Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Candu


__ADS_3

Maysa begitu terkejut karena yang datang adalah Rayyan dengan wajah yang ditekuk layak nya orang yang bermood jelek.


"Ok Ndo, gue duluan ya!" Ucap Maysa langsung membuka pintu mobil kemudian duduk di samping Rayyan yang fokus mengemudi.


"Ada apa dengan nya? kenapa dia yang marah? padahal semalam dia yang tidur duluan!" Batin Maysa dengan menatap pemandangan diluar mobil demi menghilangkan rasa canggung yang tiba-tiba datang.


"Kau masih berhubungan dengan nya?" Rayyan berusaha membuka pertanyaan dengan nada yang lembut tapi apalah daya Rayyan tak bisa menyembunyikan rasa jengkel nya ketika ia melihat Maysa bersama laki-laki lain.


"Iya, dia teman ku, sahabat dari kecil juga, apa? aku harus menjauhi nya?" Dengan kesal Maysa balik bertanya.


"Bukan begitu sayang, aku hanya mau kamu sedikit menjaga jarak dengan nya, toh kulihat dia seperti playboy, tidak baik untuk kamu dekat-dekat dengan nya" Tutur Rayyan mengingat Nando juga sangat perhatian terhadap Black Angel juga Anita.


"Atas dasar apa mas Rayyan berkata seperti itu?" Tanya Maysa dengan nafa yang tidak suka, gadis itu mengakui Nando memang suka asal menggoda cewek namun ia tetap tidak suka jika teman nya di katai playboy.


"Waktu Wahyu masuk rumah sakit, di sana dia juga memberikan perhatian lebih terhadap seorang gadis pembalap" Jelas Rayyan yang langsung membuat Maysa tersedak saat tengah menelan saliva nya.


"Duh ya ampun, itu kan aku, Jadi dia cemburu juga sama aku yang dalam wujud black angel?" Batin Mayaa dengan memijit kening nya.


"Pernikahan kita memang belum di umumkan, mungkin hanya warga pondok dan keluarga mu yang tau, tapi itu juga bukan berarti kamu bebas dekat dengan cowok lain di belakang ku! Bagaimana pun kau itu sudah terikat, status mu adalah istri ku" Rayyan mengoceh panjang lebar.


"Lalu? gadis yang tempo hari menganggu pikiran mu bagaimana? kau belum menceritakan kepada istri mu ini!" Tukas Maysa, ia begitu penasaran dengan gadis yang sudah berani mengusik pikiran suami nya.


"Tidak ada May, bukan kah tempo hari aku sudah mengatakan nya kalau itu tidak lah penting" Ucap Rayyan.


"Tapi kamu seperti menyembunyikan nya dari ku mas" Masih dengan ngotot Maysa berusaha memaksa Rayyan agar berkata jujur.


Karena gemas dengan Maysa yang bertanya masalah gadis lain Rayyan pun menepikan mobil nya.


"Loh? mas? kok... " Sejenak Maysa melihat ke arah luar yang memang sepi dan hampir tidak ada pengendara lain yang melintas di daerah itu.


"Berhenti? mas kamu nggak ada pemikiran buat nurunin aku di jalan kan mas?" Dengan segudang pertanyaan yang ada di dalam otak Maysa, gadis itu tak henti-henti nya bertanya, Rayyan yang lelah dengan ocehan Maysa pun langsung meraih tengkuk gadis itu dan segera ******* bibir Maysa dengan sedikit kasar.

__ADS_1


Mata Maysa terbelalak menyaksikan Rayyan yang dengan agresif menyesap bibir nya.


Setelah mendapati Maysa yang sedikit syok Rayyan perlahan melepas ciuman nya, ia mengusap bibir Maysa yang sedikit memerah akibat perbuatan nya barusan.


"Manis" Lirih Rayyan yang kembali mencium bibir istri nya itu, jika tadi Maysa terpaku karena terkejut kali ini Maysa mulai ikut terhanyut oleh permainan lidah Rayyan yang berhasil menerobos masuk dan membelit lidah Maysa.


Ciuman yang mula nya lembut kini berubah semakin memanas, terlihat dari Rayyan yang perlahan mulai merubah kursi mobil yang semula duduk menjadi tempat untuk rebahan.


Tanpa melepaskan bibir nya Rayyan perlahan membuka satu persatu kancing baju Maysa, sedangkan gadis itu mulai mengalungkan tangan nya di leher kekar suami nya dengan sedikit meremas rambut Rayyan.


Rayyan perlahan meremas gundukan yang terasa lembut dan kenyal ditangan nya itu, entah belajar dari mana mungkin Rayyan sudah terkontaminasi oleh novel novel hasil sitaan nya.


