
"Kak Aziz?" Lirih Maira dengan perlahan menutup pintu kamar nya.
"Kakak ngapain di sini?" Tanya Maira dengan pelan, Aziz masih terlihat sejenak melihat ke layar ponsel nya, ya ia mematikan sambungan telfon nya yang sedari tadi ia menghubungi Maysa namun tak ada jawaban dari mama nya itu.
"Ah anu itu... " Ucapan terhenti ketika mereka berdua mendengar sesuatu yang begitu mengusik telinga mereka.
Kedua nya pun saling menatap dengan raut wajah yang sangat susah di arti kan.
"Kak?" Panggil Maira dengan suara pelan hampir seperti gadis itu berbisik.
Aziz hanya mengangkat ke dua ali nya dan sedikit mengangkat kepala nya.
"Itu suara dari kamar Ummah?" Tanya Maira yang langsung di bekap oleh Aziz.
"Ssssttt... nggak baik kita sebagai anak menguping pembicaraan orang dewasa" Ucap Aziz yang langsung menuntun Maira untuk turun kelantai bawah.
Setiba nya di lantai bawah...
"Ih kakak ni apa an sih!" Merasa kesal karena mulut nya di bungkam oleh Aziz, Maira mengomel setelah kakak nya itu membuka mulut adik cantik nya itu.
"Nggak papa kok, biar kamu nggak berisik aja" Ucap Aziz berusaha mengalihkan topik agar Maira tak membahas suara yang barusan mereka dengar.
"IRAAAA ASSALAMU'ALLAIKUM??" Terdengar suara Ayu berteriak dari balik pintu utama rumah Maira.
"Waalaikumussalam" Sahut Aziz dan Maira bersamaan.
"Eh sudah datang" Gumam Maira dengan melangkah ke arah pintu, Aziz yang mendadak kepo pun berjalan mengekor di belakang Maira.
CEKLEK!!
Maira membuka pintu dan ia dikejutkan dengan ke datangan teman-teman nya yang kali ini membawa satu laki-laki yang tak lain adalah Mahendra.
"Loh?? Mahen? kau di sini?" Tanya Maira yang terkejut juga merasa senang karena mendapat teman baru yang se frekuensi dengan diri nya.
"Waaaaahhh bawa vespa juga" Sambung Maira dengan senyum lebar nya, Mahendra hanya tersenyum melihat tingkah Maira yang berjalan mendekat ke arah nya, baru saja Maira berjalan lima langkah Aziz dengan sengaja menarik baju bagian belakang Maira hingga gadis itu mundur dan punggung nya menabrak dada Aziz, dengan sifat posesif nya tangan Aziz pun memeluk pundak Maira dari belakang.
"Mau kemana?!" Dengan nada ketus nya Aziz bertanya.
"Hah? em... ma... mau... mau itu vespa lihat" Sahut Maira dengan tergagap, sungguh posisi Aziz yang bertanya tepat di samping pipi Maira membuat semua teman-teman Maira merasa terkejut, semua nya melongo dengan mulut yang menganga.
"Sssttt sssttt lo tau kan tu cowok siapa?" Zahra berbisik dengan menoel-noel lengan Ayu.
"Iya gue lihat dia yang di club panahan" Sahut Ayu dengan bisik-bisik juga.
"What? jadi? dia senior kita? gila Maira emang pesona nya kuat banget, sekelas senior kita aja langsung terkintil-****** lihat kecantikan bestie kita satu itu" Bisik Ratna yang berdiri di belakang Ayu.
Maira pun perlahan menolehkan wajah nya ke arah pipi Aziz berada, perlahan gadis itu mendekatkan bibir nya di telinga Aziz.
Semakin dekat hembusan nafas Maira semakin membuat detak jantung Aziz berdebar.
"Gila adik gue, kok makin liar begini ya?" Batin Aziz yang perlahan menghindar dengan menjauhkan kepala nya dari hembusan nafas Maira, namun tangan Maira malah menahan tengkuk Aziz sehingga posisi mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencumbu.
"Kakak jangan begini sama Ira, ini ada teman-teman Ira loh, nanti kalau kakak di kira pacar Ira gimana?" Bisik Ira yang membuat Aziz melepaskan pelukan nya dan ia menatap wajah Maira yang masih menatap nya dengan lekat.
Maira pun tersenyum dan itu membuat pipi Aziz memerah.
"Ekhem... ok kita berangkat kapan nih?" Maira berusaha memecahkan suasana canggung itu.
"Ah iya sekarang aja" Ajak Ayu dengan wajah kikuk nya.
