
"Gimana? sudah lihat botol parfum nya?" Tanya Rahmat di samping telinga sang istri.
"Maaf? itu... milik mu kah?" Tanya Sasya dengan pandangan masih mengarah ke bawah sana dan satu tangan menutup mulut nya.
"Iya dan kau berhasil membangunkan nya" Bisik Rahmat.
"Maaf mas kan aku tidak sengaja, ya sudah kita lanjut tidur saja ya" Ucap Sasya yang langsung buru-buru menarik selimut nya sampai menutupi seluruh tubuh nya.
"Sayang, nggak bisa gitu dong, tadi pas aku ajak kamu tidur kamu malah membangunkan ku, sekarang giliran aku sudah bangun kamu nggak tanggung jawab" Ucap Rahmat yang berusaha masuk kedalam selimut Sasya.
"Ya kan aku sudah minta maaf mas" Ucap Sasya dari balik selimut nya.
"Oh jadi kamu gitu, nggak mau tanggung jawab? ok kalau itu mau mu" Rahmat memutuskan untuk turun dari ranjang, Sasya yang merasa jika suami nya tidak lagi menggangu nya pun membuka selimut nya dan melihat kearah dimana tadi Rahmat berbaring, namun di sana kosong tidak ada Rahmat yang tertidur di sana.
"Mas?" Panggil Sasya yang bangun dari tidur nya, gadis itu duduk dan mencari keberadaan suami nya yang tak lagi terlihat di hadapan nya.
"Kamu ninggalin aku mas? mas Rahmat?" Sasya masih stay duduk di atas ranjang.
Sedangkan Rahmat yang ada di belakang Sasya tengah bersiap-siap untuk mengagetkan Sasya.
"Mas kyaaakk!!" Sasya terkejut karena Rahmat tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
"Maaaaaass!" Dengan mengerutkan alis nya dan juga mengerucut kan bibir nya Sasya menghadap kearah suami nya yang malah tersenyum lebar.
"Apa?" Sahut Rahmat tanpa mengurangi senyuman nya.
"Kok ngagetin?" Ucap nya masih dengan cemberut.
Rahmat menyugar rambut nya kebelakang sambil tertawa kecil.
"Ya ampun kok ganteng nya kebangetan sih?" Batin Sasya yang terpesona akan ketampanan suami nya, ia pun segera mengalihkan pandangan nya dengan tangan yang memijit kening nya.
"Cantik banget sih sayang ku" Ucap Rahmat sambil memegang dagu Sasya.
Mata mereka pun beradu pandang dan Rahmat mulai tergoda dengan bibir ranum milik Sasya, perlahan Rahmat mulai mencium nya dengan sedikit agresif dan itu berhasil memancing hasrat Sasya.
Rahmat berusaha bermain selembut mungkin sampai akhir nya mereka lelah dan terlelap bersama.
Mereka pun terlelap sampai pagi...
__ADS_1
Maysa yang tidur dikamar pun terbangun karena mendengar suara adzan subuh telah berkumandang.
Gadis itu segera menyiapkan segala sesuatu nya lebih pagi karena ia berangkat ke sekolah dari rumah.
Setelah rapi ia bercermin sambil membenahi hijab nya.
"Hari ini senin, kalau aku sampai terlambat sedikit saja pasti pintu gerbang sudah tertutup" Gumam nya sambil membenarkan posisi hijab nya.
Setelah selesai gadis itu menggendong tas nya dan keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ruang makan.
Di kamar Sasya...
Rahmat bangun terlebih dahulu ketika mendengar suara adzan, ia membangunkan Sasya yang masih terlelap.
"Sayang bangun, sudah adzan subuh" Ucap nya kemudian mengecup kening istri nya.
"Hemmm... iya mas" Jawab Sasya yang berusaha bangun dari tidur nya.
"Ssshhh auw... " Sasya merasakan sakit di bagian pangkal paha nya.
"Kenapa sayang?" Tanya Rahmat yang panik melihat Sasya kesakitan.
"Sakit mas" Sasya mengeluh, Rahmat pun seperti merasa bersalah, ia pun segera bangun dan keluar dari kamar.
