
Sang surya yang masih setia menghiasi dunia siang itu dengan terik khas nya tak sedikit pun menganggu sepasang suami istri yang tengah terlelap setelah pertempuran panas nya sedari pagi tadi.
"Kruuuyyyuuukkk!!" Perut Maysa berbunyi namun si empu nya masih dengan asik nya berkelana di alam mimpi.
Kini malah Rayyan yang membuka mata nya karena tangan nya yang memeluk perut Maysa, merasa ada yang bergerak di sana disertai bunyi khas perut keroncongan.
"Emmmhh... " Rayyan mengerjap-ngerjapkan mata nya dan meraih gawai tipis yang terletak di atas nakas.
Betapa terkejut nya Rayyan ketika ia melihat jam yang di tampil kan di layar ponsel itu karena siang itu sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB.
"Astagfirullah ternyata sudah siang, pantes saja perut nya keroncongan" Ucap Rayyan sambil mengelus lembut pipi Rayyan.
Laki-laki itu kini mengenakan pakaian nya dan berjalan keluar dari dalam kamar nya kemudian ia terlihat tengah menelfon seseorang.
Maysa merasa ada sesuatu yang hilang di samping nya, ia meraba-raba kasur yang ada di samping nya, namun tak mendapati keberadaan Rayyan.
Wanita cantik dengan tubuh polos dan rambut terurai itu kini bangun dari tidur nya dan sedikit merasa pegal-pegal pada seluruh tubuh nya juga merasa sedikit perih pada bagian inti nya, namun segera ia ingat kalau masakan nya pagi tadi belu matang.
Maysa dengan berhati-hati turun dari ranjang nya dan perlahan berjalan menuju kamar mandi.
Rayyan yang telah membawa satu kantong plastik berisi dua box makanan berjalan menuju meja makan dan meletakkan nya di sana, ia bergegas menuju kamar nya untuk mengajak istri nya bangun dan makan dulu guna menambah stamina yang terkuras sejak pagi tadi.
"CEKLEK!" dibuka nya pintu kamar mereka berdua oleh Rayyan, namun ia tak mendapati keberadaan istri nya di atas ranjang yang ber ukuran big size itu.
"Kemana dia?" Gumam Rayyan, yang kemudian ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Pasti mandi, itulah yang ada di benak Rayyan namun ketika ia menyingkap selimut tebal untuk di lipat nya ia mendapati seprai nya berwarna merah.
"Apa ini?" Gumam Rayyan dan di sentuh nya noda yang berwarna merah itu, kemudian Rayyan mendekatkan jari tangan nya ke hidung dan sedikit mengendus nya, bau darah tercium di sana.
"Astagfirullah darah" Terlonjak kaget Rayyan segera membuka pintu kamar mandi dimana Maysa masih berendam di dalam bath up yang beri isi air hangat di dalam nya.
"BRAK!" Maysa terkejut dan menolehkan kepala nya ke arah pintu, ia mendapati Rayyan yang baru saja muncul dari balik pintu dengan menampilkan raut wajah nya yang penuh dengan kekhawatiran.
"Ada apa mas?" Tanya Maysa dengan posisi masih di dalam bath up.
"Kau baik-baik saja sayang?" Tanya Rayyan yang langsung mendekati nya dan mengecek suhu tubuh Maysa dengan menempelkan punggung tangan nya ke dahi Maysa.
"Hah? baik, aku nggak papa kok mas, memang nya ada apa?" Tanya Maysa dengan mengangkat kedua alis nya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau kau baik-baik saja, mas khawatir, takut kamu terluka" Ucap Rayyan seraya mencium kening Maysa.
Maysa yang melihat jakun Rayyan naik turun ketika mencium kening nya cukup lama pun segera meraih tengkuk Rayyan dan menyesap pelan leher kokoh di hadapan nya yang menggugah hasrat itu.
Entah mengapa nafsu Maysa begitu besar walau pun siang hari dan sang mentari masih menampakkan sinar nya untuk menerangi bumi.
Rayyan yang ditarik tanpa persiapan oleh Maysa pun ikut tercebur ke dalam bath up yang dipenuhi air hangat dan juga busa itu.
"Sayang, bukan kah masih sakit di sana?" Tanya Rayyan dengan mata menuju ke arah bawah busa sana.
"Hem? sakit? maka kau harus membuat nya tidak sakit lagi sayang" Ucap Maysa yang kini perlahan mendorong tubuh Rayyan hingga bersandar di bibir bath up dengan posisi setengah tubuh Maysa hampir menindih nya.
"Sayang jangan seperti ini, kau bisa membangunkan nya jika kau lanjutkan!" Peringatan pertama telah meluncur dari bibir Rayyan yang menjadi terlihat sensual di mata Maysa, dilumat nya bibir yang baru saja berkata itu dengan rakus nya sampai si kembar yang tadi nya masih tertutup busa kini bertengger menantang di depan dada bidang Rayyan yang masih tertutup kemeja putih itu.
Entah berniat balas dendam atau apa Maysa pun melepas paksa kemeja putih itu sampai kancing kemeja itu berhamburan kemana-mana.
Rayyan sedikit terkejut melihat istri nya yang sangat berani siang ini, "Sayang, kau merusak nya! " Ucap Rayyan sambil membenahi posisi nya dari rebahan yang hampir tenggelam menjadi duduk bersandar.
