
"Tan aku boleh tanya nggak?" Rahma menghadap ke arah Tania.
"Boleh kok, tanya apa?" Ucap Tania yang balik bertanya.
"Salah nggak sih kalau aku memutuskan tali persahabatan?" Tanya Ramah dengan air mata yang mulai membanjiri pipi nya lagi, gadis itu tak kuasa menahan rasa sakit yang berhasil menyayat hati nya.
"Memutuskan tali persahabatan? menciptakan permusuhan dong?" Tanya Tani yang tidak mengerti maksud Rahma.
"Bukan begitu, aku sudah lelah Tan, oh iya Tan aku tanya lagi ya, guna nya seorang teman apa sih?" Rahma bertanya sambil sesekali ia menyeka air mata yang membasahi pipi nya.
"Iya ngomong aja aku bakal dengerin kok, ya guna nya teman kan, untuk menemani kita dikala suka dan duka terkadang teman juga tempat kita curhat, ada juga teman yang bisa kita mintai pendapat, kadang teman adalah tempat ternyaman" Dengan sangat sabar Tania menjelaskan dan di dengarkan Rahma yang mungkin akan mulai curhat kepada diri nya.
"Lalu jika saran kita dan pendapat kita sudah tidak didengar nya? bahkan malah kita dianggap salah oleh nya, bagaimana?" Tanya Rahma.
"Eh kok gitu, sebenar nya ada apa sih? cerita aja, aman kok aku bakal dengerin" Tania berusaha meyakinkan Rahma.
" Aku tu lelah sebagai teman tapi setiap kali aku mengingat kan selalu saja tidak dianggap, bahkan baru saja aku diusir dari pertemanan nya, aku di anggap penghalang bagi rencananya" Ucap Rahma yang kembali pecah tangisan nya.
"Sudah-sudah kamu yang sabar ya, dah ikhlaskan saja, kamu sudah membuat keputusan yang benar jika sudah tidak di dengar atau pun di anggap berati kita sudah tidak di gunakan dong, ya sudah pergi adalah keputusan yang terbaik" Tania memeluk Rahma agar gadis itu dapat menenangkan pikiran nya.
Dalam perjalanan balik ke pondok Maysa bertanya pada Rayyan tentang sifat Fasha yang aneh sejak pagi tadi.
"Oh iya pak ustadz, Kak Fasha sejak tadi pagi kok aneh ya dia, kaya menghindari aku gitu, kenapa ya? barang kali pak Ustadz tau dia kenapa?" Tanya Maysa dengan tatapan mata yang sesekali melihat ke arah Rayyan namun ketika Rayyan balik melihat nya gadis itu malah mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.
"Mungkin dia lelah, Fasha itu asli nya pendiam, dia mulai mau berekspresi dan banyak bicara itu setelah mengenal kamu" Jawab Rayyan.
"Oo begitu, jadi Kak Fa nggak lagi marahkam sama aku? kok aku ngerasa nya dia kaya lagi nggak enak hati gitu lo" Maysa mengungkapkan apa yang tengah ia rasa kan saat itu.
"Ya... coba nanti kamu tanya kan baik-baik jika sudah bertemu langsung dengan nya, jelaskan semua nya supaya tidak ada kesalah pahaman diantara kalian" Jelas Rayyan dengan masih fokus mengemudi.
__ADS_1
"Oh iya, kamu sering berantem ya sebelum masuk pondok?" Pertanyaan Rayyan bagai petir di siang bolong, Maysa bingung mau menjawab apa, gadis itu bimbang jika ia jujur takut nya Rayyan ilfeel tapi kalau berbohong pasti suatu saat akan terbongkar dan menjadi maslah baru.
Maysa terdiam sejenak sambil menghela nafas guna mempersiapkan mental nya untuk menjawab pertanyaan dari calon suami nya itu.
"Ekhem... begini, jika saya jawab jujur pak ustadz jangan ilfeel ya sama saya!" Maysa mengantisipasi terlebih dahulu supaya Rayyan tidak akan berubah setelah ia bercerita.
"Jadi begini saya memang bocah nya pecicilan, urakan, kasar, kalau di kasih tau suka nya nyolot, bandel, tentu nya jika ada yang menantang saya lebih tertantang" Jelas Maysa.
"Saya kan cuma tanya May, kamu sering berantem ya?" Rayyan mengulangi pertanyaan nya
"Ya saya jelaskan dulu biar ustadz tidak salah paham begitu" Maysa dengan senyum canggung nya menjawab.
"Jawab saja May" Rayyan dengan pandangan lurus ke depan fokus dengan jalanan membuat Maysa bimbang.
