Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Happy Ending


__ADS_3

"Apa? Singapura? umi mau kesana? nggak umi nggak boleh pergi jauh!" Ucap Aziz dengan ngotot.


"Klien ini sangat penting bagi perusahaan kita nak, kalau umi nggak terbang ke sana bagaimana nasib perusahaan?" Tanya Sasya.


"Gini aja deh, besok Aziz sama abi aja yang ke Singapura!" Ucap Aziz memberikan solusi dengan menawarkan diri nya.


Sasya tersenyum dengan niatan dan juga semangat putra sulung nya itu.


"Kau yakin nak? lalu bagaimana dengan kuliah mu?" Tanya Sasya yang juga mengkhawatirkan pendidikan putra nya.


"Umi tenang saja, kuliah bisa di kerjakan lewat online untuk siswa pandai seperti putra mu ini" Ucap Aziz dengan ke PD an tingkat dewa nya.


Sungguh bangga Sasya memiliki putra yang pandai namun tetap rendah hati itu.


Tak mau membuang buang waktu mereka pun segera mempersiapkan segala sesuatu yang akan mereka butuhkan untuk keberangkatan Aziz dan Rahmat besok pagi.


Malam hari di dalam kamar Maira...


Terlihat gadis cantik itu tengah ber vidio call dengan kakak kesayangan nya.


"Kak Aziz mau berapa lama di Singapur?" Tanya Maira.


📞"Entahlah, mungkin sekitar tiga hari, kenapa? Rindu?" Sengaja Aziz menggoda Maira, dan gadis itu terlihat memalingkan wajah nya dari layar ponsel.


"Ngomong rindu boleh nggak sih? eh ntar dulu deng soal nya kak Aziz nya belum berangkat, masa iya rindu sebelum berpisah, udah kek bucin akut aja" Ucap Maira dengan mengulum senyum.


Aziz terus saja memandangi gadis yang ada di dalam layar ponsel nya itu dengan mengelus layar ponsel.


"Tapi kakak udah kangen, berati kakak bucin akut dong?" Tanya Aziz, dan itu membuat Maira tertawa.


📞"Ahahaha... dasar kang bucin!" Ucap Maira dengan tawa renyah nya.


Maysa dan Rayyan tengah berada di dalam kamar mereka pun terlihat tengah sibuk merencanakan liburan besok pagi dan itu akan mereka gunakan untuk memberikan kejutan kepada Maira.


"Memang nya kamu yakin Yank kalau Ira nggak akan nolak? bagaimana kalau dia lebih mementingkan club panahan nya?" Ucap Rayyan dengan duduk di atas ranjang big size nya.


"Udah deh Bi, Abi percaya aja sama Ummah, Ira bakal setuju kok" Ucap Maysa yang masih duduk di meja rias nya sambil menyisir surai panjang nya.


"Kok kamu bisa sesantai ini? pasti kalian merencanakan sesuatu yang Abi ketahui kan? hayo Ummah sama bunda merencanakan apa?" Tanya Rayyan, dan itu membuat Maysa tersenyum seraya memandang ke arah Rayyan lalu Maysa pun beranjak dari depan cermin dan berjalan mendekati Rayyan.


"Iiih sayang nya aku memang paling peka deh " Ucap Maysa dengan mencubit hidung Rayyan.


"Tuh kan pasti ada apa-apa nya nih!" Gumam Rayyan yang sangat mencurigai rencana yang ada di dalam otak kecil istri tercinta nya itu.


"Hehehe... sini Ummah kasih tau" Ucap Maysa yang langsung membisikkan beberapa kata yang membuat Rayyan membelalakkan mata nya.


"Kamu serius Yank? terus gimana?" Tanya Rayyan yang mendadak panik.


"Serius lah, ya terus mereka bisa bahagia dong, gimana Abi setuju nggak?" Tanya Maysa dengan melingkarkan kedua tangan nya di leher kokok suami tampan nya itu.


