Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Menggoda


__ADS_3

Wanita itu menggerai rambut nya dan berjalan dengan perlahan mendekati Iko yang masih terpaku karena pemandangan yang belum pernah ia lihat selama ini.


Wanita itu memegang pundak Iko dan berbisik, "Bagaimana? apakah kau siap untuk ku layani?" Suara yang begitu familiar di telinga Iko itu segera menyadarkan Iko dari lamunan nya.


Iko melingkarkan tangan nya di pinggang wanita yang tengah menggoda nya itu, setelah wanita itu membisikkan kata-kata barusan.


Tangan kekar itu menyentuh kulit halus yang beberapa hari yang lalu pernah ia nikmati.


Dengan menarik tubuh sintal nan menggoda itu, Iko menghirup aroma tubuh wanita itu tepat di ceruk leher nya.


"Sayang kau berani sekali malam ini? bahkan baju kurang bahan begini kau pakai" Bisik Iko didekat telinga Nur, sedangkan tangan nya meraba perut Nur yang tidak tertutup kain sedikit pun.


"Tapi kamu suka kan? Hem? apa aku masih kurang menggoda?" Ucap Nur dengan tangan nya yang mulai melepas kancing kemeja milik Iko.


"Kau yakin akan seperti ini?" Ucap Iko dengan ciuman nya yang berkelana di leher Nur, sedikit mendesis Nur masih bertahan agar diri nya tidak terbawa permainan seperti beberapa hari yang lalu.


"Kenapa tidak yakin? Kau apakah yakin dia akan mulai melakukan tugas nya?" Nur bertanya balik dengan satu tangan nya yang meremas benda pusaka milik Iko yang masih rapi di tempat nya.


"Haaaahhh... Sayang ini kau yang memulai nya, jangan sampai kau menyesal" Iko memandang wajah Nur dan segera ******* bibir Nur.


Sedikit terkejut Nur hendak mendorong dada Iko yang sudah tidak lagi tertutup oleh kain, namun dengan sigap tangan Iko langsung menarik tengkuk Nur dan juga pinggang Nur.


Kembali Nur teringat tujuan utama nya, ya itu untuk menggoda dan melayani suami nya, dengan begitu Nur meraba dada suami nya yang sudah terpampang di hadapan nya itu.


Pelan tapi pasti Iko menggiring langkah Nur hingga mereka sampai di pinggir ranjang.


"BRUK!"


Kedua nya ambruk di kasur yang sangat empuk, Iko tanpa banyak bicara segera menjelajahi tubuh Nur yang sebagian masih tertutup kain.


"Emmmmmhhhh... " Nur terdengar seperti menahan ******* nya agar tidak lolos dari bibir mungil nya itu.


Iko kembali menatap wajah Nur tepat di atas nya dengan sorot mata sayu nya.


"Jangan di tahan sayang" Ucap Iko kemudian ia me****t bibir sexy di hadapan nya itu dengan lembut, dan tangan yang mulai berkelana kemana-mana.


Diluar kamar tepat nya di depan pintu kamar Iko terlihat seorang wanita tengah menempelkan telinga nya di daun pintu yang tertutup itu.


Dengan jantung yang berdebar wanita itu menguping secara diam-diam.


"Semoga nona Nur berhasil merayu tuan, sedih juga saat mendengar curhatan nya setelah makan malam tadi" Gumam bi Asih yang masih setia menguping diam-diam.


Flash back...

__ADS_1


Setelah mengantarkan makanan kedalam ruang kerja Iko, Nur duduk di ruang tengah sambil menonton tv yang sama sekali tidak dia nyala kan.


Bi Asih tak sengaja melihat Nur yang terlihat seperti melamun, ia pun memutuskan untuk mendekati Nur yang tengah duduk sendiri.


"Non?" Panggil bi Asih yang berhasil membuyarkan lamunan Nur.


"Ah iya bi? ada apa?" Tanya Nur dengan menolehkan kepala nya kepada bi Asih.


"Kok melamun malam-malam? ada apa cerita saja sama bibi" Ucap bi Asih sambil mengelus punggung Nur, Nur pun tersenyum kecut sambil menggelengkan kepala nya.


"Apa ada hubungan nya dengan wanita yang berkunjung siang tadi?" Tanya bi Asih, Nur pun perlahan mengangguk.


"Kenapa? toh cantikan wajah nona" Ucap bi Asih.


"Bukan itu bi, dia tadi sempat bilang kalau Nur tidak bisa melayani Iko dengan baik padahal setiap hari Nur yang menyiapkan semua nya, kecuali urusan ranjang Nur sudah... "


"ASTAGA!" Sela bi Asih yang membuat Nur segera menutup mulut nya.


"Jadi selama kalian menikah tuan muda sama sekali belum itu?" Tanya bi Asih dengan suara yang sangat pelan. Nur hanya menganggukkan kepala nya.


"Tapi selama ini tuan muda seperti selalu mencari perhatian dari nona loh" Jelas bi Asih dan Nur mengerutkan alis nya, "Maksud bi Asih?" Tanya Nur tak paham apa yang di kata kan wanita di depan nya itu.