Sasya masih berusaha untuk bangkit dari tidur nya, ia terus menahan sakit di bagian bawah sana, sungguh senang hati nya saat ia berhasil menapak kan kaki nya di lantai kamar nya.
"Alhamdulillah, sekarang tinggal menguatkan kaki dan berjalan ke arah kamar mandi" Gumam nya sambil berpegangan pada meja kecil yang ada di samping ranjang, namun kaki nya sangat lemah saat Sasya memaksakan nya untuk berdiri kaki nya gemetar dan ia terhuyung namun untung saja Rahmat datang tepat waktu ia segera meletakkan barang yang ia bawa dan langsung menghambur dan menahan Sasya agar tidak jatuh.
"Mau kemana?" Tanya Rahmat dengan raut kekhawatiran.
"Mau mandi" Ucap Sasya apa ada nya.
"Aku bantu ya" Tanpa menunggu jawaban dari Sasya, Rahmat langsung menggendong istri nya dan membawa nya ke dalam kamar mandi.
Didalam kamar mandi Sasya duduk di atas kloset yang tertutup, sedangkan Rahmat menyiapkan air hangat untuk memenuhi bath up.
"Masih sakit kah?" Tanya Rahmat yang duduk di hadapan Sasya.
"He'em" Sasya mengangguk kan kepala nya.
__ADS_1
"Coba kulihat?" Ucap Rahmat, Sasya awal nya tidak mau memperlihatkan nya namun dengan sedikit paksaan dari suami nya ia pun pasrah.
"Maaf, seharusnya aku bisa lebih pelan lagi" Ucap Rahmat sambil mengompres kan air hangat di bagian yang dirasa sakit oleh Sasya.
"Jangan begitu mas, aku malah takut jika tidak bisa lagi melayani mu dengan baik" Dengan nada sedih Sasya berkata.
"Ssssttt jangan bicara seperti itu" Ucap Rahmat sambil menggendong Sasya dan di ajak nya masuk ke dalam bath up, dengan sangat telaten Rahmat membersihkan setiap inci tubuh istri nya.
Maysa keluar dari kamar nya sudah rapi dengan seragam sekolah nya.
"Bunda masak apa?" Tanya Maysa yang baru saja turun dari lantai dua.
"Masak tumis kangkung May, sini bantu in bunda, kamu bikin susu ya!" Ucap Zulfa yang meminta Maysa untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan dapur.
"Ok bun siap" Maysa pun langsung meletakkan tas nya di kursi, Mereka pun menyiapkan sarapan bersama.
Setelah selesai Moza, Zulfa dan juha Maysa duduk di meja makan untuk sarapan bersama.
Sasya yang sudah rapi tengah berjalan menuruni anak tangga dibantu Rahmat yang setia menuntun nya.
"Awas hati-hati" Ucap Rahmat yang membuat semua orang yang duduk di meja makan melihat kearah tangga.
"Loh Sya? kamu mau ke kantor?" Zulfa bertanya kepada Sasya yang masih di pertengahan tangga.
"Iya bun, ada meeting penting sama klien baru nya ayah" Ucap Sasya sambil berjalan dengan hati-hati.
"Kamu di rumah saja dulu Sya, nanti biar ayah yang gantikan kamu" Ucap Moza.
"Iya nak lagi pula kondisi mu seperti nya kurang baik" Zulfa menimpali, sedangkan Maysa masih terdiam sampai Sasya dan Rahmat duduk di hadapan nya.
"Kakak sakit?" Tanya Maysa.
"Cuma sedikit kurang enak badan May" Sahut Sasya dengan suara yang lirih.
"Maka nya kalau malam cepat istirahat bukan nya malah berebut botol parfum" Ucap Maysa dengan enteng nya.
Zulfa sejenak menahan nafas nya sambil menutup wajah nya, sedangkan Rahmat dan Sasya saling memandang satu sama lain.
"Botol parfum?...
__ADS_1
bersambung...
Yuk say jangan lupa di like, komentar, juga vote nya ya, semoga kalian sehat selalu see you...