"Ok Abi ngikut aja, yang penting kita semua bahagia dan tidak ada unsur keterpaksaan" Jelas Rayyan yang kemudian menarik tengkuk Maysa dan menyatukan kedua benda lembab nan kenyal itu.


Di kediaman Moza tepat nya di dalam kamar Sasya dan Rahmat, sepasang suami istri itu pun terlihat sangat bahagia dengan duduk di atas ranjang kedua nya saling berbincang dengan posisi Sasya yang duduk di ranjang dengan punggung yang di sandarkan di sandaran ranjang sedangkan Rahmat tiduran dengan tangan yang ia gunakan untuk menyangga kepala nya dan tangan satu nya lagi ia gunakan untuk mengelus perut bulat bak bola kaki itu.


"Sayang, apa kah ini sakit?" Tanya Rahmat ketika ia merasakan tendangan kecil dari dalam perut Sasya.


"Hem? sedikit, tapi tak apa, toh dia akan mewarnai kehidupan kita selanjut nya" Ujar Sasya dengan tersenyum dan mengelus perut nya.


"Untuk besok bagaimana? Aziz benar-benar siap?" Tanya Rahmat yang masih PW dengan mengelus perut buncit itu.


"Aman, tadi kan Abi dengar sendiri kalau Aziz menawarkan diri nya untuk berangkat ke Singapura" Ucap Sasya dengan senyum bahagia nya.


"Alhamdulillah ia tumbuh menjadi anak yang penurut ya mi" Ucap Rahmat.


"Iya Abi, Alhamdulillah, semoga selalu nurut" Sahut Sasya.

__ADS_1


"Terus, bunda sama ayah juga sudah siap?" Tanya Rahmat dengan posisi yang sama.


"Sudah sayang, mereka sudah lebih berpengalaman dari kita, mungkin mereka malah sudah packing" Jawab Sasya dengan senyuman nya.


"Oh iya Yank, lah besok kamu berangkat nya gimana? Kan Abi bareng sama Aziz lah kamu gimana? mau bareng bunda dan ayah?" Khawatir Rahmat dengan kondisi istri nya yang sedikit mengkhawatirkan.


"Aman sayang ku, besok itu umi bareng sama ayah dan bunda juga satu pesawat sama Maysa dan keluarga nya, jadi kalau ada apa-apa aman lah, ada dua bidan canggih yang mengkawal istri mu ini" Sahut Sasya dengan mengacak rambut Rahmat pelan.


"Eh eh eh jangan di acak dong, kan udah ganteng-ganteng ini masa di berantakin lagi?!" Gerutu Rahmat dengan mencegah lengan Sasya agar tidak melanjutkan aksi nya untuk mengacak-acak rambut nya.


"Ya sudah bobok yuk besok perjalanan jauh" Ucap Rahmat yang kemudian mengecup kening Sasya, Sasya pun hanya menjawan nya dengan senyuman juga anggukkan kepala, kemudian kedua nya pun bersama menuju alam mimpi.


Pagi hari di bandara...


Aziz tengah berpamitan dengan keluarga nya, terutama umi nya, dia sangat mewanti-wanti untuk umi nya berhati-hati saat ia tidak ada di rumah.


"Umi hati-hati juga ya, jaga kesehatan dan juga calon debay nya" Ucap Aziz dengan memeluk umi nya.


"Iya sayang kamu juga hati-hati ya!" Sahut Sasya dengan senyuman nya.


Kemudian Aziz dan Rahmat pun berjalan masuk, di saat yang sama Maysa baru saja datang bersama putri dan juga suami nya.


"Loh Ummah itu kan kak Aziz ucap Maira dengan berlari mendekati Sasya namun sayang sekali Aziz sudah jauh masuk bersama Rahmat.


"KAK AZIZ!!" Teriak Maira dengan suara lantang nya dan itu membuat Aziz menoleh ke arah nya, kemudian pemuda itu tersenyum dan melambaikan tangan nya.