"Jadi pernah kan yang waktu itu sarapan bibi yang berikan, tuan muda marah besar, dia sampai mogok makan kalau bukan nona yang siapkan" Sejenak bi Asih menghela nafas.


"Yang beberapa hari yang lalu pas tuan muda selesai berenang, dia mencari handuk saja harus nona yang berikan, dia sampai keliling rumah mencari nona" Sambung bi Asih menjelaskan.


"Mungkin dia malu, mungkin bisa nona yang memulai nya terlebih dahulu" Saran bi Asih.


"Memulai nya dulu? apa tidak akan menurunkan harga diri saya sebagai perempuan?" Tanya Nur.


"Tidak akan Non, kan sama suami sendiri, bukan kah itu sebagian dari ibadah?" Tanya bi Asih dengan sedikit mengingatkan.


"Tapi bagaimana cara nya?" Nur benar-benar bodoh saat itu padahal dulu ia sangat menyukai novel-novel yang berbau romantis.


"Ayo non saya dandanin" Ucap bi Asih sambil menuntun Nur. Mereka pub berjalan menuju kamar Nur dan membuka lemari berukuran besar itu.


"Bi? ini baju kurang bahan mau buat apa?" Tanya Nur yang tidak pernah sesekali pun mencoba baju itu.


"Asal Non tau, tuan muda saat membeli ini dia bertanya sama bibi, kira-kira cocok nggak di tubuh nona" Ucap bi Asih sambil memilih baju yang ada di hadapan nya.


Akhir nya lingerie warna hitam dengan dominasi renda warna merah lah yang di ambil oleh bi Asih.


"Nah ini sangat menggoda non, pasti deh tuan muda tidak akan malu-malu lagi" Ucap bi Asih dengan menenteng lingerie itu.

__ADS_1


"Tapi itu perut nya bakal terekspos kemana-mana" Nur sempat menolak namun lagi-lagi bi Asih meyakinkan nya.


Flash back off...


Bi Asih tersenyum-senyum sendiri, namun senyum nya segera menghilang ketika mendengar suara dari dalam.


"Pelan-pelan sayang" Terdengar suara Iko seperti memohon. "Tapi sakit pasti, itu bisa dikecilin dikit nggak?" Terdengar Nur seperti merengek. Dengan menahan tawa bi Asih pun segera pergi dari depan pintu itu.


Di dalam kamar Iko sedang berjuang untuk melanjutkan permainan nya, karena Nur sempat takut dengan benda pusaka milik nya.


"Aki janji bakal pelan-pelan sayang" Ucap Iko yang langsung mengarahkan benda pusaka itu ke tempat nya yang seharus nya.


"Emmmm sakiiiiittt" Nur meremas rambut Iko.


"Sebentar lagi sayang" Ucap Iko kemudian ia menghentakkan nya dengan cukup keras.


"JLEB!!"


"Aaaaaaaaaaa!!" Teriakan Nur bersama an dengan masuk nya benda pusaka itu kedalam lembah kenikmatan nya.


"Iko sakit!" Rengek Nur dengan masih mencengkeram rambut Iko dengan kuat.


"Sabar sayang, nanti juga bakal enak" Ucap Iko yang segera mengecup leher Nur kemudian menyesap nya sampai meninggalkan jejak di sana.


Setelah Nur mulai relaks Iko perlahan mulai memaju mundurkan pinggul nya.


"Uuuuhhh" lenguhan mereka saling bersahutan dengan tangan Iko yang meremas squeeze yang kenyal itu.


Gerakan yang mula nya pelan karena takut jika Nur kesakitan kini sedikit demi sedikit mulai cepat dengan hentakan yang menambah sensasi semakin memanas, juga suara Nur yang mulai tak terkendali berhasil memacu hasrat Iko yang semakin terbakar.


Mereka pun melakukan nya sampai hampir tengah malam.


Pagi hari mentari pagi dengan sinar lembut nya berhasil menembus tirai jendela yang ada di dalam kamar itu.


Membuat Iko yang masih memejamkan mata nya mulai mengerjapkan pela kedua mata nya, dan masih di lihat nya Nur yang masih tertidur pulas di samping nya.


"Cantik" Lirih Iko dengan tangan yang mengelus pipi Nur, "Emmmhhhh... " Sang empu nya hanya menggeliat sampai selimut yang menutupi dada nya pun merosot disana Iko melihat dengan jelas squeeze yang kenyal itu tengah menghadap menantang di depan nya.


Perlahan Iko meremas kedua nya, sedikit memainkan nya sampai yang masih tertidur dibawah sana sampai menegang.


Perlahan Iko menyingkap selimut yang di kenakan nya bersama istri nya, dan di sana terpampang nyata body mulus sexy milik sang istri.


Mulai tergerak oleh hasrat dan nafsu Iko sedikit membuka p**a mulus itu namun ia terkejut setelah melihat darah yang ada di sana...

__ADS_1


Bersambung...


Hai para readers ku yang masih tetap setia, maaf ya author belum bisa up banyak-banyak soal nya masih sibuk ngurusin acara lomba🙏🙏🙏 author harap kalian masih tetap setia... see you..🥰🥰🥰


__ADS_2