Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Salah Paham


__ADS_3

"Siapa Black Angel? kamu?" Suara dingin Rayyan terdengar dan ustadz tampan itu berjalan mendekati Maysa, di tatap nya gadis bercadar itu, tanpa ragu Rayyan pun menyentuh dagu Maysa dan mengangkat nya, ia tatap mata yang tak asing itu dalam-dalam.


"Seperti nya tidak asing" Batin Rayyan


"Kau!" Rayyan terkejut ketika gadis bercadar itu dengan berani menepis tangan Rayyan yang mengangkat dagu nya.


"Maaf tuan, tidak pantas jika anda menyentuh seorang gadis yang bahkan baru anda temui" Ucap Maysa dengan suara berat namun dengan pandangan yang tak berani membalas tatapan tajam dari Rayyan.


"DEG!!" Mendengar itu Rayyan segera menjauh, karena tiba-tiba bayangan Maysa yang melintas dibenak nya.


"Astagfirullah" Ucap nya seraya mengusap wajah nya kasar.


"Kau tak apa?" Bisik Nando yang langsung mendekati Maysa, gadis itu hanya mengangguk kan kepala nya namun menolak ketika Nando hendak mengusap pundak nya.


Melihat ada lelaki lain yang mendekati gadis bercadar itu hati Rayyan serasa ada yang mengganjal, sakit tapi entah kenapa, marah tapi dengan siapa, ada yang tidak beres dengan kondisi hati ustadz tampan itu.


Maysa yang sekilas melihat Rayyan seperti tidak baik-baik saja pun langsung berjalan menjauhi Nando.


Tak lama kemudian pun dokter keluar dari UGD Rayyan bersama Haidar diminta untuk keruangan dokter untuk membahas kondisi Wahyu.


Melihat ada kesempatan Maysa pun langsung mendekati Anita dan membisik kan sesuatu, tak lama kemudian gadis itu pergi meninggalkan rumah sakit.


Rayyan yang kembali dari ruangan dokter melihat seperti ada yang kurang.


"Hey pak ustadz! cari siapa? jangan sampai saya mengetahui pak ustadz berpaling dari Maysa, saat ada gadis yang lebih menarik nya ya!" Cetus Nando dengan senyum semirik nya.


"Ngaco kamu!" Ucap Rayyan berusaha acuh tak acuh namun benar ia mencari gadis bercadar itu.


Kemudian Rayyan masuk kedalam ruang rawat untuk melihat kondisi Wahyu, santriwan itu masih berbaring dengan beberapa selang dan alat-alat media yang melekat pada diri nya.


Anita dan yang lainnya pun ikut masuk kedalam ruangan. Gadis itu menatap lekat wajah Wahyu yang masih terlihat maco walau pun terkulai tak berdaya dengan alat medis yang mengerubungi nya.


"Mbak jangan dilihat lama-lama teman saya memang ganteng" Bisik Zainudin, sadar diri nya kepergok Anita langsung mengalihkan pandangan nya dan berjalan menuju kursi yang ada didalam ruangan itu, gadis itu duduk.

__ADS_1


Haidar yang kembali belakangan melihat semua sudah ada di dalam ruang rawat langsung ikut masuk, ia begitu terkejut melihat Anita yang duduk di dalam ruangan itu.


Sementara yang lain melihat kondisi Wahyu, Haidar mendekati Anita, gadis bengkel yang menolong nya beberapa bulan yang lalu.


"Assalamu'allaikum?" Haidar mengucap salam ketika ia duduk di samping Anita yang menunduk kan wajah nya. Gadis itu sontak menengok ke arah Haidar duduk.


"Hah? Waalaikumussalam" Anita membalas nya dengan seulas senyum yang canggung, bagaimana mau tersenyum sedangkan bocah yang di rawat itu terluka karena melindungi teman nya.


"Bisa ceritakan kronologi kejadian nya?" Tanya Haidar dengan lembut.


"He'em, jadi begini, saya sendiri juga kurang paham, saat itu balapan berakhir May eh... " Hampir saja Anita salah menyebut nama Maysa, namun Haidar sepertinya tidak menyadari itu,


"Lalu?" Haidar malah fokus untuk Anita melanjutkan cerita nya, gadis itu menghela nafas lega.


"Hampir saja" Batin Anita.


"Black Angel langsung menuju mobil, saya dan teman saya sibuk mengurus para fans yang memberi hadiah untuk idola nya" Jelas Anita.


"Sombong sekali gadis itu! sampai pemberian para fans saja orang lain yang harus repot" Ucap Haidar sedikit kurang suka sejak Maysa dengan berani menepis tangan Rayyan dengan kasar.


"Waaaahhh kamu di bayar?" Ucap Haidar dengan tatapan tak biasa kearah Anita.


