Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Kebohongan


__ADS_3

Maysa hanya menunjukkan senyuman nya dan menganggukkan kepala nya.


"Arti nya?" Tanya Rayyan dengan senyuman yang mulai mengembang, sedangkan Maysa tak kunjung menjawab pertanyaan dari Rayyan.


"Ya elah gitu doang masih pakai nanya! Dasar ustadz bucin" Fasha memutar bola mata nya dengan berkata seperti itu kepada kakak nya.


"Diam kamu, kakak mu sedang bahagia" Ucap Rayyan tanpa mengurangi senyuman yang mengembang menghiasi wajah nya.


"Sekarang kita bahas tanggal untuk melaksanakan ijab qobul ke ruangan Abah ya?!" Sambung Rayyan mengajak Maysa untuk kembali keruangan Abah. Gadis itu pun mengangguk kan kepala nya tanda ia menyetujui saran dari calon suami nya itu.


Mereka berempat pun berjalan menuju ruangan Abah, Rahma yang mula nya tidak ikut andil dalam rencana pernikahan dadakan ini pun akhir nya juga ikut dalam pembahasan rencana pernikahan Rayyan dan Maysa.


"Ijab qobul akan diadakan di masjid depan saja ya? bagaimana?" Haidar mengusulkan tempat untuk acara.


"Di Masjid?" Ucap Maysa agak sedikit kurang setuju.


"Iya, kenapa?" Tanya Haidar.


"Bukan kah Masjid terlalu dekat dengan jalan Raya?" Maysa menjelaskan alasan kenapa ia tidak setuju.


"Em... Saya malu" Dengan menunduk kan wajah nya Maysa berkata.


"Kamu malu menikah dengan saya?" Tanya Rayyan dengan tatapan sedikit kecewa.


"Bukan itu, saya malu karena, diluar sana mereka pasti tau nya saya itu masih sekolah dan saya tidak mau jika isu kemarin keluar kemana-mana, biar lah mereka tau di sini ada pernikahan karena kita sudah lama berta'aruf" Dengan sangat hati-hati Maysa berkata.


"Lalu?"


"Disini saja bagaimana?" Ucap Fasha sambil menatap ke seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu.


Lalu mereka semua menatap kearah Abah yang sedari tadi hanya mendengarkan pera muda mudi di depan nya itu berunding.


"Mau disini saja juga tidak apa-apa" Pada akhir nya jawaban yang ditunggu oleh semua muda mudi pun melegakan.


Maysa dan Rayyan pun saling memandang dengan senyuman yang mengembang, kemudian kedua nya menoleh ke arah Abah


"Terimakasih Abah" Ucap kedua nya bersamaan, Abah tersenyum melihat putra sulung nya sudah tidak lagi sedingin es.


"Ok jadi hari minggu bulan depan ya?" Tanya Haidar.


"Loh kak bulan depan berati itu dong dua minggu lagi?" Tanya Fasha

__ADS_1


"Iya lah, memang nya mau kapan lagi? " Ucap Haidar


"Persiapan dua minggu cukup?" Rahma yang mendengar Fasha bertanya seperti itu pun langsung ikut bersuara


"Nanti saya bantu, untuk MUA dan juga kebaya atau gaun, kebetulan ibu saya punya butik dan salon" Ucap Rahma yang mendapat senyuman dari semua nya.


"Alhamdulillah" Abah mengucap syukur melihat muda mudi yang ada di hadapan nya itu mau bersama-sama mengurus segala sesuatu.


Waktu pun menunjuk kan pukul 23.00 WIB, Maysa dan yang lain nya kini sudah beristirahat di kamar mereka masing-masing.


Maysa tidur sebentar dan ketika alarm jam nya berbunyi gadis itu langsung mematikan nya, dilihat nya Fasha yang masih tertidur pulas, gadis itu pun dengan sangat hati-hati bersiap-siap untuk keluar dari kamar nya.


Sesampai nya Maysa di gerbang depan tiba-tiba seseorang memanggil nya.


"May?" Suara yang tak asing bagi Maysa, ketika gadis itu menengok kearah suara, ia melihat Wahyu, Zainal, dan tak ketinggalan Zainudin tengah berjalan di belakang nya.


"Kalian?" Maysa bertanya namun Wahyu segera memberi isyarat agar Maysa diam.


"Ssssttt jangan keras-keras, nanti ada yang dengar!" Ucap Wahyu setengah berbisik.


Maysa pun mengangguk kan kepala nya dan bertanya juga dengan nada setengah berbisik.


"Kalian mau kemana?" Tanya Maysa.


"Waaaaahhh keren aku juga... " Ucap Maysa belum sampai selesai Zainal langsung memotong nya.


"Kamu nggak usah ikut-ikutan, ustadz Rayyan bakal marah kalau sampai ketahuan" Ujar Zainal yang langsung menolak keinginan Maysa yang belum sempat di utarakan nya.


