
"Sayang! mau ngapain?" Tanya Rahmat yang langsung tanggap dan menolong Sasya yang mau merubah posisi nya dari tidur menjadi duduk.
"Antar kan aku ke ruangan Rita mas" Pinta Sasya dengan penuh harap.
Rahmat terdiam sejenak karena melihat kondisi Sasya yang baru saja pulih.
"Nanti saja ya, biar kamu benar-benar sehat dulu" Rahmat mencoba untuk membujuk Sasya, namun seperti nya Sasya bersikeras.
"Sabar kak! nunggu sebentar lagi biar kakak benar-benar sehat apa susah nya sih?" Maysa sedikit geram dengan kakak nya yang ngeyel, padahal kondisi nya sedang tidak baik.
"Tapi May... "
"Nggak! pokok nya kakak harus sehat dulu baru boleh ketemu sama kak Rita!" Serobot Maysa, membuat Sasya kembali diam dan merebahkan tubuh nya.
"Yang dibilang Maysa benar Sya, kamu jangan keras kepala dong!" Ucap Zulfa.
Akhir nya Sasya pun mengurungkan niat nya untuk berkunjung ke ruangan Rita walau pun dengan hati yang kecewa Sasya terpaksa menuruti keinginan keluarga nya.
...----------------...
Satu minggu berlalu...
Siang ini Abah dan Ummi bersiap untuk menjemput Sasya yang akan pulang dari rumah sakit.
"Wahyu! bisa minta tolong masuk kan beberapa barang ini kedalam mobil!" Teriak Ummi yang melihat Wahyu tengah berjalan-jalan di depan ruangan Abah.
"Siap Ummi!" Sahut Wahyu yang langsung membawa beberapa kardus-kardus yang berisi oleh-oleh.
"Abah sudah selesai?" Tanya Ummi yang melihat Abah sudah rapi dan baru saja keluar dari dalam kamar nya.
"Sudah, ayo berangkat sekarang" Ajak Abah yang langsung melangkahkan kaki nya menuju mobil yang sudah disiapkan sejak pagi tadi, Ummi pun mengekor dibelakang Abah.
Di rumah Sakit...
Hari ini Maysa sengaja pulang cepat karena akan ikut menjemput Sasya yang baru diperbolehkan pulang.
"Mas Rayyan mana sih kok lama?" Gumam Maysa yang sudah berdiri di depan gerbang sekolah.
TIN TIN TIN...
Baru saja gadis itu berhenti bergumam, sebuah mobil berhenti di depan nya, Rayyan keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk istri nya masuk ke dalam mobil.
"Lama ya?" Tanya Rayyan yang sudah duduk dibalik kemudi.
__ADS_1
"Lumayan sih" Ucap Maysa dengan sedikit cemberut, melihat itu Rayyan pun mencubit sekilas hidung Maysa.
"Maaf ya jangan marah dong!" Ucap Rayyan meminta maaf sambil mengemudikan mobil nya menuju rumah sakit.
Karena perjalanan lancar mobil yang di kendarai Abah dan mobil yang di kendarai Rayyan sampai di rumah sakit bersamaan.
"Lah itu Abah!" Ucap Maysa yang langsung turun dari mobil ketika melihat Abah dan Ummi turun dari mobil.
"Sayang tunggu!" Ucap Rayyan yang melihat Maysa langsung berlari menjumpai Abah dan juga Ummi, mau tak mau Rayyan pun segera berlari mengejar istri nya itu.
"Assalamu'allaikum Abah, Ummi" Ucap Maysa sambil menyalami tangan kedua mertua nya itu secara bergantian.
"Waalaikumussalam, kau sendirian May?" Tanya Ummi kepada Maysa, karena Maysa hanya muncul sendiri.
"Tidak Ummi, ada mas Rayyan, Maysa rindu Ummi, sudah berapa hari tidak bertemu" Manja Maysa kepada ibu mertua nya, Ummi pun memeluk gadis yang telah menjadi menantu nya itu.
Setelah Rayyan tiba di sana, mereka pun segera berjalan menuju ruangan dimana Sasya di rawat.
Di ruang pasien...
Sasya dengan gelisah menunggu kedatangan Rahmat yang sedari pagi belum juga kembali masuk.
"Bun? mas Rahmat kok lama ya?" Tanya Sasya dengan raut wajah gelisah.
"Bantu Sasya berdiri bun" Ucap Sasya yang duduk di tepi ranjang.
"Mau kemana nak?" Tanya Zulfa yang masih khawatir dengan kondisi anak nya.
