Mengejar Cinta Pak Ustad

Mengejar Cinta Pak Ustad
Sempat dicurigai


__ADS_3

Malam hari setelah sholat isya Abah mengumpulkan para pemuda untuk di ajak nya membahas persiapan pernikahan untuk Maysa dan juha Rayyan.


"Tapi bah bukan kah Maysa itu masih sekolah?" Tanya salah satu Wahyu yang termasuk Santriwan aktif dan cekatan jika di mintai bantuan.


"Pernikahan mereka hanya melakukan ijab qobul saja, tidak seperti ustadz Rahmat kemarin" Sela Haidar yang memang sudah mengetahui duduk permasalahan nya.


"Din lebih baik kau panggil ustadz Rayyan dan juga Maysa biar kita enak bahas nya kalau ada calon mempelai nya" Sambung Haidar, akhir nya Zainudin di teman i oleh Wahyu mencari Rayyan dan juga Maysa.


Mereka bertemu Rayyan yang kebetulan berjalan menuju ruangan Abah.


"Assalamu'allaikum ustadz Rayyan, ustadz sudah di tunggu Abah" Ucap Wahyu dengan sopan.


"Waalaikumussalam, Iya terimakasih" Sahut Rayyan dengan ekspresi dingin nya.


"Lah kalian mau kemana?" Tanya Rayyan yang melihat Wahyu dan Zainudin melanjutkan langkah mereka ke arah yang berlawanan dengan Rayyan.


"Kami ditugaskan untuk mencari Maysa" Jelas Zainudin.


Rayyan hanya mengangguk kan kepala nya tanda ia mengerti. Mereka berpisah di sana.


Maysa berjalan mendekati Nando dan juga Anita. "Ada apa? kenapa kalian lari-lari?" Ucap Maysa yang sudah berada di depan gerbang pondok.


"Ntar malem ada balapan" Dengan nafas yang ngos-ngosan Nando menyampaikan berita itu, Maysa menoleh ke kiri dan ke kanan


"Ayo jangan bahas di sini!" Ucap Maysa kemudian mereka menyebrangi jalan dan duduk di pangkalan martabak.


Zainudin dan juga Wahyu setelah mencari Maysa ke sana-kemari tidak ketemu akhir nya mereka berjalan menuju masjid.


"Kalau di sana juga tidak ada gimana Din?" Tanya Wahyu yang mulai lelah.


"Nanti kita bikin laporan orang hilang" Ucap Zainudin yang langsung mendapatkan jitakan dari Wahyu "PLETAK!"


"Sakit Yu!" Zainudin meringis sambil mengelus kepala nya yang berdenyut gegara di jitak Wahyu.


Mereka terus berjalan menuju masjid, dan sesampai nya didepan masjid mereka berdua bertemu dengan Fasha yang baru saja keluar dari dalam masjid.


"Assalamu'allaikum kak Fasha" Ucap Wahyu dan Zainudin bersamaan.


"Waalaikumusslam, kalian pada mau kemana?" Tanya Fasha.


"Kita disuruh mencari Maysa, Kak Fa tau nggak May dimana?" Tanya Wahyu yang membuat Fasha terkejut dan juga takut kalau mereka berdua sampai melihat Maysa bertemu dengan teman-teman balap motor nya


"Astagfirullah aku harus bagaimana? Maysa pasti masih di pangkalan seberang sana, jika mereka berdua sampai melihat Maysa bisa bahaya, lebih baik aku mengalihkan tempat pencarian mereka aja lah" Batin Fasha yang takut Maysa ketahuan bertemu dengan teman-teman balap motor nya.

__ADS_1


"Maysa ya? em itu tadi dia sudah keluar dari masjid, lumayan lama, iya lumayan lama" Jawab Fasha dengan sedikit gugup.


"Oh berati disini nggak ada Yu!" Ucap Zainudin, namun tanpa sengaja Wahyu melihat kearah luar pondok tepat nya ia melihat pangkalan martabak.


"Yu Wahyu!" Panggil Zainudin yang hendak meninggalkan halaman masjid.


"Eh iya apa?" Sahut Wahyu yang gagal fokus karena ia melihat Anita yang ada di pangkalan martabak.


"Ayo, yang kita cari nggak ada disini!" Ajak Zainudin.


"Din ada mbak-mbak teman nya Black Angel Din, siapa tau Black Angel ada di sana!" Ucap Wahyu yang langsung berlari menyebrangi jalan raya.


"Teman nya Black Angel?" Zainudin terdiam sejenak, namun kemudian ia tersadar.


"Ooo yang itu!!" Sontak Zainudin pun langsung mengikuti Wahyu yang sudah lebih dulu berlari kearah Anita.


Fasha yang ditinggalkan sendirian di depan masjid pun ikut berlari mengikuti Zainudin dan juga Wahyu.


