Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Tidur atau Pingsan??


__ADS_3

Maysa segera masuk kamar mandi namun ketika ia hendak membuka resleting gaun yang ia kenakan tangan nya tidak sampai.


"Duh gimana nih? kok nggak sampai? masa iya aku minta tolong mas Rayyan? Duh malu dong" Gumam Maysa yang sudah ada di dalam Kamar mandi.


Setelah hampir setengah jam Rayyan menunggu Maysa dengan duduk di atas ranjang, pria itu pun berjalan mendekati pintu kamar mandi.


TOK TOK TOK


"May? kamu masih di dalam sayang?" Panggil Rayyan yang sedikit panik, ia takut jika terjadi sesuatu pada istri nya itu.


"Iya mas, May masih di dalam" Terdengar sahutan dari dalam kamar mandi, itu tanda nya Maysa baik-baik saja, Rayyan merasa lega namun baru saja ia membalik kan tubuh nya hendak kembali ke ranjang Maysa tiba-tiba memanggil nya.


"Mas!! bisa minta tolong nggak?" Teriak Maysa dari dalam kamar mandi, Rayyan pun segera menekan handel pintu kamar mandi dengan panik ia membuka pintu itu.


"Ada apa sayang?" Tanya Rayyan setelah memasuki kamar mandi, ia begitu terpesona saat melihat wajah ayu Maysa yang tak terhalang oleh hijab, leher putih jenjang itu membuat Rayyan menelan saliva nya, membuat jakun nya perlahan naik dan turun.


"Hehe jangan panik gitu dong, ini... em...aku mau itu... minta tolong pada mu" Dengan tergagap Maysa menyatakan permintaan tolong nya.


"Bagaimana saya tidak panik? sedangkan istri ku hampir setengah jam tidak keluar dari dalam kamar mandi, dan begitu dia bersuara, untuk meminta tolong, siapa yang tidak panik dengan situasi ini sayang?" Rayyan berkata sambil tangan nya membelai pipi Maysa.


"Maafkan istri mu yang telah membuat mu khawatir" Ucap Maysa dengan seulas senyum yang menghiasi wajah nya.


"Em sebenar nya ini sedikit memalukan, aku em minta tolong untuk membuka kan resleting gaun ini, tangan ku tidak sampai" Lirih Maysa dengan menunduk kan wajah nya.


Rayyan tersenyum dengan penuh kejahilan nya, ia sekilas mengingat kejahilan yang dilakukan kepada nya dulu.


"Baiklah akan ku bantu" Rayyan berjalan mendekat dengan senyum devil nya yang mengembang.


"Mas tunggu!" Maysa berusaha menghentikan langkah kaki Rayyan, tiba-tiba gadis itu merasa sedikit takut dengan pria yang sudah berstatus suami nya itu. Dengan menyentuh dada bidang Rayyan, Maysa berusaha menghentikan nya.


"Kenapa sayang? di mana keberanian mu yang dulu?" Ucap Rayyan dengan lembut.


Karena Maysa masih bersikeras menahan Rayyan untuk mendekati nya, pria itu langsung memegang pundak Maysa dan memutar tubuh gadis itu hingga membelakangi nya.


Maysa hampir kehilangan keseimbangan nya namun dengan cepat Rayyan menarik pinggang gadis itu hingga masuk kedalam pelukan nya.

__ADS_1


"Hati-hati sayang" Sengaja Rayyan berbisik tepat di belakang telinga Maysa, gadis itu merasa kan hangat nafas suami nya membuat perasaan tak menentu yang ia rasakan, seolah darah nya berdesir mengalir lebih cepat ketika Rayyan melepaskan tangan nya dari perut Maysa dengan perlahan dan sedikit mengelus nya.


"Reslesting yang ini kan?" Rayyan menyibak rambut Maysa dan nampak lah leher putih Maysa bagian belakang nya.


"Seeeeeerrrrrtttttt!" Perlahan Rayyan menurunkan resleting gaun yang di kenakan Maysa.


Jantung Maysa berdetak lebih kencang dari biasa nya, nafas nya pun naik turun tak karuan "Duh kok aku jadi nervous gini ya" Batin Maysa dengan sedikit melirik Rayyan yang masih ada dibelakang nya.


Setelah resleting itu sudah pentok Rayyan mengecup leher putih yang terpampang di depan nya itu, bau wangi yang dihasilkan dari percampuran parfum dan keringat Maysa berhasil membangunkan hasrat yang ada di dalam diri Rayyan.


"Haaaaaahhh" Satu lenguhan lolos dari bibir Maysa, Rayyan segera membalik kan tubuh istri nya itu agar menghadap kearah nya.


