Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Sama-sama Cemburu


__ADS_3

TIN TIN TIN


Tiba lah sebuah bus di depan masjid, setelah bus berhenti terbuka lah pintu bus dan keluarlah anak-anak SMA yang siap bergabung dengan team pondok.


Haidar beranjak dari duduk nya dan menyambut team anak SMA yang ke depan nya akan bergabung dengan team nya.


"Selamat datang, mari menuju base cham " Ajak Haidar dengan hangat, sembari mengulurkan tangan, Iko selaku pimpinan dari anak SMA pun tersenyum ramah karena disambut dengan ramah juga, namun berbeda dengan Maysa yang melihat Nur duduk di sebelah Rayyan dan Rayyan tidak sedikit pun pindah dari duduknya.


"Ternyata satu tempat dengan anak pondok" Batin Maysa tanpa melepaskan tatapan mata nya dari Rayyan dan Nur yang terlihat duduk berdekatan.


"Iya terimakasih... " Sahut Iko dengan menjabat tangan Haidar. Maysa yang berdiri dibelakang Iko pun langsung angkat bicara.


"Maaf kami akan membangun base cham kami sendiri" Suara Maysa membuat team dari pondok terkejut tak terkecuali Rayyan.


Suara yang sangat dirindukan nya kini terdengar dekat disini.


"May?" Lirih Rayyan yang langsung berdiri dan mendekat ke arah sumber suara. Baru saja Rayyan melangkahkan kaki nya sampai di samping Haidar ia di kejutkan dengan perlakuan Iko.


"May nggak baik lho menolak niat baik orang lain, kita mampir dan istirahat dulu di base cham mereka, ya?" Ucap Iko dengan menghadap kearah Maysa.


"Hem ok lah" Jawab Maysa dengan ketus, Iko pun tersenyum dan menyentuh pundak Maysa sejenak.


Rayyan yang panas melihat adegan itu pun hendak mendekat namun tangan Haidar segera mencekal nya, dengan menggeleng pelan Haidar memberikan isyarat untuk Rayyan agar meredam emosi nya.


"Kita disini untuk bantu orang, singkirkan dulu urusan pribadi kalian" Bisik Haidar, Rayyan terlihat menghela nafas, namaun bagaimana pun ia tetap mengurungkan niat nya.


"Baiklah mari saya antar kan" Haidar menawarkan diri untuk mengantarkan.


Team pondok pun membantu membawa sebagian barang-barang yang di bawa oleh team SMA, mereka berjalan menuju base cham.


Sepanjang perjalanan Maysa tak lepas dari pandangan Rayyan yang di penuhi api cemburu, karena Iko yang tak mau jauh-jauh dari nya.


"Aduh" Maysa terpeleset batu yang ia pijak dan dengan sigap Iko meraih tangan Maysa sehingga gadis itu tidak terjatuh ke tanah.


"Hati-hati May" Ucap Iko. Nando yang memahami situasi dan kondisi pun langsung mendekat.


"Kau tak apa May? tas mu berat biar ku bawa kan" Nando mengambil tas Maysa, dan membawa nya, Maysa hanya diam saja ia masih bergulat dengan pemikiran nya yang mungkin tidak suka jika Nur dekat-dekat dengan Rayyan.


Melihat kedua cowok itu memberikan perhatian kepada Maysa Rayyan semakin terbakar cemburu namun lagi-lagi Haidar meredam nya.


"Sabar dia hanya teman yang solidaritas nya tinggi" Bisik Haidar, dan lagi, Rayyan hanya menghembuskan nafas nya kasar.


Sesampai nya di base cham mereka meletakkan barang-barang dan istirahat sejenak.

__ADS_1


Iko terlihat melangkahkan kaki nya untuk mencari Haidar "Permisi kak?" Ucap Iko saat menemui Zainal.


"Apa dek?" Tanya Zainal yang saat itu menata barang-barang yang akan ia bawa ke tenda-tenda para korban bencana.


"Kak Haidar nya ada?" Tanya Iko dengan sopan.


"Oh ustadz Haidar nya sedang itu deh kayak nya ada di balik tirai no 3, tadi dia masuk ke sana" Ucap Zainal memberitahukan.


Dibalik tirai no. 3 Haidar tengah berdebat dengan Rayyan.


"Kamu bisa kan menahan emosi mu?" Ucap Haidar.


"Insya'Allah jika tidak kelepasan" Ucap Rayyan dengan acuh.


"Ray! disini itu kita satu team! profesional dong!" Haidar sedikit membentak Rayyan.


"Jangan sampai mereka tau kalau kamu dan Maysa sudah menikah, kasihan dia nanti kalau sampai teman-teman nya tau, mau ditaruh dimana muka nya? dia pasti malu Ray!" Panjang Lebar Haidar berkata dan tiba-tiba Iko membuka tirai nya.


"Permisi kak, apa saya mengganggu?" Ucap Iko dengan sopan.


Rayyan dan Haidar terkejut melihat Iko yang sudah berdiri sambil menyibak tirai pembatas itu.


"Kita bicarakan nanti lagi" Bisik Haidar, ia segera keluar.