__ADS_1
"He'em boleh boleh boleh" Sahut yang lain nya.
Maira membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Aziz, kemudian ia menggenggam kedua tangan Aziz dengan menatap mata nya.
"Kak, Ira pamit ya mau main, ntar bilang sama Ummah dan Abi kalau Ira main sama Ayu" Pamit Maira, namun seketika wajah Aziz berubah, dari yang tadi nya malu-malu dengan pipi merah jambu kini berubah dengan tatapan tajam nan dingin yang ia arah kan ke dalam netra indah di hadapan nya itu.
"Nggak!" Ketus Aziz dengan singkat.
"KAKAK!!" Teriak Maira dengan memelototkan mata nya.
"Apa?" Ucap Aziz dengan sedikit mengangkat dagu nya.
"Sebagai kakak yang baik, kakak itu nggak boleh menghalangi kebahagiaan sang adik" Ucap Maira dengan berkacak pinggang.
"Lagian kalau kakak ikut yang mau pamit ke Ummah dan Abi siapa dong?" Tanya Maira dengan wajah serius alis pun hampir ia tautkan satu sama lain.
"Ok biar kakak yang pamit, lagian kakak juga nggak yakin sih kalau kamu boleh keluar rumah tanpa kakak, ini sudah senja lo dek, bentar lagi malam" Jelas Aziz dengan sedikit menundukkan wajah nya.
"Ya sudah sana kak Aziz yang pamit! Ira tunggu di sini!" Ucap Maira dengan melipat kedua tangan nya di dada, namun masih dengan ekspresi yang tidak bersahabat.
"Ok, kalian tunggu ya awas kalau sampai di tinggal, kakak nggak akan kasih ampun!" Ancam Aziz di samping telinga Maira, kemudian Aziz pun berjalan masuk ke dalam rumah.
"Apaan sih ancaman nya, hukuman paling cuma disuruh lari kayak kemarin, dahlah kak Aziz juga bilang sayang sama aku karena aku ini adik nya kan" Batin Maira, dengan melihat Aziz yang mulai menghilang di balik pintu.
" Come on guys, kita berangkat sekarang!" Ucap Maira yang langsung berjalan mendekati motor Ayu.
"Eh tapi kakak lo gimana? ntar lo kena marah lagi?" Ucap Ayu yang was-was.
"Jangan bonceng gue, gue takut kan kalau bonceng in orang" Ucap Ayu.
"Lah terus gue gimana? kalau gue keluarin motor gue dulu, keburu kak Aziz keluar" Gerutu Maira.
Tanpa pikir panjang Maira pun duduk di jok belakang Vespa Mahendra.
Mereka pun segera menstarter motor masing-masing dan meluncur membelah jalanan.
Baru saja Aziz sampai di lantai dua tepat nya di depan kamar Maysa dan Rayyan, pemuda itu hendak mengetuk pintu kamar yang ada di hadapan nya, namun belum sampai tangan Aziz menempel pada daun pintu, ia lebih dulu mendengar suara motor yang di nyalakan, alhasil ia pun berjalan menuju balkon yang ada di dekat kamar Maysa dan dari atas balkon ia melihat adik cantik nya berboncengan dengan laki-laki yang sedari pagi tadi sudah menjadi rival nya.
Entah kenapa Aziz tidak suka jika Maira dekat-dekat dengan Mahendra.
"Oooo jadi begitu?" Gumam Aziz dengan menaikkan salah satu alis nya, ia terus memandangi segerombolan muda mudi yang kian menjauh itu.
"Ok kalau itu mau mu" Lirih Aziz dengan senyum miring nya, kemudian ia mengeluarkan gawai tipis nya kemudian ia menghubungi seseorang.
Tuuuutttt... tuuuuuutttt... tuuuuutttt...
📞"Halo Assalamu'allaikum, Ziz ada apa sayang? " Setelah sekian suara sambungan telfon berdengung mengusik telinga, akhir nya terdengarlah suara Ummi yang di tunggu-tunggu oleh Aziz.
"Waalaikumussalam Ummi, ini Aziz di rumah nya papa, Aziz nginep di sini ya?" Ucap Aziz.
📞"Iya sayang, lagian di rumah juga nggak ada orang, soal nya Ummi sama Abi ada meeting di luar kota nak, nenek juga kayak nya sibuk di klinik" Ucap Sasya.
"Oh ok Ummi, Ummi hati-hati di sana ya, Assalamu'allaikum?" Ucap Aziz dengan senyuman nya yang mengembang.
📞"Iya sayang, Waalaikumussalam" Sahut Sasya sebelum Aziz memutuskan sambungan telfon nya.
