Menikah Dengan Peria Kaya

Menikah Dengan Peria Kaya
Kamar Mandi


__ADS_3

Di depan rumah kini Rangga dan Andre tengah duduk, mereka terlihat diam karna tak tau mau berbicara apa.


Hingga Rangga memberanikan diri untuk bertanya "Oh jadi, om penculik adalah ayahnya Gafin, kenapa Rangga baru melihat om sekarang tadi dari waktu Gafin kecil. Dan juga, aku tak pernah melihat foto pernikahan kakak lusi dan om jahat di amlbum foto keluarga."


"Kamu masih becil Rangga belum bolah tau urusan orang dewasa."


"Kan aku cuman penasaran."


Andre menghela napas pelan "Itu karna aku tak tau keberadaan kakak mu, jika saja dari dulu aku tau dia berada di kota ini maka aku sudah sejak awal mencarinya di sini."


"Oh,jadi untuk apa om datang kesini??, apa untuk menjemput Kakak ku dan Gafin."


"Jika kakak mu mau ikut, aku pasti akan sangat senang. Namun, ia takan mungkin terjadi kakak mu pasti masih membenci ku.".


"Memang om jahat buat salah apa sehingga kakak ku membenci mu??"


"Urusan orang dewasa bocil gak usah tau."


Andre pun mengacakacak rambut Rangga, sambil tersenyum "Apa kamu haus??"


"Tidak."


"Benarkah, padahal aku mau membawa mu untuk membeli ice krim."


Rangga yang mendengar hal itu terkejut "Mau om, rangga sekarang merasa haus ayo kita cari ice krim."


Andre tersenyum "Baik ayo."


Andre pun mengajaknya untuk menaiki mobik dan mereka menuju sebuah minimarket yang kebetulan tak terlau jauh dari sana lalu membeli berberapa ice dan Rangga mengambil kesempatan ini untuk membeli banyak.


"Apa sudah??"


Rangga mengangguk setelah mendapat banyak.


"Sekarang kita cari cemilan lagi."


Rangga semakin Bahagia lalu ia memilih banyak cemilan sampai teroli mereka penuh."


Andre melihata ada ber-berapa cemilan yang memiliki rasa udang yang Ranga pilih.


"Apa kamu suka makan Cemilan rasa udang begini??"


Rangga menggeleng "Tidak, tapi adek Gafin suka."


Andre tersenyum rupanya ia dan anaknya memiliki kesamaan yaitu suka cemilan Rasa udang.


Lalu mereka segera membayar dan baru setelah itu mereka kembali dengan membawa tiga keresek yang penuh dengan cemilan.

__ADS_1


Dan pada saat mereka sampai di atas rupanya lusi juga duduk bersama mereka. namun ketika lusi melihat andre bersama Rangga seketia wajah lusi berubah masam.


Namun andre berusaha mengabaikannya "Gafin papa dan rangga bawakan cemilan dan ice krim untuk mu apa kamu mau??"


Gafin yang mendengar hal itu lantas tersenyum "Benarkah." Lalu ia turan dari pangkuan Haris dan langsung menghampiri mereka dengan membawa satu buah kado besar yang Haris berikan untuknya


"Kotak besar apa Itu Gafin??"


"Ini tadi hadiah dari kakek ku untuk ku, ayo kita buka sama sama di kamar."


Rangga mengangguk lalu mereka berjalan beriringan ke kamar kosong yang menjadi tempat bermain mereka.


Dan di ikuti Andreas, hal itu tak jauh dari pantawan lusi ia masih merasa kesal pada andreas dan Radit sadar itu.


...***...


Saking asiknya bermain dengan mereka Andre sampai lupa waktu dan bahkan  suara tawa , Gafin dan Rangga terdengar sampai luar.


Haris yang mendengarnya cukup bahagia berbeda dengan lusi yang justru tak suka jika anaknya bermian dengan andre, karna bayang bayang kekerasan yang andre lakukan padanya masih terbayang sampai sekarang.