Rayyan segera menarik tengkuk Maysa perlahan ia menyatukan bibir nya dengan bibir ranum yang masih berlapis lipstik itu.


Dengan lembut ia me***at bibir itu, semakin lama kelembutan itu berubah semakin memanas dengan respon Maysa yang meremas rambut Rayyan dengan lembut namun penuh gairah.


Setelah cukup lama kedua bibir itu saling bertaut, Rayyan melepas ciuman itu untuk Maysa menarik nafas sejenak, namun ketika Rayyan hendak mencium nya lagi Maysa menahan dengan menutup bibir Rayyan.


"Cukup mas! biarkan aku mandi dulu" Ucap Maysa.


"Aku?" Maysa mengulangi kata-kata Rayyan.


"Hemm, apakah tidak boleh?" Tanya Rayyan dengan menarik rambut Maysa sampai wajah nya kembali dekat dengan wajah Rayyan.


"Iya iya, ya sudah boleh, lepas kan rambut ku"


"CUP" Dengan cepat Rayyan mengecup bibir Maysa.


Segera tersadar sebelum terhanyut akan suasana Maysa langsung mendorong dada Rayyan.


"Iiiiiihhh dasar mesum, sana keluar!" Teriak Maysa, dan Rayyan malah tertawa dengan tubuh nya yang terdorong keluar dari dalam kamar mandi.


Maysa pun buru-buru menutup pintu kamar mandi dan melanjutkan mandi nya yang tertunda.


Setelah keluar dari dalam kamar mamdi dan setelah puas menggoda istri nya, Rayyan kembali merebahkan tubuh nya di atas ranjang.

__ADS_1


Setelah beberapa saat...


Setelah selesai mandi Maysa bercermin dengan balutan handuk di tubuh nya.


"Duh kok jadi nervous lagi sih, perasaan tadi dibawah shower udah aman deh" Pipi Maysa kembali memerah ketika mengingat kelakuan Rayyan sebelum diri nya mandi tadi.


Perlahan Maysa membuka pintu kamar mandi dan menongolkan kepala nya untuk melihat situasi di luar kamar mandi.


"Aman" Gumam nya dengan suara lirih, Maysa pun keluar dengan perlahan dan kaki yang berjalan jinjit.


Ketika Maysa melewati ranjang ia melirik untuk melihat Rayyan, dilihat nya Rayyan tengah memejamkan mata nya.


"Pura-pura tidur ya? hemm oke" Batin Maysa yang langsung menuju lemari baju yang ada di dekat ranjang.


Setelah mengganti pakaian nya Maysa pun duduk di samping Rayyan. Maysa menoel-noel lengan kekar itu namun tak ada respond sedikit pun.


"Mas? kau ini tidur atau pingsan?" Maysa berucap dengan sedikit bercanda, namun lagi-lagi Rayyan tidak merespon.


"Hah ya sudahlah tak tinggal tidur lo ya!? jangan rewel lo ya nanti kalau aku tidur! aku kalau udah tidur, udah asik dengan dunia mimpi ku, aku susah dibangunin lo ya!" Maysa banyak sekali mengomel agar ada respon dari suami nya, namun sebanyak ia mengomel selama itu lah Rayyan sedikit pun tidak merespon.


Akhir nya malam pengantin mereka tidak lah terjadi apa-apa mereka hanya tidur bersama.


Pagi hari Maysa bangun pagi-pagi sekali karena pagi ini hari senin dan ia masih harus masuk sekolah, ujian kelulusan sebentar lagi maka dari itu Maysa tidak bisa ijin bolos sekolah, walau pun gadis itu pecicilan tp Maysa termasuk siswi yang mementingkan sekolah.


Tanpa membangunkan Rayyan yang masih tidur Maysa langsung berangkat sekolah gadis itu keluar dari ruangan Rayyan sudah rapi dengan seragam sekolah.


"Ekhem... cie cie yang ekhem ekhem" Haidar yang berpapasan dengan Maysa pun menggoda nya dengan bahasa isyarat.


"Ih ustadz Haidar ini apa apa an sih? nggak jelas" Ucap Maysa yang langsung melewati Haidar begitu saja. Haidar yang melihat ekspresi Maysa tidak ada malu-malu nya, gadis itu lebih terlihat seperti marah dengan itu Haidar malah bertanya-tanya sendiri.


"Loh kenapa? apa semalam tidak terjadi gempa bumi?...


bersambung...


Hai hai hai jangan lupa jempol nya buat sedekah ya, membahagiakan author itu akan mengobati rasa penasaran kalian lho see you again...

__ADS_1


__ADS_2