"HATI-HATI!!!" Teriak Maira lagi dan Aziz membalas nya dengan mengacungkan jempol nya, setelah itu Aziz melanjutkan langkah kaki nya.


Tak berapa lama pun pesawat telah lepas landas dan sungguh saat ini hati Maira sangatlah sesak, namun di tengah kegalauan nya saat itu tiba-tiba kedua orang tua juga keluarga besar Ummah nya menggiring nya untuk masuk ke dalam dan berjalan menuju pesawat yang sudah siap lepas landas.


"Loh loh loh kita mau kemana ini?" Tanya Maira panik juga bingung, namun tak ada tenaga untuk menolak.


"Kita jalan-jalan sayang" Ucap Maysa dengan senyum yang mencurigakan menurut Maira.


Beberapa jam kemudian...


Rahmat dan Aziz sudah sampai dengan selamat di hotel tempat mereka istirahat.


"Pakai jas ini Ziz!" Ucap Rahmat dengan memberikan jas berwarna hitam kepada anak sulung nya itu.


"Loh? kan Aziz sudah pakai Bi" Ucap Aziz yang awal nya tidak mau.


"Jika nanti Umi mu Vidio call dan melihat mu dan kamu tidak memakai jas yang dia siapkan, sudah kebayangkan dia akan bilang apa?" Ucap Rahmat akhir nya Aziz pun mau mengganti jas nya dengan jas pilihan umi nya.


"Sudah siap? ayok kita berangkat?!" Ucap Rahmat dengan semangat.


"Sebentar Bi, ini masih belum rapi" Ucap Aziz dengan merapikan jas nya.


Di sisi lain...


"Waaaaaahhh kita liburan ke luar negeri?" Teriak Maira dengan suara lantang nya.


Semua yang ada di sana pun hanya tersenyum.


"Tapi kenapa tidak bareng sama kak Aziz aja tadi?" Gerutu Maira yang masih mengingat perpisahan nya dengan Aziz di bandara tadi.


"Sudah dulu galau nya, teman Ummah ada yang mau ngadain pesta pertunangan, yuk kita cepat ke hotel dan bersiap-siap!" Ajak Maysa dan langsung di setujui oleh semua nya.


Di sisi lain...


Aziz berjalan menuju sebuah gedung pertemuan bersama Rahmat, di sana ia melihat sebuah mobil yang melaju di jalan dan di dalam nya terlihat orang-orang yang sangat lah tidak asing di indra penglihatan nya.


"Maira?" Gumam nya.


"Aduh ini anak halu nya ketinggian mana ada Maira di sini?!" Ucap Rahmat yang segera menarik tangan Aziz agar lanjut berjalan menuju gedung yang tinggal beberapa langkah lagi di hadapan nya.

__ADS_1


"Tapi itu... "


"Jika kau masih memikirkan gadis di saat jam-jam meeting berlangsung maka kau tidak akan bisa fokus nak!" Ucap Rahmat dengan terus berjalan.


"Maaf Abi" Ucap Aziz dengan terus berjalan mengikuti langkah kaki Rahmat.


Di dalam hotel Sasya dan Zulfa sibuk memilih gaun yang cantik dan cocok untuk Maira sedangkan Maysa bersama dengan MUA yang ia pesan tengah mendandani Maira.


"Memang nya mau ada acara apa Ummah kok harus mewah begini dandan nya?" Tanya Maira penasaran namun gadis itu tetap diam dan nurut di pasangi apa saja di wajah nya.


"Kan Ummah tadi sudah bilang, akan ada acara tunangan nak, kalau datang tidak berhias kan malu apalagi kamu anak gadis, anak gadis harus cantik dan rapi siapa tau ada pangeran yang kecantol sama kamu" Sengaja Maysa menggoda anak gadis nya itu.


"Ah Ummah bisa aja" Ucap Maira dengan membayangkan jika ia dandan secantik ini dan bertemu dengan Aziz.


