
TOK TOK TOK...
Suara pintu utama diketuk oleh seseorang, Maysa dan Rayyan pun sontak menoleh bersamaan kearah pintu kemudian saling pandang.
"Siapa mas?" Ucap Maysa sambil melihat kearah Rayyan.
"Nggak tau, coba kamu lihat" Ucap Rayyan sambil menyendok makanan.
"Hem Okeh" Maysa beranjak dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju pintu utama rumah nya.
"CEKLEK" Suara pintu terbuka, di sana Maysa mendapati seorang laki-laki tengah berdiri di luar rumah nya.
"Maaf cari siapa ya mas ya?" Tanya Maysa kepada seorang lelaki yang berdiri di luar.
"Anda Maysa Muzayana?" Terdengar suara serak dibalik masker laki-laki itu.
"Iya saya sendiri, ada apa ya mas?" Tanya Maysa kembali.
Rayyan yang tak sengaja mendengar pertanyaan Maysa menggunakan kata sapaan "Mas" itu pun segera berdiri dan berjalan mendekati Maysa.
"Siapa sayang?" Tanya Rayyan dengan memeluk Maysa dari belakang.
"Em? ini tukang paket mas" Sahut Maysa sambil menunjuk kan kotak paket yang baru saja diterima nya.
"Ooo kira in siapa" Ucap Rayyan.
"Ya sudah karena disini tugas saya sudah selesai saya pamit undur diri" Tukang paket itu pun berpamitan kepada Rayyan dan juga Maysa.
"Iya, makasih ya mas ya" Ucap Maysa yang di jawab dengan senyuman oleh tukang paket itu.
Setelah tukang paket itu pergi dari halaman rumah, Maysa dan Rayyan kembali menikmati makan siang nya yang tertunda.
"Kamu belanja online yank?" Tanya Rayyan setelah menghabiskan makanan nya dan menyeruput air mineral dihadapan nya.
"Enggak kok" Sahut Maysa setelah meletakkan gelas yang baru saja di gunakan untuk minum.
"Lah kok ada paket datang?" Tanya Rayyan.
"Mas kali yang pesan" Sahut Maysa yang terlihat biasa saja.
"Eh nggak mas nggak ada pesan-pesan tuh" Ucap Rayyan seraya membantu Maysa membereskan meja makan.
__ADS_1
"Lah terus? kalau bukan salah satu diantara kita yang memesan paket ini, lalu siapa?" Tanya Maysa sambil mencuci piring kotor yang barusan digunakan mereka berdua makan.
"Entahlah, kita lihat saja nanti" Ucap Rayyan sambil memeluk Maysa yang sedang fokus meletakkan piring dan juga gelas di tempat nya.
"Mas! jangan mulai deh" Ucap Maysa ketika Rayyan mulai mengecup tengkuk nya.
"Ya habis nya kamu bikin candu" Bisik Rayyan di samping telinga Maysa, dan lagi itu membuat meremang sang empu nya.
"Ya udah yuk?" Ucap Maysa berbalik dan mengalungkan tangan nya di leher Rayyan.
"Kemana? main lagi?" Tanya Rayyan dengan menggigit bibir bawah nya.
"Iiiiiihhh kok jadi mesum gini sih?" Maysa yang gemas mendorong dada Rayyan dan berjalan menghampiri box paketan yang belum di buka nya sedari tadi.
Rayyan pun mengikuti langkah kaki Maysa dan berhenti di samping nya, ia duduk di salah satu kursi di sana, di perhatikan nya istri nya yang tengah fokus membuka paket yang entah dari siapa itu.
Perlahan Maysa membuka kardus itu dan betapa terkejut nya ia ketika mendapati sepasang lingerie berwarna hitam nan sexy itu berada di dalam box yang baru saja membuat nya penasaran.
"Maaaaasss!!" Maysa memanggil Rayyan dengan lirikan tajam nya.
"Hemm" Sahut Rayyan yang sibuk dengan gawai tipis nya itu.
"Yakin ini bukan mas yang memesan nya?" Tanya Maysa yang curiga jika lingerie itu adalah pesanan sang suami untuk diri nya.
"Eh hah? nggak, nggak bukan apa-apa" Maysa berusaha menutup-nutupi nya.
Rayyan yang penasaran pun berdiri dan menghampiri istri nya yang tiba-tiba salah tingkah.
