Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
surat Anita


__ADS_3

Nando hanya mengiyakan, kemudian pamit dengan Anita kalau ia akan segera ke rumah sakit karena Sinta baru saja kecelakaan


"eh mau kemana lo! enak aja maen pergi! terus balapan nya gimana? duit nya banyak itu" Anita langsung ngeGas begitu melihat Nando beranjak dari duduk nya.


"Sinta kecelakaan, dia dirawat di rumah sakit" ucap nya tanpa melihat kearah Anita, gadis itu pun langsung melempar kunci inggris yang kebetulan sedang di pegang nya dan mengenai punggung Nando.


"Aduh!!" berhenti dan melihat ke arah barang yang baru saja membentur punggung nya.


"lo gila nit! kalau sampai kena kepala gua gimana coba!" ucap Nando


"yaaaa... palingan geger otak terus lo lupa sama Sinta" ucap Anita dengan pandangan kembali ke mesin yang ada di depan nya.


Nando hanya geleng-geleng kepala dan melanjutkan langkah nya meninggalkan bengkel.


Setelah sholat isya Maysa tidak kembali ke kamar nya, gadis itu meraih kitab suci Al Qur'an dan mulai mencari juz 29 dan 30 seperti yang di katakan ustad idaman nya sore tadi.


Mula-mula Maysa membolak-balik lembar demi lembar guna menghitung jumlah lembaran tiap juz.


"sebanyak ini! oh my God" ucap nya dengan mata yang membulat penuh.


"ckckck... udah mulai ada yang caper nih" suara tak enak didengar muncul dari arah pintu masuk masjid, awal nya Maysa tak menghiraukan nya.


"ekhem... gini lo bestie jadi kemarin pura-pura ada yang mau diomongin, terus tadi sore pura-pura jatuh, sekarang sok-sok an mau ngaji sendirian di masjid, ini kan sudah jam nya istirahat, nama nya apa coba kalau bukan caper" ucap Nur yang sedang bersama dengan teman-teman nya sedang berdiri di ambang pintu masjid.


"yang mana sih say?" tanya laily yang pura-pura celingukan.


"itu lo bestie, itu yang itu" ucap Nur dengan menunjuk Maysa menggunakan dagu nya.


"ooohh... itu, anak baru yang sok keganjenan" mendengar kata anak baru maka Maysa pun langsung merasa diri nya lah yang sedang di gibahkan tapi dengan sengaja karena suara Nur dan teman nya sengaja di besar-besarkan.


Maysa pun langsung meletakkan kembali kitab suci yang baru saja ia sentuh, gadis itu melangkahkan kaki nya mendekati Nur and the gank.


"kakak-kakak ini ngomongin anak baru ya? ada apa?" ucap Maysa dengan nada yang mulai tidak enak di dengar, ya Maysa tidak bisa lagi berpura-pura karena sejak dari awal kata-kata Nur sudah sangat merendahkan harga diri nya. Apa lagi sejak dia tau kalau kata-kata barusan dikhususkan untuk diri nya bukan orang lain.


"kok pada diem? ada apa? anak baru yang keganjenan yang mana? setahu ku anak baru di pondok bulan ini baru ada satu ya itu aku" sambung Maysa.

__ADS_1


Nur dan teman-teman nya saling tatap, sedangkan Maysa menatap mereka satu per satu dengan tatapan yang tajam.


"berhubung kalian lebih senior dari pada aku, ok aku minta maaf kalau sudah mengganggu kegiatan atau pun aktivitas kalian" Maysa langsung berjalan meninggalkan mereka ber empat yang masih memandang ke arah Maysa.


Rayyan yang sebenar nya berada di jalan menuju masjid pun berhenti dan mendengarkan percakapan kelima santriwati tersebut.


Setelah Maysa berlalu tepat di hadapan Rayyan berdiri, ustad tampan itu sedikit mengembangkan senyuman walaupun Maysa tidak sedikit pun memandang ke arah nya, ya memang gadis itu tengah dikuasai oleh amarah maka nya tidak memperhatikan sekitar nya.


Rayyan melanjutkan perjalanan nya menuju masjid, Nur dan teman-teman nya masih berdiri di ambang pintu mereka tengah merencanakan sesuatu.


"Assalamu'allaikum" ucap Rayyan yang tiba-tiba berada di belakang santriwati yang tengah berbisik-bisik.


"wa... waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" ucap ke empat santriwati dengan gelagapan.


Rayyan pun langsung melewati Nur and the gank dan masuk kedalam masjid untuk mengambil buku yang tertinggal kemudian kembali keluar dan pergi dari masjid.


Sedangkan Nur dan teman-teman nya, mereka masih terpaku ditempat.


"kira-kira ustad Rayyan dengar tidak ya rencana kita?" tanya laily yang takut jika sampai Rayyan tau rencana mereka untuk mengerjai Maysa


"tapi ma, kalau beneran denger gimana?" tanya Ika yang juga takut jika sampai terkena hukuman.