Hingga pada jam 5 sore "Haris ingin berpamitan untuk kembali ke hotel karna dia tak mungkin menginap apa lagi tau kamar di sini yang kosong hanya satu dan tak memungkinkan ia dapat menginap jadi ia berencana untuk datang besok lagi.


"Radit cepat panggil andre , kita kembali ke hotel."


"Baik tuan."lalu radit segera pergi menuju kamar tadi,pada saat ia membuka kamar itu ia terkejut ketika meliaht andre tengah tidur sambil berpelukan dengan gafin sedangkan Rangga masih asik bermain dengan mainan baru tadi.


"Kalok gitu tinggalkan saja kunci mobil sama pak sandra nanti jika ia akan kembali bisa minta kuncinya samali pak sandra."


"Baik taun." Lalu Radit mengambil satu kuci mobil dari sakunya lalu memberikannya pada sandra "Ini tuan sandra."


"Ya nanti akan saya sampaikan."


Sebelum haris pergi ia terlebih dahulu pamit pada lusi "Papa pulang dulu, besok papa akan balik lagi."


Lusi tersenyum dan mengangguk "Ya, hati hati di jalan nanti pa."


Haris tersenyum lalu mereka pamit lagi pada Sandra setelah itu Mina dan baru mereka pergi.


Malamnya Andre terbangun karna merasa ada sesorang yang menggoyangkan tubuhnya "Papa.."


Andre membuka mata "Ada apa??"


"Gafin Mau pipis."


Andre terbangun dari tidurnya pada saat di lihat di sekitar kamar rupanya taka ada kamar mandi.


Seingatnya di luar ada satu kamar mandi lalu ia mengangkat putranya lalu membawanya pegi.

__ADS_1


Pada saat ia menekan ganggang pintu rupanya terkunci mungkin ada sesorang di dalam.


"Tunggu senentar yah."


Tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.


"Sabar.."


Lusi terkejut ketika melihat andre yang ada di depan sambil menggendonga anaknya dengan satu tangannya.


Andre juga terkejut apa lagi meliaht lusi yang hannya mengenakan handuk itu pun sangat pendek, sontak lusi mundur ke belakang namun terpeleset.


Sontak andre meraih tangan lusi lalu menariknya ke pelukannya namun karna handuknya yang tak terikat kuat pun terbuka dan jatuh ke lantai.


Andre terdiam pada saat ia akan menoleh ke bawah tiba tiba terdengar suara lusi "Jangan lihat ke bawah atau kamu mau mata mu ku congkel."Andre membeku.


"Sekarang kamu tutup mata."


Tak lama terdengar saura Gafin "Ada apa maa??"


"Gafin diam aja, mama sekarang sedang bicara dengan ayah mu."


Gafin seketika diam lalu andre menutup matanya dan lusi dengan cepat meraih handuknya lalu berlai ke kamar pada saat terdengar pintu tertutup baru andre membuka mata.


"Astaga hampir saja."


"Papa ayo sudah Gafin udah gak tahan."


"Maafkan papa." Andre pun segera masuk dan membantu anaknya untuk kencing.


Untungnya saat kejadian Rangga, mina dan Sandra kebetulan sedang keluar untuk pergi mencari makan di luar.


Dan lusi sengaja tinggal karns ia takut anaknya akan meangis mencarinya jika Andreas pulang.


Di dalam kamar lusi memegang dadanya yang berdebuk kencang "Hampir saja dia akan.."lusi masih terengah engah karna lelah setelah lari tadi."


Lusi menutup wajahnya dengan handuk yang ia pegang tadi "Astaga meamlukan sekali, untung saja ia tak melihatnya."


Tak lama terdengar suara ketuka dari luar yang membaut lusi keambali sadar dari malunya.


"Lusi, apa di bawah ada sayur??, Gafin mau makan katanya."


"Hari ini aku tidak masak, kamu tinggalkan saja dia jika kamu mau pulang paulangalah aku nanti akan pergi mencari makan ke luar bersamanya."


Tanpa mendengar jawan Andre ia langsung pergi ke  lemari pakian untuk segera mengganti pakiannya karna ia tak mau membairkan anaknya kelaparan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2