Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Bonchap 3


__ADS_3

"Kak?" Ucap Maira dengan mengulurkan tangan, Aziz pun menoleh dan terkejut kedua nya sama-sama membelalakkan mata nya.


"Dia?" Batin kedua nya yang sama-sama mengerutkan alis nya.


"Kok kamu?" Ucap kedua nya setelah saling memandang.


"Loh? kok kalian kaget sih dulukan waktu masih kecil sering main bareng" Ujar Maysa menjelaskan.


"Jadi ini kakak? kak Aziz yang itu?" Tanya Maira dengan menunjuk wajah Aziz menggunakan jari telunjuk nya.


"Singkirkan jari telunjuk mu dari wajah ku!" Ucap Aziz dengan menggenggam jari telunjuk Maira.


"Lihat dia Ummah, dia sangat kasar tidak seperti kakak Aziz yang dulu sangat menyayangi Ira, bahkan tadi di tempat panahan dia selalu saja mencari gara-gara sama Ira" Gerutu Maira dengan wajah yang di tekuk.


"Tidak Mah, dia yang terlambat, Aziz hanya memberi hukuman kepada orang yang tidak disiplin!" Sangkal Aziz. Karena merasa terpojokkan Maira pun membelalakkan mata nya.


"Tapi Ummah, dia kasih hukuman nya nggak tanggung-tanggung, masa iya Ira yang cantik imut begini disuruh lari keliling lapangan, dia kakak senior yang kejam Ummah" Ucap Maira dengan berdiri dan berkacak pinggang, Aziz pun juga ikut berdiri dan menghadap ke arah Maira.


"Kau... " Belum selesai Aziz berucap tiba-tiba Sasya memegang perut nya.


"Aduh aaahhh!" Keluh nya ketika perut nya terasa kram saat itu.


"Kenapa sayang?" Tanya Rahmat yang saat itu duduk di samping Sasya.


"Perut ku terasa kram" Lirih Sasya, yang membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu berlari kearah nya.


"Kakak kenapa kak?" Ucap Maysa yang khawatir dengan kakak nya.


"Biar di berbaring dulu saja" Ucap Zulfa dengan membuka tas nya.


Zulfa mengeluarkan stetoskop dari dalam tas nya dan segera memeriksa perut Sasya.


"Kamu terlambat datang bulan Sya?" Tanya Zulfa setelah selesai memeriksa putri sulung nya itu.


"Hah? terlambat?" Lirih Sasya dengan pikiran yang terbang melayang mengingat kapan terakhir dia datang bulan.


"Masya'Allah seperti nya hampir dua bulan ini bun, mas yang bulan kemarin masih ingat tidak pas Sasya bilang kok tamu nya tidak datang-datang gitu?" Ucap Sasya mengingatkan Rahmat.

__ADS_1


"Oh iya sayang, mas ingat kok" Ucap Rahmat yang masih mengingat dengan jelas.


"Jadi kakak hamil bun?" Tanya Maysa dengan keantusiasannya,


"Iya May, Sasya hamil" Jelas Zulfa dengan senyum yang mengembang.


"Jadi Aziz mau punya adik selain Maira?" Tanya Aziz dengan mode rusuh nya yang mulai on.


"Maksud kak Aziz apa ya?" Tanya Maira yang tidak begitu bersahabat.


"Ya Aziz seneng aja bakal punya adik lain selain kamu, jadi bisa tu Aziz main sama adik yang penurut dan tidak bandel kaya kamu" Dengan enteng nya Aziz berkata.


"Ummah! lihat kakak!" Maira pun mengadu kepada Maysa.


"Aziz jangan gitu dong sayang" Ucap Maysa berusaha meredam keributan.


"Hilih apa an suka nya ngadu!" Aziz bersembunyi di belakang Maysa dengan mencibir Maira.


"Iiiiiihhh Ira nggak suka ya! itu Ummah nya Ira, jangan di pegang-pegang!" Ucap Maira dengan berusaha memeluk Maysa dan menarik nya namun siapa sangka Rayyan malah menarik Maysa ke dalam pelukan nya dan Maira dengan sekuat tenaga malah menarik lengan Aziz dan dipeluk nya tubuh kakak angkat nya itu.


BRUGH!!


Sejenak mereka saling bertukar pandangan namun tak bertahan lama karena Rayyan segera menarik tubuh putri nya agar segera menjauh.


"Kalian ini! kalian kan sudah dewasa tidak baik jika bertatapan mata lebih dari tiga detik!" Rayyan menasehati kedua bocah itu.


Aziz dan Maira pun tiba-tiba terdiam dan hanya mampu menundukkan kepala nya.


"Ayo sayang kita siapkan buat makan malam bersama" Ajak Maysa yang segera menarik tangan Maira untuk di ajak nya ke dapur.