"STOP! udah udah udah kalian malah ribut sendiri, aku jadi makin pusing tau nggak" Nur membentak teman-teman nya agar tidak berisik, seketika mereka semua menjadi diam.


"Sudah malam kita balik ke kamar" ucap Nur yang langsung berjalan mendahului teman-teman nya.


Di jalan menuju kamar Maysa ia melewati ruangan Rayyan, gadis itu berhenti tepat di depan pintu masuk ruangan tersebut, ia melihat kedalam ruangan itu "Rapi juga, memang idaman" bergumam dengan senyum yang mengembang menghiasi wajah nya.


"sedang apa?" tanya Rayyan yang tiba-tiba saja muncul di belakang Maysa.


Maysa yang tiba-tiba di sapa oleh Rayyan pun terkejut dan langsung membalik kan posisi tubuh nya ke arah belakang dan "DUG!" dahi Rayyan dan Maysa pun tak sengaja saling ber benturan.


"Aduuuuuhhh" keluh kedua nya dengan tangan memegangi dahi masing-masing.


"kau ini! kau sangat menyukai benturan ya?" Rayyan berucap dengan tangan yang masih menutupi dahi nya.

__ADS_1


Berbeda dengan Maysa yang kini memandangi ustad idaman nya itu tanpa berkedip sedikit pun. Rayyan yang sadar diri nya tengah dipandang oleh Maysa pun segera menjentikkan jati nya "PIC-PIC-PIC" mendengar itu tepat di depan wajah nya Maysa pun langsung tersadar.


"hah... hehehe... Assalamu'allaikum ustad" sapa nya walau pun terlambat "waalaikumussalam" dengan tatapan dingin Rayyan menjawab salam dari Maysa.


"kau sedang apa disini? sudah selesai kah hafalan nya? atau kurang? bisa saya tambah kalau kurang, dengan... " belum selesai Rayyan berkata, Maysa sudah menyahuti nya lebih dulu.


"tidak-tidak-tidak, belum selesai hehe... tadi kebetulan lewat dan iya lewat hehe... ya sudah saya permisi good night pak ustad Assalamu'allaikum" sahut Maysa dengan cepat dan mengedip kan sebelah mata nya sebelum mengucap salam, dengan pandangan masih mengarah ke arah ustad idaman nya Maysa berjalan dan ketika menghadap ke depan tak sengaja ia menabrak tembok yang harus nya ia masih berjalan lurus tapi ia malah sudah berbelok "DUG!"


"waalaikumussalam" sahut Rayyan dengan menggeleng-geleng kan kepala nya heran dengan gadis yang baru saja ketahuan mengintip kedalam ruangan nya itu, tersimpan senyuman diujung bibir ketika mengingat kelakuan Maysa yang menurut nya lucu itu.


Maysa pun menutupi wajah nya dengan satu tangan dan tangan lain nya meraba-raba ujung tembok kemudian ia langsung menghilang dari pandangan Rayyan, di balik tembok Maysa masih berdiri dengan mengusap-usap dahi nya beberapa kali


"Astagfirullah bikin malu aja sih" ucap gadis itu yang kembali menongolkan kepala nya melihat apakah Rayyan masih ada di depan ruangan nya, ketika ia sudah tidak melihat siapa-siapa di sana Maysa pun langsung berjalan menuju asrama nya.


Sesampai nya di kamar Maysa mendapati Fasha tengah duduk dengan gelisah ditepi ranjang nya


"kak Fa kenapa?" Maysa berjalan mendekati Fasha yang duduk di ranjang nya. Bukan nya menjawab pertanyaan Fasha malah memberikan Maysa secarik kertas kepada Maysa.


"ini apa kak? kakak nggak mau ngomong? kakak satu kamar mau surat-suratan?" Maysa bercanda dengan meraih kertas yang ada ditangan Fasha.


Ketika Maysa membaca tulisan yang ada di dalam kertas itu ia terkejut dengan siapa si pengirim surat itu...


Dari : Anita


May ntar ada balapan di sirkuit biasa pukul 02.00WIB lo nggak akan nggak datang kan? kebanggaan kita cuma lo, dan satu lagi cuan nya gede May, kalo lo gak ada motor, sore tadi bapak sama gua udah siapin motor


ok bestie, gua tunggu di depan pangkalan martabak


Ya begitulah isi dari surat yang dibawa oleh Fasha, Maysa pun menoleh kearah Fasha yang masih duduk di samping nya.


"jelasin May! kau mau keluar pagi nanti? kalau sampai ketahuan kau bisa di hukum" ucap Fasha memperingati, tapi di otak Maysa bimbang antara hukuman atau cuan...


bersambung...


Hello para readers, jangan lupa bantu like nya ya, komentar kalian penting... see you...

__ADS_1


__ADS_2