"Maaf apa maksud anda?" Ucap Anita tak suka dengan tatapan Haidar.


"Mengurus segala sesuatu yang bukan urusan mu saja kau mau, maka nya ku tanya, kamu dibayar?" Tanya Haidar sekali lagi, Anita terdiam ia sedikit menyesal mau bercerita dengan Haidar yang malah menilai sahabat nya adalah gadis yang sombong.


Nando yang melihat gelagat Anita seperti tidak nyaman langsung berjalan mendekati nya.


"Beib kita pulang, besok kita kembali lagi" Ucap Nando mengulurkan tangan kepada Anita, gadis itu tercengang mendengar Nando memanggil nya dengan kata itu.


"Beib? Huek!!!" Batin Anita dengan menatap jengah Nando, namun gadis itu tetap meraih tangan yang terulur kepada nya itu.


"Oh iya tadi Black Angel menitipkan ini" Anita menyerahkan amplop berisi uang hasil dari balapan tadi, Maysa memberikan nya untuk biaya pengobatan Wahyu. Setelah itu ia pamit pulang.

__ADS_1


Maysa yang sudah sampai di pondok merasa lega "Duuuuhh hampir saja ketahuan, tapi ku pikir ustadz Rayyan sudah curiga, bahkan saat pertama kali bertemu aku juga memakai cadar" Gumam Maysa gelisah.


Gadis itu berusaha memejamkan mata nya namun tetap saja tidak bisa "Bagaimana jika dia tau yang sebenar nya? bagaimana jika dia marah dan membatalkan pernikahan? bagaimana?... Tunggu!" Maysa yang bergumam sendiri tiba-tiba diam dan tersadar akan apa yang terjadi pada diri nya.


"Kenapa aku jadi panik begini sih? ah sudahlah" Gadis itu langsung memejamkan mata nya dan mulai berkelana di alam mimpi.


.../....°°°.... /...


Beberapa hari berlalu Wahyu sudah keluar dari rumah sakit lanjut dirawat di pondok, Maysa yang merasa berhutang budi kepada laki-laki itu pun sedikit memberikan perhatian, seperti membantu membuatkan makanan, minuman dan kebutuhan-kebutuhan yang lain nya, inti nya Maysa berusaha untuk ikut serta merawat Wahyu yang dalam masa pemulihan.


Saat ini Maysa menyiapkan makanan untuk Wahyu makan mereka berada di ruangan dimana Wahyu dirawat di pondok itu.


"Makan yang banyak Yu, biar cepat sembuh, dan bisa nonton Black Angel balapan lagi" Ucap Maysa yang berusaha menghibur Wahyu yang duduk di atas kursi roda.


"Iya May, makasih ya sudah mau ikut merawat ku, hehe... kok malah kesan nya aku kaya merepotkan seisi pondok ya May" Wahyu tersenyum kecut mendapati diri nya yang tidak bisa melaku kan apa-apa sendiri.


"Tidak apa Yu, lagian kamu kan masih dalam masa pemulihan, kita semua ngerti kok" Ucap Maysa yang hendak menyuapkan bubur ke arah Wahyu.


"Tunggu May, biar aku sendiri saja" Wahyu berusaha meraih nya namun punggung nya yang terluka membuat tangan kanan nya susah untuk meraih nya.


"Aaawww!" Pria itu merintih ketika ia merasa nyeri di punggung nya.


"Kenapa Yu? sakit ya? ngeyel sih! sudah-sudah biar aku suapi saja" Ucap Maysa yang memaksa Wahyu untuk menerima suapan demi suapan bubur yang ada di dalam mangkuk


Tak sengaja Nur berjalan melewati depan ruang rawat Wahyu, ia melihat Maysa menyuapi Wahyu dengan penuh perhatian.


"Dasar murahan, semua nya saja dia dekati" Gumam Nur yang langsung celingukan, siapa tau ia melihat Rayyan, dan benar saja tak jauh dari tempat nya berdiri Nur melihat Rayyan berjalan kearah nya.


Gadis itu segera mendekati Rayyan dan berkata "Maaf ustadz saya melihat sesuatu yang tidak harus saya lihat" Ucap Nur


"Apa maksud mu?" Tanya Rayyan


"Maysa, dia menyuapi Wahyu didalam ruangan nya" Mendengar itu Rayyan serasa terbakar hati nya, ia segera berjalan ke ruangan Wahyu, di sana Maysa terlihat memberikan obat kepada Wahyu.

__ADS_1


"Kalian?!" Ucap Rayyan dengan sedikit rasa cemburu yang membakar hati namun berbeda dengan Wahyu dan juga Maysa mereka melihat ke arah Rayyan dengan senyuman yang cerah...


Bersambung...


__ADS_2