
Setelah Maysa melangkahkan kaki nya menuju base camp bersama Nando, Rayyan muncul dan berjalan mendekati Iko, Rahma dan juga Nur yang masih berdiri di tempat.
"Loh? dimana Maysa?" Bisik Rayyan kepada Rahma.
"Dia lagi di base camp dia" Sahut Rahma sambil berbisik juga.
"Di base camp? sendiri?" Tanya Rayyan lagu dengan mengerutkan alis nya.
"Sama Nando" Bisik Rahma, setelah mendengar itu Rayyan langsung berjalan sedikit terburu-buru menuju base camp.
"Hey kak mau kemana?" Teriak Iko yang melihat Rayyan pergi meninggalkan team nya.
"Dia ada perlu kata nya" Ucap Rahma, Iko pun menganggukkan kepala nya tanda ia mengerti.
Di dalam base camp Nando dan Maysa terlihat tengah mencari kardus lo iqqhhqhhihw\ berisi susu formula.
"Sedang apa?" Tanya Rayyan yang baru saja masuk kedalam base camp dan membuat Maysa terkejut.
"Hah? ini cari susu" Ucap Maysa yang menghentikan kegiatan nya dan berdiri menghadap ke arah Rayyan.
"Susu?" Ulang Rayyan sambil menaikkan satu alis nya.
"Iiiiiiiiihhh bukan susu yang itu!" Spontan Maysa langsung berteriak, bahkan ia melupakan kalau didalam sana ada juga Nando yang sengaja menyibukkan diri mencari kardus yang berisi susu formula.
"Iya susu untuk bayi kan?" Tanya Rayyan sambil melangkahkan kaki nya untuk mendekati Maysa.
"He'em" Sahut Maysa singkat, gadis itu kembali mencari cari susu formula dengan membuka kardus yang ada di belakang nya.
Rayyan yang mendekat kearah Maysa pun langsung memeluk Maysa dari belakang.
"Memang nya kalau bukan susu untuk bayi, susu yang mana?" Sengaja Rayyan membisikkan kata itu tepat di samping telinga Maysa yang membuat gadis itu sedikit meremang.
"Apaan sih mas! udah ah sana ah bantuin cari" Ucap Maysa dengan tangan nya mendorong Rayyan agar menjauh dari nya.
Rayyan tersenyum gemas ketika mendapati ekspresi wajah Maysa yang malu-malu dengan pipi yang sedikit memerah itu.
"Udah jangan liatin terus ada Nando!" Bisik Maysa. Mereka bertiga pun mencari keberadaan susu formula yang akan diberikan kepada bayi yang baru saja lahir tadi.
Haidar bersama dengan Fasha membagikan pakaian kepada seluruh warga korban bencana.
Setelah selesai ternyata hari sudah mulai petang mereka pun kembali ke base camp.
Ba'da sholat isya mereka sibuk dengan gedjet masing-masing sedangkan Maysa memilih untuk duduk di luar tenda. Tak lama kemudian Rayyan menyusul nya dan duduk di samping nya.
"Nggak masuk? dingin loh diluar" Ucap Rayyan dengan meletakkan bokong nya di samping Maysa.
"Hem?" Maysa melihat raut wajah Rayyan dari samping. Suami nya itu tengah menatap bintang yang bertebaran di langit malam itu.
Terlihat Rayyan tersenyum dengan tangan yang memeluk pinggang Maysa dan ditarik nya agar lebih dekat dengan nya.
Sedangkan Maysa dengan sangat nyaman menyenderkan kepala nya di pundak Rayyan.
__ADS_1
"Nanti tidur di ruangan ku saja" Ucap Rayyan sedikit berbisik.
"Kalau anak-anak SMA tau gimana?" Tanya Maysa.
"Nanti kita masuk setelah semua tidur saja" Saran Rayyan sambil mengecup pucuk kepala Maysa.
"He'em lihat nanti saja" Sahut Maysa. Rayyan berdiri dan menuntun Maysa agar ia mau berdiri dari duduk nya.
"Dingin mas kalau berdiri" Ucap Maysa namun Rayyan dengan sigap memeluk Maysa dengan jaket nya yang sengaja tidak ia kancing kan.
"Kita jalan-jalan sebentar" Ucap Rayyan sambil mengeratkan pelukan nya.
Di dalam tenda Iko tengah celingukan mencari keberadaan Maysa.
"kemana dia? kata nya mau membangun tenda sendiri?!" Gumam Iko,
Nur yang mendengar nya pun langsung celingukan juga namun yang gadis itu cari bukan lah Maysa melainkan Rayyan.
"Mungkin diluar" Ucap Nando santai.
Mendengar penuturan dari Nando Iko dan juga Nur langsung berlari keluar.
Namun sesampai nya mereka diluar tenda tidak ada siapa pun di sana.
"Kemana mereka?" Gumam Iko dengan memandang ke segala arah.
"Atau mungkin mereka berjalan-jalan disekitar sini?" Ucap Nur yang langsung melangkahkan kaki nya untuk melanjutkan mencari keberadaan Rayyan dan juga Maysa.
"Mencari mereka berdua lah! Mau kemana lagi?! apa kau ikhlas jika gadis yang kau cari sekarang ini tengah berkencan dengan pria lain?" Ucap Nur dengan nada yang ber api-api.
"Yaaa... yaaa... ya nggak ikhlas juga sih" Sahut Iko dengan sedikit tergagap.
