Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Gelato


__ADS_3

Hari ini lusi tampak bosan di rumah dan memutuskan untuk jalan-jalan ke luar bersama gafin karna ia mau membawa anaknya itu bermian ke sebuah taman bermian yang tak tauh dari mansion.


Dan ia pergi di antar willy, sesampi di sana banyak anak yang bermain di sana dan mereka datang juga bersama orang tua mereka.


Lusi menoleh pada anaknya "Pergi lah bermain biar mama dan om willy tunggu di sana."


Lusi menunjuk sebuah tempat duduk.


"Iya ma..."


Anak itu pun berlari menghampiri anak-anak yang tengah bermain itu.


"Willy ayo kita ke sana."


"Baik nona."


Lalu mereka ke kursi tadi dan langsung duduk.


"Kenapa nona tidak menggunakan jasa baby siter saja untuk mengurus tuan gafin, bukankah nona juga sekarang sedang hamil."


"Itu karna aku ingin melihat tumbuh kembang anak ku secara langsung."


Tak lama terlihat gafin yang terjatuh lalu willy berlari menghampirinya.


Dan saat itu sorang anak lewat juga di hadapan lusi dan ia membawa gelato dan lusi yang melihat itu lantas kepengn untuk makan gelato dari tempat anak itu beli.


Ia bangkit dari duduknya "Anak itu membeli gelatonya di mana."


Lusi melirik sekitar dan ia menemukan sebuah toko lalu ia menuju ke sana.


"Tuan muda, sudah jangan menangis lagi,apa anda mau saya obati atau kita balik pulang??"


Tak lama terdengr suara anak anak yang melihat Gafin yang sedang menangis.


"Ih lihat anak itu cengeng sekali, hannya karna luka sekecil itu."


Gafin menghapus air matanya "Tak papa om willy Gafin kuat kok ."


"Kalok gitu tunggu bentar."


Willy mengeluarkan sebuah plaster dari kantongnya karna sejak awal ia sudah dapat memprediksi hal ini akan terjadi jadi ia sudah menyiapkannya dari rumah karna ia tau jika anak kecil itu ketika brmain sering terluka.


Willy memasang plaster pada kaki Gafin yang terluka "Nanti kalok masih sakit datang saja nanti om willy dan mama Gafin, oke."


"Iya om."


Lalu gafin bermain lagi sedangkan willy menoleh ke tempat duduk mereka tadi namun tak menemukan lusi "Loh nona kemana??"


Dan matanya tak sengaja melihat lusi yang menyebrang jalan ke sebuah toko yang menjual es gelato.


"Oh nona ke sana rupannya."


Sesampai lusi di toko itu ruapnya memang cukup banyak orang di sana, yang rata rata orang dewasa mungkin mereka datang membeli untuk anaknya ya yang bermain di taman bermain.


Lusi pun ikut mengantri tak lama robongan ibuk ibuk cantik datang mereka begitu glamor dengan tas branded mereka dan mereka juga mengenakan banyak aksesoris emas permata.

__ADS_1


Orang orang yang melihat hal itu begitu terkagum-kagum dan mereka jadi pusat perhatian.


Namun  lusi tak peduli karna baginya sekarang yang teruama adalah gelato untuknya, willy dan gafin.


Namun saat di ia akan maju karna sudah gilirannya, salah satu ibuk-ibuk tadi malah nyelonong.


"Saya duluan."


Wania itu sedikit menyenggol lusi dan lusi lantas menatapnya namun ia tak berani berbicara.


"Mas tolong bungkus semua rasa gelatonya."


Lusi yang mendengar hal itu terkejut karna rasa gelato yang ia incar akan habis karna rasa yang ia incar sudah mau habis tinggal satu cup saja.


"Nona bisa tolong sisakahkan untuk saya yang rasa Green tea??"


Wanita itu menoleh ka belakang.


"Siapa anda, berani merintah-merintah saya."


"Saya gak merintah nona, hannya saja saya sangat memohon agar di sisahkan yang Green teanya karna saya sedang hamil dan ingin sekali merasakan rasa gelato Green tea dari toki ini."


lusi berharap wanita itu akan luluh karna dia juga seorang wanita, pasti paham bagai mana rasanya di posisi lusi.