Setelah selesai berdandan Maira di pakaikan gaun yang sangatlah cantik dan elegan.


"Waaaaahhhh cucu Oma memang paling cantik, ya sudah kita berangkat sekarang!" Ucap Zulfa setelah semua nya siap.


Mereka pun berjalan menuju gedung yang tak jauh dari hotel yang mereka tempati.


Di dalam gedung...


"Abi yakin ini tempat nya? kok sepi Bi? gelap lagi" Gumam Aziz dengan melihat ke sekeliling ruangan itu namun kaki nya masih terus berjalan mengikuti kemana arah kaki Rahmat melangkah.


"Sudah kamu tunggu di sini dulu, jangan kemana-mana, Abi cari saklar nya dulu" Ucap Rahmat yang segera berjalan meninggalkan Aziz di tengah kegelapan itu.


Tak lama kemudian dari kejauhan terlihat cahaya dari pintu yang terbuka, Aziz merasa lega dan mulai tersenyum lebar.


"Kok di tempat acara, ruangan nya gelap ya Ummah, apa jangan-jangan kita salah masuk?" Terdengar dengan jelas suara yang sangat ingin di dengar oleh Aziz, suara gadis itu berasal dari pintu yang terbuka, jantung Aziz berdebar tatkala ia membayangkan jika di sana hadir sang pujaan hati nya.


Di tengah kehaluan Aziz dan kebingungan Maira yang melihat ruangan gelap tiba-tiba lampu menyala dengan terang nya.


Silau iya, namun setelah itu Maira melihat samar-samar ruangan yang sudah dihias, dan semakin jelas karena mata nya sudah terbiasa dengan cahaya lampu yang baru saja menyala.


Saat gadis itu melihat ke arah depan di tengah ruangan itu berdiri sosok lelaki pujaan nya.


"Kak Aziz?"


"Maira?" Gumam kedua nya, lalu Rayyan pun menuntun Maira agar berjalan mendekat ke arah Aziz dan berdiri diantara kedua nya.


"Mulai hari ini saya selaku wali sah dari Maira Az Zahra akan memberikan restu untuk hubungan kalian" Ucap Rayyan dengan memandang kedua muda mudi yang ada di kanan kiri nya itu secara bergantian.


"Terimakasih Ayah"


"Terimakasih Abi" Ucap Kedua nya bersamaan dengan memeluk Rayyan.


"Sudah dong pelukan nya, sebagai tanda ikatan kalian sebelum kalian lulus kuliah, ini pakaikan cincin ini di jari kalian" Ucap Rahmat dengan membawa sepasang cincin couple dan di berikan kepada Maira dan Aziz masing-masing satu.


Kemudian kedua nya saling bertukar cincin dan dipasangkan nya cincin itu di jari manis.


Semua nya pun terharu dan bertepuk tangan juga mengucapkan selamat kepada kedua nya.


"Terimakasih" Ucap Maira dengan memeluk Sasya dan juga Maysa, sungguh kejutan yang tak terduga.


Keluarga nya tak hanya memberikan restu untuk hubungan nya dengan Aziz namun malah mengikat kedua nya dengan bertunangan terlebih dahulu.


Stelah acara selesai mereka pun makan bersama di dalam gedung yang telah di sewa oleh Sasya itu.


Tak ada tangis duka semua tersenyum bercanda tawa menunjukkan kebahagiaan mereka.


...TAMAT...


Alhamdulillah Novel *MENGEJAR CINTA PAK USTAD* benar-benar berakhir sampai di sini, author minta maaf jika banyak typo dan maaf jika membuat kalian kecewa, terimakasih untuk para readers yang sudah setia mengikuti Novel ini dari Bab awal sampai akhir, semoga kalian bahagia selalu.


Terimakasih atas dukungan nya selama ini, sampai jumpa di Novel-novel author yang lain bay bay 😘🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2