"Nah sama aku juga nggak suka kalau sampai pangeran pujaan ku itu bersama gadis bar-bar macam Maysa mu itu!" Geram Nur dengan sedikit berteriak.
"Hei dia itu bukan bar-bar ya mbak! enak saja bar-bar! May itu berani!" Iko menyangkal kata-kata Nur yang mengucap bahwa Maysa itu gadis bar-bar.
"Halah sama saja! dia itu Gadis bar-bar yang sangat kasar!" Teriak Nur dihadapan Iko.
"Tidak Tidak Tidak! dia gadis baik, malahan pangeran mu itu yang terlihat sangat mengejar-ngejar Maysa!" Tak kalah tinggi nada bicara Iko saat membela Maysa.
"Terserahlah!" Ucap Nur yang langsung berbalik dan melangkahkan kaki untuk berjalan mencari Rayyan namun ketika ia memijakkan kaki nya di salah satu batu yang lumayan licin gadis itu terpeleset dan tubuh nya pun oleng, "Aaaaakkk!!" Teriak Nur terkejut.
Beruntung Iko berjalan tepat di samping nya, jadi pemuda itu refleks langsung menangkap tubuh Nur yang oleh kearah nya sehingga hadis itu tidak terjatuh ketanah bebatuan.
Sejenak mata mereka saling memandang, sedikit terkejut dengan keadaan.
Warga dan juga team pondok juga team SMA pun keluar karena mendengar teriakan Nur yang begitu memekakkan telinga.
"Ada apa? Ada apa?" Teriak para warga sambil berlari kearah sumber suara.
Betapa terkejut nya mereka ketika melihat Iko dan Nur yang berpelukan di tempat umum itu.
__ADS_1
"Astagfirullah... ini desa habis terkena bencana nak jangan berbuat zinah disini!" Teriak salah satu orang tua di sana.
"Tidak pak, bukan seperti itu!" Sangkal kedua nya bersamaan.
"Kok malah kaya pasangan mesum yang digrebeg warga gini sih?" Batin Iko.
Dengan gelagapan Iko dan Nur langsung melepaskan pelukan mereka masing-masing dan kembali berdiri dengan normal.
"Bawa mereka ke masjid!" Ucap pak lurah yang saat itu juga tengah berkunjung di sana dan kebetulan belum pulang ke rumah nya.
Iko dan Nur digiring oleh warga desa berjalan menuju masjid.
Sedangkan di sisi lain di dekat pesisir di atas batu karang dengan berhiaskan ombak yang sesekali menabrak karang juga bintang-bintang yang bertebaran di angkasa sepasang kekasih terlihat tengah memadu kasih.
"Mas nanti kalau ada yang lihat gimana? ini tempat terbuka lo" Lirih Maysa dengan kepala yang bersandar di dada Rayyan.
"Sedikit saja sayang, mas tidak akan melakukan nya disini kok, hanya untuk melepaskan sedikit beban rindu yang membelenggu ini" Bisik Rayyan di samping telinga Maysa.
Tanpa menunggu jawaban Maysa Rayyan langsung mengangkat dagu istri tercinta nya itu dan mempertemukan kedua bibir yang saling merindu itu.
Pertemuan benda kenyal dengan rasa dingin sedikit manis asin itu mula nya sangat lembut namun lama kelamaan semakin panas dan semakin dalam dengan suara kecapan yang terdengar.
Rayyan mengubah posisi Maysa agar menghadap kearah nya, dengan mengangkat pinggang gadis itu dan di duduk kan nya Maysa di atas pangkuan Rayyan.
Dengan posisi saling berhadapan Rayyan menangkup kedua pipi Maysa dan mengecup nya dari kening, pipi kanan dan kiri hidung, bibir dan tak lupa dagu, semua yang ada di wajah Maysa tak tengah di absen oleh Rayyan.
Dengan memandang istri tercinta nya, Rayyan menggigit bibir bawah nya, sedangkan Maysa yang di tatap begitu dalam dengan sorot mata sayu membuat gadis itu menundukkan wajah nya dengan pipi yang memerah.
Rayyan segera mengangkat dagu Maysa dan kembali ia me***at bibir yang kini telah menjadi candu nya itu.
Baru saja Rayyan memperdalam ciuman nya dengan tangan Maysa yang mulai ia kalung kan di leher kokoh suami nya.
Sayup-sayup mereka mendengar keributan dari jarak yang lumayan dekan.
"Emmhhh mas kau mendengar nya?" Tanya Maysa setelah mendorong dada Rayyan.
"Hemm?? Abai kan sayang, mas menginginkan mu!" Dengan menggigit bibir bawah nya Rayyan kembali mendekatkan wajah nya namun Maysa segera turun dari pangkuan Rayyan dan berdiri melihat ke arah base camp mereka.
Rayyan sedikit kesal namun ia tetap memendam nya dan berdiri kemudian mengikuti kemana arah mata Maysa memandang.
"Kira-kira ada apa ya mas kok kaya banyak orang itu loh didepan tenda kita?" Tanya Maysa.
"Entahlah, mau balik sekarang?" Tanya Rayyan.
"Iya mas balik aja yuk, takutnya mereka rame-rame nyariin kita" Ucap Maysa, mereka pun langsung turun dari batu karang yang saat ini menjadi tempat pijakan mereka.
Maysa dan Rayyan berdiri di samping tenda, mereka berdua bingung kenapa banyak orang yang berkumpul di sana dan terdengar suara seseorang yang berteriak untuk menuju masjid.
"Ada apa an sih?...
bersambung...
__ADS_1