Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Ijab Qobul


__ADS_3

Setelah semua nya sudah siap Rayyan dan Moza mulai berjabat tangan dan ikrar ijab qobul pun mulai di ucap kan.


"Sudah siap pak Moza?" Tanya pak penghulu


"Insya'Allah siap pak" Jawab Moza.


"Nak Rayyan bagaimana? bisa kita mulai sekarang ya?" Pak penghulu kembali bertanya.


"Siap" Jawab Rayyan dengan mantap, Maysa yang duduk di samping Rayyan masih menunduk kan kepala nya dengan jantung yang yang berdebar.


"Baik lah silahkan pak Moza dimulai" Pak penghulu menyarankan Moza untuk segera mengucapkan ikrar ijab qobul.


"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Rayyan Al Mubarok dengan anak saya yang bernama Maysa Muzayana binti Ahmad Moza dengan mas kawin nya berupa Seperangkat alat sholat, dibayar tunai.” Ucap Moza dengan suara yang lantang, dengan begitu Rayyan sontak langsung menjawab nya


"Saya terima nikah dan kawinnya Maysa Muzayana binti Ahmad Moza dengan mahar seperangkat alat sholat dibayar tunai" Dengan tenang dan satu kali tarik nafas Rayyan berhasil mengucapkan nya dengan suara yang lantang dan jelas.


"Sah?" Tanya pak penghulu.


"SAAAAAAAAHHH!" Ucap seluruh saksi dan juga warga pondok yang menyaksikan pernikahan Rayyan dan Maysa.


Setelah itu pak penghulu membacakan do'a yang diaminkan oleh seluruh warga pondok dan juga kedua mempelai.


Setelah do'a selesai Rayyan segera mengulurkan tangan kanan nya dan Maysa pun segera meraih tangan suami nya itu dan menunduk kan kepala nya untuk mencium tangan Rayyan, dan Rayyan mencium kening Maysa setelah gadis itu mendongak kan kepala nya.


Kedua nya pun tersipu setelah tatapan mata mereka tak sengaja bertemu.


Fasha sedari tadi celingukan saat tidak melihat keberadaan Nur di dalam ruangan itu.


"Kemana sebenarnya Nur, bukan nya tadi dia bilang akan membantu" Gumam Fasha yang didengar oleh Rahma yang baru saja tiba di samping nya.


"Dia di dapur, barusan aku dari sana, aku langsung berlari ke sini saat mendengar kata SAH yang sangat keras tadi, sayang sekali aku tidak ada disini saat acara cium-ciuman mereka" Rahma menggerutu pelan, Fasha heran dengan menggeleng-gelengkan kan kepala nya.


"Eh mesum kali kau!" Cetus Fasha sambil mencolek pinggang Rahma.


"Hehe... ya kan jarang-jarang liat adegan romantis gitu, secara hidup di dalam goa" Sahut Rahma dengan cengengesan.


"Enak aja goa!" Dengan menoyor pelan kepala Rahma Fasha berkata.


Acara pengucapan ikrar ijab qobul pun sudah selesai kini semua warga pondok dan dua keluarga tengah menikmati jamuan yang ada.


Nur terlihat sedang membawa dua gelas teh hangat ia berjalan kearah dimana Maysa dan Rayyan duduk bersama.


Gadis itu tersenyum dan memberikan teh hangat kepada Rayyan dan Maysa.

__ADS_1


"Minumlah kalian pasti merasa gugup tadi" Ucap Nur sembari menyodorkan gelas yang berisi teh hangat itu.


"Makasih ya Nur"


"Makasih kak Nur" Ucap Sepasang pengantin baru itu.


"Iya sama-sama" Nur segera meninggalkan sepasang pengantin itu, sesekali gadis itu melihat ke arah mereka berdua memastikan kedua nya meminum teh yang ia berikan.


"Kamu haus May?" Ucap Rayyan ketika ia melihat istri nya meminum teh itu sampai hampir habis.


"Sebenar nya bukan haus tapi sedari tadi aku merasa... " Maysa tidak melanjutkan nya melainkan gadis itu mengalihkan pandangan nya dengan seulas senyum yang mengembang bahkan pipi nya saat ini memerah bak kepiting rebus.


"Merasa apa? kau merasa gugup juga?" Ucap Rayyan, ia pun langsung meraih dagu Maysa dan sedikit mengangkat nya supaya wajah Maysa menghadap pada diri nya.


"Lihat saya May!" Pinta Rayyan dengan suara yang lembut.


Mata yang tertunduk itu kini perlahan menatap Wajah pria tampan yang sekarang berstatus suami nya itu.


Perlahan Rayyan mendekatkan wajah nya dengan wajah Maysa, dengan susah payah Maysa menelan saliva nya, gadis itu dapat melihat dengan jelas jakun Rayyan yang naik turun, mengetahui itu Maysa pun memejamkan mata nya, entah apa yang akan terjadi selanjut nya, Maysa memilih untuk merasakan nya saja tanpa melihat nya.