"Kenapa sih? memang nya ini kain apa?" Ucap Rayyan sembari mengangkat lingerie sexy yang berwarna hitam itu.
"Astagfirullah ternyata baju dinas mu yank?" Mata Rayyan terbelalak melihat apa yang tengah di tenteng nya itu.
"Astagfirullah mas!" Maysa segera merebut nya dan memasuk kan nya ke dalam box itu lagi.
"Eh itu ada surat nya loh" Ucap Rayyan ketika melihat secarik kertas yang dilipat di dalam box itu.
"Eh iya" Tangan Maysa pun memungut secarik kertas yang seperti nya berisi sebuah pesan, mana tau ada nama pengirim nya begitulah isi kepala Maysa dan Rayyan ketika melihat secarik kertas itu.
...Happy wedding bestie!!! ini hadiah pernikahan buat lo, maaf ya kalau telat datang nya,, selamat berjuang melayani suami mu, jangan lupa di pakai ya!! Tunjukan ke sexy an mu di depan nya!! ...
From your bestie : Anita
__ADS_1
Begitulah isi dari sepucuk surat yang ada di dalam box itu, setelag selesai membaca nya Rayyan dan Maysa pun sontak langsung saling tatap namun berbeda ekspresi.
Maysa dengan pipi nya yang memerah bak kepiting rebus karena menahan malu sedangkan Rayyan dengan senyum semirik nya yang pasti nya punya maksud tersendiri.
Maysa pun mengalihkan pandangan nya dan dengan cepat melangkahkan kaki nya untuk meninggalkan Rayyan dengan tangan yang membawa box yang berisi lingerie.
"Sayang!! mau kemana?" Teriak Rayyan yang terkekeh melihat Maysa yang berjalan meninggalkan nya sendirian di lantai satu.
Rayyan tak mendengar jawaban dari istri nya sampai wanita yang paling di cintai nya itu menghilang di balik pintu kamar nya.
...****************...
Di bengkel Anita ia sedang sibuk dengan onderdil-onderdil motor yang tengah di dandani nya.
"Nit! ada telfon itu, Maysa kayak nya!" Suara Halim terdengar setengah berteriak dari dalam rumah.
"Iya pak, sebentar!" Ucap Anita yang segera berdiri dan melangkahkan kaki nya untuk meninggalkan onderdil-onderdil yang sedari pagi tadi telah di utak-atik nya.
Gadis itu pun segera meraih gawai tipis yang ada di atas meja di samping secangkir kopi hitam nya.
"Iya halo ada apa May?" Ucap Anita setelah membaca nama Maysa yang tertera di dalam layar ponsel nya.
"Gila lo ya! berani banget lo ngirimin baju haram begini ke gue!" Cerocos Maysa dari balik sambungan telfon setelah mendengar suara Anita.
"Enak aja baju haram, itu tu baju ibadah tau May!" Sahut Anita yang terkekeh karena yakin sekali kalau hadiah yang dikirim nya pasti sudah sampai di sana.
"Gila lo!" Ucap Maysa yang masih mengumpat dari balik telfon.
"Jangan marahi dia, lebih baik kau coba saja dulu baju dinas mu itu biar mas yang nilai" Ucap Rayyan yang tiba-tiba sudah memeluk nya dari belakang.
"Ups gue ganggu ya, ok selamat menikmati bay!" Ucap Anita yang langsung memutuskan panggilan telfon itu.
Di dalam kamar Maysa dan Rayyan...
"Loh loh loh... Nit jangan di matiin woy!" Ucap Anita ketika mendengar bahwa Anita hendak memutuskan sambungan telefon nya.
Namun percuma saja karena Anita terlanjur memutuskan sambungan telfon nya.
"Sayang kok diam? ayo di coba! " Ucap Rayyan sedikit memaksa.
"Apa perlu mas bantuin?" Sengaja Rayyan menggoda Maysa.
__ADS_1
"Nggak ah mas sudah siang ini lo, malu dilihat orang" Maysa berusaha mengelak dan berniat juga melangkahkan kaki nya untuk menjauhi Rayyan, namun dengan sigap Rayyan segera meraih pinggang ramping Maysa dan ditarik nya sampai tidak ada jarak lagi di antara mereka...
bersambung...