Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Sedikit melepas Rindu


__ADS_3

"Selamat ya bu" Ucap Maysa sambil mengelus pipi halus bayi merah itu.


"Terimakasih ya mbak, semua berkat pertolongan mbak" Ucap ibu itu.


"Tidak bu, saya hanya perantara saja, semua karena Allah yang mengijinkan saya untuk menolong ibu" Ucap Maysa.


Selang beberapa menit ada pihak puskesmas yang datang.


"Mana yang mau melahirkan?" Mendengar suara seseorang yang baru saja memasuki ruang buatan itu semua orang menoleh ke arah sumber suara yang mana adalah dokter yang biasa menangani ibu dari bayi kecil itu setiap bulan nya.


"Loh dokter Andra?" Maysa terkejut karena yang datang adalah teman bunda nya.


"Loh May? kamu di sini?" Tanya dokter Andra yang tak kalah terkejut nya ketika ia mendapati Maysa yang berdiri di samping ibu yang habis melahirkan.


"Iya dok, kebetulan saya dikirim jadi relawan dari sekolah" Ucap Maysa yang berjalan mendekati Andra dan menjabat tangan nya sebagai tanda ia menghormati nya.


"Kamu tadi yang menolong proses melahirkan bu Sarah?" Tanya Andra.


"Hehe iya dok, ya habis mau gimana lagi, saya sampai disini beliau sudah pembukaan delapan" Ucap Maysa sambil menggaruk tengkuk nya yang terhalang hijab. Andra tersenyum melihat nya.


"Hebat!" Ucap Andra dengan mengelus pucuk kepala Maysa.


"Ah tidak juga dok, tadi juga dibantu dokter Zulfa lewat Vidio Call hehehe... " Jelas Maysa sambil terkekeh.


"Dasar bocah, dia itu ibu mu kenapa kau panggil nama nya lengkap dengan gelar nya pula" Andra terkekeh mendengar Maysa menyebut bunda nya dengan sebutan dokter Zulfa. Namun Maysa hanya tersenyum malu.


"Sudah hampir siang ini, mau makan bareng?" Ajak dokter muda itu.


"Ah maaf dok, tugas saya dan teman-teman belum selesai, mungkin lain kali" Maysa berusaha menolak dengan cara halus karena ia sekilas melihat Rayyan yang sedari tadi memperhatikan diri nya tengah mengobrol dengan dokter yang mungkin umur nya hampir sama dengan Rayyan.


"Ayo May kita lanjut" Ucap Iko yang juga kurang suka dengan kedekatan Andra dan Maysa.


"Oh ok ok, dokter Andra saya permisi, bu Sarah tinggal dikasih obat aja yang lain nya sudah beres" Ucap Maysa.


"Ok... eh May tunggu!" Ucap Andra sambil menahan tangan Maysa. Terpaksa Maysa berhenti dan ia melihat kearah tangan nya yang tengah digenggam oleh Andra.


"Maaf dok, tangan saya" Dengan senyum canggung Maysa berkata.


"Oh iya" Andra pun melepaskan tangan Maysa.


"Ada apa ya dok?" Tanya Maysa selanjut nya.


"Hubungi saya ya" Andra memberikan kartu nama yang lengkap dengan nomor hp nya.


"Oh iya, Makasih" Ucap Maysa dengan tangan yang meraih kartu nama yang diberikan Andra.


"Sama-sama" Ucap Andra tersenyum ketika mendapati Maysa menerima kartu nama yang diberikan nya.

__ADS_1


"Baiklah, saya permisi" Ucap Maysa yang langsung keluar menyusul teman-teman nya.


Baru saja Maysa keluar, tangan nya langsung diraih oleh Rayyan dan ditarik nya gadis itu menjauh dari kerumunan orang-orang kemudian belok memasuki sebuah gang kecil.


"Mas apa-apa an coba? Sakit tau!" Ucap Maysa dengan menghempaskan tangan Rayyan dan mengusap pergelangan tangan nya.


"Lebih sakit mana sama lihat pasangan kita bersentuhan begitu dekat dengan laki-laki lain?" Tanya Rayyan dengan sedikit penekanan.


Mengetahui kebenaran yang dikatakan oleh Rayyan, Maysa yang tadi nya sibuk mengusap pergelangan tangan, seketika langsung menghentikan kegiatan nya dan beralih memandang suami nya yang tengah terbakar api cemburu itu.


"Kamu cemburu mas?" Tanya Maysa dengan sedikit senyuman yang mengembang dibibir nya.


Rayyan terdiam namun pipi nya memerah pertanda ia menahan malu.


"Sayang" Sengaja Maysa menggoda Rayyan sambil mengalungkan tangan nya di leher kokoh suami nya itu. Ketika Rayyan memandang wajah Maysa, gadis itu sedikit menggigit bibir bawah nya.