Wanita itu melirik lusi dari atas sampai bawah dan lusi hannya memakai pakaian biasa saja.


"Heh, apa saya tak salah dengar kamu meminta pada saya. Mending kamu beli tempat lain saja karna saya mau mencoba semua rasa gelato di sini ."


Lusi yang mendengar hal itu terkejut dan mulai terpancing emosi.


"Hey kamu berani sekali melawan saya apa kamua tau saya ini istri siapa??"


"Emang anda istri siapa saya gak tau dan gak peduli, lagian saya hannya minta anda untuk menyisahkan gelato rasa Green tea itu untuk saja."


"Jika saya gak mau bagai mana."


"Saya akan tetap mengambil rasa yang itu karna saya sudah mengantri lebih dulu."


"Heh apa anda tak takut jika saya panggil suami saya ke sini!!, saya itu bisa saja membuat anda  di penjara hari ini juga karna melawan saya."


Tiba tiba dari belakang lusi di dorong oleh orang yang ada di belakangnya "Hey embak ngalah aja biar kita cepat, karna bukan hannya anda saja yang mau membeli."


Dan orang-orang di sana mulai membicarakan lusi dan banyak yang mendukung wanita yang menerobos itu sehingga membuat lusi malu dan ingin menangis namun dari belakang seorang peria datang dan memanggilnya.


"Lusi."


Lusi menoleh ke belakang dan rupanya piter "Piter."


Piter menghampiri lusi dan ia begitu hawatir melihat reaksi wajah lusi yang sedih.


"Apa yang terjadi, kenapa kamu menangis."


Wanita tadi terkejut melihat piter karna piter merupaka  salah satu anak keluarga kaya raya dan terpandang di ibukota.


"Eh pak piter..."

__ADS_1


"Apa wanita ini yang membuat mu menangis??"


"Dia tadi menerobos antrian, awalnya aku tak marah padanya namun saat ia akan memesan semua gelatonya saya memintanya untuk menyisahkan satu untuk saya,karna aku sedang ngidam makan gelato rasa Greenti dari toko ini namun ia malah tak mau memberikannya pada hal aku lagi kepengen makan itu."


Piter menoleh pada wanita itu dengan tatapan tajam"Kamu berani membuat teman saya menangis maka anda harus berurusan dengan saya."


"Apa hubungan anda dengan wanita ini."


"Bukan kah sudah saya bilang dia itu teman saya dan teman saya ini sedang hamil tak bisa kah kamu mengalah pada seorang ibu hamil.


Ingat saya bisa saja membuat reputasi suami mu hancur dengan satu malam."


Wanita itu seketika menciut "Maafkan saya  tuan piter."


"Minta maaf pada teman saya."


"Saya minta maaf nona."


"Tak papa tapi yang penting apa ada kasih saya gelato yang rasa Green teanya??."


"Ya tak masalah ambil saja."


Lusi terlihat gembira dan langsung berbicara "Mas yang rasan Green tea satu, dan rasa coklat 2 dan lagi..." lusi menoleh psda piter.


"Kamu mau yang mana??"


"cookies and cream aja."


"Satunya yang itu mas."


Lalu pesanan  lusi segera di buat sedangkan tempat itu kembali suanyi ketika kedatangan piter karna mereka tau siapa piter sebenarnya.


Dan setelah semua pesanannya jadi lusi mengeluarkan kartu dari dompetnya yang rupanya sebuah black card.


"Mas pakai kartu ini bisa bayar??"


Peria itu begitu terkejut "Bi..bisa mabak"


piter berusaha menahan tawanya melihat kebodohan lusi yang bertanya pada peria itu.


Setelah membayar akhirnya mereka keluar namun wanita itu masih tak terima dengan hinaan itu "Awas saja kamu jika aku bertemu kamu lagi takan aku birakan kamu lolos lagi."


Lusi memberikan gelato rasa cookies and cream pada piter.


"Terima kasih karna sudah membantu ku, aku tadi hampir menangis"


"Ya."


"Apa anda mau makan bersama kami di sana."


"Boleh."


Lalu mereka berjalan menghampiri willy.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2