Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Bonchap 2


__ADS_3

WARNING!!


UNTUK LANJUT DI EPISODE BONUS BERIKUT INI DIMOHON UNTUK LIKE DAN RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR NYA YA!!!


JANGAN LUPA HADIAH DAN VOTE NYA...


HAPPY READING🥰🥰🥰


Perlahan Aziz membantu Maira berdiri, dengan wajah yang memerah bak kepiting rebus, Maira berusaha berkonsentrasi dengan penuh.


"Ekhem... akan saya coba" Ucap nya, Aziz pun hanya menganggukkan kepala nya. Maira tak mau menyerah sebelum mencoba nya, Maira pun mulai menarik tali busur nya yang lengkap dengan arrow atau anak panah nya dan WUSSSS!!!


Anak panah itu terlepas dari tangan Maira dan meleset dari sasaran, melihat sasaran nya tidak lah tepat dan anak panah yang ia lepaskan melesat sangat jauh Maira menggigit bibir bawah nya dan menoleh ke arah Aziz yang saat ini tengah berkacak pinggang dengan memiringkan kepala nya, mata tajam itu menatap kearah Maira berdiri.


"Tunggu apa lagi?" Tanya Aziz dengan menaikkan kedua alis nya.


"A... apa?" Spontan Maira bertanya seperti orang bodoh yang mendadak kehilangan otak nya.


"Cari! kalau hilang kamu yang kena hukuman, juga ditambah hukuman tadi yang belum kau selesaikan!" Jelas Aziz yang membuat Maira membulatkan kedua bola mata nya.


"Sudah tidak usah melotot, mata mu sipit jadi percuma" Sengaja Aziz menggoda gadis itu dengan ekspresi yang serius.


Maira melirik dan sedikit menghentakkan kaki nya, gadis itu berjalan ke arah anak panah nya tadi melesat.


Aziz tanpa rasa bersalah karena menyuruh Maira mencari arrow nya sendirian, pemuda itu lanjut mengajarkan cara memanah kepada junior yang lain nya.


Pelajaran memanah itu berlangsung selama dua jam dan selama itu pula Maira tetap mencari arrow yang entah terjatuh di mana, saking jengkel nya gadis itu duduk di atas rumput lapangan itu dengan kaki yang di luruskan.


"Duh capek juga ya kalau nyari barang tapi nggak ketemu, kalau pas begini jadi ingat Ummah hemmm" Gumam gadis itu dengan perlahan merebahkan tubuh nya dan tidur terlentang.


Dengan dukungan angin semilir mata Maira pun perlahan mulai terpejam.


Namun belum sampai ia ke alam mimpi tiba-tiba ia merasa ada yang menghalangi nya dari paparan sinar matahari, "Ck! Ganggu aja ni orang, minta di gaplok kali ya!" Batin gadis itu yang segera membuka mata nya.


Dan begitu terkejut Maira sampai ia lupa bernafas, karena saat ia membuka mata, wajah tampan Aziz lah yang nampak oleh kedua mata nya.


"Nafas dek!" Ucap Aziz, mendengar itu Maira pun segera bernafas setengah ngos-ngosan, Aziz terlihat mengulum senyuman melihat kelakuan junior nya satu ini.


"Sudah ketemu arrow nya?" Tanya Aziz, yang membuat Maira membelalakkan mata nya.


"Ah em... itu kak, tadi arrow nya... lari nggak pamit jadi... itu anu em..." Mendengar jawaban dari Maira yang seperti mencari alasan, Aziz menatap lekat gadis itu dengan menaikkan satu alis nya.


"Terus kamu sedang apa tiduran disini?" Tanya Aziz seperti mengintimidasi Maira.


"Oh maaf kak" Ucap Maira yang segera bangun dari tidur nya, namun baru saja gadis itu duduk, Aziz menarik baju bagian belakang Maira sampai gadis itu kembali terlentang, namun kali ini kepala nya di topang oleh paha Aziz yang sudah stay di bawah nya.


"Maaf kak!" Ucap Maira dengan posisi terlentang dan memandang Aziz dari bawah.


"Hem, tidurlah" Sengaja Aziz mengedipkan mata nya menggoda Maira alhasil pipi gadis itu pun memerah.


"Ah anu itu, saya akan mencari arrow nya" Ucap Maira yang segera beranjak dari pangkuan Aziz.


