Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Nur


__ADS_3

Sesampai nya di gerbang sekolah Rayyan menepikan mobil nya, ia segera turun dan berjalan membuka kan pintu untuk Maysa.


Gadis itu tersipu malu karena merasa diperlakukan istimewa oleh ustad tampan yang selama ini selalu saja ia jahil i.


"Terimakasih ustadz" Dengan menunduk kan pandangan nya Maysa mengucapkan terimakasih kepada Rayyan,


"Iya sama-sama, tapi bolehkah saya meminta satu hal kepada mu?" Tanya Rayyan


"Apa?"


"Jangan panggil saya ustadz jika hanya berdua" Ucap Rayyan dengan wajah yang serius, Maysa pun memberanikan diri untuk memandang calon suami nya itu dengan seulas senyum dan satu alis nya yang di angkat, gadis itu sedikit berjinjit dan merangkul leher Rayyan,


"May ini... "


"Belum saat nya sayang, yang sabar ya... pak ustadz" Maysa berbisik didekat telinga Rayyan dan gadis itu langsung meninggalkan Rayyan yang masih terpaku dengan apa yang dilakukan Maysa pada nya.


Rayyan tersenyum sambil melihat Maysa yang berlari memasuki gerbang sekolahan.


"Nanti saya jemput!" Teriak Rayyan dan Maysa membalik kan tubuh nya menghadap Rayyan, gadis itu terlihat mengacung kan kedua ibu jari nya menandakan ia menyetujui permintaan Rayyan yang akan menjemput nya siang nanti.


.../...°°°... /...


Siang hari di kantin sekolah Maysa tengah duduk di meja bagian pojok gadis itu terlihat tengah menikmati semangkuk bakso lengkap dengan minuman es teh nya.


Nando yang baru saja memasuki pintu kantin menyapukan pandangan nya ke se isi kantin dan sampai pada akhir nya Nando menemukan keberadaan Maysa yang sedang asik sendiri dengan semangkuk bakso nya, pemuda itu segera berjalan mendekati Maysa.


"Hayoooo lagi mikirin apa kok sampai-sampai itu sedotan nyasar ke kuah bakso" Ucap Nando ketika sampai di hadapan Maysa.


Maysa yang menyadari keberadaan Nando dihadapan nya pun langsung tersadar dan terkejut juga ketika melihat bahwa ia salah memasuk kan sedotan kedalam mangkuk yang ada kuah bakso nya.


"Astagfirullah" Ucap Maysa dengan menarik kembali sedotan itu dan segera memindah kan nya kedalam gelas es teh.


"May lo kenapa sih? dari pagi tadi lo gak jelas banget" Tanya Nando dengan sangat hati-hati.


"Haaaahhh... " Maysa menghela nafas sejenak dengan tangan nya yang mengaduk-aduk es teh yang ada di hadapan nya.


"Semalam ada yang menjebak ku, dan aku tidak tau siapa orang nya, dan sekarang status ku adalah calon istri orang" Ucap Maysa.

__ADS_1


"Maksud mu? kau akan segera menikah?" Nando dengan mengerutkan alis nya bertanya kepada Maysa, ada sedikit rasa kecewa di hati nya.


"Ya begitulah" Jawab Maysa kemudian gadis itu menyedot es teh dihadapan nya.


"Memang nya apa yang terjadi, kau di jebak bagaimana? kenapa harus menikah?" Nando begitu banyak melontarkan kata-kata.


"Sssstttt... kau ini sangat berisik!" Ketus Maysa dengan mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut kantin takut kalau sampai ada yang mendengar ucapan Nando barusan.


"Ok ok jadi sekarang jelaskan, kenapa kau harus menikah? dan dengan siapa?" Tanya Nando dengan nada yang lirih hampir berbisik ala emak-emak yang tengah bergibah.


"Semalam saat gue masuk kedalam toilet ada yang mengunci pintu dari luar dan sial nya didalam toilet gue nggak sendiri, di sana gue sama ustadz yang kemarin nganterin gue berangkat sekolah" Sejenak Maysa menghela nafas nya kemudian menyedot es teh


"Apes nya lagi ada kecoa, lo tau sendiri gue paling jijik sama tu hewan"


"Terus?" Ucap Nando meminta kelanjutan cerita Maysa.


"Terus gue kaget, udah gitu gue lompat ke pelukan ustadz Rayyan, nah abis itu pintu ke buka tu sama teman nya ustadz Rayyan, nama nya ustadz Haidar, dan dibelakang udtadz Haidar banyak santri yang tengah mengantri mau masuk ke dalam toilet" Sambung Maysa dengan suara pelan sampai-sampai Nando mendengarkan nya dengan kepala yang sedikit condong ke arah Maysa.


"Ooo begitu... Terus siapa yang mau menikahkan kalian?" Tanya Nando yang super kepo.


"Abah, pemilik pesantren, ustadz Rayyan ternyata adalah anak sulung nya Abah" Jelas Maysa


"Langsung dapet, langsung dapet!! lo pikir gue pengemis cinta yang mencari restu camer gitu!" ketus Maysa yang langsung meminum es teh langsung dari gelas nya.


