
Beberapa bulan kemudian...
Hari ini adalah hari kelulusan Maysa, setelah berbulan-bulan lama nya Maysa fokus dengan belajar nya dan tinggal dirumahnya bersama dengan kedua orang tua nya.
Sementara itu Rayyan mengurus urusan pondok, dan tepat sore ini Rayyan menjemput Maysa yang sudah ada di rumah nya dan bersiap untuk kembali tinggal bersama suami nya lagi.
"Assalamu'allaikum" Ucap Rayyan sebelum membuka pintu rumah.
"Waalaikumussalam" Terdengar sahutan dari dalam rumah. Baru saja Rayyan membuka pintu rumah di sana di ambang pintu ia melihat Maysa yang berlari kearah nya dan kemudian gadis itu melompat ke pelukan Rayyan "HAP!" Rayyan menangkap Maysa yang melompat dan memeluk Rayyan, posisi nya seperti anak kecil yang tengah di gendong di depan dengan kaki yang melingkar di pinggang.
"May, kau ini sudah besar sayang!" Ucap Rayyan.
"Lalu maksud mu aku berat, begitu?" Gerutu Maysa yang masih belum turun dari gendongan Rayyan.
"Tidak sayang bukan begitu" Ucap Rayyan.
"Lalu?" Masih dengan cemberut Maysa bertanya.
"Lihat itu ada baby Aziz, kamu nggak malu?" Bisik Rayyan sambil menunjuk baby Aziz yang tengah asyik duduk di lantai sambil bermain dengan beberapa mainan yang berceceran.
"Ups... hehehe... " Maysa terkekeh kemudian ia segera turun dari gendongan Rayyan.
Mereka berdua pun berjalan mendekati baby Aziz, "Kalian cuma berdua?" Tanya Rayyan yang meletakkan tas nya di sofa dan beralih menggendong bayi yang baru berumur tuju bulan itu.
"Pa pa pa pa" Terdengar celoteh dari baby Aziz yang terlihat ceria ketika di gendong oleh Rayyan.
"Iya tadi bunda sama ayah keluar mau beli keperluan baby Aziz, dan kak Rahmat baru aja keluar buat jemput kak Sasya" Jelas Maysa sembari mengumpulkan mainan.
"Eeehh iya sayang, ganteng nya papa main sendiri pinter ya nggak rewel ya?" Ucap Rayyan sambil menimang-nimang baby Aziz.
Maysa tersenyum melihat keakraban mereka berdua padahal hak asuh baby Aziz di berikan kepada Sasya dan Rahmat namun setiap kali Rayyan datang baby Aziz selalu memanggil nya dengan sebutan papa.
"Mas aku siapin air panas buat mandi dulu ya?" Ucap Maysa setelah selesai mengumpulkan mainan yang berserakan itu.
"Iya sayang" Sahut Rayyan dengan melempar senyum kearah istri nya itu.
__ADS_1
Maysa pun berjalan menuju kamar nya di lantai atas sedangkan Rayyan masih di ruang tengah bermain bersama baby Aziz.
TIN TIN TIN...
Suara klakson mobil terdengar di luar, Rayyan yang menggendong baby Aziz melihat kearah pintu utama dan benar saja tak lama kemudiam Sasya bersama dengan Rahmat muncul dari balik pintu utama.
"Nah itu Abi sama Ummi sudah pulang sayang, yuk salim yuk sama Ummi sama Abi" Ucap Rayyan dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.
"Assalamu'allaikum anak Abi" Rahmat mencium kening baby Aziz,
"Waalaikumussalam Abi" Sahut Rayyan mewakili baby Aziz, sedangkan baby Aziz melihat mereka berdua semakin ceria dengan menggerak-gerakkan kaki nya dan tangan seolah-olah ingin meraih Sasya.
Sasya pun langsung mengambil alih baby Aziz dari gendongan Rayyan.
"Maysa nya kemana Ray kok baby Aziz sama kamu?" Tanya Sasya ketika baby Aziz sudah ada di dalam gendongan nya.
"Maysa nya di... "
"Anak ganteng nya mama mandi yuk! udah siap nih air anget nya" Belum selesai Rayyan menjawab pertanyaan dari Sasya tiba-tiba terdengar suara Maysa yang teriak-teriak mengajak baby Aziz mandi.
Sontak semua yang ada di ruang tengah pun langsung menoleh kearah tangga dimana Maysa dengan handuk bayi yang ia kalung kan di leher nya, berjalan menuruni anak tangga.