Aziz hanya menanggapi nya dengan senyuman, sedangkan Maira masih sibuk mencari arrow yang entah terjatuh dimana.

__ADS_1


Di rumah Rayyan terlihat tengah memeluk sang istri dari belakang, dengan tangan yang jahil berkelana kemana-mana.


"Mas aku lagi masak loh" Ucap Maysa mengingatkan, namun Rayyan malah membenamkan wajah nya diceruk leher Maysa yang mampu membuat sang empu nya meremang dan meletakkan pisau yang sedari tadi di pegang nya.


"Hemmm" Dengan mengigit bibir bawah nya Maysa sedikit mendongakkan kepala nya, menikmati sensasi yang diberikan kepada suami nya sore itu.


"Mau mandi bareng?" Bisik Rayyan yang membuat Maysa membelalakkan mata nya dan sedikit mendorong tubuh Rayyan agar sedikit menjauh.


"Kenapa?" Tanya Rayyan dengan tatapan sayu nya.


"Anak udah gede! malu!" Ucap Maysa yang lanjut memotong sayuran.


Rayyan memutar bola mata nya, dan kembali memeluk Maysa dan sekilas mengecup pipi dan meraih dagu Maysa agar menoleh ke arah nya dan CUP!!


Rayyan berhasil mengecup bibir Maysa, "Emm!" Maysa menepis pelan tangan Rayyan dan kembali memandang sayuran yang ada fi hadapan nya.


Karena Rayyan tidak bisa lagi untuk bersabar ia merebut pisau yang ada ditangan Maysa dan di buangnya ke wastafel, dan dengan cepat Rayyan membalikkan tubuh Maysa agar menghadap ke arah nya.


Mata mereka pun saling menatap satu sama lain, "Sayang please, yuk bentar aja" Dengan tatapan sayu Rayyan memohon kepada Maysa yang masih menatap nya datar, jujur saja Rayyan sedikit menjengkelkan menurut Maysa, setiap punya keinginan pasti tidak mau di tolak.


Maysa pun mengalungkan Kedua tangan nya di leher kokoh suami nya, Rayyan sedikit menunjukkan senyum nakal nya.


"Emmmm... " Maysa terkejut ketika Rayyan dengan tiba-tiba me***at bibir ranum nya itu, ciuman itu semakin mendalam ketika tangan Rayyan menahan tengkuk Maysa.


Kedua nya pun larut di dalam tautan. Rayyan selalu berhasil membuat Maysa meleleh dan menuruti semua yang ia inginkan, seperti saat ini, Maysa yang awal nya menolak pun kini mulai menikmati nya, itu bisa dilihat dari tangan Maysa yang mulai mermas-remas manja rambut Rayyan.


Karena merasa Maysa sudah mulai merespon Rayyan pun menggunakan tangan yang satu nya untuk menjelajahi surga dunia itu.


Perlahan Rayyan membuka satu persatu kancing baju Maysa sampai terpampanglah kedua squeeze yang kenyal nan menantang itu, baru saja Rayyan meremas nya gemas tiba-tiba, "UMMAH!!!" Terdengar suara Maira yang baru saja pulang dari kelas panahan nya.


Sedangkan Maysa dan Rayyan tiba-tiba menghentikan kegiatan nya, mereka pun saling pandang "Maira pulang" Bisik nya bersamaan.


Rayyan membantu Maysa merapikan kembali kemeja nya, suara derap kaki Maira terdengar semakin mendekat.


"Ummah? ummah dimana?" Kini Maira dengan memasang wajah cemberut, mata nya celingukan mencari sosok ibunda yang di cari nya.


"Ummah!!" Teriak nya lagi.


"Iya sayang ummah di dapur masak nak" Teriak Maysa dari dalam dapur. Maira yang mendengar pun segera melangkahkan kaki nya menuju dapur dimana suara Maysa bersumber.


"Ummaaaaaaahh" Maira berlari dan memeluk tubuh Maysa dari belakang.


"Aduh eh... kenapa sayang nya ummah?" Tanya Maysa yang lagi-lagi menghentikan kegiatan memasak nya.


"Ira lagi sebel banget, bikin emosi tau nggak!" Dengan cemberut Maira menceritakan.


"Oh ini ummah masak banyak sekali mau buat acara apa!!" Tanya Maira penasaran.