Namun ketika tangan Rayyan mulai meraba turun kebawah Maysa buru-buru mendorong suami nya itu.


"Kenapa sayang?" Tanya Maysa dengan tatapan sayu nya.


"Mas mau apa? ini tempat umum mas, lagian juga masih sore ini" Ucap Maysa dengan tangan yang masih stay di dada bidang Rayyan.


Terlihat Rayyan menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya kasar, "Ya sudah kita lanjut nanti malam" Ucap Rayyan yang kembali ke kursi nya setelah membenarkan posisi kursi Maysa. Mereka pun kembali melaju di jalan raya.


Nando pulang sekolah mampir di bengkel milik bapak nya Anita, pria itu terlihat kacau dan berhasil menarik perhatian Anita yang tengah menyetel kampas rem motor RX KING.


"Kenapa lo? muka kucel kek cucian belum di setrika gitu!" Anita berkata dengan melirik kearah Nando dan kembali fokus dengan kampas rem yang tengah di bersihkan nya.


"Gue bingung Nit, gue akhir nya bisa lepas sih dari Sinta, tapi gue kaya nyesek gitu" Ucap Nando dengan mengusap kasar wajah nya, sedangkan Anita hanya senyum dengan menarik salah satu ujung bibir nya saja.


"Halah ****** murahan gitu di pikirin, lo tau nggak? foto kemarin itu ada lanjutan obrolan nya tapi gue gak sempet vidio in" Jelas Anita yang langsung membuat mata Nando membulat.


"Apa? lo denger?" Tanya nya seperti tidak sabar ingin mengetahui kebenaran.


"Anak yang do kandung Sinta bukan anak lo, melainkan anak si cowok yang ada di foto itu" Ucap Anita dengan santai.

__ADS_1


"Oh gitu? pantes aja gue lihat tadi dia mau nerima dengan lapang dada ternyata gue yang jadi kek kambing congek" Gerutu Nando dengan kesal, tapi dia lega ternyata dia melepaskan Sinta itu tidak salah.


"Ya siapa suruh jadi cowok kok bego, otak dipakai mas buat mikir, jangan cuma buat isi kepala" Cibir Anita yang terlihat tengah memasang sekrup.


Malam hari di pondok pesantren...


Maysa tengah duduk di sofa dengan menyandarkan kepala nya di dada Rayyan, pria itu dengan kelembutan nya membelai pucuk kepala istri nya.


Maysa sedikit memiringkan tubuh nya, ia memeluk pinggang suami nya. Rayyan mengangkat dagu Maysa sampai gadis itu mendongak melihat wajah Rayyan, perlahan Rayyan menunduk kan wajah nya dengan sedikit memiringkan kepala nya, sampai pada akhir nya bibir mereka berdua menyatu, kini Maysa yang sudah lebih dulu terbakar hasrat nya pun mengalungkan tangan nya di leher kekar suami nya, tak mau diam saja Rayyan mengangkat tubuh Maysa untuk duduk di atas pangkuan nya.


Seisi ruangan itu pun di penuhi dengan suara kecapan antar bibir Maysa dan bibir Rayyan yang tengah menyatu.


Tangan Rayyan membuka kancing baju Maysa satu persatu sampai terlihat lah pembungkus benda kenyal semacam squishy terpampang nyata di hadapan nya itu.


Ciuman Rayyan pun perlahan berpindah semakin turun dan meninggalkan beberapa tanda di sana.


Maysa berusaha menahan ******* yang sudah berontak ingin keluar dengan menggigit bibit bawah nya.


"Jangan ditahan sayang keluarkan lah" Masih fokus dengan dua squishy di hadapan nya Rayyan berkata.


Maysa pun mulai menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Rayyan, bagaimana pun itu adalah tugas nya untuk melayani suami nya, tangan Rayyan kini mulai meraba ke area sensitif milik Maysa, di sana di lembah syurga dunia Rayyan memainkan dengan ritme yang sangat pelan dan lembut membuat tubuh Maysa menggeliat.


Rayyan kembali me***at bibir ranum yang telah menjadi candu nya dengan penuh gairah yang sangat membara.


TOK TOK TOK...


ASSALAMU'ALLAIKUM


Tiba-tiba saja sepasang kekasih itu menghentikan aksi nya dengan terpaksa setelah mendengar pintu ruangan nya diketuk dengan suara seseorang mengucap salam.


"Siapa malam-malam begini?...

__ADS_1


bersambung...


Sehat-sehat para reader ku yang setia, see you...


__ADS_2