
Didalam rumah baru...
Maysa dan Rayyan terlihat sedang bersantai di balkon, mereka berdua sedang asyik bercengkrama dan juga bercanda.
Di tengah-tengah ke asyik kan mereka tiba-tiba saja ponsel Maysa berdering.
"Sebentar ya mas" Ucap Maysa yang turun dari pangkuan Rayyan, Rayyan pun hanya menganggukkan kepala nya.
Maysa melangkahkan kaki nya dan masuk ke dalam kamar dan lanjut masuk ke dalam ruang ganti untuk menerima panggilan. Rayyan yang diam-diam sedikit menaruh kecurigaan pun mengikuti istri nya tanpa sepengetahuan Maysa.
"Halo Assalamu'allaikum?" Ucap Maysa setelah menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.
"Waalaikumussalam, May gawat May malam ini lo di tantang in sama itu cowok yang dulu pernah lo kalahin" Ucap Anita dari balik panggilan telfon.
"Cowok? masa cowok nantang in cewek sih? kaya nggak ada kerjaan aja" Sahut Maysa.
"Iya dia bilang kalau lo nggak terima tantangan ini dia bakal nyebar foto wajah asli black angel" Anita menjelaskan ancaman yang diterima nya.
"Waduh nggak bisa gitu dong, ok deh ntar jam dua pagi kaya biasa nya aja ya! dia yang nantang, gue yang tentuin waktu, di sirkuit biasa aja" Ucap Maysa yang tidak sadar kalau Rayyan diam-diam mendengarkan di balik tembok.
Setelah mengakhiri panggilan nya Maysa pun segera keluar dari kamar ganti dari ambang pintu ruang ganti itu Maysa melihat Rayyan sudah berbaring di atas ranjang dengan memejamkan mata nya.
"Aman, mas nya udah tidur berati aku bisa siap-siap dari sekarang" Gumam Maysa yang langsung mengirim pesan kepada Anita melalui gawai tipis milik nya itu.
Setelah selesai mengirim pesan kepada Anita Maysa pun segera merebahkan tubuh nya di samping Rayyan yang sudah lebih dulu memejamkan mata nya.
"Selamat malam sayang" Ucap Maysa dengan mengecup pipi Rayyan sekilas kemudian ia segera memejamkan mata nya.
Setelah jam menunjuk kan pukula 01.30 WIB Rayyan membuka mata nya dan mendapati Maysa yang sudah tertidur pulas di samping nya.
"Apa lagi yang belum ku ketahui tentang mu May?" Bisik Rayyan dengan mengelus wajah ayu Maysa yang terlihat teduh dan damai ketika tertidur.
Drrrrrttt... drrrrrtttt... drrrrrrttttt...
Gawi tipis yang terletak di atas nakas pun bergetar, mengetahui Maysa yang seperti nya hendak bangun karena getaran yang di hasil kan oleh alaram itu lumayan menganggu tidur nya, Rayyan segera kembali memejamkan mata nya dengan satu tangan yang di lingkarkan nya di pinggang ramping milik Maysa.
"Astagfirullah" Kaget Maysa ketika membuka mata nya dan mendapati tangan Rayyan yang masih anteng memeluk nya.
Perlahan gadis itu memindahkan tangan Rayyan dan ia dengan sangat hati-hati turun dari ranjang nya, dengan mengendap-endap melangkahkan kaki nya meninggalkan kamar.
__ADS_1
Setelah Maysa menutup pintu kamar dengan perlahan, Rayyan membuka mata nya dan menunjuk kan senyum yang tidak seperti biasa nya.
Maysa melangkahkan kaki nya tanpa menoleh ke belakang, ia bertemu dengan Anita yang sudah menunggu nya sejak setengah jam yang lalu di seberang jalan.
Maysa segera berlari mendekat kearah mobil Anita yang berhenti sementara itu Rayyan di balik garasi mobilnya mengamati Maysa yang berlari mendekati sebuah mobil yang berhenti di seberang sana.
"Bertemu dengan siapa dia? kenapa diam-diam begini? awas saja jika kau berani mendua, tidak akan ku kasih ampun!" Gumam Rayyan dengan hati yang membara.
Laki-laki itu membelalakkan mata nya terkejut ketika ia melihat istri nya masuk kedalam mobil asing itu.
Tanpa pikir panjang Rayyan pun segera mengeluarkan mobil nya dari garasi dan mulai mengikuti kemana mobil yang membawa Maysa tadi pergi.
Di dalam mobil Anita...
"Lo yakin May suami lo nggak marah?" Tanya Anita yang sebenar nya ragu dengan keputusan yang di ambil Maysa ini.
"Aman, tadi dia masih tidur kok" Ucap Maysa dengan yakin.
"Kalau ntar dia bangun gimana?" Kali ini Anita benar-benar takut.
"Yaaa... itu dipikir ntar aja, oh iya, gue ntar pakai motor nya Nando kan?" Tanya Maysa sengaja mengalihkan pembicaraan, karena sejujur nya dalam hati Maysa, ia sangat takut jika saja benar Rayyan bangun dari tidur nya sebelum diri nya pulang.