Pukul 19.00 WIB...
Aziz terlihat gelisah, ia mondari mandir di depan pintu utama, Rayyan yang melihat nya pun berjalan mendekati nya.
__ADS_1
"Ada apa Ziz?" Tanya Rayyan yang melihat kegelisahan di raut wajah Aziz.
"Ira kok belum pulang-pulang ya pah?" Tanya Aziz dengan raut wajah yang semakin menunjukkan kekhawatiran nya.
"Makan sana dulu, barusan Ira chat mama mu, kata nya ia nganter Ayu dulu yang rumah nya lumayan jauh" Ucap Rayyan, Aziz pun menganggukkan kepala nya dan berjalan menuju meja makan, mereka makan bertiga, karena Maira sudah memberi kabar kalau tidak makan di rumah.
Setelah selesai makan Aziz pun duduk di depan tv bersama Rayyan dan Maysa.
Tiba-tiba ponsel Maysa berbunyi tanda ada panggilan masuk, tak mau menunggu lama Maysa pun segera meraih ponsel yang ia letakkan di meja, dan segera ia menggeser tombol hijau yang tertera di layar ponsel nya.
"Assalamu'allaikum? ada apa bunda?" Ucap Maysa yang menerima telfon dari Zulfa.
📞"Waalaikumussalam May, kamu bisa ke klinik sekarang nggak nak?" Terdengar nada sedikit panik dari suara Zulfa di balik sambungan telfon nya.
"Iya bunda tungga ya May ke sana sekarang" Ucap Maysa
📞"Iya nak Assalamu'allaikum" Ucap Zulfa.
"Waalaikumussalam" Sahut Maysa sebelum ia memutuskan sambungan telfon nya.
Maysa pun segera berjalan menuju ruang kerja nya dan menyiapkan alat-alat yang akan segera ia bawa menuju klinik.
"Sayang? kau mau kemana?" Ucap Rayyan yang ternyata sedari tadi mengikuti Maysa yang berjalan tergesa-gesa.
"Itu mas, bunda menyuruh ku segera ke klinik, kayak nya ada sesuatu yang cukup serius" Jelas Maysa, Rayyan pun menganggukkan kepala nya tanda ia mengerti.
"Mas antar ya, nanti biar Aziz yang jaga rumah sama Maira" Ucap Rayyan yang tidak tega jika istri nya keluar malam sendirian.
"Iya mas" Sahut Maysa tanpa menolak sedikit pun.
Setelah selesai menyiapkan alat-alat nya Maysa dan Rayyan pun segera bernagkat menuju klinik.
"Aziz, ntar kalau Maira pulang tolong bilang kalau mama sama papa ke klinik ya nak!" Ucap Maysa berpesan.
"Iya mah, hati-hati" Ucap Aziz dengan berjalan mengantarkan kedua nya sampai di teras depan.
"Mama tinggal dulu sayang, Assalamu'allaikum" Ucap Maysa dengan membuka pintu mobil nya.
"Waalaikumusalam" Sahut Aziz dengan melambaikan tangan.
Aziz segera masuk ke dalam rumah setelah mobil Maysa dan Rayyan meninggalkan halaman rumah nya.
Aziz merebahkan tubuh nya di karpet berbulu yang ada di depan tv, ia menunggu Maira sambil menonton acara tv malam itu.
CEKLEK!!
Terdengar suara pintu terbuka, dengan segera Aziz memejamkan mata nya.
"Assalamu'allaikum" Terdengar Maira mengucap salam dari pintu utama.
"Waalaikumussalam" Batin Aziz dengan memejamkan mata nya.
"Kok sepi sih?" Gumam Maira dengan berjalan masuk, saat ia melewati ruang keluarga, tak sengaja ia melihat sosok laki-laki yang tertidur di depan tv.
"Lah kak Aziz kok belum pulang? Ummah sama Abi juga kemana sih? kok sepi" Gumam Maira dengan perlahan ia melangkahkan kaki nya mendekati Aziz yang tiduran.
"Ganteng juga kalau lagi tidur, coba aja kalau melek nggak rese pasti tambah ganteng" Gumam nya yang membuat Aziz tak kuat menahan tawa nya, akhir nya Aziz pun membuka mata nya tepat ketika Maira menatap wajah Aziz dengan jarak yang sangat dekat.
Lanjuta nggak nih? Reader ku tercinta tersetia mana komentar nya? mana like nya? tunjukkan kalau jempol kalian sehat dan bisa klik tombol like 🥰🥰🥰
__ADS_1