Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Hukuman seperti apa?


__ADS_3

"Jadi tujuan utama kita datang kemari itu takut jika sampai lo kena marah suami lo, dan juga mau ngelurusin kalau biang dari balapan kali ini tu dia!" Anita menunjuk keluar.


"Oh iya dia masih diluar, bawa dia masuk!" Teriak Anita kepada dua orang fans yang masih berada di halaman rumah Maysa.


Tak perlu menunggu lama dua orang fans Black Angel pun masuk dengan menyeret seorang laki-laki yang sudah babak belur.


"Astagfirullah... dia kan... Reza bukan?" Tanya Maysa dengan mengerutkan alis nya, ia pun segera berdiri dan mendekati Reza dengan di ikuti Rayyan dibelakang nya.


"Za? ini lo?" Ucap Maysa ketika sudah berdiri di depan Reza.


"Iya Black Angel ini gue!" Lirih Reza karena ia sudah tidak kuat bersuara dengan lantang, kesombongan yang tadi membuat Maysa emosi pun hilang entah kemana.


"Kok bisa jadi kaya gini?" Tanya Maysa kepada seluruh orang yang hadir di rumah nya.


"Di di hajar sama para fans lo tu, mereka ngira suami lo bakal ngelarang lo buat balapan lagi!" Ucap Nando dengan santai nya, namun raut wajah para fans pun berubah seketika mereka mendadak merasa takut ketika Maysa memandang semua yang hadir dalam ruangan itu.


"Ya ampun, sampai babak belur begini?" Berucap sambil mengangkat dagu Reza, namun seger di tepis oleh Rayyan.


"Bukan mahram jangan pegang-pegang!" Ucap Rayyan yang menahan tangan Maysa.


"Heh... ternyata beneran kalian suami istri, ku kira bohongan" Ucap Reza berkata.


"Heh wajah sudah babak belur begitu masih mau membual apa lagi?" Geram Rayyan dengan satu tangan nya yang menoyor kepala Reza.


"Udah mas udah kita duduk ya" Maysa menarik tangan Rayyan dan mengajak nya duduk.


"Ekhem... jadi begini pak ustadz, Black Angel kami ini tidak salah dalam hal balapan malam ini, dia terpaksa mengikuti balapan malam ini karena mendapat ancaman dari dia" Jelas Anita yang kemudian menunjuk ke arah Reza.


Semua fans melongo ketika mendengar Anita memanggil suami Black Angel adalah pak Ustadz.


"Di ancam?" Ulang Rayyan dengan memandang ke arah Maysa yang duduk di samping nya.


"Iya, benar sekali, jadi dia mengirim pesan yang berupa foto-foto Maysa, ekhem maksud saya Black Angel yang tanpa cadar, ia berniat menyebarkan nya jika Black Angel tidak mau menerima tawaran balapan malam ini" Jelas Anita.


"Ya sudah, karena semua sudah terjadi dan kalian sudah melihat rupa istri saya, sudah ya jangan diperpanjang lagi, dan saya tidak mau istri saya mengikuti balap liar lagi!" Ucap Rayyan dengan nada yang santai namun berbeda dengan yang mendengarkan nya, seluruh fans dan juga Anita beserta Nando terkejut mendengar keputusan Rayyan.

__ADS_1


"Iya fans, lagi pula sebentar lagi gue bakal bantuin bunda buat ngurus klinik jadi mungkin gak bakalan ada waktu buat main sama kalian" Jelas Maysa.


"Tapi Black Angel... "


"Maysa nama gue Maysa, kalau ada kesempatan kita bertemu di luar, sapa dengan nama itu aja ya?" Ucap Maysa yang menyela ucapan salah satu fans.


"Baiklah Maysa, kami semua minta maaf atas kegaduhan pagi ini, kami pamit undur diri" Ucap salah satu fans untuk mewakili berpamitan.


"Oh iya May, ini tadi hasil jerih payah lo, dan yang ini hasil kemenangan lo yang dibayar dua kali lipat oleh Reza, dia menepati janji nya kok" Ucap Anita sambil memberikan dua amplop berisi uang tunai.


"Oh iya makasih ya nit, dan ini lo kasih buat berobat dia" Niat hati Maysa ingin memberikan sedikit uang untuk Reza berobat namun segera ditolak oleh Anita.


"No! dia itu anak orang kaya, dia bisa biayain sendiri luka-luka kecil gitu mah" Ucap Anita menolak.


Akhir nya setelah penjelasan tersampaikan mereka pun pamit dan meninggalkan rumah Maysa dan Rayyan.


Sepi hening setelah kepergian para fans dan juga sahabat Maysa, Maysa pun segera masuk dan menutup pintu utama.


"Jangan lupa di kunci" Ucap Rayyan yang masih duduk di sofa.


"Sayang? kau mau menyuruh suami mu untuk tidur diluar?" Ucap Rayyan dengan berusaha menerobos masuk.


Mendengar pertanyaan dari Rayyan pipi Maysa meronda merasa malu, dan menyerah. Akhir nya Rayyan masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamar itu dengan seringaian yang membuat Maysa bergidik ngeri.


