
Pagi itu setelah sholat subuh Maysa segera mengumpulkan baju-baju kotor yang belum sempat ke cuci.
Gadis itu mencuci bersama dengan santriwati yang lain.
Nur yang melihat Maysa sedang mencuci pun segera berbisik-bisik dengan teman-teman nya.
Namun saat itu tanpa sepengetahuan mereka berempat Maysa sempat melirik kearah
mereka berdiri.
"Hadeh... mulai lagi itu orang, kaya nggak ada kapok-kapok nya aja" Batin Maysa yang kembali mencuci baju-baju nya.
Nur dan ketiga teman nya langsung berjalan meninggalkan tempat mencuci itu namun saat dijalan mereka berpapasan dengan Fasha yang setengah terburu-buru berjalan ke tempat mencuci untuk mencari Maysa.
"Fa?" Panggil Nur yang melihat Fasha berjalan dengan buru-buru.
"Iya Nur ada apa?" Dengan sifat dingin seperti kakak nya, Fasha memandang kearah Nur dan teman-teman nya.
"Nggak papa sih Fa, cuma mau ngingetin aja, jangan terlalu dekat-dekat dengan orang yang urakan, nanti kamu juga bakal ketularan urakan, bikin malu aja" Ucap Nur.
"Maksud kamu apa ya Nur? siapa yang urakan?" Dengan sedikit meninggikan suara nya Fasha maju selangkah lebih dekat dengan Nur.
"Udah deh Fa, kamu tu nggak usah sok-sokan bela in dia!" Ucap Ika yang membela Nur.
"Dia siapa? hem? dia siapa?" Kali ini dengan nada sedikit menantang Fasha bertanya.
"Dia si anak baru yang selalu berlindung di belakang mu, dia itu dekat-dekat sama kamu karena modus bukan tulus" Ucap Nur yang membuat Fasha berpikir.
"Modus?" Tanya Fasha.
"Iya, dia tau kalau kamu adik nya ustadz Rayyan maka nya dia mendekati kamu demi bisa mencuri perhatian dari kakak mu" Jelas Nur yang membuat Fasha merasa kan ragu di dalam hati nya, saat Fasha termenung untuk memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh Nur barusan Nur and the genk telah pergi meninggalkan nya yang masih berdiri terpaku di sana.
Fasha dengan langkah yang gontai ia melangkahkan kaki nya mendekati Maysa karena cucian nya juga ada di sana.
Gadis itu melihat kearah Maysa yang tetap fokus terhadap cucian nya.
"Apa benar kalau Maysa mendekati ku selama ini hanya untuk mencari perhatian dari kak Rayyan?" Fasha bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1
Maysa yang merasa diri nya diperhatikan pun melirik kearah Fasha, dan tertawa.
"Astagfirullah, kak Fa, kaget aku hehe... aku kira tadi siapa, kok tiba-tiba duduk di samping ku hehehe... " Ucap Maysa dengan candaan nya, namun Fasha hanya menanggapi nya dengan senyuman.
Mereka berdua pun mencuci baju bersama namun saling berdiam diri. Maysa pun merasa ada yang aneh dengan sikap Fasha.
Sejak pagi itu Fasha pun seperti sedikit menghindar, dan Maysa merasa kan hal itu. Saat waktu makan siang biasa nya Fasha yang selalu mengajak Maysa untuk makan kini gadis itu berjalan sendiri ke arah dapur tanpa mengajak Maysa.
Maysa pun mengejar Fasha namun tiba-tiba Rayyan memanggil nya.
"May!" Mendengar ada suara yang memanggil nya pun Maysa mengurungkan niat nya untuk mengejar Fasha.
"Iya pak ustadz ada apa?" Tanya Maysa saat sudah sampai di dekat Rayyan.
"Ini undangan nya sebagian sudah jadi kan, besok sepulang sekolah kita antar ke rumah mu ya?" Ajak Rayyan yang menunjuk kan kartu undangan.
"Kenapa tidak sekarang saja? kan masih siang, kalau besok saya ada jadwal tambahan, gimana?? malam dong, nggak baik lo cewek sama cowok keluar malam-malam, cuma berdua lagi" Ucap Maysa.
"Ekhem... nggak baik apa modus?" Dengan menaik turunkan alis nya Rayyan sedikit membungkuk kan tubuh nya supaya tinggi nya sejajar dengan tinggi Maysa.
Maysa yang merasa jarak diantara mereka terlalu dekat pun langsung mendorong dada Rayyan agar menjauh.
"Ok ok ok serius-serius-serius, ayok jalan sekarang, kalau minta nya sekarang" Rayyan pun berjalan sambil tangan nya yang melingkar di pinggang Maysa, mau tak mau gadis itu berjalan mengikuti Maysa.