"Nanti nenek mu mau kesini sama om juga tante mu" Ucap Maysa menjelaskan.


"Om Rahmat sama tante Sasya bukan?" Tanya Maira memastikan karena terakhir ia ketemu dulu saat Maira masih berumur lima tahun.


"Iya sayang" Sahut Maysa yang masih fokus dengan perkakas dapur nya.

__ADS_1


"Kakak yang itu nanti ikut dong?" Tanya Maira yang berusaha mengingat ingat kakak sepupu nya itu.


"Kakak Aziz maksud kamu?" Tanya Rayyan yang sedari tadi berdiri di samping mereka berdua.


"Nah iya, yang comel itu dulu" Ucap Maira mengingat nya.


"Iya kalau dia tidak sibuk pasti datang, Kamu bau asem buruan mandi gih sudah sore juga!" Perintah Rayyan.


"Hah? yang bener Abi? masa Ira bau asem?" Tanya gadis itu sembari menciumi baju bagian ketiak nya.


Maysa dan Rayyan pun tersenyum melihat kelakuan anak gadis nya itu.


"Entah bau atau pun tidak, anak gadis kalau sore harus mandi, jangan jorok!" Ucap Maysa yang membuat Maira segera beranjak dari dapur dan berjalan menuju kamar nya.


Malam hari...


TIN TIN TIN...


Suara klakson mobil terdengar dari depan rumah Rayyan. Rayyan sebagai tuan rumah pun segera berjalan menuju pintu depan.


"Assalamu'allaikum?" Terdengar suara dari luar rumah yang membuat Rayyan mempercepat jalan nya ke depan pintu.


"Waalaikimussalam" Sahut Rayyan dengan membuka pintu utama rumah nya.


"Selamat datang, mari masuk" Ucap Rayyan mempersilahkan kedua mertua nya juga kakak ipar nya.


"Papa?" Ucap Aziz ketika melihat Rayyan, pemuda tampan itu segera berlari dan memeluk Rayyan yang sudah lama tidak bertemu, ya Maysa dan Rayyan setelah mempunyai baby Maira jarang berkunjung ke rumah utama.


"HAP!" Rayyan menangkap Aziz yang menghambur kepelukan nya.


"Aziz kau sudah besar sayang!" Ucap Sasya mengingtakan.


"Biarkan saja kak, mungkin dia merindukan ku" Ucap Rayyan yang masih memeluk Aziz.


"Papa? Mama mana?" Tanya Aziz yang belum melihat Maysa.


"Mama mu di dalam, ayo kita masuk dulu, mari masuk dan kita duduk dulu" Ajak Rayyan kepada semua nya.


"May! Sayang, kemarilah bayi besar mu merindukan mu!" Teriak Rayyan yang saat itu duduk berdampingan dengan Aziz, remaja tampan itu kini hanya tersenyum seolah ia sangat menantikan pertemuan ini.


Sedangkan Maira yang mendengar dari dalam kamar nya pun penasaran, "Apa Abi bilang? bayi besar? jadi ummah punya bayi besar?" Gadis itu segera berjalan keluar dari kamar nya.


Maira berjalan menuju ruang tengah dimana mereka semua berkumpul, setiba nya di sana ia sedikit di kejutkan dengan Maysa yang mengobrol asik dengan seorang remaja laki-laki bahkan mereka terasa akrab.


"Ira sayang, salim dulu sama kakek, nenek, Om, juga tante" Ucap Rayyan yang menyadari kedatangan Maira. Semua mata pun tertuju ke arah Maira kecuali Aziz yang masih sibuk bercerita bersama Maysa.


"Waaaahhh cucu nenek sudah besar ya" Ucap Zulfa yang memeluk cucu cantik nya itu.


Setelah selesai menjabat tangan semua nya kini giliran Maira menyalami Aziz yang duduk di sebelah Maysa.


"Kak?" Ucap Maira dengan mengulurkan tangan, Aziz pun menoleh dan terkejut kedua nya sama-sama membelalakkan mata nya.


"Dia?" Batin kedua nya yang sama-sama mengerutkan alis nya.

__ADS_1


"Kok kamu?...


Hayo mana like and kometar nya?? lanjut bonusan lagi nggak nih? 🥰🥰🥰


__ADS_2