
"Maka nya kalau malam cepat istirahat bukan nya malah berebut botol parfum" Ucap Maysa dengan enteng nya.
Zulfa sejenak menahan nafas nya sambil menutup wajah nya, sedangkan Rahmat dan Sasya saling memandang satu sama lain.
"Botol parfum?" Tanya Sasya sedangkan Rahmat yang sudah mengingat kejadian semalam pun hanya diam dan memijat kening nya.
"Sudah-sudah cepat habis kan sarapan kalian, ini sudah siang!" Ucap Zulfa mengakhiri pembahasan botol parfum barusan.
Siang hari sepulang sekolah, Maysa pulang ke pondok pesantren, baru saja ia melangkahkan kaki nya memasuki gerbang pondok ia sudah di beri kan pemandangan yang tak mengenakkan hati nya.
Gadis itu melihat Nur yang sedang berbicara dengan ustadz tampan yang kini telah berhasil mengisi relung hati nya.
"Apa-apa an mereka?" Dengan menghela nafas nya kasar Maysa berjalan melewati Rayyan yang sedang berbincang dengan Nur, dengan sengaja gadis itu menabrak lengan Rayyan dan ketika Rayyan menyadari bahwa Maysa yang lewat di samping nya, bahkan menabrak lengan nya sedikit keras, ia memanggil gadis yang seperti nya sedikit merajuk itu.
"May?" Rayyan menahan lengan Maysa, namun lirikan mata yang sangat teramat sinis yang Rayyan dapat dari gadis itu.
"Hem?" Ucap Maysa setengah jengkel.
"Kamu sudah pulang May? baru saja saya akan..." Ucapan Rayyan terhenti karena dengan kasar Maysa menepis tangan nya yang bertengger di lengan Maysa.
"Maaf saya lelah, butuh istirahat" Setelah mengucapkan kata itu Maysa pun berjalan meninggalkan Rayyan
Rayyan berusaha untuk mengejar nya namun Nur segera menghentikan nya,
"Ustadz! saya jadi mau ambil novel-novel saya" Ucap nya yang sengaja menghentikan langkah Rayyan agar tidak mengejar Maysa, mereka pun berjalan menuju ruangan Rayyan untuk mengambil novel-novel sitaan itu.
Maysa berjalan memasuki kamar nya dan membanting tas nya di atas ranjang. Gadis itu terlihat sangat kesal.
"Ada apa May?" Fasha yang sedang tiduran di atas ranjang nya pun terkejut melihat Maysa yang tak seperti biasa nya.
"Entahlah kak, aku merasa lelah!" Sahut gadis itu yang langsung menyambar handuk dan berjalan menuju kamar mandi.
"Kenapa ini anak? tumben marah-marah? apakah ada yang sesuatu yang mengganjal hati nya?" Gumam Fasha yang memperhatikan sikap Maysa.
Di bengkel Anita...
Gadis itu kini lebih rajin dari biasa nya, ia mulai mau membantu ayah nya di bidang perbengkelan nya.
__ADS_1
"Nit itu dicari Nando, istirahat lah dulu, sedari pagi kau belum sempat makan apa mau diet?" Ucap Halim dengan sedikit candaan.
"Enak aja, bapak pikir aku ini gendut main diet-diet aja" Celetuk Anita yang masih sibuk membersihkan karburator.
"Ya habis nya kamu, sarapan cuma minum kopi, ini waktu sudah hampir maghrib, kalau memang nggak gendut kamu malah bisa tambah kurus kerempeng nduk! kaya keripik singkong mau kamu?!" Ucap Halim supaya anak gadis nya itu mau makan.
"Kan biar slim pak" Sahut Anita yang kinu beralih mengecek busi.
"Slam slim slam slim! mau dapet jodoh dari mana kalau kamu kurus kerempeng! laki-laki itu lebih suka yang berisi, seger dipandang! Sudah tinggal dulu itu busi nya, makan dulu!" Halim pun langsung masuk kedalam rumah.
"Haish si bapak, mentang-mentang emak montok" Ucap Anita sambil memasang kembali busi motor RX-KING yang sedari tadi digarap nya.
"Hai Nit!" Sapa Nando yang baru saja masuki area bengkel milik bapak nya Anita.