"Hem? biar nanti aku yang benahi" Ucap Maysa di dekat telinga Rayyan hingga membuat sang empu meremang, sambil terus menyerang leher Rayyan dengan kecupan-kecupan sensual nya tangan Maysa menurunkan kain penutup benda pusaka yang kelihatan nya sudah berdiri tegak akibat ulah nya barusan.
"Kau kah yang menyakiti ku barusan? maka kau juga yang harus menyembuhkan nya" Ucap Maysa dengan tangan yang mengurut pusaka yang sudah mengeras itu, dengan mata yang menggoda di depan wajah Rayyan yang terlihat mulai tergoda.
"Hem? kenapa sayang? bukan kah tadi kau sayang bersemangat?" Ucap Maysa yang perlahan melesakkan benda pusaka itu kedalam semak belukar nya dan
"Aaaaaaaaaarrrgghhhhhh!!!" Teriak kedua nya ketika berhasil masuk sepenuh nya, Rayyan menengadahkan wajah nya dengan mata yang terpejam tak bisa dipungkiri rasa nikmat yang menjalari tubuh nya, kini ia membuka matanya dan mendapati pemandangan indah yang ada di depan mata nya.
Tubuh sexy istri nya dengan kedua tangan yang menyugar rambut hitam nan panjang milik Maysa dengan kepala menengadah ke atas hingga menampilkan si kembar yang sangat menantang.
"Oh it's so beautiful baby" Seringai Rayyan dengan tangan yang mulai meraba pemandangan cantik nan menggoda di depan nya itu.
Perlahan Maysa menggoyangkan pinggul nya menyesuaikan irama dengan kenikmatan nya.
Nafas kedua nya mulai terengah-engah naik turun tak karuan.
Maysa yang menggeliat di atas Rayyan pun mampu membuat Rayyan segera membalik kan posisi nya menjadi Maysa yang ada di bawah kungkungan Rayyan, dengan tempo sedang Rayyan memompa nya.
"Haaaahhh... faster baby!" Ucap Maysa dengan sedikit menggigit bibir bawah nya dan tangan yang dikalungkan di leher kokoh suami nya itu.
Tak lama kemudian Tubuh Maysa menggelinjang hebat, dengan nafas yang memburu Rayyan segera mengangkat tubuh Maysa dan di bawa nya kebawah shower, di sana ia menyala kan air shower untuk membersihkan diri nya juga istri nya.
__ADS_1
Dengan deras nya air shower Maysa mengalungkan tangan nya dileher Rayyan dan dengan sigap Rayyan me****t bibir merah nan sexy menggoda di hadapan nya itu.
Tak mau menunggu sampai kedinginan Rayyan pun membalik kan posisi Maysa agar menghadap kedinding, di raba di kecup nya tubuh Maysa hingga kedua nya memanas kembali, dan tanpa aba-aba Rayyan menusuk Maysa dari belakang.
"Haaaaaahhh..." Suara kedua nya saling bersahutan dengan deras nya air shower yang mengguyur kedua nya.
Rayyan yang awal nya pelan dalam memompa kini mempercepat sampai kedua nya mencapai puncak bersama.
Rayyan membersihkan diri nya juga istri nya kemudian membalut kan nya handuk ditubuh sintal Maysa.
Setelah Rayyan menggunakan handuk di pinggang nya ia segera mengangkat tubuh Maysa yang mulai menggigil kedinginan, digendong nya istri tercinta itu sampai ke ruang ganti.
"Sayang aku bisa jalan sendiri loh" Rengek Maysa ketika Rayyan baru saja mengangkat tubuh nya.
"Nggak!" Ucap Rayyan sembari mengecup kening istri nya itu, mau tak mau Maysa memeluk leher Rayyan dan menatap wajah suami nya yang tampan itu.
"Kenapa? mas ganteng ya?" Ucap Rayyan dengan ke narsisan nya.
"Iya ih, kok bisa sih suami ku tampan begini?" Ucap Maysa tanpa mengalihkan pandangan nya. Rayyan yang awal nya berniat membuat Maysa malu karena ketahuan menatap nya tanpa henti malah di buat memerah pipi nya oleh Maysa karena pengakuan jujur dari istri nya itu.
"Aih kau ini, sudah sampai disini, ganti baju dulu, mas mau hangat in makanan yang tadi mas pesan ya" Ucap Rayyan setelah menyambar pakaian nya dan menggunakan nya dengan cepat.
"Mas? aku nya nggak di hangatin?" Cetus Maysa sengaja menggoda Rayyan yang masih menyembunyikan rasa malu nya.
Rayyan tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala nya, kemudian ia bergegas untuk segera meninggalkan kamar dan berjalan menuju ke dapur, ya walau pun dengan pipi yang memerah dan hati yang berbunga-bunga.
Maysa tersenyum puas ketika melihat tingkah laku Rayyan yang imut menurut nya.
"Aaaa imut banget sih gemesss! jadi pengen naik lagi deh, hahaha... " Ucap Maysa sambil memilih pakaian.
Setelah selesai kedua nya pun sarapan bersama dengan sesekali bercanda layak nya pasangan pengantin baru yang sedang di mabuk asmara.
TOK TOK TOK...
Suara pintu utama diketuk oleh seseorang, Maysa dan Rayyan pun sontak menoleh bersamaan kearah pintu kemudian saling pandang.
"Siapa mas?...
bersambung...
__ADS_1