
TOK TOK TOK...
ASSALAMU'ALLAIKUM
Tiba-tiba saja sepasang kekasih itu menghentikan aksi nya dengan terpaksa setelah mendengar pintu ruangan nya diketuk dengan suara seseorang mengucap salam.
"Waalaikumussalam" Sahut Maysa dan juga Rayyan.
"Siapa malam-malam begini?" Gumam Rayyan, Maysa yang tadi nya duduk di pangkuan Rayyan pun beralih duduk di sofa dan membenahi baju nya.
"Sebentar ya sayang, mas lihat dulu siapa di luar" Ucap Rayyan sembari mengelus pucuk kepala Maysa dan sekilas mengecup kening istri tercinta nya itu.
"He'em iya mas" Sahut Maysa dengan menganggukkan kepala nya.
Rayyan segera beranjak dari duduk nya ia berjalan menuju pintu masuk ruang nya dan membuka pintu itu.
"Hehe ustadz Rayyan maaf menganggu, ustadz Haidar mengajak kita makan bersama karena ini hari ulang tahun beliau" Zainudin menyampaikan pesan kepada Rayyan tentang ajakan dinner dari Haidar.
"Em siapa saja yang ikut?" Tanya Rayyan ia mengira akan makan bersama di luar pondok.
"Seluruh warga pondok" Jawab Zainudin.
"Dimana? nanti saya nyusul" Rayyan menanyakan tempat nya karena dia memang harus bersiap-siap dulu.
"Didepan di pendopo samping taman tengah" Sahut Zainudin menunjuk kan tempat nya.
"Loh?? di dalam pondok?" Tanya Rayyan heran.
"Iya ustadz, di pondok, ya sudah saya kembali dulu mau membantu yang lain nya menyiapkan makanan" Ucap Zainudin berpamitan, setelah Rayyan mengiyakan nya santriwan itu segera mengucap salam dan Rayyan menjawab nya.
"Siapa mas? kok nggak di ajak masuk?" Tanya Maysa yang masih stay duduk di sofa sedari tadi.
"Itu si Zainudin, ngajakin makan bareng, ternyata hari ini ulang tahun ustadz Haidar ia mengadakan syukuran kecil-kecil an dengan mengajak kita seluruh warga pondok makan bersama" Jelas Rayyan sambil menghempaskan bokongnya di sofa yang empuk itu.
"Owalah gitu, ya udah yuk siap-siap kok malah balik duduk lagi sih?" Ucap Maysa yang melihat suami nya malah menyenderkan kepala nya di pundak Maysa.
"Sebentar sayang ini nyaman sekali" Ucap Rayyan sambil mendusel-nduselkan kepala nya di ceruk leher Maysa.
"Mas geli ah jangan gitu! kita makan dulu itu mereka pasti sudah pada nunggu" Maysa berusaha mendorong kepala Rayyan yang terus saja menempel pada diri nya itu.
Di dapur pondok terlihat Fasha sedang menata minuman yang akan di bawa keluar, Nur berjalan mendekati Fasha.
"Boleh ku bantu?" Pinta Nur menawarkan bantuan kepada Fasha yang memang saat itu sedikit kewalahan.
__ADS_1
"Oh boleh-boleh sini" Ajak Fasha dengan senang hati, gadis itu merasa kalau Nur sudah berubah, gadis itu mungkin sudah bertaubat begitulah isi dalam pikiran Fasha saat menyaksikan Nur membantu nya dengan ikhlas.
Namun berbeda dengan Rahma yang melihat mereka dari kejauhan "Tan Tan! sini deh" Rahma melambaikan tangan nya kearah Tania yang berdiri tak jauh dari nya, gadis yang dipanggil Rahma itu pun langsung mendekat tanpa ragu.
"Ada apa?" Tanya Tania dengan antusias.
"Coba kau lihat dia, tumben sekali dia mau membantu Fasha, kan kaya ada udang di balik rempeyek nggak sih?" Ucap Rahma yang kenal betul bagaimana sifat Nur.
"Rempeyek udang Ma? ya ampun enak itu Ma gak main-main aku" Tutur Tania yang langsung mendapatkan cubitan dari Rahma di pinggang nya.
"Aduh Ma, sakit tau!" Ucap Tania dengan mengelus pinggang nya yang terasa berdenyut akibat dari cubitan Rahma.
"Ya maka nya kalau di ajak ngomong yang serius napa!" Rahma dengan cemberut sedikit mengomeli Tania.
"Iya iya iya, ada apa?" masih dengan meringis dan mengelus pinggang nya Tania berusaha serius.
"Nur itu lo!" Rahma menunjuk ke arah Nur, sedangkan Tania melihat nya sambil berpikir.
"Loh iya, ada apa kah gerangan? kok Nur jadi baik gitu dan kemana dua teman nya yang lain?" Begitu banyak pertanyaan yang memicu kecurigaan dari dalam otak kedua gadis itu.
"Fa ini kan tinggal sedikit lagi, biar aku saja yang selesaikan, kamu istirahat dulu aja nggak papa" Nur mengambil alih pekerjaan Fasha, Fasha tersenyum melihat ada nya kebaikan yang muncul dalam diri Nur.