Sasya hanya tersenyum melihat tingkah adik nya dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil.
"Ini mandi dulu sama mama, Ummi juga mau mandi dulu" Sasya menyerahkan baby Aziz kepada Maysa untuk dimandikan karena hari memang sudah sore.
Malam hari nya setelah makan malam satu keluarga namun berbeda Kartu Keluarga itu tengah bersantai di ruang tengah sambil menonton tv.
"Ayah, bunda, May sama mas Rayyan rencana nya mau pulang ke pondok malam ini" Ucao Maysa.
"Malam ini? nggak bisa besok aja? " Ulang Zulfa yang lumayan terkejut.
"Iya bun, soal nya ya May kan udah berbulan-bulan ni tinggal disini, sejak ada baby Aziz kali ya, dan besok juga rencana nya mau langsung cari kampus yang pas" Jelas Maysa.
"Cari kampus nya sambil jalan aja, kamu bantu in bunda ngurus klinik aja dulu, toh kamu udah berani nolongin orang melahirkan, masalah obat juga udah tau banyak kan? ngitung dosis juga udah pernah belajar" Celoteh Zulfa yang sebenar nya masih ingin satu atap dengan putri bungsu nya itu.
__ADS_1
"Emm tapi bun... " Ucap Maysa terhenti karena Rayyan menepuk pelan pundak nya.
"Bun mungkin Maysa sudah rindu dengan suasana pondok" Ucap Moza, sedikit membela Maysa.
"Hem ya sudah lah, jangan lupa main kesini!" Gerutu Zulfa yang terpaksa mengikhlaskan putri nya kembali ke pondok bersama suami nya.
"Maysa udah gede bun, toh sudah ada Rayyan yang bertanggung jawab" Jelas Moza menenangkan Zulfa.
Akhir nya setelah mendapatkan izin dari kedua orang tua nya Maysa dan Rayyan pun berpamitan dan meninggalkan kediaman Moza menggunakan mobil nya.
Di tengah perjalanan...
"Loh kok itu kok itu lewat itu... " Maysa dengan mata terbelalak berbicara dengan tergagap.
"Apa sayang?" Dengan senyum semirik Rayyan sekilas melirik kearah Maysa yang ada di samping nya.
"Itu pondok kan sudah lewat, kita mau kemana?" Tanya Maysa dengan memandang suami nya yang tengah fokus dengan jalanan, bukan nya menjawab Rayyan malah senyum-senyum tidak jelas dan itu yang membuat Maysa gemas dengan kelakuan Rayyan.
Dengan memasang tampang datar tanpa ekspresi Maysa memandang Rayyan sampai lelaki tampan itu tersenyum dan sekilas melihat kearah nya.
"Kenapa sayang? hem?" Tanya Rayyan tanpa mengurangi sedikit pun senyuman di wajah nya.
"Kita mau kemana? ini sudah malam loh" Gerutu Maysa dengan bibir yang sedikit manyun.
"Justru ini sudah semakin malam, maka nya kita cari tempat yang hanya ada kita berdua saja" Sengaja Rayyan menggoda Maysa dengan kata-kata nya, namun mendengar itu Maysa malah salah paham.
"Maksud mas, kita mau ke hotel? atau nggak ke vila? mas itu buang-buang duit mas, mending duit nya di tabung aja buat beli rumah sendiri..." Ucap Maysa dengan nada yang semakin lirih karena Rayyan tiba-tiba memarkirkan mobil nya tepat di halaman sebuah rumah.
"Ini? rumah siapa mas?" Tanya Maysa yang masih dihantui rasa penasaran. Rayyan memandang kearah Maysa sebelum keluar dari dalam mobil.
"Ini rumah kita sayang, Congratulation ya, selamat kamu sudah berhasil menyelesaikan pendidikan SMA mu, dan anggap aja ini hadiah buat kamu, rumah baru kita" Ucap Rayyan.
Mendengar jawaban dari Rayyan Maysa pun keluar dari dalam mobil dan melihat rumah model minimalis dengan halaman yang lumayan luas.
Maysa pun langsung menghambur ke dalam pelukan Rayyan, "Makasih sayang and I Love You" Ucap Maysa sambil membenamkan wajah nya di dalam dekapan Rayyan.
__ADS_1
"I Love You too" Sahut Rayyan dengan senyuman yang mengembang, mereka pun bersama-sama melangkahkan kaki nya untuk memasuki rumah baru mereka...
bersambung...