Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Tidak Malam Pagi pun jadi


__ADS_3

Hai hai hai sebelum lanjut membaca tolong untuk di like dulu bab-bab sebelum nya ya, author butuh like dari kalian nih 🙏🙏🙏


Ok Happy Reading...


...😻😻😻...


BRUGH!! Maysa ambruk di atas ranjang dengan posisi Rayyan yang menindih nya tanpa mereka melepas tautan bibir nya.


Dengan sentuhan serta belaian lembut dari Rayyan, Maysa pun pada akhir nya membalas ciuman nya dan kedua tangan Maysa ia kalung kan di leher kokoh suami nya itu.


Sementara itu Rayyan berusaha melepas pengait kacamata kuda itu, setelah terlepas Rayyan segera melempar benda penghalang itu dan terpampang lah si kembar yang menantang menghadap kearah Rayyan.


Perlahan Rayyan meraba nya dengan mengecup mata, kening, hidup, pipi, dan juga dagu.


Ia mengabsen seluruh wajah istri tercinta nya yang sempat mengobarkan api emosi di dalam hati nya itu dengan bibir lembut nya.


Maysa mendesis ketika ciuman Rayyan beralih ke telinga, di sana terdengar Rayyan membisikkan sesuatu, dan hanya mereka berdua yang tau.


Maysa sedikit meremas rambut Rayyan ketika cumbuan itu merambat menuju leher putih jenjang milik Maysa, lagi-lagi Rayyan meninggalkan jejak di sana.


Tak mau tinggal diam tangan Rayyan perlahan membelai perut ramping Maysa dan merambat turun kebawah namun baru saja Rayyan hendak menyentuh celana jeans Maysa, telinga kedua nya mendengar lantunan adzan subuh yang mulai berkumandang.


"Sayang kita sholat dulu" Ucap Rayyan yang segera bangkit dan turun dari ranjang nya.


Maysa yang mengingat kalau diri nya begitu menikmati belaian dari Rayyan pun merasa malu dan pipi nya merona bak kepiting rebus, namun segera ia ingat kalau kini diri nya tengah bertelanjang dada, ia segera lari ke dalam ruang ganti untuk mencari baju karena tidak mungkin ia mengenakan manset yang sudah robek karena ulah suami nya tadi.


Dengan meraih kaos secara acak Maysa langsung mengenakan nya dan itu adalah kaos Rayyan dan ketika Maysa yang memakai nya panjang kaos itu tepat satu jengkal di atas lutut Maysa dan lumayan kedodoran, tapi gadis itu tetap cuek dengan penampilan nya, ia segera mencempol rambut nya ke atas agar tidak menghalangi nya ketika mau ambil air wudhu.


Mereka pun melaksanakan sholat berjamaah di dalam kamar nya. Setelah selesai Maysa meraih tangan Rayyan yang terulur kepada nya dan sekilas mencium nya kemudian dibalas dengan Rayyan mencium kening Maysa.


"Mas?" Panggil Maysa ketika Rayyan mencium nya.


"Hem?" Sahut Rayyan yang masih menempelkan bibir nya di kening Maysa.


"Maaf in May ya?" Pinta gadis itu dengan lirih, Rayyan pun segera menangkup kedua pipi Maysa dan menatap kedua netra indah itu dengan lekat.


Terlihat dari sorot mata Maysa ia sangat tulus mengucapkan kata maaf itu dan bukan hanya formalitas belaka guna mengalihkan perhatian Rayyan.


Ketulusan yang terpancar dari sepasang mata indah yang menghiasi wajah ayu Maysa itu membuat Rayyan luluh dan memaafkan nya.


"Iya mas maaf kan" Ucap Rayyan dengan memeluk erat tubuh Maysa yang ada dihadapan nya.

__ADS_1


Dengan menitik kan air mata haru yang tak lagi kuat ditahan oleh pelupuk mata Maysa, bulir bening itu kini membasahi wajah ayu juga dada Rayyan.


"Sayang? kok nangis?" Tanya Rayyan yang berniat melerai pelukan nya namun Maysa malah semakin erat memeluk nya dan membenamkan wajah nya di dada Rayyan.


"Jangan nangis dong, udah cup cup cup" Rayyan menenangkan Maysa dengan mengelus pucuk kepala istri nya itu dengan lembut dan sesekali ia mengecup nya.


Fajar pun mulai menampakkan sinar sang surya, rembulan malam bersama para bintang pun mulai berpamitan digantikan oleh mentari pagi yang masih malu-malu menampakkan sinar nya.


Di dapur Maysa memasak makanan untuk sarapan diri nya dan juga suami tercinta, di sana di dalam rumah yang hanya mereka berdua yang tinggal, Maysa tak mengenakan hijab nya, ia masih mencempol rambut nya ke atas memperlihatkan leher putih nya yang jenjang.


Sedang asik memotong sayuran tiba-tiba dari arah belakang sepasang tangan melingkar di pinggang Maysa dan terasa benda kenyal dan basah menjelajahi leher jenjang nya.


"Maaaaaasss!! aku lagi masak!" Keluh Maysa tanpa menoleh karena ia yakin kalau itu adalah kelakuan suami nya yang ingin sekali menerkam nya namun ada saja yang menghalangi nya.


"Masak aja, mas mau disini" Masih dengan posisi memeluk juga mengecup Maysa Rayyan berucap.


"Mas ntar aku keburu lapar loh, nggak selesai-selesai nanti masak nya" Ucap Maysa yang meletakkan pisau nya dan berbalik menatap Rayyan yang kini ada di hadapan nya.


"Memang nya mas nggak lapar? nanti kalau aku nggak kuat terus pingsan gimana?" Dengan mengalungkan kedua tangan nya dileher kokoh suami nya Maysa mencari alasan agar Rayyan mau meninggalkan nya sejenak untuk membuat sarapan.