"Iiiyah he'em saya dulu sering berantem" Jawab Maysa lirih. Rayyan mengelus pucuk kepala Maysa agar gadis itu tau bahwa Rayyan sama sekali tidak mempermasalahkan itu.
Fasha yang berjalan menyusuri lorong asrama putri sendirian, gadis itu tak sengaja melewati kamar Tania, ia melihat Tania tengah menenangkan seseorang.
Betapa terkejut nya Fasha ketika mendapati Rahma lah yang tengah dipeluk dan di tenangkan oleh Tania.
"Tan? aku tidak salah lihat kan? kamu bukan tipe teman makan teman kan Tan?" Ucap Fasha ya g melihat kedua nya begitu akur.
"Kak Fasha? "
"Fasha?" Tania dan Rahma pun tak kalah terkejut nya ketika mendapati Fasha sudah ada di dalam kamar Tania.
"Tidak, tidak kak, bukan begitu, kak Fa duduk dulu sini" Tania berdiri dan mendekati Fasha yang masih berdiri di ambang pintu untuk di ajak nya duduk.
"Memang nya seburuk itu kah diri ku? sampai Fasha saja melihat ku se kaget itu, teman makan teman kata nya? Astagfirullah, sabar-sabar, mungkin memang aku benar-benar harus menjauh dari Nur" Batin Rahma saat melihat Tania mendekati Fasha untuk menjelaskan semua nya.
__ADS_1
"Ayo kak, kita duduk dulu disini" Ajak Tania, kemudian mereka duduk di tepi ranjang milik Rahma.
Fasha masih duduk terdiam, apa yang di dapat nya hari ini cukup membuat nya terkejut, pertama ia melihat Maysa lebih memilih mengejar Rayyan dari pada mengejar diri nya untuk kejelasan sifat nya sejak pagi.
Kedua Tania yang tempo hari berada di pihak nya untuk membantu Maysa membongkar kelicikan Nur malah sekarang sedang berpelukan dengan Rahma yang notabe nya adalah teman satu genk dengan Nur.
"Sebenar nya ada apa ini? kenapa semua nya begitu rumit? apakah aku ini boneka bodoh yang tidak tau apa-apa? sedang kan kalian dibelakang ku mempermainkan ku?" Ucap Fasha yang langsung dipahami oleh Rahma.
"Bukan begitu Fa, kalau ku bilang aku sudah tidak lagi bergabung dengan Nur and the genk nya apa kamu bisa percaya?" Tanya Rahma yang membuat Fasha tambah berpikir.
"Rencana apa lagi yang akan kalian mainkan dibelakang ku?" Tanya Fasha dengan geram dan suara yang bergetar menahan tangis.
"Bukan, bukan rencana apa pun, aku benar-benar sudah tidak satu genk lagi dengan mereka!" Jelas Rahma, Fasha hanya menghela nafas, ia pun diam menunggu penjelasan dari Rahma mau pun Tania.
"Jadi pagi tadi kamu terhasut omongan Nur kan?" Fasha bertanya dari awal masalah hari ini. Fasha mengingat-ingat dan hanya mengangguk kan kepala nya.
"hem... Sebenar nya saat kau melihat Ustadz Rayyan pergi bersama Maysa siang tadi, aku berada di tempat yang tak jauh dari mu, di sana ada Nur juga, dia bilang inti nya dia mau bikin kamu dan keluarga mu itu tidak menyukai Maysa, dan itu sudah berhasil satu langkah karena tadi kamu sudah mulai memendam rasa benci kepada Maysa" Ucap Rahma, gadis itu berhenti sejenak.
"Lalu apa keuntungan mu? kenapa kau membocorkan rahasia teman mu?" Fasha akhir nya bertanya.
"Tidak! sekarang aku sudah tidak mau lagi ikut andil dalam rencana licik yang akan di mainkan oleh Nur lagi, aku lelah, aku nggak suka ada orang baik seperti mu yang akan di jadikan boneka oleh Nur" Jelas Rahma yang membuta Fasha mengerti.
"Jadi sekarang kau?" Tanya Fasha yang langsung di dahului jawaban oleh Rahma.
"Iya. aku sudah tidak lagi bersama mereka" Jawab Rahma.
"Tidak bersama siapa?" Namun tiba-tiba ada suara yang membuat ketiga santriwati itu terkejut, ketiga nya pun di buat kaget setelah melihat kearah pintu...
bersambung...
__ADS_1
yuk jempol nya jangan pelit buat kasih like, komentar dan juga klik favorit
ok guys see you...