Maysa berbalik dan melangkahkan kaki nya menjauhi Rayyan namun dengan sigap Rayyan menarik pinggang Maysa sampai istri cantik nya itu mundur beberapa langkah dan punggung nya menabrak dada bidang milik Rayyan.


Perlahan Rayyan memutar tubuh Maysa agar menghadap ke arah nya.


"Mari kau jelaskan kenapa kau membohongi ku selama ini May?!" Ucap Rayyan dengan tangan yang perlahan melepas hijab Maysa.


Dengan dada yang bergemuruh naik turun Maysa tak dapat menjawab nya.


"Kenapa hanya diam saja sayang? hem?? kira-kira hukuman apa yang patut kau dapatkan?" Bisik Rayyan tepat di samping telinga Maysa yang membuat Maysa menarik nafas panjang menahan sesuatu rasa yang asing bagi nya.


"Dengan melihat teman-teman mu yang liar itu, salah kah jika suami mu ini mempertanyakan kesucian mu?" Tanya Rayyan yang membuat Maysa sakit hati dan melangkahkan kaki nya mundur namun lagi-lagi tangan Rayyan menarik pinggang nya dengan sedikit kasar.

__ADS_1


"Kenapa menghindar? apakah yang aku katakan menyakiti mu? atau kah yang aku kata kan sebuah kebenaran? atau jangan-jangan selama ini kau menghindari setiap kali ingin berhubungan karena itu? karena kau ingin menyembunyikan nya dari ku?" Cecar Rayyan dengan nada yang pelan namun sungguh berhasil menusuk relung hati Maysa.


"Kau pikir aku wanita seperti apa mas?" Dengan mata yang sudah berkaca-kaca Maysa mendorong dada Rayyan agar menghentikan aksi nya yang menciumi leher Maysa dengan mengeluarkan kata-kata yang mampu menusuk hati nya.


Kini Rayyan menatap lekat wajah istri nya yang berhiaskan air mata yang menggenang di pelupuk mata.


"Sebenar nya disini siapa yang tersakiti dak siapa yang disakiti?" Dengan mencengkeram rahang Maysa Rayyan berkata.


"Entahlah mungkin bisa dibuktikan dengan melakukan nya, dan jika memang kau sudah tidak suci lagi maka, berbahagia lah karena aku telah mengorbankan perjaka ku untuk mu" Ucap Rayyan dengan paksa mencium dan menghisap secara kasar bibir Maysa, bahkan ketika istri nya itu tak mau membuka mulut nya, Rayyan sedikit menggigit bibir Maysa agar ia berhasil menerobos dan membelit lidah Maysa.


Tak mau diam satu tangan menahan tengkuk Maysa satu tangan nya lagi mencari resleting baju yang dikenakan Maysa.


Tidak menemukan resleting di depan atau pun belakang karena dibalik jaket kulit yang sudah dilempar oleh Rayyan entah kemana Maysa masih mengenakan kaos manset, dengan kasar Rayyan merobek manset bagian belakang Maysa.


Saat kedua tangan Rayyan berhasil merobek manset bagian punggung itu, Maysa mendorong dada Rayyan agar menjauh namun karena Rayyan masih menggenggam kain manset itu otomatis Maysa menjauh dan hanya menyisakan kacamata kuda yang menutupi aset kembar nya.


Maysa yang mendapati diri nya hampir bertelanjang dada itu segera membalik kan tubuh nya, dan segera menggerai rambut panjang nya hingga menutupi bagian punggung nya.


Rayyan yang mulai tergoda dengan keindahan tubuh istri nya, mulai melangkahkan kaki nya mendekati Maysa.


"Jangan mendekat mas jika pikiran mu masih seperti itu tentang ku!" Ucap Maysa yang hanya sedikit menoleh ke arah Rayyan.


"Pikiran negatif ini bukan kah bisa di positif kan dengan cara pembuktian?" Ucap Rayyan sambil meraih rambut Maysa yang terurai dan mencium nya.


"Lihat lah, kau sangat wangi sayang, dan aku menyukai nya" Ucap Rayyan yang segera memeluk tubuh Maysa dari belakang.


Maysa memejamkan mata nya antara menolak atau menikmati karena tangan Rayyan kini berada di perut dan dada nya sedangkan bibir nya menyesap lembut ceruk leher Maysa dengan lembut, tak lagi sekasar ciuman di bibir barusan, kali ini Rayyan sangat lembut hingga Maysa terbuai oleh nya.


Maysa menengadahkan kepala nya ketika Rayyan memberikan tanda merah kepemilikan nya di leher Maysa, dan tangan Rayyan yang mulai menyusup menyambangi squeeze yang begitu kenyal dan lembut itu.


"Haaahhhh" Satu suara indah lolos dari bibir Maysa namun Rayyan masih melanjutkan aksi nya.


Kini Rayyan membalik kan tubuh Maysa dan mengecup lembut bibir nya, dengan perlahan ia menuntun Maysa menuju ranjang big size nya...


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2