Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Kabur


__ADS_3

Pada saat lusi membuka matanya ia rupanya di rawat di rumah sakit dan kini tanganya terinfus, ketika ia melihat lukman tak jauh darinya sontak ia memanggilnya.


"Kakek..hik.."lukman yang mendengar suara lusi sontak ia mendekat padanya.


"Ada apa nak??, willy tolong pangilkan dokter."


Seorang peria muda yang ada di belakang lukman segera pergi memanggil dokter.


"Kek, bagaimana dengan anak lusi??"


Lukman menggenggam tangan lusi dan ia terlihat begitu sedih "Dia baik baik saja tapi.."


"Tapi kenapa kek."


"Kamu yang sabar yah, seperti apa pun kondisinya nanti,kakek akan tetap menerimanya."


Mendengar kata itu membuat lusi menangis"Apa maksud kakek hik..??"


"Anak mau takan terlahir seperti anak normal pada umunya.


Tapi bagi kakek itu tak masalah, kakek akan tetap menganggapnya sebagai bagian dari keluarga dan sebagai cicit kakek juga."


Lusi menangis lalu Lukman memeluknya dan tak lama dokter datang, dan setah lusi tenang baru ia di periksa .


Dan setah hari itu, ber-berapa hari kemudian lusi di kirimkan surat cerai olah pengacara Andreas.


"Apa maksud ini, apa tuan andreas ingin bercerai dengan ku"


Lusi meneteskan air matanya "Aku ingin ber bicara dengannya sebentar apa bolah??"


Pengacara itu pun segera mengubungi Andre dan langsung di jawab.


"Tuan, nona ini mau berbicara dengan tuan sebentar."


"Berikan padanya."


Lusi mengambil hp tersebut"Halo, kenapa Tuan lakukan hal ini pada ku."


"Maaf, tapi aku tak bisa menjalani pernikahan ini lagi."


"Kenapa kamu melakukan ini pada ku, apa kamu tak memikirkan anak mu yang ada di dalam kandungan ku sekrang."


Dek


Seketika kata kata lusi menusuk dadanya yang menbuatnya terdiam ia tak tau jika lusi kini tengah hamil.


"Ku mohon jangan ceraikan aku, kembali lah dan mari kita membangun keluarga baru lagi."

__ADS_1


Andreas mulai bimbang dengan keputusanya.


"Kumohon, dia masih membutuhkan ayahnya di sebelahnya."


Namu  sebuah pelukan pada pinggang Andras membuat ia kembali berusaha fokus dengan tujuan awalnya.


"Maaf aku tak bisa, aku tak bisa menjalankan pernikahan tanpa rasa cinta."


"Aku mencintai mu. Selama ini aku mencinati mu."


Dek


Andre kembali merasa seperti tertusuk namun ketika ia merasakan pipinya di cium olah Zaha seketika ia menepis perasan itu.


"Maaf aku tetap tak bisa. Aku tutup telfonya sekarang." Lalu pangilan itu pun berakhir.


Lusi menangis sambil memegang perutnya lalu ia meangambalikan hp peria tadi.


Ia tak hentinya menangis dan setelah 15 menit kemudian akhirnaya ia mengambil keputusan untuk menjauh dari keluarga andre , kini ia merindukan sosok ibuknya .


"Berikan dokumen itu pada ku, aku akan tandatangani."


Pengacara itu memberikan dokumen itu dan dengan berat hati lusi menandatangani surat cerai itu dan baru peria itu pergi.


Lalu lusi segera menelfon ayahnya dan malamnya peria itu datang ke apartemen Andreas tempat lusi tinggal untuk sementara.


"Lusia, maafkan papa.."


"Tak papa bapak, lusi sudah memaafkan bapak."


Dan sandra yang mendengar hal itu begitu senang, dan sempat terjadi keheningan dan hanya terdengar tangis sandra.


"Bapak, jika lusi mengatakan dimana ibuk berada apa bapak akan mau meninggalkan perusahaan itu."


Sandra yang mendengar hal itu terkejut "Apa kah bisa. Jiks demikian aku pasti akan melepaskan jabatan ku tapi pertemukanlah aku dengan ibu mu."


Lusi tersenyum "Ayo kita pergi dari kota ini, dan membangun hidup baru di sana"


Sandra yang sudah meanyadari jika uang taka ada artinya jika tak ada keluarga yang bersamanya jadi ia rela meninggalkan segalanya demi anak dan istrinya.