"Bersiaplah nanti malam" Bisik Rayyan di samping telinga Maysa, seketika mata Maysa membulat sempurna dengan pipi yang merona menahan malu.


"Astagfirullah" Batin Maysa yang langsung menunduk kan kepala nya dengan tangan yang mendorong dada Rayyan.


"Kenapa?" Dengan senyum menggoda Rayyan bertanya.


Rayyan yang melihat nya pun menangkup kedua pipi Maysa kemudian melihat situasi kanan dan kiri nya, ketika semua orang tengah sibuk dengan urusan masing-masing Rayyan dengan cepat mengecup bibir Maysa, walau hanya sekejap kelakuan Rayyan itu cukup membuat Maysa terkejut dan mendorong dada Rayyan.


"Dasar Mesum!" Ucap Maysa, namun Rayyan malah tersenyum dengan menggigit bibir bawah nya.


"Kalau ada yang lihat gimana coba?" Maysa masih mengomel namun dengan nada yang tertahan.


"Manis" Ucap Rayyan dengan mengusap bibir Maysa menggunakan ibu jari nya.


Mendadak Maysa menghela nafas, ia bingung harus berkata apa, yang jelas ia merasa antara bahagia dan malu yang bercampur aduk menjadi satu.


Nur yang dari kejauhan melihat Rayyan yang menyambar bibir Maysa padahal masih banyak tamu di dalam ruangan itu pun merasa geram.


"Harus nya aku yang duduk di samping mu saat ini, bukan dia!" Geram Nur dengan meremas ujung hijab nya.


Namun senyum gadis itu mulai mengembang ketika Rayyan meminum teh yang diberikan nya tadi.


"Bagus, Habiskan sayang kau akan aman dari wanita di samping mu malam nanti" Bisik Nur dengan senyum licik nya yang mengembang.

__ADS_1


Karena hari mulai menjelang malam Moza, Zulfa, Sasya dan juga Rahmat pun ijin pamit pulang. Maysa bersama warga pondok pesantren Darussalam mengantarkan nya sampai ke depan gerbang pondok.


Setelah mobil Moza melaju membelah jalan raya, semua kembali ke dalam pondok, Maysa dan Rayyan berjalan paling belakang.


Rayyan berhenti sejenak ia merasa sedikit pusing, dengan memijit kening nya, Rayyan berhenti.


Maysa yang melihat Rayyan sedikit oleng segera menopang tubuh suami nya.


"Kau tak apa mas?" Tanya Maysa kepada Rayyan.


"Hanya sedikit pusing, mungkin aku kelelahan" Ucap Rayyan yang berusaha berdiri tegap.


"Ya sudah kita ke kamar ya, mas istirahat dulu" Maysa menuntun Rayyan dengan hati-hati.


Ketika mereka berdua hendak memasuki pintu ruangan Rayyan, Haidar memanggil Rayyan.


"Ustadz Rayyan tunggu!" Teriak Haidar dengan setengah berlari.


Maysa dan Rayyan pun berhenti dan menoleh kearah Haidar.


"Loh?? ustadz Rayyan kenapa? sakit?" Ucap Haidar ketika melihat raut wajah Rayyan yang pucat.


"Tidak, mungkin hanya kelelahan, dan juga akhir-akhir ini kurang tidur, bisa dibilang sedari sore tadi aku sudah menahan kantuk" Jelas Rayyan yang kemudian menguap.


"Oh ya sudah kalian istirahat saja dulu" Haidar pun langsung pamit meninggalkan ruangan Rayyan.


Rayyan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Maysa menunggu giliran, gadis itu menyusuri ruangan Rayyan dan berhenti di salah satu rak buku, ia meraih satu buku dan membawa nya kedalam kamar, gadis itu duduk di pinggir ranjang sambil membaca buku yang ternyata adalah novel hasil sitaan Rayyan.



Betapa terkejut nya Rayyan ketika mendapati istri nya tengah membaca novel itu.


"May?" Panggil Rayyan mencoba mengalihkan perhatian Maysa.


"Hem? iya mas?" Sahut Maysa yang langsung melihat Rayyan.


"Ih kok nggak pakai baju sih!" Teriak Maysa ketika ia melihat suami nya hanya melilitkan handuk di pinggang nya.


"Ya kan baru selesai mandi, kamu mandi dulu sana" Ucap Rayyan menyuruh Maysa untuk mandi, gadis itu pun mengangguk kan kepala nya dan meletakkan novel yang tadi dibaca nya di nakas.


Maysa segera masuk kamar mandi namun ketika ia hendak membuka resleting gaun yang ia kenakan tangan nya tidak sampai.


"Duh gimana nih? kok nggak sampai? masa iya aku minta tolong mas Rayyan? Duh malu dong" Gumam Maysa yang sudah ada di dalam Kamar mandi...

__ADS_1


bersambung...


Yuk yang kondangan di eps. ini jangan lupa jempol nyaa, komen nya, kembang nya, kopi nya kalau perlu kursi pijat 🤣🤣🤣


__ADS_2