"Kok pingsan? emang sebegitu berat nya sampai pingsan?" Tanya Rayyan sambil menempel kan kedua ujung hidung mereka.


"Yaaaa... kata orang-orang sih kalau pertama itu bakalan sakit" Lirih Maysa.


Maysa menatap nya bingung, netra indah itu mengikuti kemana jari Rayyan berlabuh namun Rayyan segera menarik tengkuk Maysa dan dan me****t bibir merah nan sexy itu.


Perlahan Rayyan membelai paha yang tertutup kaos itu dan berlanjut menelusup kedalam segitiga bermuda yang di penuhi hutan rimba.


Maysa berusaha untuk menolak namun reaksi tubuh nya berkata lain tangan nya seolah malah memeluk erat leher suami nya dan kaki nya sedikit terbuka seolah memberikan akses jalan masuk untuk Rayyan berkelana di sana.


"Emmmhhh" Suara lenguhan pun lolos ketika Rayyan menyentuh sesuatu kecil yang menonjol didalam area hutan itu.


Entah keberanian dari mana tangan Maysa mulai meraba dada bidang suami nya dari atas dan mulai turun kebawah dan meremas pelan sesuatu yang menonjol di sana.


Suasana mulai memanas karena permainan jari Rayyan yang keluar masuk di lembah hutan amazon, namun tiba-tiba Rayyan menghentikan nya.


Terlihat sedikit guratan kekecewaan di raut wajah sayu Maysa yang sedikit mengerutkan alis nya.


"Mas?" Lirih Maysa.


"Tidak disini sayang" Dengan sigap Rayyan menggendong Maysa ala koala dan membawa nya ke lantai atas.

__ADS_1


Sesekali Rayyan mengecup bibir ranum yang ada di hadapan nya juga meremas bemper empuk yang kini sedang di sangga nya.


Sesampai nya di dalam kamar Rayyan menutup pintu dengan sedikit menendang nya, kemudian mereka kembali melakukan perbuatan yang mungkin telah berhasil membakar nafsu kedua nya.


Dengan posisi Maysa yang duduk di pangkuan Rayyan, ia meremas rambut suami nya yang kini tengah membenamkan wajah nya di antara squeeze yang lembut juga kenyal itu.


Tak mau kalah tangan Rayyan meremas dua gundukan yang lebih besar di bagian belakang sana.


"Uuuuuhhhh hemm" Lenguhan itu lolos begitu saja ketika Rayyan menyesap salah satu ujung si kembar.


Ditambah dengan Rayyan yang memasuki lembah amazon dan bermain di sana, membuat Maysa menggelinjang hebat dan itu membuat Rayyan semakin terbakar oleh nafsu nya.


Rayyan pun segera memutar balik kan posisi nya dan mengeluarkan benda pusaka yang selama ini di simpan nya.


Tanpa berani memandang Maysa memejamkan mata nya, namun Rayyan mengarahkan tangan halus itu untuk menggenggam nya, terasa benda lembek lumayan keras itu tak cukup di dalam genggaman tangan mungil Maysa.


"Astaga kok jadi keinget botol parfum yang di rebutin kak Sasya sama kak Rahmat ya? apa jangan-jangan malam itu?" Batin Maysa dengan mata yang masih terpejam dan otak yang traveling ke malam pertama kakak nya.


Rasa takut Maysa pun muncul, ia adalah seorang gadis yang baru saja lulus SMA namun ia juga paham tentang pelajaran biologi namun yang membuat nya takut adalah benda pusaka itu semakin mengeras dan besar.


"Mana muat?" Gumam nya yang tak sengaja berucap, Rayyan yang mendengar kata-kata barusan yang keluar dari mulut Maysa pun melihat ada rasa takut di raut wajah istri nya itu.


Namun dengan pengalaman yang di dapat nya dari novel hasil sitaan itu, kembali Rayyan membuat Maysa melayang dengan kembali menjelajah lembah amazon yang sudah terasa basah.


Rasa takut yang tadi menyelimuti hati Maysa kini mulai terkikis oleh kupu-kupu yang menggelitik di sana.


"Maaaaassshh ayo" Ucap Maysa yang tanpa sadar mengarahkan benda pusaka itu kearah nya.


Rayyan yang tergerak pun segera mendorong memaksa untuk masuk, "Maaass ssaaakkiiiiittthhh" Teriak Maysa tertahan karena rasa sakit yang sangat perih di sana.


"Sabar sayang, sebentar lagi ya" Ucap Rayyan dengan nafas yang naik turun tak beraturan, kemudian ia mengecup mata Maysa yang terpejam, "Masih sakit?" Tanya Rayyan setelah melepaskan ciuman nya.


"Emm nggak mas" Ucap Maysa yang sedikit merasa lebih baik karena Rayyan tak bergerak.


Rayyan sejenak menarik nafas dan melesak kan benda pusaka itu ketempat nya hingga masuk seluruh nya.


"Maaaaaaaaassshhh" Teriak Maysa sambil mencengkeram punggung Rayyan dengan kuku-kuku yang menancap di sana.


Rayyan terlihat memejamkan mata ada rasa nikmat juga ada rasa perih di punggung nya, namun ia merasa ada sesuatu cairan hangat yang meleleh dibawah sana.


Setelah istirahat beberapa menit mereka melanjutkan nya hingga pelepasan terakhir mereka.

__ADS_1


Rayyan memeluk tubuh Maysa dari belakang dan mereka tidur bersama. Walau pun sang surya mulai meninggi tak membuat sepasang kekasih itu terganggu sedikit pun...


bersambung...


__ADS_2