Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Referensi


__ADS_3

Pada pukul 5 sore lusi sudah sibuk di dapur untuk memasak makan malam.


Tak lama gafin datang lalu ia menarik bangku medekat lusi dan berdiri dia atas bangku itu.


"Mama gafin juga mu bantu."


"Bentar dulu, nanti mama carikan kerjaan untuk gafin, apa gafin udah cuci tangan??"


"Sudah tadi dari kamar."


Lusi memberikan  dua butir telur pada anaknya dan satu mangkok.


"Pecahkan dua telur ini."


"Baik mama."


Lulu gafin mulai memecahkan  telur itu dan membukanya di atas mangkok yang lusi berikan tadi.


Dari jauh andars datang menghampiri mereka dan hal pertama ia lakukan adalah mencium lusi dan gafin.


(Umah..)


Setelah mencium lusi andreas melihat masakan yang lusi tengah masak "Apa yang sedang kamu masak sayang??"


"Aku membuat opor."


"Dari aromanya enak, aku jadi lapar. Apa ada yang bisa ku bantu."


"Kamu lihat saja anka mu, apa dia sudah selesai ."


Andras tersenyum lalu menghampiri anaknya yang baru selesai


"Anak papa lagi buat apa."


(umah...)


"Ih geli papa."


"Mama tadi tannya udah selesai."


"Udah papa."


"Wah anak papa pintar sekali."


Tiba tiba terdengar suara Haris yang berlari dari arah belakang menghampiri mereka.


"Andras tolong urusan perusahaan kamu yang gantikan papa, papa harus segera kembali ke jerman."


Andars menoleh ke belakang"Dadakan sekali memang ada masalah apa??"


"Sekertaris reno sudah di temukan dan ia juga sudah mengaku pada kepolisan namun Katanya reno,dan pergi tanpa tanpa membawa barang-barang berharganya dan saat ini ia sedang di cari."


"Yasudah akan Andras gantikan papa,dan nanti hati hari di jalan."


Lusi berbicara "Papa apa mau membawa makan dari rumah atau nanti makan di luar saja."


"Cari makan di luar saja nanti. Papa pergi dulu."Lalu haris segera pergi .


"Apa lagi yang terjadi ini."


"Mungkin saja ia sengaja tak membawa barang-berangnya agar ia tak mudah di temukan oleh kepolisian di sana."


"Tapi gak mungkin hal itu terjadi kan kamu tau sediri dia tak bisa hidup tanpa uang dan tak mungkin ia menghilang begitu saja tanpa membawa barang berharganya."


"Udahlah fokus saja memasak, habis ini kita sarapan dan istirahat."


"Ya."

__ADS_1


Lusi segera menyelesaikan masak-masaknya baru mereka makan malam.


"Mama gafin mau telur."


"Iya."lusi menaruh satu telur di piring gafin dan di sebelahnya di taruh osengan wartel dan kol.


Setelah itu baru ia menaruh satu cantong nasik di piring Gafin.


"Ayo makan itu dulu kalok habis baru tambah lagi."


"Iya mama."


Sedangkan andras terus menyodorkan piringnya namun selalu di abaikan lusi dan lusi mengutamakan mengambil untuknya dulu.


"Sayang ambilkan juga untuk ku."


"Iya sebentar."


Setelah selesai mengisi piringnya baru lusi mengisi piring andreas dan karna ia tau selera Andreas jadi dia udah tau apa yang harus ia isi dan berapa porsinya.


"Ini pa."andre kenerima piringnya dengan senyuman "Terima kasih sayang."


Lalu mereka mulai makan dan saat makan tiba tiba terdengar suara hujan yang turun cukup deras.


Dan karna suhu mulai dingin mereka segera menyelesaikan makan mereka baru kembali ke Kamar dan saat itu lusi lebih dulu mengantar gafin tidur.


dan cukup lama ia di kamar gafin baru anak itu perlahan tertidur lalu lusi bangkit dari duduknya dan menarik selimut untuk menutup tubuh anaknya,sampai ke dadanya, kemudian ia mencium keningnya.


"Selamat tidur pangeran tampan ku."


Tak lama pintu kamar terbika "Apa dia sudah tidur??"


"Baru saja."


Lusi menghampiri andre lalu mereka berjalan beriringan ke kamar sebelah anaknya yang merupakan kamar mereka yang sengaja di pindahkan agar mereka lebih mudah memantau gafin saat tidur.


