Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Serius


__ADS_3

pada pukul 8 pagi sandra dan mina datang bersama gafin dan rangga untuk menjenguk andre.


Dan mereka di antar oleh radit ke rumah sakit sebelum berangkat ke kantor, sekaligus ia ingin mengantar berapa pesanan andre.


Pagi itu kamar andre sedikit ramai karna kehadiran mereka.


"Bagai mana kondisi mu nak??"


"Sudah baik saja ibuk mertua."


Lusi yang duduk di sebelah andre diam-diam mencubit paha peria itu dari balik selimut.


Sedangkan mina di panggil begitu sedikit kurang nyaman"Pangil mama aja."


"Baik mama."


"Ketika mama mendengar berita kamu di tikam mama sangat terkejut, memang bagai mana kronologis , kok bisa kamu sampai tak tau jika ada orang yang mengikuti mu??"


Andre pun menceritakan kronologis pada mina dan sandra dam dua orang itu mendengarnya dengan seksama.


Sandra sedikit kesal "Apa di aparteman mu itu tak ada satpamnya, bagai mana bisa kecolongan begini??"


"Justru itu juga yang membingungkannya, hari itu sama sekali tak ada satpam yang bertugas dan ketika di tanya penyidik apa alasan mereka tak masuk rupanya karns jadwal jaga mereka di ubah hari itu, dan yang membingungkannya lagi jika jadwal di ubah mestinya malam itu tetap ada satpam yang berjaga."


"Loh kok bisa, seharusnya ada orang."


"Itulah yang sedang polisi cari tau sekarang."


"Semoga penjahat itu segera di temukan."


"Semoga saja.."


Tak lama terdengar suara gafin "Mama, gafin mau donat lagi."


Lusi menoleh pada anaknya lalu ia bangkit dan menghampirinya.


"Udah , nanti siang lagi. Kamu itu sudah memakan 4 buh donat."


"Tapi mama Gafin mau lagi."


"Gak boleh, gafin jangan cerewet atau mau mama tingalkan lagi nanti sama nenek!!."


Seketika wajah gafin berubah sedih seakan ia akan meangis.

__ADS_1


"Lusi biarkan saja ia memakan lagi."


"Andre, dia susah makan 4 buah, itu sudah cukup banyak."


Tak lama terdengar suata mina "Biarkan saja lusi, lagi pula hanya untuk kalia ini saja, jangan terlalu mengekangnya."


"Mama kan tau sediri jika Gafin itu gak boleh terlau makan makan yang manis."


"Iya mama tau tapi tidak salah di makan untuk kalia ini saja."


Lusi menghela napas panjang lalu menoleh pada anaknya "Yasudah mama kasih satu lagi tapi janji ini yang terakhir untuk pagi ini sisanya siang."


Gafin mengangguk lalu lusi mengambil satu lagi untuknya lalu memberinya pada gafin dan anak itu kembali ke kasur bersama Rangga.


Tak lama pintu ruang rawat terbuka dan rupanya yang datang ada Haris.


Ia terlihat membawa berberapa buah "Loh sandra kamu ada di sini juga??"


Sandra bangkit lalu menghampiri haris dan merek bersalaman "Ya, karna aku ada pekerjan di sini."


"Oh." Lalu haris masuk dan menaruh buah tadi dia tas meja lalu ia duduk di sofa di ikuti sandra.


Sedangkan lusi langsung kembali ke duduknya.


"Itu tandana lusi sayang sama gafian ma makanya keras jadinya."


Andre menjwabnya "Ya tapi tetap aja jangan memaksakan kehendak mu pada dia, cukup kamu tegur dengan cara halus saja jangan kamu kasarin, karna anak seusianya masih dalam masa belajar.


Dan ketika ia mengalami hal yang tak mengenakan maka ia akan meningat kata kata ibunya, itu sebabnya haluslah dalam berkata"


Tak lama terdengar suara mina "Tu dengar sediri apa kata nak andre, apa yang ia katakan itu benar.


