
Maysa dan Rayyan berdiri di samping tenda, mereka berdua bingung kenapa banyak orang yang berkumpul di sana dan terdengar suara seseorang yang berteriak untuk menuju masjid.
"Ada apa an sih?" Tanya Maysa dengan melihat warga yang tadi nya berkerumun mulai berjalan ke arah masjid.
"Kita ikuti saja dulu yang" Ucap Rayyan dengan melingkarkan tangan kanan nya di pinggang Maysa.
"Lah teman-teman gimana?" Maysa melihat ke dalam tenda dan ternyata sudah kosong.
"Nggak ada orang, udah ke sana kali ya?" Ucap Maysa yang melihat kedalam tenda.
"Kosong May" Bisik Rayyan di samping telinga Maysa.
"Iya kosong" Ucap Maysa dengan datar tanpa tau maksud dari kata kosong yang di ucapkan Rayyan.
"Masuk yuk!" Ajak Rayyan dengan menggigit bibit bawah nya.
"Eh??" Maysa berpikir keras dengan ajakan Rayyan yang sedikit berbeda ini.
Di masjid...
Iko dan Nur kini tengah di sidang oleh para warga, mereka berdua seperti pasangan mesum yang tengah kepergok oleh warga.
"Jadi bagaimana bapak-bapak? ibu-ibu?" Tanya pak lurah kepada para warga desa.
"Sudah lah pak lurah nikahkan saja mereka berdua!" Ucap beberapa warga saling bersahut-sahutan.
"Maaf pak! masa iya saya harus menikah sama bocil SMA?!" Protes Nur tidak terima.
"Lah kalian pilih diarak keliling kampung atau menikah sekarang juga?!" Tanya pak lurah dengan nada yang tinggi.
Iko dan Nur terlonjak kaget, "Yang benar saja? pilihan sama-sama tidak ada yang menguntungkan begitu" Batin Nur sambil menghela nafas nya berkali-kali.
"Ya sudah pak kami akan menikah" Ucap Iko dengan mantap.
"Eh enak aja! nggak ya! aku tu lebih tua dari pada kamu lo cil!" Ucap Nur yang masih tidak terima.
"Mbak nya emang mau di arak keliling kampung? Ih kalau aku mah ogah!" Ucap Iko dengan enteng nya.
Nur masih terdiam ia berusaha memutar otak nya dan mencari cara agar pernikahan dadakan ini tidak terjadi.
"Tapi kan pak, wali saya siapa?" Ucap Nur dengan tampang melas, ya karena ia adalah anak yatim piatu yang sejak kecil dibesarkan oleh Abah si pemilik pesantren.
__ADS_1
"Insya'Allah saya siap menggantikannya!" Ucap Haidar yang memang sedari tadi berdiri di ambang pintu masjid.
" Anda siapa?" Tanya pak lurah yang melihat Kearah Haidar.
"Saya kakak nya, ya kami berdua anak yatim yang dibesarkan oleh Abah pemilik pondok pesantren Darussalam" Ucap Haidar dengan lantang membuka identitas nya juga Nur yang selama ini ia tutupi.
"Ustadz Haidar!" Dengan mengerutkan alis nya Nur bergumam. Haidar berjalan mendekati adik nya itu.
"Cukup kau buat onar! sekarang menurutlah dan nanti sampai di pondok suruh dia melamar mu balik sebelum Abah mengetahui berita ini!" Bisik Haidar ketika ia duduk di samping Nur, dengan nafas yang menahan emosi, Nur akhir nua menyetujui nya.
"Baiklah... Saya setuju!" Ucap gadis itu penuh dengan getaran di dada saat ia mengatakan nya.
Akhir nya di datangkan lah ustadz dari desa terdekat untuk menikahkan mereka, dan dengan bermahar kan uang seratus ribu rupiah karena memang hanya itu yang saat itu Iko bawa ijab qobul pun dengan lancar dan satu kali tarik nafas telah lancar Iko lantunkan.
Lebih membagongkan nya lagi adalah Nur malam merasa kalau suara Iko sangat lah merdu dikala menyebut nama nya di dalam ikrar ijab qobul barusan.
"Sah?"
"SAAAAAAAAHHHHH!!!"
Seru seluruh warga setelah selesai ikrar ijab qobul di ucapkan.
Bagaikan tak percaya kini Nur sudah berganti profesi dari seorang gadis menjadi seorang istri.
"Gila ni bocah! main nyosor aja!" Batin Nur yang sebenar nya sedikit kaget dengan keadaan.