"Baik ayo."


"Tapi lusi mau nanti besok kita perginya."


Sandra mengangguk lalu lusi memeluk ayahnya sambil menangis dan malam itu ia menceritakan segalanya pada Sandra.


Besoknya lusi dan Sandra kini sudah berada di setasiun dan sudah siap juga untuk pergi ke kota Q dan Sandra sudah menitipkan surat pengunduran dirinya pada supirnya dan ia menitipkan rumahnya pada pelayan rumah untuk di jual namun secara diam diam agar lukman tak curiga jika Sandra ikut lari juga bersama lusi.

__ADS_1


Dan mereka membeli tiket dengan mengunakan data diri pelayan rumah dan mereka juga mengenakan pakaian serba panjang dan topi untuk menutup rambut serta masker untuk menutup mulut, dan untuk mengecoh jika law Lukman mencari mereka , sandra dengan sengaja membeli tiket juga untuk ke jerman namun yang pergi bukan mereka.


Sedangkan  untuk ATM sandra sudah mengurs semua isi ATMnya, jadi uang yang ia bawa itu semua adalah uang kes dan jumlahnya tak sedikit,yaitu satu koper besar.


Pada jam 5 pagi mereka berangkat dari kota A ke kota Q.


Dan selama perjalanan lusi hanya diam menatap luar sedangkan Sandra mulai merasa kasiha dengan apa yang telah menimpa putri ya, yang begitu baik itu.


Dan pada jam 9 mereka baru sampi di kota Q dan langsung di jemput olah Mina.


Ketika ia sudah kenemukan lusi ia langsung memeluk putrinya itu "Astaga lusi ibuk sangat merindukan mu."


"Lusi juga buk.."


Sandra terdiam ketika melihat perut Mina yang membesar.


"Astaga mina ada apa dengan perut mu??"


Mina menoleh pada Sandra "Ayo kita pulang dulu, di rumah nanti akan aku bicarakan."


Sandra mengangguk lalu ia mengikiti mina pergi.


Sesampai dirumah yang terlihat sederhana terlihat berberapa tetangga di sebelah rumah tempat mina tinggal banyak berkumpul untuk membicarakan Masalah Arisan.


"Buk mina itu siapa yang datang sama ibuk."


Mina tersenyum "Ini ada suami saya mas sandra dan anak saya lusi."


Mereka semua mengangguk mengerti lalu tersenyum pada mereka "Sekarang ibuk mina udah gak tinggal sesiri lagi sudah."


Mian hanya tersenyum lalu mengajak lusi dan Sandra masuk.


Rumah itu begitu kecil dan dari bahan rumahnya juga begitu rapuh banyak atap yang bocor, sungguh tak layak di huni namun di situlah mina tinggal.


"Maaf rumahnya buruk begini. Namanya juga mencari tempat yang murah."


Lusi menggeleng "Gak kok buk, dan gak usah minta maaf juga,orang ini bagus aja kok menurut lusi.


Sekarang dimana kamar ibuk, lusi mau menaruh barang lusi dan sekalian mau tidur sebentar.


Bapak dan ibuk juga butuh waktu untuk berbicara bukan."


Lusi pun membawa koper mereka masuk ke dalam satu buah kamar sedangkan Sandra dan Mina  mereka berbicara ruang tamu dan mereka duduk di lantai yang beralskan karpet murah.


"Maaf mas rumahnya gak kayak rumah mas."


Sandra menggeleng "Tak papa,nanti besok kan bisa aja nanti cari tempat lain yang cukup untuk kita, sekalian cari tempat untuk buka usaha juga."

__ADS_1


Mina menganggum lalu ia mulai menjelaskan mengenai penyebab ia kabur ketika sedang kengandung anak kedua mereka karna ia takut anak keduanya akan mengalami hal seperti yang di alami lusi, namun ketika tau Sandra sudah berpisah dengan istri pertamanya membuatnya kasin pada peria itu lagi dan masih mau menerimanya,setidaknya kali ini ia bisa meresmikan pernikahan mereka di negara agar tidak numpang pada orang lagi seperti lusi dulu yang menumpang KK tetangga mereka agar bisa di buatkan Akta kelahiran .


Bersambung...


__ADS_2