Waktu kamu kecil mama mana pernah marahin kamu kek gitu paling mama akan menjealskan pada mu mana yang salah dan mana yang benar, karna mama tau jiks mama melarangmu dengan kasar kamu bisa saja akan menjadi anak bandel yang tak mau mendengarkan kata orang tua."


Lusi terdiam ia kali ini di omeli oleh dua orang "Lalu apa yang harus aku lakukan??"


"Cobalah bersikap lembut, kamu itu jangankan sama anak sama aku aja ngomongnya suka kasar.


Coba kamu lihat mama mu, mau dia marah ,atau pun ngomong biasa dia tetap terlihat lembut."


"Memang kamu benar melihat ibuk ku marah??"


"Tidak sih, namun jika di lihat kedekatan gafin dan mama mu aku jadi tau jika mama mu pasti selalu bersikap lembut padanya."

__ADS_1


Lusi mendengus kesal "Iya iya."


Sedangkan di sofa haris awalnya hannya membirkan topik yang ringan hinga ia betalih ke topik yang cukup serius.


"Pak Sandra sebenarnya ada hal serius yang mau saya bicarakan dengan anda, sebelumnya saya ingin membicrakan ini dengan lusi dulu namun ketika di pikr lagi, sepertinya sebaiknya saya membicarakan masalah ini lebih dulu dengan anda."


Sandra mulai serius "Tentang apa tuan haris??"


"Saya dan ayah saya lukman sudah mengambil keputusan untuk menjadikan Gafin sebagai pewaris dari Sejahtra Abadi grup."


Sandra yang mendengar hal itu terkejut "Loh tanggung jawab sebagai seorang pewaris tidak muda apa lagi bagi cucu saya yang memiliki keterbatasan."


"Aku tau, itu sebabnya kami berencana untuk mendonorkan mata untuknya, dan kami sudah menemukan satu namun orang itu berada di luar negri dan hidupnya sebentar lagi.


Ia ingin mendonorkan matanya sebelum kematiannya, itu sebabnya kami ingin membicrakan ini sekarang, kita tak tau bagai mana nanti kondisinya esok atau lusa nanti."


Haris terdiam lalu ia berpikir sejenak dan berguma dalam hati "Aku tau memilih seorang pewaris dari Sejahtra Abadi grup itu tak muda karna banyak syaratnya.


Jika di pikir lagi jika andre tak mungkin bisa menjadi pewaris setelah sekandal besar yang sudah metusak namanya, namun kenapa hak waris tidak turun pada reno karna secara peria itu juga berdarah keluarga ini.


Apa mungkin ada syarat yang tidak ia penuhi sehingga membuatnya tak terpilih."


Setelah cukup berpikir akhinya Sandra memberi jawaban "Mohon maaf sebelumnya , aku belum bisa memberi jawaban pada kalian, secara akau juga harus membicarakan ini dengan putri ku."


"Ya, tak masalah aku juga akan pelan pelan memberi taunya, karna hannya gafinlah satu satunya yang dapat kami harap. Kami tak bisa membiarkan perusahaan yang sudah di bangun buyut kami hancur begitu saja hanya karna tak memiliki keturunan yang memenuhi syarat."


Dan setelah pembicaran seris itu mereka pun kembali membicarakan topik yang ringan sehingga kembali mencaikan suasana.


Tak lama gafin dan Rangga datang "Gain duduk sama kakek gafin Rangga duduk sama papa rangga."


"Kakek gafin di mana??"


Haris meraih tangan Gafin "Kakek di sini, kemarilah duduklah di pangkuan kakek."


Gafin pun di tarik dan langsung duduk di pangkuan haris sedangkan rangga duduk di pangkuan ayahnya.


Dari jauh mina dan lusi melihat mereka "Lusi coba kamu lihat mereka, padahal seingat mama mereka baru kemaren mereka habis belajar berjalan dan lihat sekarang mereka sudah pandai berjalan dan bahkan berbicara, memang waktu 5 tahun tak terasa."


"Mama benar."


"Bagiaman ulang tahun gafin tahun ini apa kalian akan merayakannya bersama."


Bukannya lusi yang menjawab justru andre "Tenang saja, andre sudah menyiapkan segalanya."

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2