Tanpa sepengetahuan mereka pun ada sepasang mata yang menatap nya penuh dengan bibit-bibit kebencian yang akan tumbuh di hati nya.
Nur dari kejauhan melihat dan membaca raut wajah Fasha yang sudah pasti dia sangat kesal siang itu pun, Tersenyum puas.
"Lihat saja May akan ku buat kau di benci oleh keluarga nya hahahahaha.... " Tawa Nur yang saat itu tengah memantau Fasha dari jarak jauh.
"Jadi kamu mau jadi kan Fasha sebagai boneka mu?" Rahma yang kurang setuju dengan fitnah yang diciptakan oleh Nur pun bertanya dengan nada yang kurang mengenakkan.
"Kalau pun iya dan kamu tidak mau ikut andil dalam hal ini, pergi lah saja, jangan ikut campur urusan ku!" Hardik Nur, Rahma yang merasa diri nya diusir pun langsung meninggalkan Nur dan dua teman nya yang masih setia, dengan perasaan sakit Rahma pun mengucap kan sumpah kebencian nya.
"Baik lah aku akan akan pergi dari mu Nur, jangan sampai kau meminta bantuan ku jika terjadi masalah pada mu, karena aku sudah memperingatkan mu, aku Rahmawati bersumpah tidak akan pernah membantu mu di jalan kesesatan ini Nur!" Dengan berlinang air mata Rahma pun berlari meninggalkan Nur and the genk.
"Pergilah aku tidak butuh duri di dalam pertemanan ku ini, kau hanya lah penghalang dari segala rencana ku sejak awal" Dengan senyum sinis nya Nur berucap.
__ADS_1
Rahma yang berlari kedalam kamar langsung mengemasi pakaian nya ia keluar dari kamar dan bingung entah mau pindah di kamar siapa, jika ia menemui Fasha dan berkata ingin ikut tidur di kamar nya, pasti nya dia tidak enak hati toh Fasha dan Maysa satu kamar dan mereka berdua tau nya Rahma adalah teman satu genk nya Nur.
Karena takut di tolak Rahma pun mengurungkan niat nya yang mau melangkahkan kaki menuju kamar Fasha, ia kembali berjalan dengan hati yang gundah gulana.
"Aku tidur dimana malam ini?" Gumam nya sambil duduk di samping taman.
Saat itu Tania tak sengaja lewat di samping Rahma dan mendengar gumaman gadis yang terlihat sedih itu.
"Rahma? kamu kenapa? mau kemana? kok tas nya dibawa-bawa?" Tania yang mendekati Rahma pun bertanya dengan banyak pertanyaan.
"Aku hanya pengen pindah kamar" Ucap Rahma sedikit ketus karena ia belum begitu mengenal Tania, sedangkan Tania ia cukup tau kalah Rahma itu teman nya Nur.
"Kok pindah kenapa?" Rasa kepo yang dimiliki oleh Tania memang cukup besar.
"hem... Ya ngerasa sesek aja, satu kamar berempat" Alasan itu dapat diterima oleh Tania, gadis itu menemukan ide yang menurut nya sangat brilian.
"Ya sudah kamu ikut aku ke kamar aku aja, kebetulan aku di kamar sendirian" Dengan senyuman Tania menawarkan itu kepada Rahma.
Akhir nya Rahma menyetujui ide dari Tania, mereka pun berjalan ke kamar Tania.
"Sini ku bantu bereskan barang mu" Tania pun membantu Rahma membereskan barang-barang Rahma setelah sampai di kamar nya. Setelah selesai Tania keluar sebentar untuk mengambil makanan untuk mereka berdua.
Saat kembali ke kamar, Tania melihat Rahma yang menyeka wajah nya, gadis itu terlihat seperti menangis.
"Rahma? kau menangis?" Tanya Tania yang melihat mata sembab Rahma, namun Rahma hanya memalingkan wajah nya.
"Rahma? kau kenapa? tidak suka ya satu kamar sama aku?" Tanya Tani yang mulai khawatir.
"Tidak Tan, aku sungguh berterima kasih pada mu karena sudah mau membantu ku" Rahma diam sejenak dan menghela nafas nya.
"Tan aku boleh tanya nggak?" Rahma menghadap ke arah Tania.
"Boleh kok, tanya apa?" Ucap Tania yang balik bertanya.
"Salah nggak sih kalau aku memutuskan tali persahabatan?...
bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa kondisikan kesehatan jempol nya agar mengeklik tombol like dan favorit syukur-syukur ada waktu luang untuk berkomentar lebih berbesar hati lagi beliin kopi dan bunga mawar juga gak papa 😁