"Akhir nya setelah sekian purnama gadis ini kembali normal dan tidak penuh dengan rencana jahat'" Batin Fasha saat melihat Nur yang mengambil alih pekerjaan nya dengan cekatan.
"Ustadz Haidar?" Lirih Fasha dengan posisi tubuh yang sangat dekat dengan Haidar.
"Lain kali hati-hati" Ucap Haidar, dengan pipi yang tiba-tiba saja memerah bak kepiting rebus, Fasha menunduk kan kepala nya.
"Terimakasih ustadz" Ucap gadis itu yang kemudian langsung berlari masuk ke dalam toilet.
Di pendopo pondok terlihat seluruh warga tengah berkumpul untuk makan bersama, Maysa bersama Rayyan duduk berdampingan di antara seluruh warga pondok.
"Mas aku ikut Fasha ke sana ya?" Ucap Maysa yang duduk di samping Rayyan.
"Nggak usah disini aja" Rayyan mengeratkan pelukan tangan nya di pinggang Maysa dan meletakkan dagu nya di pundak istri tercinta nya itu.
"Iiiiihh nggak enak itu lo sama yang lain, masa aku nggak bantu-bantu?" Dengan sedikit cemberut Maysa berkata.
"Ya udah sana, tapi jangan lama-lama" Ucap Rayyan "CUP!"dengan sekilas mengecup pipi Maysa.
" USTADZ!" Dengan suara sedikit tertahan Maysa menoleh kearah Rayyan dengan sedikit jengkel.
"Apa?" Dengan senyum cengengesan puas karena berhasil menggoda istri nya Rayyan melepaskan Maysa.
__ADS_1
"Malu tau!" Bisik gadis itu yang kemudian langsung berjalan meninggalkan nya dan mendekati Fasha yang terlihat menata makanan.
"Hai?" Sapa Maysa, Fasha yang mendapati Maysa atau sekarang bisa disebut kakak ipar nya itu langsung mengembangkan senyum.
"Eh May kamu, ngapain kesini?" Tanya Fasha sambil tetap Fokus menata makanan.
"Aku mau bantu dong, maaf nih denger kabar kalau kalian sibuk nya telat" Ucap Maysa merasa tidak enak karena seperti nye mereka sudah repot sejak pagi.
"Emang nya kak Rayyan rela kamu ninggalin dia?" Sengaja Fasha menggoda kakak ipar nya yang umur nye lebih muda dari nya itu.
"Ih apa an sih kak Fa!" Maysa mencubit kecil lengan Fasha, dan gadis itu tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
"Ya kan pengantin baru, biasa nya tuh kata orang kalian lagi bucin-bucin nya, apa lagi kak Rayyan tuh lagi manja-manja nya" Celoteh Fasha yang membuat Maysa sedikit merasa malu, ia menghela nafas sejenak.
"Yaaaaa... nggak gitu juga kak, masa ia terus kita mau berdua an aja terus" Ucap Maysa dengan membantu Fasha menata makanan dimeja pendopo.
"Uluh-uluh malu-malu lagi ni anak, trz ni ya, jangan panggil aku kak, sekarang kamu itu kakak ipar ku tapi aku nggak mau panggil kamu kakak, hehehe..." Pinta Fasha kepada Maysa.
"Oke deh Fasha, eh kok gimana gitu ya?!" Ucap Maysa yang langsung di sambung dengan tawa mereka berdua.
Tak jauh dari tempat Maysa dan juga Fasha membantu menata makanan Rayyan duduk sendiri sambil melihat istri nya yang terlihat tengah tertawa lepas bersama adik nya itu.
"Permisi ustadz, ini minuman nya" Tiba-tiba Nur hadir di hadapan Rayyan dengan membawa dua gelas minuman.
"Oh iya makasih" Ucap Rayyan meraih dua gelas yang diberikan Nur dan meletakkan di depan nya.
"Sendirian aja ustadz, Maysa nya kemana?" Basa basi Nur bertanya.
"Itu dia di sana" Jawab Rayyan seperlunya ketika Nur hendak melontarkan pertanyaan sekali lagi, tiba-tiba ia dipanggil.
"Nur bagian sini minum nya belum dapat" Teriak seseorang yang ternyata adalah Zainal.
"Iya Zai sebentar aku ambil lagi" Ucap Nur namun Rayyan segera berkata.
"Oh Zainal belum dapat ya? ini untuk Zainal aja dulu nggak papa" Ucap Rayyan
"Tidak papa ustadz tidak papa, biar Zainal aku ambilkan lagi" Ucap Nur buru-buru menolak nya dan berjalan dengan cepat menuju meja minuman.
"Aneh padahal kan sama-sama minuman, kan yang satu ini juga masih free orang Maysa nya masih di sana" Gumam Rayyan sambil meraih gelas yang ada dihadapan nya dan hendak menyeruput nya, baru saja gelas itu nempel di bibir Rayyan, Maysa yang baru saja kembali dari membantu Fasha langsung merebut gelas minuman milik Rayyan.
"Maaf mas aku haus" Ucap Maysa lalu meneguk segelas minuman itu.
Rayyan heran ada apa dengan istri nya itu...
__ADS_1
Bersambung...