"Ini sudah waktu nya sarapan, mari kita sarapan bersama" Ajak Iko.


"Oh iya ok ok, sebentar ya saya mau ambil barang dulu di dalam" Ujar Haidar yang langsung menghilang di balik tirai.


"Saya tunggu di ruang tengah ya kak?" Teriak Iko.


"Ok!" Sahut Haidar yang kini sudah ada di dalam ruangan yang tersekat oleh tirai dan kain-kain.


"Gimana? kira-kira dia denger nggak ya?" Tanya Haidar kepada Rayyan yang masih duduk di dalam ruangan nya itu.


"Lah respon nya gimana? ada yang mencurigakan nggak?" Tanya Rayyan dengan ekspresi datar.


"Kayak nya nggak deh" Sahut Haidar sambil mengetuk-ngetuk kening nya menggunakan jari telunjuk nya.


"Ya sudah, sarapan yuk, udah ditunggu yang lain pasti" Ucap Rayyan, mereka pun berjalan menuju ruang tengah di dalam base cham itu.


Maysa di bantu oleh Fasha, Rahma, Nur dan juga rekan-rekan dari sekolahan nya menyiapkan menu sarapan untuk mereka semua makan.


"May sudah siap belum? itu sekalian buat sarapan warga nggak makanan nya?" Tanya Iko yang berjalan mendekati Maysa.

__ADS_1


"Ini buat kita sarapan dulu Ko, yang buat kita bagi-bagi masih OTW kayak nya" Sahut Maysa.


"Gue bantu ya" Ucap Iko yang langsung meraih mangkuk sup yang dipegang oleh Maysa, "Ok, hati-hati panas" Sahut Maysa.


Melihat kedekatan mereka berdua Rayyan pun berjalan mendekat dan ikut membantu juga.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Rayyan kepada Maysa, mendengar suara Rayyan yang sangat dekat dengan nya membuat jantung Maysa berdetak lebih kencang namun ia berusaha untuk tetap tenang dan profesional.


"Ekhem... ada kak tolong ini sambal dan gorengan nya di bawa turun ya? nanti piring nya bisa ambil di sana dekat nya kak Fa" Ucap Maysa berusaha profesional.


"Iya" Sahut Rayyan yang langsung meraih sambal dan juga gorengan.


Fasha memahami posisi mereka berdua namun berbeda dengan Nur, ia sangat geram karena ia merasa setiap laki-laki terlalu menaruh perhatian kepada Maysa, yang menurut Nur adalah gadis yang sangat kasar dan tidak pantas mendapat perhatian.


"Apa lagi May?" Terdengar Iko berteriak, Rayyan langsung berdiri setelah meletakkan gorengan dan sambal, ia berjalan mendekati Maysa yang hendak mengangkat tempat nasi yang lumayan panas.


"Aduh" Teriak Maysa yang tak sengaja memegang bagian yang panas, Rayyan dan Iko yang mendengar Maysa berteriak langsung berlari dan meraih tangan Maysa.


Maysa terkejut karena tangan nya kini dipegang oleh dua laki-laki yang mana salah satu nya adalah suami nya dan yang satu nya lagi adalah pimpinan dalam team baksos nya.


Rayyan dan Iko saling pandang dengan tatapan tajam seolah mereka berebut untu mengobati Maysa namun Fasha langsung menengahi mereka.


"Maaf karena kita sama-sama perempuan, biarkan saya saja yang mengobati tangan Maysa" Ucap Fasha yang membuat kedua laki-laki itu kikuk dan lumayan malu karena semua anggota team menatap aneh kearah mereka berdua.


"Kau jangan macam-macam sama Maysa!" Ancam Nando kepada Iko, namun Iko hanya tersenyum sinis.


Mereka semua pun sarapan bersama, sedangkan Maysa dan Fasha sarapan belakangan karena harus mengoleskan salep dulu di tangan Maysa supaya tidak melepuh.


Setelah semua selesai mereka membagi tugas untuk membagikan makanan dan juga pakaian yang masih layak pakai.


Maysa bersama dengan, Iko, Rahma dan tentu nya Rayyan tidak mau ketinggalan.


"Ustadz Rayyan kemarin kan kita satu team" Teriak Nur dan itu memicu terbakar nya api cemburu di dalam hati Maysa.


"Oh satu team ya? ya udah kak balik aja, kita bertiga nggak papa kok!" Ucap Maysa sengaja dengan suara yang sedikit keras.


"Nggak May, disini ada gue!" Ucap Nando yang secara tidak langsung melarang Rayyan untuk keluar dari team nya Maysa.


"Kamu sengaja?" Bisik Rayyan yang berdiri tepat di belakang Maysa.


Sontak Maysa langsung menusukan tatapan tajam kearah Rayyan "Jika kemarin saja bersama kenapa hari ini tidak?...


bersambung...

__ADS_1


Mohon maaf untuk yang tidak nyaman dengan alur cerita, karena semua karakter dan adegan selalu ada alasan nya, jadi jangan sepotong-sepotong ya baca nya😊🙏🙏🙏 terimakasih yang sudah setia semoga kalian sehat selalu see you...


__ADS_2