Di depan pintu masuk masjid Maysa dan Rayyan sama-sama bingung karena tiba-tiba mendengar sayup-sayup ikrar ijab qobul yang tengah di lantunkan dan kemudian semua berteriak "SAH!"
"Ada yang nikahan May" Ucap Rayyan kepada Maysa, dan gadis itu hanya menganggukkan kepala nya sambil berusaha melihat kearah depan yang masih terhalang oleh para warga kampung.
Setelah selesai semua nya, para warga pun kembali untuk istirahat. setelag semua keluar dari masjid barulah Maysa mendapati teman-teman dari SMA nya maupun dari pondoknya tengah berkumpul di dalam masjid.
"Eh ada apa an sih?" Tanya Maysa kepada Fasha yang berdiri tak jauh dari nya.
"Wah telat kamu May! harus nya dari tadi dong" Ucap Fasha setengah menggoda Maysa.
"Emang nya ada apa an sih?" Maysa mulai penasaran, namun Fasha segera memberitahukan nya.
"Itu barusan Nur dan Iko menikah" Jelas Fasha yang sungguh membuat Rayyan dan juga Maysa terkejut.
"Menikah? yang benar saja?" Ucap Maysa yang langsung menerobos kerumunan orang dan ketika sampai di barisan paling depan ia dibuat terkejut dengan pemandangan yang mana pengantin nya hanya mengenakan jaket dan celana training tanpa kebaya dan juga polesan make up.
__ADS_1
"Kalian?" Lirih Maysa dengan menahan tawa.
"Nah ini semua berawal dari dia pak!" Tuding Nur dengan penuh amarah.
"Kok saya?" Tanya Maysa yang tidak tau apa-apa.
"Lah iya! orang kamu tiba-tiba ngilang sama ustadz Rayyan, dan kita itu mau nyariin kalian!" Gerutu Nur.
"Hah ngilang? nggak ah... orang kita berdua cuma lihat-lihat pantai di ujung sana" Ucap Maysa yang tidak lagi menyembunyikan hubungan nya, toh Iko juga sudah terikat pernikahan walau pun masih sekolah, mungkin begitu pikir nya.
Mendengar jawaban Maysa Nur pun semakin geram namun apalah daya ikrar ijab qobul sudah terucap dan ia kini menjadi istri dari Iko yang umur nya jauh lebih muda dari nya tiga tahun.
Setelah acara selesai pun mereka kembali ke base camp dan berkumpul di ruang tengah.
"Ekhem... pengantin baru nih!" Goda Nando sambil menahan tawa, ia merasa senang karena ia berpikir kalau Iko tidak lagi mendekati Maysa karena sekarang Iko sudah beristri.
"Bacot lo!" Sarkas Iko dengan wajah kusut nya.
Maysa masuk kedalam tenda dengan menggandeng tangan Rayyan.
"Kamu ngantug sayang?" Tanya Rayyan yang melihat kepala Maysa sedari tadi di sandar kan di lengan Rayyan.
"Hem... nggak kok, cuma nyaman aja begini" Ucap Maysa sambil mendongak kan kepala nya dan melihat raut wajah Rayyan.
"Jangan menggoda May!" Ucap Rayyan mengingatkan istri nya itu yang kini tengah bermanja-manja di lengan nya itu.
Maysa pun langsung melepaskan lengan Rayyan, gadis itu takut jika malam ini ia diterkam oleh Rayyan, apa lagi barusan teman nya yang satu sekolah juga ada yang menikah.
"Kenapa? takut?" Sengaja Rayyan menggoda nya.
"Ha? takut? ng... nggak kok, cuma ini sudah hampir larut dan kita belum menyusun jadwal untuk besok" Ucap Maysa beralasan nya langsung bergabung dengan rekan-rekan yang lain nya.
Mengetahui Maysa yang beralasan seperti itu Rayyan hanya tersenyum dan sedikit menggelengkan kepala nya, kemudian ia ikut bergabung dengan yang lain nya.
Di Kediaman Moza...
Zulfa terlihat tengah menonton tv bersama Moza di ruang keluarga.
"Aaaaaakkkk!!" Terdengar teriakan begitu keras dari lantai dua, sepasang suami istri yang tengah bersantai itu pun langsung berlari menuju kamar Sasya.
"Ceklek!" Suara pintu kamar dibuka oleh Zulfa.
__ADS_1
"Masya'Allah Sasya...
bersambung...