
Setelah makan dari restoran itu andre sama sekali tak mau bicara pada lusi wajahnya begitu masam sedangkan Radit ia terlebih dahulu pergi mengantar Ana.
Setelah mereka sampai di rumah Andre langsung pergi meningalkan lusi di mobil dan masuk ke dalam rumah.
Lusi mengejarnya dengan tergesah gesah lalu segera meraih tangan peria itu.
"Tunggu tuan, apa anda masih marah pada saya. Waktu itu saya hanya berbicara sembarangan."
Andre melepas tangan lusi lalu ia menoleh pada gadis itu "Lainkali jangan berbicara sembarangan seperti itu di depan orang, mereka pasti akan berfikir jika rumah tangga kita sedang tak baik-baik saja."
Lusi membuka tasnya lalu ia memberikan hp andre "Ini hp mu ku kembalikan,tapi jangan lagi marah pada ku."
Andre melihat hpnya namun ia tak mungkin mengambilnya maka lusi akan semakin curiga padanya.
"Tak usah, kamu pegang saja. Agar kamu Percaya kalok aku takan pernah berselingkuh dari mu. Dan sekarang pergilah lebih dulu mandi aku mau ke ruang keja ku sebentar."
Lusi mengangguk lalu segera pergi sedangkan lusi berguma dalam hati 'Dia pasti mengirimkan pesan pada wanita itu melalui laptopnya.'
Lusi mengepalkan tanganya, lalu ia segera pergi.
Benar saja sesampai andreas di ruang kerjanya ia langsung mengirim pesan pada Zahra "Sayang, untuk berapa hari ini sepertinya aku tak bisa menelfon mu lagi atau pun mengirim pesan, karna wanita jelek itu sudah mulai curiga pada ku."
Dan zahra yang pada saat itu sedang online langsung membalasnya "Tak papa. Selagi itu bisa membuat hubungan kita tidak ketahuan ."
Tanpa mereka sadari jika lusi juga dapat membaca pesan mereka dari hp Andreas karna peria itu tak tau jika lusi mengetahu kata sandi hpnya.
"Kita lihat saja hari ini, bagai mana gadis jelek ini akan menggoda mu."
Lusi tersenyum miring lalu menghapus jejak aplikasi yang ia buka pada Hp suaminya, setelah itu ia menaruh hp itu kembali ke dalam tasnya.
Lau lusi segera ke kamar mandi tak lupa ia membawa sebuah pakian yang sudah ia siapkan untuk malam ini.
Sedangkan ande kembali fokus untuk memeriksa sedikit email yang masuk karan besok ia harus bekerja lagi.
Setelah ia memeriksa semua email yang masuk andreas memutuskan untuk menyusul lusi ke kamar dan pada saat pintu terbuka lusi tak terlihat.
"Sepertinya masih mandi."
Andre berjalan ke kasur lalu ia mulai membaringkan tubuhnya ke kasur ia berusaha membayangkan tubuh seksi Zhara namun selalu saja gagal karan sosok lusi selalu yang muncul.
__ADS_1
Hingga terdengar pintu kamar mandi terbuka.
"Sealmat malam tuan."
Andre sontak menoleh ke arah sumber suara dan seketika ia di buat tak bisa berkata kata.
"Bagai mana, apa aku cocok saja memakai pakaian ini."
Lusi terlihat malu malu karan saat ini ia memakai bando kelinci berwarna hitam dan dan sebuah lingerie yang begitu ketat pada tubuhnya sehinga memperlihatkan le*uk tubuhnya dan bahkan da*anya seakan keluar karna saking Ketatnya.
Andreas bangkit dari baringnya lalu mendekat pada lusi.
"Astaga sayang dari mana kamu mendapat pakaian ini??"
"Ini pakaian yang di berikan pada saat pernikahan kita, aku juga membaca surat yang ada di dalamnya, kalok gak salah ini dari Sahabat mu kalok gak salah namanya Aries."
Guma adreas dalam hati 'Sialan tu anak, berani sekali kamu memberikan pakaian yang menggoda iman ku seperti ini."
