maysa menjawab salam dengan menoleh ke arah pintu kamar.


"Ayah!" Teriak Maysa yang langsung menghambur ke pelukan sang ayah.


"Loh rindu nya cuma sama ayah ni? bunda nya terlupakan ini?" Zulfa menunjukkan raut cemberut berpura-pura marah


Maysa pun melepaskan pelukan nya dari Moza gadis itu tersenyum dan beralih memeluk Zulfa.


"May rindu bunda" Ucap gadis itu, Zulfa pun membalas pelukan putri nya itu.


"Em... anak bunda" Zulfa mengelus lembut punggung putri bungsu nya itu, Sasya pun ikut mengelus pundak adik nya itu sedangkan Rahmat kini sedang berada di ruangan Rayyan.


"Ustadz Rayyan? bagaimana rasa nya?" Sengaja Rahmat menggoda Rayyan yang terlihat sangat gugup.


"Ekhem biasa saja" Rayyan berusaha menyembunyikan rasa gugup yang kini menyelimuti hati nya.


"Dah lah jangan disembunyikan, saya kan juga sudah pernah berada di posisi yang sama" ucap Rahmat menepuk bahu Rayyan.


Sejenak Rayyan menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar.


"Sudah siap?" Rahmat bertanya setelah melihat Rayyan seperti nya berusaha untuk membuang rasa gugup itu.

__ADS_1


"He'em iya" Sahut Rayyan yang mulai melangkahkan kaki nya untuk keluar dari kamar bersama dengan Haidar dan juga Rahmat.


"Mbak mbak saya selesai kan dulu riasan nya ya?" Ucap MUA yang mendandani Maysa, karena cukup lama Maysa memeluk bunda nya.


"Sebentar ya bun" Ucap Maysa melepas pelukan nya dan melangkah kan kaki nya kembali ke meja rias.


"Iya sayang" Sahut Zulfa dengan senyuman yang mengembang.


"Ayo yah kita ke luar! May, bunda sama ayah keluar dulu ya? " Ucap Zulfa kemudian ia dan Moza meninggalkan kamar Maysa.


"Iya bun" Sahut Maysa tanpa menoleh ke arah kedua orang tua nya, karena riasan nya belum selesai.


"Sasya disini dulu ya bun, nanti Sasya keluar bareng May aja" Ucap Sasya.


"Iya sayang" Ucap Zulfa sambil mengangguk kan kepala nya, dan langsung melangkahkan kaki nya menyusul Moza yang sudah lebih dulu keluar dari kamar Maysa.


Abah dan Ummi tengah berbincang dengan pak penghulu, tak lama kemudian pun Moza datang bersama Zulfa.


"Assalamu'allaikum" Ucap Zulfa dan Moza bersamaan.


"Waalaikumussalam" Sahut semua yang ada di tempat ijab, seketika senyum Abah dan Ummi mengembang melihat siapa yang datang, mereka berdua beranjak dari duduk nya dan menyambut kedua orang tua Maysa.


"Selamat datang pak Moza, apa kabar?" Ucap Abah seraya memeluk Moza.


"Alhamdulillah baik, Abah sehat?" Moza balas memeluk sang pemilik pondok pesantren itu.


"Alhamdulillah sehat" Kedua nya pun langsung ikut bergabung dengan yang lain nya.


"Ini calon besan saya pak penghulu" Abah basa-basi mengenalkan Moza dan juga Zulfa kepada penghulu.


"Oh iya iya iya, besan nya sudah datang, ini calon mempelai nya belum selesai to?" Tanya pak penghulu menanyakan mempelai pria maupun wanita.


"Sebentar saya panggilkan dulu" Ucap Ummi yang segera beranjak dari duduk nya.


"Tidak usah Ummi, ustadz Rayyan sudah disini" Ucap Zainudin yang melihat Rayyan sudah sampai di depan pintu masuk ruangan Abah.


Seketika semua mata tertuju pada Rayyan yang hendak melangkahkan kaki nya melewati pintu.


"Assalamu'allaikum" Ucap Rayyan memberikan salam kepada semua nya.


"Waalaikumussalam" Serempak semua membalas salam Rayyan.


"Duduk disini nak" Ucap Abah, Rayyan pun menuruti nya. Tak menunggu terlalu lama masuk lah Maysa yang dituntun oleh Fasha dan juga Sasya.


"Assalamu'allaikum" Fasha memberikan salam sebelum melangkahkan kakinya melewati pintu, sedangkan Maysa menundukkan wajah nya, gadis itu merasa sangat gugup ketika sudah sampai di ruangan Abah.


"Waalaikumussalam" Sahut semua.


Karena semua sudah terkumpul dan sudah siap Rayyan diminta untuk duduk berhadapan dengan Moza dan juga pak penghulu.


Setelah semua nya sudah siap Rayyan dan Moza mulai berjabat tangan dan ikrar ijab qobul pun mulai di ucap kan...

__ADS_1


bersambung...


Jangan lupa like nya 🥰🥰🥰


__ADS_2