Mereka amsuk ke dalam kamar mereka dan segera menaiki kasur "Besok mau sarapan roti seperti apa, biar ku butkan??"


"Ih aku serius."


Andraas tersenyum "Roti bakar aja, gak usah ribet ribet paling nanti kesiangan juga."


"Enggak bakal, aku udah menyetel alaram jadi kamu tak perlu hawatir."


"Yasudah buatkan aku sarapan roti yang berbeda dari biasanya."


"Contohnya??"


"Cari saja referensi di internet.".


"Baiklah tunggu bentara ku cari dulu."lusi lalu mengambil hpnya dan mencarai referensi.


"Roti gandum aneka berry kering dan walnut kayaknya bagus,atah Roti John dan satu lagi Sandwich goreng."


"Mana coba ku lihat gambarnya??"


Lusi pun menunjukan gambar tadi pada andras beserta resepnya.


"Roti John aja karna yang lainnya kelihatan sulit dan akan lama peroses pembuatannya."


Andars mengambalikan hp lusi lalu lusi segera menerimanya "Baiklah akan aku buatkan besok."


"Dan apa yang harus kita lakuakn sekarang??"


"Bukankah kamu tadi mengajak ku menonton??"


"Tapi gak tau mau nonton apa."

__ADS_1


Andreas tersenyum mengoda lusi lalu ia mulai berbisik padanya.


"3*5 days aja."


Ludi menatap sinis andreas "Tapi jorok tauk sama aja kamu lagi menonton filem p*rn*."


"Jangan lihat itu tapi lihat lah pada kisah cintanya, aku dengar banyak wanita yang suka menontonnya."


"Alah kamu bohong aja itu."


"Apa gunanya aku berbohong, coba aja kamu tonton, dari movinya yang pertama aja."


"Yaudah ayo kita coba, gak mungkin aku bakal suka sam filem gak jelas gitu."


Lalu andras pun memutar filemnya,awalnya lusi biasa saja menontonnya namun perlahan ia mulai tertarik dan berberap kali bertanya pada Andras.


"Apa cowoknya itu seorang mafia?"


"Ya."


"Tapi kalok boleh jujur dia hot sekali, andai saja aku lah yang menjadi istrinya bertapa idahnya hidup ini."


Seketika andras menoleh pada lusi "Apa yang kamu katakan tadi??"


Tak ada jawaban lagi dari lusi karna lusi kembali fokus menonton.


Hingga adegan akhir yang dimana mobil wanita tadi masuk ke dalam sebuah terowongan dan terdengar suara tembakan dan filem pun selesai sampai situ.


(Hik...hik..)


Andreas mendengar suara tangis lusi lantas menoleh ke samping "Apakah dia mati??"


"Entah lah."


"Apa masih ada lanjutannya??"


"Ada tapi kamu harus tidur cepat agar tak kesiangan membuat sarapan untuk ku."


"Ih tapi aku mau menonton lagi."


Andreas menarik lusi ke dalam pelukannya "Udah gak usah di tonton lagi, kamu menonton ini hannya akan membuatku jadi cemburu saja."


"Kamu cemburu kenapa dan lagi pula kita dari tadi hannya berdua di sini."


"Aku cemburu karna kamu bilang peria tadi hot dan kamu mau menjadi istrinya."


"Siapa bilang aku tak pernah mengatakan apa pun."


"Nah sekarang gak mau mengaku sudah."


"Lusi menatap sinis andars "Lah bilang aja iri sama cowoknya karna punya dia lebih besar dari punya mu."


"Loh itunya gak kelihatan, lagian aku yakin punya M."


"Tapi kalok di lihat ceweknya enak enak aja melakukannya dengan dia, itu pertanda punnya gedek."


"Alah paling M, coba kamu lihat punnya suami mu ini XL lo."


Saat ande akan menarik kancing celananya, segera di tahan lusi "Jangan, udah jangan di bahas lagi kita tidur sudah."


"Gedekan kan punya ku??"


"Punya mu memang lebih gedek dari punnya dia jadi gak usah di bahas lagi, sekarang ayo kita tidur."


Andreas seketika tersenyum lalu ia mendekat istinya dan mencium keningnya "Good night."


"Selamat malam juga"

__ADS_1


Lalu mereka merebahkan tubuh dan mulia menyelimuti tubuh mereka dengan selimut dan mulai tertidur.


Bersambung....


__ADS_2