Lusi menatap andreas "Apa aku terlihat jelek??, kalok demikian aku akan mengganti baju ku saja." Pada sat lusi berbalik.
Andre langsung menahannya "Kamu terlihat cocok memakainya."
Andre membalikan badan lusi, lalu ia langsung mengangkat gadis itu.
Lusi tersenyum lalu melingkarkan tangannya di leher andre sambil tersenyum.
"Lalu apa yang harus anda tunggu lagi??"
Andres tersenyum lalu segera membawa lusi ke kasur.
...***...
Sedangkan di sebuah kamar terlihat sepasang suami istri akan mulai tidur.
"Sayang bagai mana hubungan mu dengan peria itu."
Zahra tersenyum lalu memeluk Reno "Tenang saja, semuana berjalan dengan baik, aku hanya tinggal membuat namanya rusak di luar sana sehingga ahli waris perusahaan akan turun pada mu."'
Reno terlihat bahagia "Aku bangga memiliki istri yang bisa di andalkan seperti ini."
__ADS_1
Reno tak hentinya men*ium wajah Zahra sedangkan wanita itu terlihat geli.
"Apa kamu tau, ketika kalian berhubungan di hotel, saat itu aku sangat cemburu. Ingin sekali aku mendobrak kamar itu dan langsung menghajarnya namun nama mu akan rusak jika aku melakukan itu."
Zahra membelai wajah suaminya "Kamu jangan kawatir, lagi pula aku juga meinum obat kon*rasepsi dan juga pada saat kami berhubungan dia memakai pengaman jadi kamu tak perlu hawatir.
Lagi pula sekarang ini aku dalam masa datang bulan jadi kamu tak perlu hawatir tak ada be*ih dari peria bodoh itu dalam rahim ku."
Reno semakin gemes pada istrinya lalu ia mencium bibir istrinya sebentar, tak lama terdengar di luar seseorang mengetuk pintu kamar.
Sontak Reno menoleh pada pintu kamar "Astaga siapa yang malam begini mengganggu suami istri sedang bermesraan."
Zahra tertawa kcil sedangkan Reno dengan kesal turun dari ranjang lalu segera membuka pintu kamar rupanya yang mengetuk itu adalah mamanya.
"Mama ngapain sih malam malam mengetuk pintu kamar orang, mama kan tau sendiri Reno perlu waktu kosong bersama istri jangan terus terusn di ganggu."
Mamanya menghela napas pelan "Bagai mana pekerjan mu??"
"Apa??"
Mamanya menatap sinis putranya "Apa sampai sekarang kamu belum menemukan koruptor perusahaan kita??"
"Itu urusan polisi yang menangani kasus itu, buakn urusan Reno."
"Tapi tetap saja kamu harus ikut campur, agar ayah mu dalat mempercayai mu untuk bisa mengurus perusahaan lainya.
Apa kamu tau, jika Andres di minta ayahmu dan kakekmu untuk mengatasi masalah perusahan kita yang ada di jerman. Apa kamu tau itu artinya apa??"
"Apa artinya??"Reno terlihat begitu tak peduli
"Itu artinya ayah mu dan kakek mu sudah mempercayakan dia untuk mengatasi masalah yang lebih besar lagi dan kemungkinan dia yang akan mendapatkan ahli waris."
"Iya, Reno tau. Tapi reno memiliki cara tersendiri untuk mengatadi masah ini, jadi mama tak perlu hawatir karna perusahan itu tetap akan jatuh ke tangan reno tanpa harus caper pada ayah dan kakek, yang hanya dapat menguras tenaga ku dengan sia-sia."
"Apa rencana mu katakan pada mama."
Reno tersenyum "Rahasia, udah ah mama ini lebih baik segera kembali ke kamar sebelum ayah pulang nanti."
Reno mendorong mamanya keluar lalu ia pun menutup pintu.
__ADS_1
"Dasar anak ini, selalu saja merahasiakan sesuatu pada ku."
Bersambung.....