"Eh elo Ndo, ada apa?" Tanya Anita yang hanya sekilas melihat kearah Nando.
"Ntar malem ada balapan loh" Ucap Nando memberikan informasi.
"Balapan? tapi setau gue, di rumah nya May habis ada acara nikahan nya kak Sasya deh kayak nya" Ucap Anita.
"Padahal gue udah share kalau BLACK ANGEL bakal main" Sambung Nando dengan wajah yang berubah lesu.
"Ya nanti kita coba ke pondok jam-jam habis isya deh" Sahut Anita sambil membereskan perkakas bengkel nya.
Maysa yang masih dalam mood yang kurang enak berjalan menuju masjid, ia berpikir untuk berangkat lebih awal ke masjid, namun ketika ia melewati depan ruangan Rayyan tiba-tiba gadis itu ditarik tangan nya oleh seseorang.
Maysa terkejut dan reflek langsung berbalik dan mencengkeram kerah baju orang yang menarik lengan nya.
Betapa terkejut nya Maysa ketika ia melihat Rayyan lah yang sedang ia cengkeram kerah baju nya.
"Respond yang sangat bagus" Puji Rayyan yang membuat Maysa melepaskan cengkeraman nya dan hendak pergi meninggalkan nya.
"Eit mau kemana?" Tanya Rayyan yang menahan lengan Maysa.
Gadis itu menghela nafas nya tanpa menjawab pertanyaan dari Rayyan.
"Sini duduk dulu" Rayyan dengan segala kelembutan nya menuntun Maysa agar gadis itu duduk sejenak dan mau mendengarkan penjelasan nya.
__ADS_1
"May?" Panggil Rayyan saat mereka sudah duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Rayyan.
"Hem" Lagi-lagi hanya itu yang keluar dari mulut Maysa.
"Kamu marah? kamu cemburu?" Dengan sedikit senyuman Rayyan bertanya.
"Hem nggak!" Jawab Maysa masih dengan cuek.
"May! ayolah jangan marah" Dengan memasang raut wajah yang sedih Rayyan berkata.
"May lagi pengen sendiri pak ustadz maaf" Maysa beranjak dari duduk nya dan berjalan keluar dari ruangan Rayyan, ketika ia sampai di ambang pintu gadis itu berhenti dan membuat Rayyan segera berdiri hendak melangkahkan kaki nya mendekati Maysa yang berhenti di ambang pintu, namun belum sampai Rayyan mendekati Maysa, gadis itu mengucapkan salam.
"Assalamu'allaikum" Ucap Maysa yang langsung melanjutkan langkah nya pergi meninggalkan ruangan Rayyan.
"Waalaikumsalam, dengan senyum getir Rayyan menjawab salam Maysa.
Di pangkalan martabak, Anita bersama Mando menghentikan mobil nya dan melihat kearah pondok, mereka berdua menunggu semua santri dan juga ustadz pergi meninggalkan masjid pondok yang terlihat dari seberang jalan.
"Mas Martabak coklat keju nya dua ya!" Anita memesan martabak sambil menunggu kesempatan untuk dapat menemui Maysa.
"Ok mbak siap!" Sahut penjual martabak itu.
Nando yang stay memperhatikan situasi pondok pun akhir nya melihat Maysa yang sedang berjalan dengan gontai keluar dari masjid.
"Nit May keluar Nit!" Nando berkata Sambil berlari kearah pondok, Anita yang sedang menunggu martabak nya pun akhir nya ikut berlari menyebrangi jalan raya itu.
"Mas bentar ya!" Teriak Anita kepada penjual Martabak.
Maysa berjalan keluar dari masjid tanpa semangat sedikit pun, sampai Fasha pun heran, "ini anak kenapa sih? biasa nya kan pecicilan, kok mendadak jadi diem?" Batin Fasha yang memperhatikan Maysa dari dalam masjid.
Merasa ada yang memanggil-manggil nama nya Maysa segera menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Nando?" Ucap Maysa ketika melihat Nando gang berlari kearah nya bersama Anita yang menyusul dibelakang nya.
"Loh Anita? Ada apa mereka kesini?" Gumam Maysa sambil berjalan mendekat kearah gerbang...
bersambung...
__ADS_1