"Tapi, ngomong-ngomong, lo seneng kan? secara dapet calon suami ganteng gitu" Goda Nando yang langsung dapet toyoran dari tangan Maysa yang basah karena habis memegang gelas yang berisi es teh.


"Eeehhh si bambang kalau ngomong suka bener aja!" Ucap Maysa dengan beranjak dari duduk nya.


"Lo mau kemana May?" Tanya Nando yang berdiri juga, kemudian mengikuti Maysa.


"Mau ke WC lo mau ikut?!" Ucap Maysa yang langsung belok ke arah toilet yang ada di sebelah kantin.


Nando yang tadi nya mengikuti langkah Maysa pun langsung terhenti dan berjalan menuju kelas nya.


Bel masuk pun sudah berbunyi semua siswa dan siswi kembali kedalam kelas nya dan mengikuti pembelajaran dengan hikmat.


.../...°°°... /...

__ADS_1


Siang hari di pondok Nur terlihat sedang duduk di taman bersama dengan ketiga teman nya. Para gadis itu tengah menghibur Nur yang sedang patah hati.


"Sudah lah Nur, ikhlaskan saja" Ucap Rahma yang mencoba menasehati Nur, namun seperti nya gadis itu sama sekali tidak mengindahkan kata-kata dari Rahma.


"Heh Rahma, kamu itu sebenar nya teman nya Maysa apa Nur sih? kok malah seperti nya kamu mendukung hubungan Maysa dengan ustadz Rayyan!" Hardik Ika yang langsung membuat Rahma terdiam, Rahma sendiri bingung kenapa dirinya lebih mendukung jika Nur move on saja dari pada harus mengejar Rayyan yang sekarang status nya adalah calon suami orang.


Nur yang tadi nya termenung tiba-tiba saja gadis itu berdiri dan berlari, ketiga teman nya hanya berteriak "NUR MAU KEMANA!" Teriak mereka bersama-sama namun tak satu pun dari suara mereka yang di gubris oleh Nur.


Nur terus berlari melewati lorong-lorong kamar dan berhenti di depan ruangan Rayyan yang saat itu pintu nya terbuka.


Nur masuk begitu saja tanpa mengucap kan salam, Rayyan yang saat itu tengah mengerjakan sebuah proposal dibuat terkejut karena tiba-tiba Nur berdiri dihadapan nya.


"Ada apa Nur?" Tanya Rayyan yang sejenak melihat kearah Nur dan kembali menghitung lembar demi lembar proposal yang hampir selesai di kerjakan nya.


"Ustadz... saya... mau... " Ucap Nur terbata-bata karena Rayyan sama sekali tidak menghiraukan nya.


"Kau mau ambil novel dan komik mu? ambil saja itu di sana!" Ucap Rayyan dengan menunjuk lemari yang dipenuhi buku-buku hasil sitaan milik para santri.


"Bukan... itu saya mau... "


"Nur saya sedang sibuk jadi jangan buang-buang waktu saya" Ketua Rayyan dengan tatapan dingin nya, dan itu membuat Nur menarik nafas panjang guna memberanikan diri nya untuk mengungkapkan perasaan nya pada Rayyan.


"Ustadz Rayyan saya menyukai ustadz" Nur berkata dengan memejamkan mata nya, mendengar itu Rayyan pun menghentikan pekerjaan nya dan menatap kearah Nur.


"Apa maksud mu! bukan kah subuh tadi kau sudah mendengar bahwa Abah telah menjodohkan ku!" ketus Rayyan dengan berdiri dari kursi nya dan hendak meninggalkan ruangan nya, namun Nur memberanikan diri untuk mencegah Rayyan dengan memegang lengan ustadz tampan itu, terpaksa Rayyan pun menghentikan langkah nya.


"Maksud ustadz, ustadz menerima Maysa sebagai calon istri ustadz? ustadz dia itu masih kecil, masih sekolah dan lagi dia itu sangat liar dan bar-bar!" Ucap Nur panjang lebar.


"Sudah selesai kau menjelek-jelekkan calon istri saya? Iya saya menerima nya, karena itu Abah sendiri yang menetapkan!" Jelas Rayyan sambil menghempas kan tangan Nur yang tadi nya menempel di lengan Rayyan.


"Tapi ustadz, gadis yang sangat kasar itu tidak pantas untuk ustadz!" Nur berkata dengan suara yang lantang.


"Lalu? seperti apa yang pantas untuk saya? apakah seperti mu yang suka membicarakan dan menjelek-jelekkan sesama?" Dengan menggeleng-gelengkan kepala nya Rayyan berjalan meninggalkan Nur yang masih berdiri ditempat dengan perasaan yang sakit karena ditolak mentah-mentah.


"Lihat saja, aku akan bikin perhitungan, aku tidak akan membiarkan kalian bersatu! ustadz Rayyan hanya milik ku...


bersambung...

__ADS_1


Hai hai hai apa kabar para readers ku yang tersayang, semoga kalian sehat selalu ya, dan jangan lupa like and coment nya, terimakasih untuk kalian yang masih setia, othor harap kalian akan setia sampai akhir nanti 🥰🥰🥰


__ADS_2