Melihat itu Rayyan perlahan mendekatkan wajah nya sampai hidung dan kening mereka menempel satu sama lain.


"Mas merindukan mu sayang" Bisik Rayyan dengan jarak yang sangat dekat, bahkan hembusan nafas hangat Rayyan pun dapat dirasakan oleh Maysa.


"I miss you to honey" Sahut Maysa setengah berbisik.


Tak menunggu lama Rayyan pun langsung menyatukan bibir nya dengan bibir Maysa yang begitu menggoda.


"Emmmmhhh" Maysa terkejut karena tiba-tiba Rayyan menarik tengkuk nya dan semakin memperdalam ******* nya.


"Stop mas, ini ditempat umum dan lagi, kita di sini nggak lagi bulan madu" Ucap Maysa.


"Tapi mas merindukan mu sayang" Ucap Rayyan yang kembali memeluk erat tubuh istri nya itu.


"Iya mas, May juga rindu mas Rayyan" Maysa pun membalas pelukan Rayyan.


Di sisi lain Nando dan team nya sudah selesai membagi kan makanan yang tadi ditinggalkan oleh team Maysa.


"Dimana sih mereka? apa masih di tempat bayi?" Kesal Nur yang terpaksa mengikuti langkah Nando untuk mencari Maysa dan team nya.


"Bisa jadi" Jawab Nando.


"Eh itu Iko kan, kita ke sana yuk!" Ajak Nando yang melihat Iko sedang bersama dengan Rahma.


"WOI Iko!" Panggil Nando dengan sedikit berlari kearah Iko, yang di ikuti Nur di belakang nya.


Iko yang mendengar nama nya dipanggil pun langsung menolehkan kepala nya, ia menunjukan kepanikan nya ketika Nando mulai mendekati nya.


"BRUGH!"


"Aduh!" Teriak Nur menabrak punggung Nandi yang tiba-tiba berhenti di hadapan nya.

__ADS_1


"Eh hati-hati mbak!" Ucap Nando dengan sedikit melirik Nur yang ada di belakang nya.


"Mbak mbek mbak mbek, kamu pikir aku setua itu!" Dengan mencebikkan bibir nya Nur berkata.


"Bibir nya biasa aja mbak! ntar kalau nggak bisa biasa saya cium lo!" Ancam Nando dengan nada yang bercanda.


Visual Nando



Nur yang mendengar Nando berkata seperti itu pun langsung menutup bibir nya dengan kedua tangan nya.


Visual Nur



Nando kembali memfokuskan perhatian nya kepada Iko yang kini terlihat panik, "Ada apa ko? kok lo kaya panik gitu sih? kaya yang didatengin rentenir aja!" Cetus Nando.


"Maysa ilang guys, sejak gue keluar dari ruang persalinan tadi kita belum ketemu" Ucap Iko dengan memijit kening nya.


"Anggota team lo yang ilang Maysa sama siapa? kok tinggal berdua?" Tanya Nando.


"Loh ASTAGA! iya gue lupa kalau ada kakak-kakak dari pondok pesantren itu yang teman nya kak Haidar, siapa nama nya?" Iko terlihat tengah mengingat-ingat nama Rayyan.


"Ustadz Rayyan dong?" Celetuk Nur yang baru sadar kalau Rayyan tidak bersama team nya.


"Nah iya itu" Ucap Iko, Rahma yang tau jika Rayyan pasti bersama dengan Maysa memilih untuk berdiam diri saja.


"Lah kalian gimana sih? masa iya satu team bisa ilang dua nggak nyadar!" Kesal Nur yang berpikir kalau Rayyan pasti tengah berduaan bersama Maysa.


Mereka pun mencoba untuk menghubungi Haidar yang lokasi nya lumayan jauh dengan mereka.


Ketika mereka menunggu kabar dari Haidar, Maysa pun muncul, Iko yang tengah bersandar di dinding langsung berjalan mendekati Maysa.


Visual Iko



"ASTAGA May elo dari mana aja? kita dari tadi nunggu in elo!" Ucap Iko sambil memegang kedua pundak Maysa.


"Maaf gue tadi ada urusan sebentar" Dengan menepis pelan tangan Iko Maysa berjalan mendekati Nando.


"Oh iya Ndo kemarin pas siap-siap lo masukin susu formula yang buat bayi nggak?" Tanya Maysa kepada Nando demi mengalihkan pertanyaan Iko.


"Yang umur 0-6 bln gitu bukan tulisan nya?" Tanya Nando terlihat tengah mengingat-ingat.


"Nah iya itu, yuk temen in gue ambil di base camp!" Ucap Maysa yang langsung menarik tangan Nando...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2