"Sasya mau menyusul mas Rahmat" Ujar Sasya yang bersikeras untuk tetap berjalan keluar dari kamar nya.
Dengan berjalan perlahan akhir nya Sasya sampai juga di ruangan bayi, namun di sana ia tak mendapati keberadaan Rahmat.
"Sya? kamu nggak papa nak?" Tanya Zulfa yang melihat raut wajah Sasya berubah.
"Mas Rahmat sama bayi yang di box sana kok nggak ada ya bun?" Sasya berusaha menahan gemuruh di dalam hati nya, perlahan ia menepis pikiran negatif nya.
"Mungkin mas Rahmat mengunjungi Rita dan membawa bayi nya bun" Ucap Sasya, Zulfa yang mengerti kondisi Sasya pun langsung memeluk putri sulung nya itu, untuk menenangkan nya.
Baru saja mereka berdua akan kembali ke kamar, Abah, Ummi, Rayyan dan Maysa berjalan menghampiri mereka.
"Loh Bunda? kok kakak di ajak keluar?" Tanya Maysa yang langsung mendekati Sasya yang menyandarkan tubuh nya di dinding kaca.
"Kakak mu bersikeras mau mencari Kakak ipar mu" Ucap Zulfa.
__ADS_1
"Loh la memang nya Rahmat kemana?" Tanya Abah, baru saja Abah bertanya, ada dokter bersama beberapa perawat nya berjalan sedikit berlari menuju ruang pasien yang letak nya lumayan dekat dengan ruang bayi dimana tempat mereka berdiri.
"Loh loh loh ada apa itu? kok pada lari?" Maysa bertanya-tanya.
"Eh itu kok mereka masuk ke ruangan Rita ya?" Tanya Sasya yang beberapa hari yang lalu pernah di ajak Rahmat untuk mengunjungi Rita.
"Iya kah? ya sudah kita coba ikut ke sana" Ucap Maysa, mereka pun bersama-sama berjalan menuju ruangan Rita.
Sesampai nya di sana, ada Rahmat yang baru saja keluar dari dalam ruangan itu dengan menggendong baby Aziz.
"Ada apa mas?" Tanya Sasya begitu melihat suami nya baru saja dari dalam.
"Rita, kondisi Rita semakin menurun" Ucap Rahmat dengan lirih.
Sementara didalam dokter dan beberapa suster tengah menangani Rita, diluar baby Aziz menangis tak henti-henti nya, Sasya yang merasa iba pun langsung meraih nya dan menggendong bayi mungil itu.
"Tolong buatkan susu mas, mungkin dia haus" Ucap Sasya, Rahmat segera membuatkan susu untuk baby Aziz agar dia tidak rewel lagi.
Beberapa saat ketika Rahmat datang membawa sebotol untuk baby Aziz...
"Alhamdulillah, anak sholeh nggak boleh rewel ya nak ya" Sasya memberikan susu kepada baby Aziz menggunakan dot sesekali ia mengajak bayi mungil itu berbicara.
Setelah baby Aziz tenang dan terlelap dalam gendongan Sasya, dokter dari dalam ruangan Rita pun keluar.
"Keluarga ibu Rita?" Tanya dokter tersebut, Rahmat dan Sasya spontan langsung mengiyakan nya secara bersamaan.
"Kabar duka pak, bu, mohon maaf ibu Rita tidak terselamatkan" Ucap dokter yang menangani Rita.
Mendengar kabar duka itu Sasya merasa lemas kaki nya ia pun luruh kelantai.
"Inalillahi wainnailaihi roji'un" Ucap Semua orang yang ada di depan ruangan.
"Boleh kami masuk?" Ucap Rahmat kepada dokter.
"Silahkan pak" Dokter mengijinkan keluarga Sasya untuk masuk melihat Rita yang telah terbujur di atas ranjang pasien namun dengan mata yang tertutup dan tak akan lagi membuka.
Tangis duka pun pecah di sana, Sasya dengan menggendong dan memeluk bayi mungil yang baru saja ditinggal oleh ibu nya ber ucap lirih.
"Jangan sedih sayang, kami semua akan mengurus mu" Sasya mencium lembut bayi kecil itu.
Sore hari, Rita di kebumikan di TPU dekat pondok, tepat nya di samping makam almarhum Arjun suami nya.
Sasya dengan menggendong baby Aziz mengikuti proses pemakaman Rita atau ibu biologis dari baby Aziz.
__ADS_1
bersambung...