Rayyan tetap mengikuti mobil Anita dengan tetap menjaga jarak, ketika mobil Anita berhenti di parkiran khusus dekat sirkuit, dari kejauhan Rayyan melihat dua orang yang keluar dari mobil Anita, yang satu nya jelas sekali tidak mengenakan hijab dan itu adalah Anita namun yang satu nya lagi kenapa bukan Maysa melainkan gadis dengan jaket kulit berwarna hitam dan celana jeans dengan warna senada, tak lupa gadis itu juga menutupi wajah nya dengan cadar.
"Siapa dia? Apakah Black Angel? Apakah Maysa juga mengenal nya? tapi kenapa hanya mereka berdua yang keluar dari dalam mobil itu, dimana Maysa?" Gumam Rayyan yang mengamati nya dari dalam mobil.
Anita dan Maysa yang sudah berganti kostum pun berjalan mendekati Nando yang sudah menunggu nya.
Maysa menaiki motor Nando dan dibawa nya melaju menuju garis star, di sana sudah ada Reza yang stay di garis star juga.
"Wow akhir nya datang juga, Black Angel" Sapa Reza dengan senyum semirik nya, dan itu berhasil membuat Maysa muak.
"Ayo lah cantik jangan sok jual mahal gitu" Sengaja Reza menyulut emosi yang ada di dalam hati Maysa, namun gadis itu masih tenang dan mengabaikan semua yang di ucap kan oleh Reza.
"Ok jadi gini, kalau lo kalah, lo harus jadi wanita gue... "
"Dan kalau lo yang kalah maka lo harus bayar dua kali lipat, dan lo jangan ganggu kehidupan gue!" Serobot Maysa dengan tatapan tajam nya menatap Reza yang ada di sebelah nya.
Terdengar tawa nyaring dari suara berat Reza "Hahahaha... bersiap-siaplah untuk menjadi wanita gue Black Angel! dan jangan harap lo bisa lari dari gue!" Ancam Reza dengan semirik nya.
__ADS_1
"Bermimpi Lah heh!" Cetus Maysa dengan nada kesombongan nya.
Balapan pun dimulai namun kali ini Maysa tak menunggu, ia langsung memutar gas nya ketika aba-aba sudah di mulai.
Yang ada di pikiran gadis itu saat ini hanyalah cepat menyelesaikan balapan ini dan segera pulang sebelum Rayyan bangun.
Ditengah-tengah trek Reza berhasil mendekati Maysa dan mereka kini berjajar saling mendahului dengan kecepatan yang sama cepat nya.
Anita yang melihat nya dari layar hp yang terhubung dengan kamera kecil yang ada di helem Maysa, ketika Maysa menoleh sekilas ke arah Reza barusan. Anita segera menghubungkan earphone nya yang terhubung juga dengan earphone Maysa.
"May lo denger? kalau lo nggak segera mendahului Reza, kalian bakalan seri dan akan ada balapan selanjut nya" Ucap Anita yang di dengar kan oleh Maysa.
"Hem gue ngerti" Maysa pun segera menarik kopling nya dan menginjak perseneling untuk menambah kecepatan nya, dan ketika Reza sedikit berada di depan nya Maysa segera melepaskan kopling nya dengan begitu motor nya melesat jauh mendahului lawan nya itu. Reza yang terkejut karena lagi-lagi ia di buat kagum oleh Black Angel yang selalu punya trik untuk menang itu.
Setelah melewati garis finis Maysa segera turun dari motor dan menemui para fans nya yang selalu setia mendukung nya setiap kali ia mengikuti acara balapan.
Dari kejauhan Rayyan melihat nya, ia sedikit berdecak kagum melihat Black Angel yang berhasil mengalahkan lawan nya yang berbeda gender itu.
Perhatian Rayyan pun beralih ketika melihat motor CBR warna hitam yang ada di samping Black Angel juga helem full face nya.
"Kok kaya pernah lihat tu motor ya?" Batin Rayyan yang berjalan perlahan mendekati kerumunan para fans Black Angel.
Perlahan ingatan saat Maysa tiba-tiba berhenti di depan pondok terlintas di benak Rayyan.
"Astagfirullah jangan-jangan dia... hem perlu di tanya ini!" Gumam Rayyan.
Rayyan pun segera menerobos kerumunan itu dan meraih tangan Black Angel kemudian segera menarik nya keluar dari kerumunan para fans nya.
"Mas kalau mau minta foto sabar dong! kita aja ngantri!" Ucap salah seorang fans nya Black Angel.
"Iya mas, apa apa nih main tarik-tarik, sesama fans jangan gitu dong" Ucap fans yang lain nya.
"Maaf mas, mbak saya ini body guard nya Black Angel, dan saat ini Black Angel harus sudah pulang, permisi!" Ucap Rayyan dengan tegas.
Semua fans pun terpaksa kembali diam kemudian Rayyan segera membawa Black Angel menjauh dari kerumunan.
"Kita pulang sekarang!" Ucap Rayyan dengan suara berat nya.
"Apa?...
__ADS_1
bersambung...