"Tapi... " Lagi-lagi Zainal menyangkal kata-kata Maysa.


"Sudah-sudah kita berangkat dulu ya takut keburu nanti ustadz Rayyan bangun dan ke masjid" Sangkal nya yang langsung mengajak kedua teman nya untuk meninggalkan Maysa.


"Dasar, para fans gila, kalau mau bergabung kan kalau pun ketahuan kita bisa cari alasan nya gampang, awas saja nanti kalau samapi kalian ketahuan, aku tidak akan bantu" Gerutu Maysa, namun setelah itu mobil Anita berhenti di seberang jalan, Maysa pun segera berlari mendekati nya.


"Sudah siap?" Tanya Anita yang melihat Maysa sudah duduk dibelakang kemudi.


"Sudah, tapi Nando mana?" Tanya Maysa karena personil nya kurang satu.


"Dia udah duluan sih berangkat nya, kata nya Sinta mau ikut" Dengan malas Anita memutar bola mata nya.


"Sinta? mereka udah baikan?" Tanya Maysa.

__ADS_1


"Au ah males gue" Dengan ketus Anita menjawab nya, sambil berganti pakaian Maysa merasakan aura teman nya itu tidak seperti biasa nya.


"Ada apa sih ni bocah? kok kaya lagi bad mood gitu?" Batin Maysa namun gadis itu tak lagi mau bertanya melihat teman nya yang diam saja.


Hiruk pikuk di area balapan pun mulai di lihat Maysa ketika gadis itu keluar dari dalam mobil Anita.


"Nando mana?" Gumam Maysa yang sudah rapi dengan kostum Black Angel nya.


Dari kejauhan ada sepasang remaja yang berjalan kearah Maysa dan Anita berdiri.


"Oh jadi ini si Black Angel yang selalu jadi prioritas utama mu Ndo?!" Dengan nada yang begitu sinis Sinta bertanya kepada Nando.


"Ssstt jaga bicara mu!" Dengan setengah berbisik Nando berkata dengan penuh penekanan, raut wajah Sinta pun sangat terlihat jelas jika gadis itu sudah memendam rasa benci yang sangat besar kepada Maysa yang berwujud Black Angel itu.


"Motor nya dimana?" Tanya Maysa tanpa memperdulikan Sinta yang ada di samping Nando.


"Di Sana" Nando menuntun Black Angel dan meninggalkan Sinta yang kini melongo tak percaya.


"Tutup tu mulut! kalau lo mau aman ikuti aturan dengan tenang jangan sedikit pun cari masalah!" Hardik Anita yang saat itu langsung berjalan di belakang Maysa.


"Sinta rewel banget sih Ndo?" Ucap Maysa yang tangan nya masih stay di genggam oleh tangan Nando.


"Dah biar in aja, ntar kalau capek ya diem sendiri" Aura dingin pun muncul ketika Nando menjawab kata-kata Maysa.


"Sebenar nya ada apa dengan teman-teman ku ini?" Batin Maysa yang tidak mengerti situasi apa yang telah teman-teman nya lewati.


Balapan pun di mulai semua Fans Black Angel berteriak tak ketinggalan Wahyu, zainal, dan juga Zainudin yang sudah stay di barisan terdepan para penonton pun ikut bersorak meneriaki dan menyemangati Black Angel kebanggaan mereka.


Disela-sela keramaian Sinta yang muak dengan kelakuan Nando dan Anita pun perlahan berjalan mundur, ia berniat untuk merusak mobil yang dikira nya adalah mobil Black Angel namun ketika ia baru saja menyentuh mobil itu sebuah tangan menyentuh pundak nya.


"Sin?" Panggi orang yang memegang pundak Sinta, dengan jantung yang berdegup kencang Sinta pun perlahan menolehkan kepala nya.


"Raka?" Dengan mata bulat Sinta terkejut melihat Raka berada di belakang nya.


"Sedang apa kau disini?! pergi pergi pergi!" Sinta mendorong Raka agar laki-laki itu menjauh dari nya.


"Aku tidak sengaja melihat mu disini dan aku merindukan mu" Raka memegang kedua pundak Sinta.


"Dan apa kabar calon baby kita?" Raka mengusap lembut perut Sinta yang memang masih rata. Mendengar itu pun Sinta langsung membungkam mulut Raka dan melihat ke kanan dan ke kiri.


Di sana tanpa sepengetahuan dua sejoli itu Anita tak sengaja melihat nya, gadis itu menajamkan penglihatan nya dan benar yang dilihat nya adalah Sinta bersama Raka.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan" dengan mengambil satu jepretan foto Anita sudah mendapatkan bukti untuk memisahkan wanita lintah itu dari sisi Nando...


bersambung...


__ADS_2