Setelah makan malam mereka pun berbincang santai, dan ketika waktu menunjukkan pukul sepuluh malam mereka pamit untuk pulang.


"Apa tidak sebaik nya menginap saja di sini?" Sara Maysa yang mengkhawatirkan Sasya.


"Tidak May, kakak baik-baik saja kok" Ucap Sasya, yang memang sudah membaik. Tak ada alasan untuk Maysa menahan kakak nya agar menginap di istana kecil nya itu. Mereka berlima pun pamit dan meninggalkan rumah Maysa.


Maysa, Rayyan dan juga Maira pun mengantarkan mereka sampai teras depan, dan ketika Semua sibuk melambaikan tangan dan membuka pintu mobil Aziz mencuri pandang ke arah Maira dan gadis itu tak sengaja memandang pemuda itu dan saat itu lah Aziz sengaja mengedipkan salah satu mata nya yang membuat Maira membelalakkan mata nya, seketika gadis itu merasa kan debaran yang berbeda pada jantung nya.

__ADS_1


"Astaghfirullah, kakak macam apa dia itu?! tidak-tidak, dia bukan kak Aziz yang dulu, dia pria aneh yang suka mencari gara-gara, lihat saja mata nya yang genit" Batin Maira yang sejenak menundukkan kepala nya dan ketika ia melihat ke arah Aziz, pria itu telah masuk ke dalam mobil nya.


"Ayo sayang kita masuk, diluar dingin" Ajak Maysa yang sudah melangkahkan kaki nya melewati ambang pintu.


"Ah iya Ummah" Ucap Maira dengan gelagapan, dan segera ia masuk ke dalam rumah.


...****************...


Tengah malam sekitar pukul 12.15 WIB...


Di dalam sebuah kamar Aziz terlihat tengah duduk manis di depan laptop nya, ia terlihat serius dengan senyum-senyum kecil yang menghiasi bibir nya.


Ya ternyata diam-diam ia mencari akun media sosial Maira.


"Benarkah ini dia? sungguh berbeda dengan asli nya, lihat lah sifat dingin nya, dan juga sorot mata elang nya" Gumam Aziz yang terus saja menscrool tombol laptop nya.


Pemuda itu mengagumi gadis yang sedari pagi tadi selalu mencari masalah bersama nya, namun dengan begitu ia bukan nya jengkel atau pun benci, ia malah semakin gemas dengan gadis itu.


"Kalau saja dia bukan saudara ku, mungkin... " Aziz tak melanjutkan kata-kata nya karena ia tak sanggup untuk mengakui rasa yang mungkin tengah tumbuh di dalam hati nya, ia tak mau sakit hati karena rasa yang ia ciptakan sendiri, pemuda tampan itu pun segera menutup laptop nya dan berjalan menuju ranjang nya, perlahan ia merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk yang berbalut seprai halus.


Baru saja ia memejamkan mata nya tiba-tiba adegan ia yang tengah menolong Maira yang hampir jatuh di tempat panahan siang tadi terlintas seperti gambaran yang nyata.


"Astagfirullah, kenapa terus teringat tentang dia" Aziz mengacak rambut nya kemudian membenamkan wajah nya di tumpukan bantal.


Disisi lain di waktu yang sama Maira terbangun dari tidur nya seperti biasa ia melaksanakan ibadah tengah malam, namun setelah selesai mengerjakan sholat gadis itu malah kehilangan rasa kantuk nya, ia pun meraih gawai tipis yang ada di atas nakas, dan mulai lah ia berselancar di dunia Maya, tak sengaja ia menemukan akun media sosial yang berfoto profil seperti seseorang yang sangat lah tidak asing bagi nya.


"Siapa dia? kok kaya... " Maira terlihat tengah berpikir, dan untuk pertama kali nya ia mengagumi seseorang yang berbeda gender dan mungkin usia nya hanya beda satu tahun.


"Masya'Allah, Idol kali ya? kok bisa Perfect gini, emang makhluk ciptaan Mu sungguh indah ya Allah, eh satu kampus... " Gumam Maira ketika membaca bio data sosok yang ia kagumi.


"Loh? ikut club panahan juga" Gumam nya lagi dan pada akhir nya, "Astaghfirullah!!!" Teriak nya yang kemudian segera Maira menutup mulut nya.


"Ternyata kak Aziz?" Terkejut setelah mengetahui semua nya, gadis itu pun kembali men scrool foto-foto Aziz, dan betapa tersanjung nya ia ketika mendapati foto diri nya yang saat itu masih kecil mencium pipi Aziz.


"Aaaaaaaaaaa... kok aku agresif banget sih...


Readers!!! mana suara nya?!

__ADS_1


Lanjut lagi nggak nih bonus chapter nya? komen banyak-banyak ya! 🥰🥰🥰


__ADS_2