Sesampai nya mereka bertiga di pangkalan martabak sungguh mengejutkan Maysa.


"Permisi kak, kakak ini teman nya Black Angel kan?" Sapa Wahyu yang telah sampai lebih dulu dari Zainudin dan juga Fasha.


"Eh... siapa ya?" Tanya Anita.


"Kita yang tempo hari bertemu di tempat balapan kak, kita fans nya Black Angel" Sahut Zainudin.


Wahyu menyadari ternyata ada gadis berhijab yang duduk si depan nya dengan posisi membelakangi diri nya.


"Loh ini? jangan-jangan dia Black Angel! Wah senang sekali bisa bertemu disini" Ucap Wahyu yang membuat Anita langsung panik karena saat itu Maysa tidak mengenakan cadar nya.


"Ah em itu... ini... " Anita bingung hendak menjelaskan bagaimana. Maysa pun langsung mendapatkan ide saat penjual martabak berkata.


"Mbak martabak nya sudah jadi" Kata penjual martabak, Maysa langsung berdiri daru tempat duduk nya dan berjalan kearah penjual martabak.


"Makasih ya mas, nanti dia yang bayar" kata Maysa yang meraih martabak itu dan berbalik menghadap kearah teman-teman nya.


"Loh May kamu disini?" Wahyu terkejut ketika mengetahui Maysa lah yang dia kira sebagai Black Angel.


"Iya, kebetulan ketemu sama teman nya Black Angel dan dia lagi baik hati kata nya ini martabak buat kita para fans nya gitu" Jelas Maysa.


"Waaaahh kamu juga tau Black Angel?" Zainudin berjalan mendekati Maysa.


"Iya, dulu aku juga sering nonton dia balapan kok, he'em" Jawab Maysa berusaha mencari alasan.

__ADS_1


"Em begitu? motor Black Angel sebelum nya apa kalau kamu memang benar-benar fans nya?" Wahyu ingin memastikan kalau Maysa benar-benar satu server dengan nya.


"Ya pasti tau dong! " Jawab Maysa mantap, sedangkan Nando, Anita dan juga Fasha memijat kening mereka masing-masing.


"Motor nya apa coba?" Wahyu bertanya dengan nada sedikit menantang.


"Motor nya Ninja Kawasaki warna hitam, dia juga nggak pernah buka cadar nya kalau balapan, aku juga penasaran seperti apa rupa asli nya" Ucap Maysa supaya Wahyu dan juga Zainudin tidak curiga.


"Oh iya kak, makasih ya martabak nya, kita masuk dulu sudah malam


Assalamu'allaikun" Ucap Maysa


"Waalaikumussalam" Ucap Anita dan Nando bersamaan.


Maysa bersama dengan ketiga santri lain nya pun berjalan memasuki area pondok dengan membawa dua bok martabak.


"May langsung ke ruangan Abah ya, ditunggu dari tadi kita nyariin kamu" Ucap Zainudin


"Eh ada apa?" Tanya Maysa


"Kata Abah membahas rencana pernikahan mu dan ustadz Rayyan" Wahyu menimpali, Maysa pun menganggukkan kepala nya tanda ia mengerti.


"Berarti ustadz Rayyan juga ada di sana, duh rasa nya malas sekali bertemu dengan nya" Batin Maysa dengan sesekali menghela nafas.


"Hey kamu ini kenapa?" Bisik Fasha, namun Maysa hanya menggelengkan kepala nya, ia sedikit pun tak mau menceritakan isi hati nya kepada Fasha karena Fasha adalah adik kandung dari calon suami nya, yang ditakutkan gadis itu saat menceritakan kepada Fasha, bukan nya jalan keluar yang di dapat nya malah salah paham yang akan menambah masalah. Maysa hanya diam saat Fasha memasang raut wajah penasaran.


Di dalam ruangan Abah...


Rayyan sedikit gelisah karena Maysa yang sedari tadi tidak sedikit pun menatap nya.


Haidar yang menyadari kondisi itu pun langsung bertanya ketika Abah meninggalkan ruangan itu.


"Kalian ini kenapa?" Tanya Haidar yang melihat kearah kedua calon pengantin itu.


Lagi-lagi kedua nya hanya diam, Haidar sampai menggelengkan kepala nya heran.


"Biasa nya seperti kupu-kupu yang bertemu bunga, nah ini? mendadak jadi es batu semua" Ucap Haidar.


"May cerita lah" Ucap Fasha dengan nada yang lembut.


Maysa akhir nya membuka suara setelah ia menghela nafas beberapa kali.


"Saya tidak suka dengan laki-laki yang tidak tegas!" Ucap Maysa dengan sedikit penekanan.

__ADS_1


"Tidak tegas?...


bersambung...


__ADS_2